NovelToon NovelToon
Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:576.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: ummi asya

Laras adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan, dia anak yatim piatu dan sejak masih kecil sampai dewasa di asuh oleh ibu Ramona. Ibu pemilik panti asuhan di mana dia bernaung.
Hingga dewasa, dia di paksa untuk menikah dengan anaknya bernama Danu yang bekerja di sebuah bank ternama. Itu permintaan terakhir ibu asuhnya. Karena pernikahan terpaksa itu, Laras harus menerima kesepakatan dengan Danu kalau pernikahan mereka hanya satu tahun saja, karena Danu sudah punya kekasih seorang gadis SMA. Danu meminta pada Laras, kalau di luar rumah mereka tidak saling mengenal, apa lagi mengaku sebagai suami istri.
Bagaimana Laras menghadapi pernikahan dengan Danu? Apakah Danu akan mencintai Laras?
Simak ya kisahnya...😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Danu Marah

Resmi Laras mengambil satu karyawan untuk membantu pekerjaannya di dapur dan mengirim pesanan. Dian bekerja dari pagi jam delapan sampai jam dua siang, agar Danu tidak tahu kalau Laras mengambil orang sebagai karyawannya dari panti asuhan.

Setiap hari seperti itu, hingga satu bulan pesanan Laras semakin banyak. Kini dia sudah bisa mecicil motornya, meski dia di kasih uang oleh Danu. Tapi uang itu tidak habis dia gunakan, namun tersimpan dengan baik di tabungannya.

"Kak Laras, sekarang bikin apa?" tanya Dian.

"Emm, yang banyak pesanan itu red velvet dan juga kue bolu pelangi. Ada juga sih yang pesan bronis. Jadi kita buat tiga kue itu, kamu siapkan bahannya ya dan buat adonannya. Nanti mbak yang buat takarannya." kata Laras.

"Baik kak." jawab Dian.

Kini keduanya kerja sama, Laas senang Dian begitu cekatan dalam bekerja. Dia memang sangat menyayangkan kenapa Dian putus sekolah, tidak mau meneruskan sekolahnya.

"Kenapa kamu tidak mau sekolah lagi Dian?" tanya Laras mengaduk adonan.

"Aku pengen seperti kak Laras, bisa mandiri dan bisa cari uang sendiri." jawab Dian.

"Tapi tidak harus putus sekolah juga Dian." kata Laras.

"Di sekolah banyak yang membuli aku kak, mereka ngga mau berteman dengan aku. Jadi aku malas pergi sekolah, ya udah lebih baik kerja aja sama kak Laras." kata Dian lagi.

"Ya udah, gini aja. Nanti kakak daftarkan kamu paket C aja ya, berangkatnya ngga seperti sekolah kok. Nanti kakak cari program paket C, agar kamu nanti punya ijasah untuk melanjutkan kuliah atau melamar kerja." kata Laras.

"Memang bisa kak?"

"Bisa, kamu bisa kerja juga dapat ilmu dan dapat ijasah nantinya." kata Laras tersenyum.

"Iya kak, aku mau seperti itu. Kalau sekolah harus tiap hari, tapi selalu saja dapat cibiran dari teman-teman." kata Dian lagi.

"Tapi lebih baik sekolah, Dian. Ilmu banyak yang di dapat, kalau kejar paket itu hanya yang penting aja." kata Laras.

"Aku males menghadapi teman-teman yang selalu mengejekku kak. Bukannya belajar dengan baik, tapi aku selalu semakin malas. Apa lagi ada guru satu yang selalu membuatku minder karena di sindir terus." kata Dian.

Laras diam, dia pun menepuk pundak Dian. Memang semuanya di sekolah tidak semulus nasibnya. Banyak temannya dulu yang suka padanya, mungkin karena Laras anak yang baik, supel dan juga pintar. Jadi dia banyak yang menyukainya.

Tidak seperti Dian, Laras memang melihat Dian itu malas belajar dan dia tidak pandai juga. Jadi dia membuat alasan pembulian di sekolahnya untuk tidak meneruskannya. Kemampuan setiap orang itu berbeda, jadi mungkin otak Dian tidak bisa menerima pelajaran dengan baik.

Lalu di tambah dengan bulian teman-temannya, apa lagi ada salah satu guru yang tidak suka padanya. Lengkap sudah bagi Dian untuk tidak meneruskan sekolahnya.

_

"Dian, kakak mau ke eksepdiri dulu, kirim kue pesanan. Kamu kalau sudah selesai mencuci peralatan, boleh langsung pulang ya. Tutup aja pintunya, kakak agak lama karena pesanan banyak." kata Laras.

"Baik kak."

Laras lalu membawa keranjang berisi pesanan pembeli. Dia harus cepat menuju kantor jasa ekspedisi untuk mengirim pesanan pembeli onlinenya. Sekarang sudah pukul setengah tiga siang, sebelum jam tiga Dian harus pulang. Karena dia tidak mau Danu pulang mendadak sore hari.

Memesan ojek online lebih dulu, lalu pergi. Sedangkan Dian di dalam rumah Danu masih membereskan dan membersihkan peralatan membuat yang tadi di pakai.

Hingga pintu terbuka, dia tidak tahu kalau Danu pulang. Dia mendengar suara perakatan di beresi di dapur. Pikir Danu itu adalah Laras, rasa penasarannya pun mencuat. Lalu dia pun pergi ke dapur, tapi bukan Laras yang dia dapati. Matanya memicing dan mendekat.

"Siapa kamu?!" tanya Danu dengan nada sedikit keras.

