Kemuning Senja tak mengira akan mengalami malam kelam bersama pria yang tak dikenal.
Kalandra, pria impoten yang telah menikah tetapi tak mampu memberikan nafkah batin kepada istrinya. Dia terus berusaha menjalani pengobatan dan terapi karena mengalami difungsi ereksi.
"Pelukan saja tanpa bercinta, kecut Mas!" protes sang istri.
Sudah banyak wanita yang Kalandra pesan demi bisa memulihkan kejantanannya tetapi tak kunjung mendapatkan hasil. Sampai dimana dia bertemu dengan Kemuning Senja.
Malam indah yang mampu membuatnya normal.
"Jangan Tuan! Saya mohon lepaskan saya!"
"Tidak akan, karena kamu membuatku begitu menginginkan."
Bagaimana nasib Kemuning setelah mahkotanya terenggut paksa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Bisex
PLAK
Tamparan keras kembali Kalandra dapatkan setelah tadi mendapat panggilan dari Papahnya yang meminta ia untuk segara pulang. Namun, kali ini tamparan berasal bukan dari Papah Regan melainkan dari Opa Tio.
Beliau begitu marah dengan kabar dan fakta yang memang membenarkan kelakuan cucunya. Masalah penyakit Kalandra, beliau bisa mentolerir bahkan beliau pun masih sangat syok akan kondisi cucunya yang ternyata seorang pria impoten.
Namun yang membuat beliau kecewa itu adalah kebenaran jika Kalandra memperkosa seorang gadis yang kini menjadi istri kedua cucunya hanya demi memenuhi nafsu yang tak pernah bisa tersalurkan dengan sempurna.
"Opa ..."
"Apa? Kamu sungguh keterlaluan Kalandra! Kamu telah membuang kotoran ke keluarga Weda! Di mana otak kamu saat melakukan itu, hah? Kelakuan kamu seperti hewan! Beruntung gadis itu tidak menuntut apapun. Jika aku orang tuanya, sudah aku tuntut kamu ke jalur hukum!"
Kalandra menundukkan kepalanya. Pedas sekali tamparan dari sang kakek hingga membuat sudut bibirnya terluka dan pipi memerah. Matanya pun memanas, tetapi bukan karena tamparan yang ia rasakan. Dirinya menyesal dengan apa yang ia perbuat hingga membuat keluarga menjadi korban.
"Kamu sadar sekarang jika bukan hanya membuat malu satu keluarga, tetapi juga keluarga Wijaya? Kakekmu orang terpandang dan memiliki sekolah Islam serta pesantren dimana-mana. Apa kamu tidak berpikir jika beliau pun akan malu dengan tindakanmu yang saat ini menjadi bahan pergunjingan publik?"
Semua yang ada di sana hanya bisa diam. Papah Regan dan Mamah Kaira pun menyesal karena keduanya merasa gagal mendidik putra mereka.
Ada Kashafa juga yang merasa kasihan dengan Kakaknya. Belum lagi Oma Ceri yang berusaha menenangkan Opa yang begitu emosi.
Sementara Kalandra sejak tadi tak berani menatap wajah beliau. Kesalahan yang ia buat memang sangat fatal dan scandalnya membuat malu keluarga. Pantas jika ia mendapatkan amukan sang Kakek. Kalandra bersimpuh meminta maaf pada semua keluarga. Dia pun meminta maaf atas nama Luna yang telah ikut membuat malu.
"Maafkan aku, Opa. Maafkan aku telah membuat kecewa, malu, dan mambuat keluarga terkena imbasnya. Begitupun juga dengan Luna. Aku minta maaf karena Luna pun ikut membuat malu keluarga kita. Aku menyesal Opa, Mah, Pah."
Opa Tio menghela nafas berat. Sebenarnya beliau kasihan dengan nasib Andra. Ingin rasanya memeluk cucu pertama yang memberi warna dalam keluarga. Penerus keluarga yang dulu sangat dinanti-nantikan. Namun rasa kesalnya membuat Opa Tio memilih diam.
Setelah mendapat amukan dari Opa, kini Kalandra terduduk diam dengan sebatang rokok yang menyala. Dia memilih untuk menenangkan dirinya di balkon kamar menatap langit yang hari ini yang mendung tatapi tidak dengan hatinya yang sedang memanas.
Panggilan dari Yuta membuyarkan lamunan Kalandra. Pria itu buru-buru menerimanya tetapi lagi dan lagi pihak pengadilan membuatnya semakin emosi. Sidang perceraiannya semakin dipersulit karena Luna tak mau berpisah dan memutar balikkan fakta. Adanya berita permerkosaan menjadi alasan utama dari pihak Luna. Padahal jika dia waras harusnya Luna menyetujui adanya perceraian itu jika memang dia yang merasa dikhianati.
