NovelToon NovelToon
Love You Mr Amnesia

Love You Mr Amnesia

Status: tamat
Genre:CEO / CEO Amnesia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:210k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kaa_Zee

Terjalin cinta dengan pria yang bahkan tidak ingat jati dirinya sendiri membuat perasaan Raya khawatir, bahagia bercampur khawatir dan was was jika suatu hari nanti ingatannya pulih dan justru meninggalkannya.


"Love You Mr Amnesia!" Raya Maurellia.

Akankah perasaan pria amnesia itu berubah setelah ingatannya kembali?
Apa yang akan Raya lakukan jika tahu kalau pria yang dia tolong itu adalah seorang CEO Rumah Sakit?

Ikuti terus untuk tahu kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaa_Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25(Penolakan)

"Kau harusnya bertanya pada Dennis, untuk apa dia memilih tinggal disini lagi dan bekerja di kafe lagi bersamamu."

Raya memalingkan wajahnya ke arah lain, mencoba mengatur ritme jantung yang mulai tidak karuan karena ucapan Yoga. Namun sedetik kemudian dia kembali menolehkan wajah ke arah anak dan ayah yang tengah duduk.

"Maaf ... Aku tidak bisa!"

"Kenapa Ray. Kenapa kau tidak bisa, kau tahu jawabannya kan." Dennis bangkit dan menghadap ke arahnya. "Kau tahu untuk apa aku kembali ke kota ini. Karena aku memilihmu, aku mencintaimu Ray."

"Maaf Mr Amnesia, aku benar benar minta maaf. A--aku tidak tahu apa kau benar benar mencintaiku atau tidak, kau saja masih belum mengingat siapa dirimu. Bagaimana aku bisa percaya begitu saja kalau kau tidak akan meninggalkan aku saat kau sudah mengingat semuanya." ucap Raya menohok, bulir bening udah mulai mengaburkan pandangannya walau sekuat tenaga dia menahannya. "Ada seseorang yang telah menunggumu Mr Amnesia, tidakkah kau mengerti juga." ucapnya lagi dengan bibir bergetar, menggigitnya sedikit agar emosinya tertahan.

"Ray...."

"Maaf aku harus pergi."

Raya bergegas keluar dari ruangan itu, dia bahkan tidak mengindahkan panggilan Dennis.

"Raya!"

"Sudah Dennis. Biarkan dia pergi dulu, kau bisa bicara nanti dengannya saat dia sudah tenang." cegah Yoga saat Dennis hendak menyusul Raya.

"Yang aku cinta itu Raya, bukan yang lain. Sekarang ataupun nanti. Aku sangat yakin, aku harus pergi menyusulnya." ucapnya lalu beranjak pergi.

Yoga menghela nafas, buru buru menghubungi Bram agar mencegahnya, Bram yang siaga di depan pun mencegah Dennis untuk menyusul Raya apalagi pergi.

"Kita bicara nanti dengannya, saat ini yang lebih penting adalah ayahmu. Bicaralah dengannya terlebih dahulu. Ayahmu bahkan sudah merestui mu bahkan mengijinkan kalian menikah. Hanya saja Raya membutuhkan waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri."

Dennis terdiam mendengar penuturan Bram, dia akhirnya hanya terpaku ditempatnya. Bram membawanya masuk kembali ke dalam.

"Bagaimana tuan?" tanya Bram pada Yoga.

Yoga menghela nafas, niatnya mengijinkan Dennis menikah dengan Raya semata mata agar mereka mau ikut pulang dengannya, Dennis bisa kembali ke rumah sakit dan membungkam para direksi rumah sakit. Namun ternyata itu tidak lah mudah, dengan Raya yang menolak pernikahan nya.

Yoga menyerahkan map merah ke hadapan Dennis. Sesaat pria tegap itu mengernyitkan dahi saat melihat map berwarna merah yang tidak asing baginya. Sekelebat seseorang yang memberikan map dengan warna yang sama juga kilasan demi kilasan saat dirinya membubuhi berkas itu dengan tangannya sendiri.

"Buka lah!"

Dennis menatap pria paruh baya yang duduk dihadapannya, dengan kedua alis yang masih mengernyit.

"Ini?"

"Ya ... Itu adalah surat pengangkatan yang kau tanda tanda tangani dihari kecelakaan itu, kau yang sesudah mendatanganinya pun pergi ke kota ini karena ada pembukaan rumah sakit baru. Namun sebelum sampai ke tempat tujuan, kau justru mengalami kecelakaan." jelas Yoga yang membuat Dennis terperangah.

