NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Patahhati / Lari Saat Hamil / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:375.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marianay

Ayuna putri yang akrab dipanggil Yuna ini terpaksa menikah dengan pria yang tidak dikenal sebelumnya karena berdasarkan tradisi adiknya tidak boleh menikah terlebih dahulu sebelum sang ayah kakak

Awalnya ia setuju tapi saat dirinya sah menjadi istri dari Yusuf Mahendra malah dipertemukan dengan pria yang selama ini ditunggu.

Yang tidak lain adalah pria yang ingin dinikahi oleh adiknya sendiri

Bisakah Yuna menerima kenyataan yang ada di depan matanya? Dan menerima Yusuf suaminya seutuhnya?

maraton bacanya entah bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marianay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Syukuran Biasa

Bang Yusuf menyeretku cepat kedalam kamar, dan menguncinya, kamarnya luas, dua kali luas kamarku,ada sofa dan ada balkon dibalik jendela. Aku memilih duduk disofa mengurangi lelah sedikit memijat kaki.

Melihat bang Yusuf mendekat aku mundur hingga berada di ujung sofa, tas belanjaan tadi dan jaketnya sudah terongok di ranjang, dia sangat nampak mengerikan sekarang .

Dia makin mendekat membuka tiga kancing bajunya bagian atas, duduk tepat didepanku. Ada apa dengannya, aku hanya bisa menelan ludah, tenggorokanku terasa tercekat.

"Boleh ya dek ini aja" ucapnya serak, menyentuh bibirku pelan, kenapa dia begini, bulu kudukku rasanya meremang

Menganggukan kepala samar, kurasa dia tau jawabannya. Dilepas jilbabku melemparnya sembarang dan membuka ikatan rambutku. Aku takut melihat wajahnya sekarang, aku terus beringsut menjauhi walau aku tak menolak, tapi aku takut.

Sudah berada ujung sofa, aku merasa terpojok tak bisa lari lagi. Dengan cepat dia meraih tubuhku, aku takut melihat matanya. Kupejamkan mata cepat.

"Buka matamu dek " ucapnya dengan suara berat penuh penekanan.

Lebih baik kuturuti, aku sepenuhnya miliknya. Baru sebentar mataku terbuka, bibir kami bertemu. Untuk pertama kali aku bisa meremas kemeja bagian depannya. Entah apa yang ada dalam pikiranku, aku juga menginginkannya.

Terasa sangat lama, aku tak sanggup menahan nafas lagi. Bang Yusuf melepasku sebentar, dengan terburu-buru bibir kami bertemu lagi. 'ada apa dengannya'

Entah apa yang digilai olehnya, aku merasa bibirnya manis padahal dia tak makan makanan yang banyak gula hari ini

"Udah, makasih ya dek "

Kenapa sih dia, selalu buat deg-degan terus main pergi aja. Ngeselin.

"Abang. Mau kemana?"tanyaku menarik ujung kemejanya, merasa tak rela.

"Kekamar mandi, mau ikut?"

"Gak, cuma nanya"rajukku

Dia berlalu masuk dalam kamar mandinya dan menghilangkan dibalik pintu.

"Aa.. kenapa denganku"Menyugar rambut kasar.

Aku pusing sendiri memikirkannya. Aku bisa stres kalau begini terus. Berjalan kearah koper, dan memunguti jilbab, jaket serta tas belanjaan tadi menaruh semua nya disofa dekat lemari.

Membuka lemari besar, memilih baju yang cocok untuk bang Yusuf, aku bingung sendiri, bajunya banyak sekali. Bang Yusuf sudah keluar dari kamar mandi duduk dibibir ranjang.

"Baju dek"

Kupilih cepat baju kemeja coklat susu dan celana panjang hitamnya, membawa padanya.

"Ini" ucapku sambil menunduk.

"Kenapa nunduk, ada apa dibawah"

"Ng-gak ada apa-apa kok, aku mau mandi dulu"

"Tunggu !!"Aku berbalik

Apa lagi sih, udah keluar kamar mandi dengan kurang bahan. Dasar

"Pakai ini untuk acara hari ini, nanti abang bakalan minta Bella bantuin kamu."aku mengangguk dan meraih tas ditangannya cepat.

"Iya" ucapku berlalu.

Usai mandi dan Shalat aku memakai baju yang dipilih Bang Yusuf tadi, kancingnya dibelakang membuatku kesulitan mengancingnya

Bisa jadi karena terlalu gugup membuatku susah mengancing baju ini. Kata bang Yusuf walau hanya acara syukuran biasa tapi Mama mengundang banyak orang, sekitar lebih dari 500 orang, menurutku ini bukan sekedar syukuran biasa tapi luar biasa.

Tok..tok..tok..

