NovelToon NovelToon
Rosaline

Rosaline

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nindy alivia

Semenjak kejadian malam itu, kehidupan Rosaline berubah 180 derajat, ketika Rosaline mengetahui dirinya hamil. Dirgantara Delta Lelaki tampan nan arogan itu, tidak mengakui janin yang dikandung oleh Rosaline. Sehingga membuat Rosaline harus pergi jauh dari Dirga.

Dirga mulai mencari Rosaline, tapi Rosaline tidak kunjung ia temukan, bagaikan hilang di telan bumi.

Dan selama pencarian Rosaline, ada seseorang yang mengisi kekosongan dalam hidup Rosaline. Yaitu, mantan kekasihnya sewaktu dulu. Cosmos Orlando. Dan hari hari Rosaline, mulai hidup kembali dengan kedatangan Cosmos. Cosmos datang dan menyamar luka pada diri Rosaline.


(sapa author via Instagram : @nindyalivia_)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindy alivia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka Teki Baru

'wanita itu penuh dengan misteri'

- Abang Dirga ganteng maksimal -

*

Ros melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan milik Jhon itu. Kata Jhon, hari ini adalah hari spesialnya karena Jhon akan memperkenalkan putrinya yang lama berada di negara lain. Jadi, para pekerja harus datang dengan tepat waktu.

Baru Ros masuk kedalam, Ros sudah disambut oleh kerumunan karyawan yang berkumpul pada satu titik. Ternyata Ros telat.

Ros berusaha menerobos masuk kedalam dan berhasil pada barisan paling depan.

"Ros, kemari lah," panggil Jhon kepada Ros. Dengan segera Ros berdiri disamping pak Jhon, Jhon membisikkan sesuatu ke telinga Ros dan Ros menganggukan kepalanya dan berjalan menuju ruangan Jhon berada.

Ros berdiri dan mengetuk pintu itu, namun tak ada satu orang pun yang menjawab. Menurut titah Jhon, anaknya berada didalam ruangannya. Namun, ia tak mendengar adanya seseorang disana. Dengan perlahan Ros membuka pintu itu dan berakhir pada pemandangan yang membuatnya salah tingkah. Sepasang kekasih yang sedang berciuman.

Ros berdehem lalu akhirnya kedua insan itu berhenti dan sang wanita pun menggeser kepalanya kesamping agar bisa melihat seseorang yang menganggunya.

Ros membulatkan matanya ketika mengetahui siapa putri dari atasannya itu lalu lelaki yang menbelakanginya itu menoleh kebelakang. Tapi Ros tidak terlalu kaget, karena Ros sudah bisa memprediksi siapa lelaki itu.

"Kamu lagi? Kamu ngapain disini?!" Tanya Raya dengan sinis.

"Mau ngambil dia?" Tanya Raya sembari mengeratkan lingkaran tangannya yang berada dileher Dirga.

Dirga berusaha menoleh kebelakang, namun Raya malah merapatkan tubuhnya.

"Hey, aku tidak bisa bernafas," ucap Dirga sembari berusaha melepaskan tubuhnya dari Raya.

Raya menoleh kearah Dirga dan dengan brutalnya Raya mencium Dirga. Raya hanya ingin memberitahu kepada Ros, kalau Dirga adalah miliknya, makanya ia melakukan hal itu. Ros meringis ketika melihat adegan itu.

"Aku hanya disuruh oleh ayahmu, kau disuruh untuk segera turun kebawah," ucap Ros dengan tatapan -- eww --. Ros membalikan badannya dan langsung buru buru pergi dari hadapan mereka berdua.

Setelah meninggalkan ruangan itu, pikiran Ros menjadi tidak tenang, mengingat Raya adalah anak dari atasannya. Ia hanya takut, kalau Raya akan menghambat perkejaannya dan malah memperburuk pekerjaannya, Karena Raya adalah tipe orang yang cemburu dan tipe orang yang akan melakukan hal apapun. Itu hal yang biasa ia tangkap tadi.

Ros membuang nafasnya lalu berkata.

"Semuanya akan baik baik saja," ucap Ros dengan meyakinkan dirinya sendiri. Semoga saja akan terus dalam keadaan baik baik saja.

Sementara didalam ruangan.

Dirga mendorong kencang Raya, sehingga wanita itu terjatuh diatas sofa dan dengan lipstik merah yang berantakan.

"Apa yang kau lakukan," ucap Dirga sembari menghapus lipstick merah yang menempel di bibirnya itu.

"Aku hanya ingin memberitahu dia, kalau kau milikku," ucap Raya dengan kesal karena diperlakukan seperti tadi.