Dian menoleh, dia terkejut suara laki-laki di belakangnya. Dia terdiam, ketakutan melihat Danu begitu marah.

"Kamu siapa?! Di mana Laras?!" tanya Danu lagi.

"Saya ... Emm Dian pak." jawab Dian terbata karena takut.

"Suruh siapa kamu masuk ke dalam rumahku? Di mana Laras?!"

"Pergi ke kantor ekspedisi, mengantar pesanan pelanggan." jawab Dian tertunduk.

"Kamu keluar!"

"Tapi ..."

"Keluar!"

Dian terlonjak lalu segera pergi, dia mengambil tasnya dan keluar rumah Danu. Danu marah sekali, kenapa Laras membawa orang ke dalam rumahnya. Nafasnya di hembuskan kasar, matanya di pejamkan.

Kemudian dia masuk ke dalam kamarnya, mengganti bajunya lebih dulu.

"Bagus sekali dia, bawa orang ke dalam rumah. Rupanya dia ingin di usir dari rumahku secepatnya." ucap Danu.

Tak berapa lama, Laras pun datang. Dia melihat mobio Danu terparkir di halaman ruamh. Hatinya gelisah, lalu masuk ke dalam rumah. Pertama dia mencari Dian di dapur, hatinya pun lega karena Dian sepertinya sudah pulang.

"Syukurlah, dia sudah pulang dulu sebelum mas Danu pulang." gumam Laras.

Laras pun meletakkan keranjangnya dan merapikan peralatan yang masih sisa di atas tempat cucian piring. Dia tidak tahu kalau Danu sedang berdiri di belakangnya dengan tatapan marah dan berkacak pinggang.

"Bagus ya, kamu. Kamu membawa orang ke dalam rumah ini tanpa seizinku. Apa kamu mau membangkang? Hah?!" kata Danu dengan nada meninggi.

Laras menoleh, dia melihat wajah Danu yang memerah dan tatapan penuh kebencian padanya.

"Mas Danu baru pulang ya." kata Laras mengalihkan kemarahan Danu padanya.

"Jangan pura-pura tidak tahu! Kenapa kamu bawa orang ke dalam rumahku hah?!" tanya Danu lagi.

"Itu aku ...."

"Apa yang kamu lakukan di rumahku?!"

"Mas, aku cuma cari kesibukan dan juga membutuhkan orang juga."

"Cukup! Kamu istri yang tidak tahu diri! Sudah aku bilang jangan sampai orang lain tahu statusku dan kamu! Perempuan tidak tahu diri!" kata Danu mengumpat lagi.

Laras kembali diam, sudah berkali-kali dia di hina oleh suaminya itu. Tapi dia tetap sabar, memejamkan matanya menahan rasa sakit hatinya.

"Aku minta maaf mas." kata Laras lirih.

"Aku benar-benar membencimu. Tapi aku masih punya hati sama kamu, lebih baik kamu pergi dari rumahku ini. Aku sudah belikan rumah untukku, tapi kamu harus menanda tangani sebuah surat perjanjian." kata Danu akhirnya meminta sesuatu lagi pada Laras.

"Perjanjian apa lagi?" tanya Laras.

"Kamu harus memberiku wewenang penuh atas saham di perusahaan mama. Kamu beri hak penuh padaku, dan saham itu akan aku kelola sendiri. Itu sebagai gantinya kamu aku belikan rumah." kata Danu.

"Terserah mas Danu. Aku memang tidak berhak atas harta ibu, silakan saja mas Danu miliki semua. Perpustakaan, panti asuhan silakan mas Danu ambil semua. Aku tidak mengharapkan semua itu." kata Laras.

"Bagus. Bulan depan aku menikah, rumah ini sudaj harus kosong dan kamu harus pergi. Ini kunci rumah itu, tidak perlu aku antar kamu. Bereskan semua barang-barangmu. Besok pagi aku tidak mau melihatmu lagi." kata Danu.

Dia meletakkan kunci rumah dan kartu alamat rumah yang di berikan pada Laras. Laras mendengus panjang, dia mengambil kunci dan kartu itu. Lalu kembali membereskan peralatan membuat kue untuk di bawa pergi nanti.

_

_

*****************

1
ayu cantik
bagus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dewi Dama
ber tele2..bangat...
Dewi Dama
jabatan di rektur bank..tapi bodoh....bisa..di bohonin anak kecil...gk.masuk akal novel ini...
Dewi Dama
si laras..gk.tegas dan tdk berpendirian...gk.punya harga diri
Dewi Dama
Astaqfirullaaahhh....kena batu nya....dani....
Dewi Dama
bukan danu yg jahat kamu nya aja yg gk..tau malu.....
Dewi Dama
si laras malu2in perempuan aja....udah di tolak masih ngeyel....
Dewi Dama
laras gk.punya malu bangat...
Dewi Dama
si laras gk.punya malu...suami nya sudah terang2ngan gk suka masih aja....gk.punya harga diri
Melani Sunardi
laki ga punya hati juga egois susah dan bagusnya ga usah diharapkan lagi Ras..... berbahagialah dengan hidupmu
Melani Sunardi
mana ada detektif ga ngasih laporan
Melani Sunardi
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayoo laras jg lemah... jg klah sama nak sma
Ririn Nursisminingsih
ceo kok boding pacaran sama anak sma cuman dimanfaatin doang tuh
Nur Aulia
bayinya pinter nunggu ayahnya DTG baru keluar
Nur Aulia
tunggu lahiran dl baru bisa bercers
Dudeh Hamidah
Luar biasa
meris dawati Sihombing
Danu..Doni..yg bener yg mn?
Ruzita Ismail
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!