Putaran putaran mimpi yang kerap di alaminya kembali teringat, mobil berguling menabrak pembatas jalan, teriakan seorang wanita dan juga cincin berwarna hitam di tangan seorang pria.

Dennis terus melihat map merah dengan tanda tangan dan nama jelas dirinya di bawahnya walaupun dia tidak mengingat dengan betul bagaimana apa itu.

"Bram berikan Dennis secarik kertas dan juga bolpoint."

Bram mengangguk, dia menyodorkan kertas dan juga bolpoin pada Dennis. Pria itu menerimanya tanpa banyak bertanya.

"Setidaknya kau bisa pergi ke rumah sakit, kau hanya perlu ada disana dan menandatangani berkas yang perlu kau tanda tangani saja. Bram nanti akan membantumu." terang Yoga dengan sangat hati hati, dia tidak ingin kehilangan kepercayaan dari putranya yang jelas masih sangat bingung itu.

Dengan ragu ragu Dennis menulisan tanda tangan di atas secarik kertas itu, dan anehnya tanda tangan yang dia buat sama persis dengan tanda tangan yang tertera disurat pengangkatan itu.

Membuat Yoga terbelalak begitu juga dengan Bram.

"Kau memang Dennis. Putraku, aku tidak salah lagi!"

"Tapi aku tetap tidak bisa mengingat sesuatu sekecil apapun itu."

Yoga menggelengkan kepalanya, "Tidak usah dipaksakan, kami akan tetap menunggu sampai kau benar benar pulih. Tapi kau juga harus segera pergi ke rumah sakit. Biar Ayah yang akan bicara pada Raya. Kau tenang saja ya."

"Tapi ayah."

Yoga menghela nafas, "Perusahaan menunggumu Nak, dan ayah akan meyakinkan Raya agar mau menikah dengan mu. Kita juga akan mencari informasi mengenai kecelakaan yang kau alami."

"Aaahhhk!"

Dennis memegangi kepalanya yang tiba tiba berdenyut hebat. Membuatnya terjungkal tidak sadarkan diri.

"Bram kita kembali ke kota yy." ujar Yoga yang terasa lelah, namun sedikit antusias karena bisa membawa Dennis kembali.

"Lebih baik kita menunggu tuan Dennis sadar, karena kalau kita memaksakan diri membawanya sekarang, aku takut tuan Dennis akan marah dan pergi lagi. Akan semakin susah membujuknya nanti Tuan."

"Benar juga! Kalau begitu, kita bawa dia ke apartemen saja.

***

Dennis sudah sadarkan diri, kedua matanya mengerjap dan menatap langit langit kamarnya, Bram berada di ambang pintu berdiri menunggunya sementara Yoga duduk di sofa single.

"Kau sudah siuman?"

Dennis melihat yang ayah lalu beralih pada Bram dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya.

"Ayah sudah memanggil dokter untuk memeriksamu."

"Tidak perlu! Aku tidak apa apa." ujar Dennis yang beranjak duduk lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang. "Bisakah aku bertemu Raya sebelum aku ikut pulang bersama mu."

"Tentu ... Tentu saja Dennis anakku. Aku tidak akan menghalangi hubungan kalian sekarang ataupun nanti."

"Terima kasih."

1
Lina
beneran SDH tamat ini cerita,kah Thor lanjuttt......
ReeSha
Padahal ceritanya seru... tapi tamatnya nanggung amat, Thor
Lina
ko ceritanya ga dilanjut,LG asyik pdhl
tenny
lanjut doong seru nih ceritanya
Selvanus Sengiang
lanjut thor
Selvanus Sengiang
kalau sampai Dennis menikah Celine itu artinya Dennis memang ga waras nyata2 Celine berupaya membunuh Dennis
Selvanus Sengiang
Randy kau berhati2 dgn Dennis karena Dennis saat ini hanya berpura2 lupa ingatan 😂
Selvanus Sengiang
semoga Dennis sdh sadar dan berpura2 saja utk menguak semua peristiwa yg menimpanya lanjut Thor 👍
Selvanus Sengiang
ayo yoga persatuan dennis secepatnya
arfan
up
Alanna Th
hmm, celine skongkol dg randi utk mnyingkirkn dennis. skrg dia mulai agresif, takut incarannya bralih pd gds lain
Alanna Th
siapa celine? pcr atau cln tunangan?
lina
sadar denis
lina
bohong tuh bohong. jgn prcya 🤭🤭
lina
emang kga beres
Natasya
lanjut
Ahmad Farhan Eka Saputra
kok tamat ny gantung sih ceritanya
Sugiyati Harjono
Kok tamatnya nggantung ya.....
kavena ayunda
deniss munafik😂 ngaku sayang ke raya celine di embat jg
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!