"Kita akan menikah! jadi tidak perlu khawatir tentang hal itu!" Ucap Dirga dengan membentak. Sejujurnya, ia sangat tidak menyukai sifat Raya yang seperti ini.

Raya membuang arah pandangnya kesamping dan berkata.

"Ya, kita akan menikah. Tapi, kau masih terus sama, tak tergapai..." Ucap Raya dengan senyum getirnya.

"Dari awal aku bertemu dengan wanita itu, di dalam mobilmu. Aku sudah mengira kau akan seperti ini padaku, itu semua karena dia, kan?" Tanya Raya dengan amarah yang hampir memuncak.

Dirga menganggukan kepalanya dengan yakin.

"Ya... Itu karena dia lebih mandiri daripada kamu, dia sempurna menurutku," ucap Dirga dengan tak berperasaan.

"Tidak ada yang sempurna di dunia ini Dirga!" Ucap Raya dengan tegas.

"Lalu, kenapa kau menerima perjodohan ini. Kalau akhirnya kau juga yang seperti ini," lanjutnya kembali dengan sedih.

"Itu karena orang tuaku, bukan karena kamu," ucap Dirga dengan blak-blakan.

Raya menoleh lemah kearah Dirga dan berkata.

"Kenapa kamu hanya menilaiku dari sisi buruk ku saja? Kenapa kamu tidak bisa melihat sisi baikku?" Tanya Raya dengan mata yang redup.

Dirga berdengus getir dan berkata.

"Mana? Aku tidak bisa lihat itu? Mana? Mana?" Tanya Dirga sembari mencari hal yang tidak bisa ia temukan menggunakan matanya.

Satu tetes airmata Raya lepas begitu saja dan dengan cepat Raya menghapus air matanya itu.

"Suatu saat, kamu akan tau yang sebenarnya," ucap raya sembari berdiri dan menyampirkan tas selempangnya dibahunya itu.

"Aku harap. setelah kamu tau semuanya. Kamu tidak akan pernah menyesali semua perbuatan mu. Karena hidup di dalam penyesalan itu mengerikan," ucapan terakhir Raya sebelum ia meninggalkan Dirga sendiri didalam ruangan itu.

Sementara Dirga masih mencerna semua perkataan Raya tadi, sebenarnya ia terkejut karena raya berkata seperti itu. Karena biasanya Raya tidak seperti itu. Mungkin ada hal yang raya tutupi darinya atau memang orangtuanya pun juga ikut menutupi sesuatu darinya.

Raya berjalan keluar dengan airmata yang berlinang lalu dengan cepat Raya menghapus air matanya. Seketika tubuhnya oleng dan dengan cepat Raya bersandar pada dinding bercat putih itu. Raya meringis kesakitan sembari memegangi pingangnya yang sakit.

"Kamu kenapa?" Tanya Ros yang entah darimana datangnya.

Raya melihat kearah Ros dengan sinis lalu berkata.

"Bukan urusan mu," setelah mengatakan hal itu, Raya pergi meninggalkan Ros dengan tatapan binggungnya, padahal Ros hanya berniat untuk membantunya.

Ros menoleh kearah pintu yang terbuka dan menampilkan sosok Dirga dengan wajah kusutnya, mata mereka saling bertemu. Namun Ros memutuskan tatapan itu dengan cepat. Dirga berjalan cepat kearah Ros dan berniat ingin memeluk Ros. Namun Ros lebih dulu menghindar dari Dirga.

"Kenapa kau menghindar?" Tanya Dirga.

"Kau sungguh bodoh, kau adalah calon suami dari Raya. Kenapa kau malah mau memelukku?" Tanya Ros dengan tak suka.

"Karena aku hanya mau kamu," jelas Dirga.

Ros tertawa sinis mendengar ucapan Dirga.

"Jangan sia siakan wanita lagi Dirga. Cukup aku yang kamu sia-siakan, semoga tidak ada wanita lagi yang kau sia-siakan," ucap Ros dengan dingin namun menusuk.

"Kau tau? Beberapa menit yang lalu aku melihat wanitamu yang sedang kesakitan," ucap Ros sembari menunjuk dimana raya berdiri tadi, sementara Dirga mengikuti arah tunjuk Ros.

Dirga melihat kearah Ros dan bertanya.

"Karena apa?"

Ros mengangkat bahunya dengan acuh dan berkata.

"Aku tidak tau, aku kira kau tau," memang Ros tidak mengetahui alasan Raya kesakitan tadi, lagi pula itu bukan urusannya lalu Ros berjalan meninggalkan Dirga yang masih dalam keadaan binggung itu.

Dirga mengacak rambutnya dengan keras, karena kepalanya sangat pusing sekarang.