Kalandra melempar ponselnya ke atas meja lalu menjambak rambutnya dengan kedua tangan. Birahi terpenuhi bahkan dia sembuh dan kembali menjadi pria sejati karena seorang Kemuning tetapi masalah terus bergulir membuatnya hampir gila.
"Shiitt!"
Kelandra memejamkan mata dengan helaan nafas berat. Dia memijit pelipisnya dengan wajah yang payah. Perkara si Joni menjungkirbalikkan hidupnya. Tanpa ia sadari jika sejak tadi Kashafa diam-diam memperhatikan.
"Apa yang loe butuhin, Bang?" tanya Kashafa, dia tak tega melihat Abangnya yang begitu frustasi.
Mendengar suara Kashafa, Kalandra kembali membuka mata dan menatap sekilas wajah adiknya. Ada rasa malu karena masalah keduanya yang menyangkut Luna. Sampai dimana hubungan mereka tak sebaik sebelumnya tetapi saat ini justru adiknya yang ia curigai datang seperti ingin memberi bantuan.
"Hanya ingin terlepas dari Luna dan hidup damai dengan Kemuning, tapi dari pihak pengadilan meminta bukti jika memang Luna benar berselingkuh. Itu yang harus di dapatkan saat ini padahal jangankan bukti. Tau jika Luna nggak benar aja baru seminggu yang lalu."
Kalandra menoleh ke arah adiknya. Mungkin saat ini waktu yang tepat untuknya meminta maaf. Kalandra beranjak lalu memeluk Khasafa dengan wajah penuh penyesalan hingga matanya mengembun.
"Maaf, maaf pernah membuat kamu sakit hati. Maaf karena lebih percaya pada wanita itu dari pada sama kamu. Abang minta maaf Kashafa," lirih Andra.
Kashafa menepuk punggung Andra dengan senyum mengembang. Mungkin ini saatnya Andra pun tau kebusukan Luna yang selama ini tertutup oleh parasnya yang ayu. Ucapannya yang pandai merayu membuat Abangnya justru membenci dirinya.
"Aku sudah memaafkan Abang." Kashafa merenggangkan pelukannya lalu duduk dan mengambil rokok milik Kalandra. Begitupun Kalandra yang kembali duduk dan menghisap rokok yang masih menyala di atas asbak.
Tak pernah mereka melakukan itu, jika Kalandra hanya menghisap nikotin saat ada masalah yang berat sedangkan Kashafa tak pernah membawa barang itu pulang. Dia perokok aktif tapi dia luar karena tak ingin kena amuk mamahnya.
"Sejak awal Abang tidak cocok dengan Luna. Abang tau kenapa? Karena Luna sejak dulu sudah bergonta ganti lanangan. Hanya saja dia pandai bersilat lidah. Abang taunya aku kan yang berselingkuh dengan wanita lain hingga membuat Luna meminta pembelaan? Memergoki aku tidur dengan wanita lain hingga Abang begitu percaya dan mengira aku yang tidak benar."
"Asal Abang tau, wanita yang bersamaku adalah teman tidur Luna dulu.. Aku memergoki mereka tengah saling memuaskan diri tetapi Luna tak mengaku dan justru menjebakku. Dulu memang aku sangat mencintainya, tapi setelah aku mengetahui seperti apa dia sebenarnya. Seujung kukupun aku tidak sudi menyentuhnya."
Sontak Kalandra yang sedang menghisap rokoknya tiba-tiba tersedak saat mendengar penuturan dari Adiknya. Kalandra tak menyangka jika istri pertamanya semenjijikan itu.
"Aku sudah mengingatkanmu Bang, tapi kamu seakan tuli dan malah terbujuk rayu oleh Luna. Padahal sejak awal kalian itu seperti langit dan bumi. Sama-sama sakit tetapi beda penyakit. Jika Abang impoten, Luna hipersex bahkan bisex."
"Tau dari mana kamu tau tentang aku?"
Kashafa tersenyum miring lalu menghisap kembali rokoknya kemudian mematikan benda kecil menenangkan itu di dalam asbak. Dia menghembuskan kepulan asap melalui mulut dan hidung lalu menoleh ke arah Kalandra.
"Luna melempar tubuhnya ke ranjangku meminta dipuaskan setelah malam pertama kalian yang gagal."
Kalandra mengusap kasar wajahnya. Gila, ini sungguh gila. Berarti sejak awal dia sudah dicurangi dan akibat penyakitnya membuat Luna semakin menjadi.
"Jangan disesali, Kak! Hanya saja aku salut pada si Joni. Dia lebih paham mana bangkai dan mana barang original," celetuk Kashafa. Pria itu beranjak dari duduknya lalu mengeluarkan banyak foto yang ia ambil dari dalam saku celananya.
"Berikan ke pengadilan. Jangan sampai Abang kalah dengan gerakan Luna! Pastikan juga Kak Kemuning aman, karena yang kamu hadapi saat ini bukan hanya seorang istri tetapi juga seorang wanita yang licik."
bgtu bsarkah cintamu pada luna zn