"Kakak ipar ini aku Bella" teriaknya di balik pintu

"Masuk aja, pintunya gak dikunci"

Bella masuk dengan cepat mengunci pintu kembali.

"Kakak lagi ngapain?"

"Ini kancing bajunya susah banget, bisa bantuin gak"pintaku

"Boleh, sini"

Bella mulai mengancingkan bajuku perlahan hingga selesai. Sekarang aku tersita oleh penampilan Bella, dia cantik sekali.

"Kak, lihat apa?"

"Eh, gak ada, cuma kamu cantik banget"

"Ah. Kakak bisa aja"ucapnya malu-malu

"Bener loh "

"Kakak ipar juga cantik, belum diapa-apain udah cantik."

"Maksudnya?"

"Eh, gak usah pakek jilbab dulu kak, kita make up dulu ya"

"Kok pakek make up segala Bell "

"Tadi kata kak Yusuf, kak Yuna dirias dikit biar tambah cantik katanya. Sini aku rias, tenang gak menor kok, kakak lebih cantiknya yang natural aja."jelasnya

Bella mulai menyapu make up dibeberapa bagian wajahku sepertinya dia memang ahli.

"Masa sih?"tanyaku antusias

"Beneran, tutup mata kak"

"Udah, coba liat di cermin kakak cantik banget"

"Bisa aja kamu bel"

"Hehe. Sini ku pakain jilbab juga mau yang gimana kak"

"Yang biasa aja Bel, yang menutupi bagian depan aja "

"Kakak suka yang simpel aja nih ya,"

Aku mengangguk, Bella berfikir sebentar, setelah nya mulai mengaplikasikan jilbab persegi panjang menjadi hijab.

"Gini kan kak"

"Iya makasih ya"

"Ada aksesoris kak, biar aku pake-in sekalian"

Kuraih kotak berisi aksesoris milikku, termasuk yang dibeli tadi oleh Bang Yusuf

"Ada, kamu pilih aja mana yang cocok "

"Emm. Ini cocok, aku tebak Bang Yusuf yang pilih ya"

"Ihh. Kamu tau aja sih"

"Nih Kak aku beri satu rahasia, selera belanja bang Yusuf itu bagus-bagus loh, walau kadang milihnya cepat atau asal tapi bagus semua"

"Yang bener?"

"Iya ,nih baju aku aja bang Yusuf pilih, itu baju kakak kayaknya bang Yusuf yang pilih yakan?"

"Hehe. Iya sih. Makasih ya"

"Ah kakak gak usah sungkan, ayo kita turun, semua udah nunggu tuh dibawah"

"Eh, kenapa gak bilang, kan kasian pada nungguin "

"Gak papa ayo, kita turun"

Keluar dari kamar, kulihat kebawah disana sudah banyak orang, aku bisa malu dipandang banyak orang. Kami menuruni tangga satu persatu, mengedarkan pandangan mencari keberadaan Bang Yusuf.

"Kak Yusuf sama kak Yuna kompak ya bajunya"

Kulihat baju bang Yusuf ternyata senada dengan baju milikku. Aku hanya menunduk malu saat kulihat bang Yusuf ikut memandangku. Apa ada yang salah.

"Kakak ipar duduk sini ya"

Acara dimulai, ustadz yang memimpin membaca beberapa ayat Al-qur'an, berdoa, berdzikir dan bershalawat bersama.

Sekarang semua makan bersama, termasuk aku dan bang Yusuf, entah alasan apa dia memilih satu piring berdua, yang jelas aku tak mau berdebat.

Acara sudah hampir selesai, aku dan Bang Yusuf bergantian memberi hadiah pada anak yatim yang hadir. Melihat senyumnya anak-anak ini membuatku terharu. Mama bahkan sudah menyiapkan segalanya.

Sekarang bergantian kami menyalami satu persatu tamu, ada juga yang memberi do'a, seperti ini bukan acara syukuran biasa tapi juga resepsi, Mama menyiapkan dalam waktu singkat hebat.

"Kamu suka dek"

"Suka, Mama bisa banget siapin semuanya. Padahal rumah ini besar banget. Mama hebat"

"Hehe. Iya, jelas dong"

"Itu Hana sama Ian kan?" tunjuk bang Yusuf. Aku mengikuti arah telunjuknya, dan benar, Hana sedang menuju kesini.

"Ahh. Kakak, aku pulang dulu ya"peluknya

"Sendiri?"tanyaku

"Gak sama Bang Ian kok" tunjuknya pada Adrian, pandangan kami bertemu, dia seperti tersenyum menyerigai padaku, entah apa artinya semoga saja bukan sesuatu yang buruk.

"kamu nginap sini saja ya?"