"Kenapa, sih? wanita itu senang bermain teka teki,"

  ***

Sementara Raya berusaha bersikap baik baik saja, ketika melihat ayahnya yang sedang memberitahukan pengumuman yang menurutnya penting itu. Padahal Raya sudah tidak berminat dengan pernikahan itu. Ia sudah lelah untuk berhadapan dengan Dirga yang kasar kepadanya.

Raya tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri ayahnya itu.

"Ayah..." Ucap raya dengan girang. Jhon menoleh kebelakang dan melihat putri nakalnya itu.

Jhon merentangkan kedua tangannya dan berkata.

"Anak nakal ku..." Ucap Jhon dengan haru..

Raya masuk kedalam pelukan ayahnya yang ia rindukan itu. Raya bibir bawahnya, berusaha untuk menahan sakit pinggangnya yang luar biasa itu.

"Ayah jojoku..." Balas Raya dengan airmata yang sudah diujung mata.

Jhon melepaskan pelukannya dan menghadap dirinya Kepa karyawannya.

"Ini dia, anak nakal ku yang akan segera menikah," ucap Jhon sembari mengangkat rendah tangan Raya.

Keringat mulai membanjiri keningnya. Raya lupa membawa obatnya. Karena sudah tak tahan, Raya ambruk didepan ayahnya dan didepan para karyawan itu.

Ros yang baru datang pun terkejut dan segera berlari kearah Raya dan pak Jhon. Ros dapat melihat wajah Raya yang sudah pucat pasi.

Ros berusaha merangkul Raya, tak ada penolakan dari Raya dan Jhon pun ikut membantu anaknya untuk berjalan itu.

Dirga mengedipkan matanya ketika melihat Raya yang sudah lemas dan pucat itu sedang dirangkul oleh Ros dan Jhon. Dengan cepat Dirga menghampiri Raya.

"Kau kenapa?" Ucap Dirga yang berhenti didepan Raya. Raya mengangkat kepalanya dan hanya memperhatikan senyuman lemahnya.

"I'm fine."

"Kenapa sih? Wanita itu suka bilang kalau dia baik baik aja. Padahal dia lagi dalam keadaan gak baik baik aja?" tanya Dirga lebih tepatnya, Dirga bertanya kepada dirinya sendiri.

"Aku bersyukur kau perduli padaku, aw..." Ucap raya yang diakhiri dengan ringisan kesakitan.

Dirga menarik perlahan Raya dari rangkulan Ros dan Jhon, lalu dengan cepat Dirga mengendong Raya. Dirga berjalan cepat kearah parkiran dimana mobilnya berada.

"Kita mau kemana?"

"Rumah sakit,"

1
Yulianahh Yuli06
si ros nih begoo knpa dia ga ngomong aja klo udh punya pasangan dan akan menikah gedek
Ryuken
Masih bingung
Enni Etiningsih
penulis mebuat cerita untuk bab ini menggunakan alur mundur, jadi pembaca harus menyimak lebih teliti
Tri Utami Iin
Thor maaf ni ya, mau usul mending buat bubur merah putih gih si cosmos, ganti nama Thor, ga enak banget pas bagian baca namany 😂
Jangan marah ya thor
Tri Utami Iin
cosmos kakaknya miyako kan thor 😅
Love
lah si cosmos kiss sama sepupunya?
Rini Haryati
bingung
Rini Haryati
kerren dan mantap
sukses....semangat
mksh
Amrih Ledjaringtyas
gantungan y
Alfiatun Khasanah
happy ending 👍👍👍
Maria Agustina Bungalay
alasannya kok sama persis seperti alasan Dirga
Maria Agustina Bungalay
ngakak aku thor baca kalimat terakhir
Haruno SYakura
ultramen cosmos hehehe
OnyaF
cerita sekeren ini banyak yang bilang gak jelas ya? padahal menurutku cerita seperti ini sangat bagus dan pantas dibuat film... 🥰

aku bacanya pake perasaan banget sih, jadinya ngena. apalagi baca sambil dengar lagu, uhhh...
nindya: Hii, terimakasih telah menbaca cerita ku ❤️
total 1 replies
OnyaF
keren, kena banget kalo baca sambil dengar lagu free with you 🥰☺️
Bang Zait
Ga jelas ceritanya, gampang sekali mngucapkan kata cerai pdahal baru nikah
ini kesannya memberi dampak - pada pembaca.
Amalia
author season 2 nya mana nih,kok gak di lanjutin
Sulati Cus
nyesek pk bgt salah mu rose yg g tegas sm perasaan mu
Sulati Cus
kau slh Stefi, Dirga bkn malu tp cemburu 😂
Sulati Cus
y ternyata bener dunia cm selebar daun kelor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!