"Gak usah kak, aku besok ngerjain tugas dari dosen banyak banget, aku pulang dulu ya "

"Iya, hati-hati "

Aku memikirkan apa arti senyum Adrian tadi, semoga dia tak menyakiti Hana

"Dek, dek"

"Eh iya. Ada apa?"

"Kok melamun dek, ibu itu mau salaman"

"Ah iya, Maaf ya Bu"

"Iya, semoga kalian bahagia dunia akhirat "

"Aamiin, makasih "

Satu persatu tamu undangan pulang, setelah bersalaman, hingga hanya tersisa keluarga dekat, kami satu keluarga besar melaksanakan shalat maghrib bersama di mushalla dalam rumah ini.

Giliran kerabat jauh pamit pulang pada kami semua, bersalaman, memeluk, saling berpamitan hingga hanya penghuni rumah yang tinggal.

Usai semua acara selesai aku berniat membantu membersihkan sisa acara, tapi tak ada yang mengizinkan. Padahal aku bisa apa saja.

Jalan terakhir aku ditarik oleh Bang Yusuf kembali kekamar mengunci pintu agar aku tak keluar lagi. Menghela nafas pelan, bang Yusuf sudah masuk kamar mandi membersihkan diri. Kurebahkan tubuh dikasur, istirahat sejenak.

Mendengar pintu terbuka aku sontak terduduk ditempat.

"Kenapa bangun, tidur aja "

"Gak, aku mau mandi. Gerah"

"Yaudah mandi sana"

"Iya" melangkah pelan mengambil handuk dan baju ganti dan masuk ke kamar mandi.

Mencuci wajah menghapus make up, membuka jilbab serta aksesorisnya. Saat ingin membuka baju aku baru ingat, tadi ini dibantu pakaikan oleh Bella. Bagaimana ini?

Bang Yusuf, dia yang bisa membantuku sekarang. Mengintip keluar kulihat Bang Yusuf sedang berdiri di balkon kamar, melihat keluar

"Bang!"dia menoleh ke arahku

"Sini, bantuin aku bentar" kutarik lengannya agar mengikut, serta menutup balkon dan tirainya

"Bantuin apa?"

"Ini kancing bajunya susah banget terlepas, tolong lepasin, please yaya"pintaku

"Iya-iya hadap sana"

Bang Yusuf melepaskan satu persatu kancing baju yang kupakai, sesekali tangan menyentuh punggungku. Aku merasa aneh tapi tak ku hiraukan.

Sepasang tangan melingkari perutku, bang Yusuf memelukku dari belakang, nafasnya pun terdengar berat menyapu kulitku.

"I love you "ucapnya tiba-tiba

"Too. Eh?"

Menutup mulut cepat, kok keceplosan sih. Bahkan aku sontak menjawabnya, aku harus cari alasan. Ku dengar bang Yusuf hanya terkekeh pelan.

"Bang lepasin, aku mau mandi. Gerah"ujarku memberi alasan

Jilbabku ditarik olehnya sontak saja aku mendongak hingga jilbab terlepas dengan rambut ikut terurai.

"Abang, please, aku gak bisa tidur kayak gini, panas"

Dia melepasku,baju yang melorot kupegang agar tak jatuh disini. Berjalan cepat kekamar mandi membersihkan diri.

Pantas saja bang Yusuf gitu tadi. Aku pun kesel sendiri kenapa bisa lupa tak pakek dalaman. Huaaaaa. Ini salah bajunya yang susah dikancing belakang. aku menutup wajah karena malu sendiri.

'Aaa..' ingin kuteriak

1
Royani Arofat
ngapain sih g jujur.udah mau d lecehkan jg.
Royani Arofat
unting aja yusuf sabar.cemburunya menakutkan.tdk sesuai porsi.kl kayak gitu lamaw g betah loh suaminya
tambahan bonus bunga karena sudah mau berteman dengan myako
kok aku belum di polback kak?
Ryana: udah kok kak
total 1 replies
mantul
suaminya maksa njerr
lanjutkan cuyy
singkat sekali
jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
bagus banget semangat terus kak
udh mampir nih☺semangat
Ig : Author_fanie.liem
AK mampir kak
jgn lupa untuk mampir ya
di Mr. Latto- latto- mencari cinta sejati
snow angel
😍😍
Natassa Putri
Ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran buat baca chapter selanjutnya
Natassa Putri
Semangat trs Kak nulisnyaa💪😊
Ryana: iya kak mampir juga di novelku yang lain judulnya Hutang Cinta Helena
total 1 replies
Sry Purwanti
gak jelas novel ya.perempuan ya ter lalu muter2 pikiran ya dan naif
Ryana: Makasih kak, aku bakal jadi lebih baik lagi, baca novel lainnya juga, moga gak muter-muter kayak blender
total 2 replies
Ryana
terimakasih
harie insani putra
mampirrrr baca
Anariy
semangat Author
harie insani putra
Tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!