NovelToon NovelToon
Aku, Kamu & Dia

Aku, Kamu & Dia

Status: tamat
Genre:Patahhati / Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elda

Kisah tentang cinta yang dipisahkan oleh takdir, dipertemukan kembali oleh waktu, dan diuji oleh masa lalu yang belum selesai.
Di antara cinta, persahabatan, pengkhianatan, dan pengorbanan, mampukah Arga dan Putri membangun kembali keluarga yang pernah direnggut oleh keadaan? Ataukah kehadiran "dia" akan kembali menghancurkan kebahagiaan yang baru saja mereka temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyunting Baju Tunangan #2

Di Toilet,

Arga tanpa sungkan masuk ke Toilet wanita,

dan ia mendapati Putri sedang membasuh wajah di wastafel,

Putri kaget melihat Arga muncul, ia langsung melap wajahnya dengan tissu "ngapain di toilet cewe?" tanyanya langsung,

Arga melihat masing-masing ruang toilet dan memastikan tidak ada orang disana,

"jawab aku Ar. kamu ngapain disini, gak sopan masuk toilet cewe" tambah Putri yang mulai kesal,

"syuuuuttt" tahan Arga yang langsung menutup mulut Putri dengan tangannya,

Dan Putri langsung menghardik tangan Arga "apa-apaan sih" kesalnya,

"ikut aku!" ajak Arga yang langsung menarik tangan Putri keluar,

"Arga jangan gila kamu yah" bentak Putri yang berusaha melepas tangannya namun tidak bisa karena genggaman Arga terlalu kuat,

tanpa mendengar omelan Putri, Arga terus menarik tangan Putri menuju lift terdekat, dengan cepat ia menekan tombol dan meraih Putri masuk lift,

"Arga kamu gila yah? mau kemana kita?" bentak Putri yang sudah mulai kesal sekaligus cemas karena takut ketahuan Elsa dan lainnya,

hanya Arga dan dan Putri didalam lift itu, ia kemudian melepas genggamannya,

tanpa berlama-lama Putri langsung menumbuk Arga dengan tangannya "dasar cowok" omelnya,

Arga sempat merasa sakit karna tidak cepat menghalang tangan Putri ia langsung memegang perutnya "sakit Put" keluhnya,

"kita mau kemana sih? kamu jangan cari gara-gara yah Ar. aku gak suka" tegas Putri yang makin kesal,

"aku mau bawa kamu pergi dari sini. kita harus kabur dari rencana mama dan Elsa" jawab Arga dengan serius,

Putri tersenyum sinis "emang udah gila kamu" katanya sambil menunjuk jidat Arga,

Ternyata tadi Arga menekan tombol lantai paling atas dan ia ingin mengajak Putri menuju balkon "udah ikut aja" sambungnya yang masih terus memegang perutnya,

akhirnya lift terbuka, dan Arga langsung menarik Putri menuju balkon,

"aku mohon banget sama kamu Ar. plisss jangan kayak anak kecil gini" elak Putri,

"aku lakuin ini semua demi kamu Put. aku mohon kali ini dengerin aku" mohon Arga, ia langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya dan ternyata kotak kecil itu berisikan kalung berlian yang sangat indah,

Putri kaget melihat tindakan Arga "mau ngapain kamu?" tanyanya langsung,

Arga mengambil kalung itu "aku nyiapin ini barusan, dan ini untuk kamu. aku berencana mau ngasih ini ke kamu setelah nyunting baju sama mama tapi karna kebetulan kita ketemu jadi langsung aku kasih aja" jelasnya sembari ingin memakaikan kalung itu untuk Putri,

Putri melangkah mundur dan tidak ingin dipakaikan kalung oleh Arga, perasaannya campur aduk antara kaget, bingung, kesal dan gugup ia sampai tidak bisa berkata apa-apa,

"Put, plisss dengerin aku. aku sayang sama kamu Put . aku mohon kamu terima kalung ini sebagai jaminan kalau aku bakal balik sama kamu" mohon Arga dengan yakin dan mata sudah berkaca,

Putri semakin kaget melihat sikap Arga, tidak pernah ia seserius ini "gak! aku nggak akan egois! kamu akan menjadi milik sahabatku dan aku bukan penghianat Ar. aku nggak mau Elsa kecewa" tolak Putri dengan suara gemetar karena menahan tangis,

Arga langsung berlutut di hadapan Putri

"Arga plissss" Putri langsung meraih tubuh Arga untuk kembali berdiri,

"aku mohon sama kamu Put. kali ini aja, kasih aku kesempatan" mohon Arga yang sudah tidak membendung air matanya, kali ini harga dirinya di pertaruhkan demi meyakinkan Putri

Putri langsung menangis terisak, ia bingung harus bagaimana "Arga aku mohon sama kamu. tolong berdiri Ar, jangan bikin aku merasa serba salah kek gini" mohon Putri kembali,

Arga mengangkat wajahnya yang sudah berlinang air mata dan menatap Putri yang juga sudah basah pipinya dengan air mata, ia langsung berdiri dan memeluk Putri erat, mereka berdua menangis sejadi-jadinya,

"aku sayang kamu Put. please, help me out of this problem (tolong, bantu aku keluar dari masalah ini )" ucap Arga yang berusaha untuk diam,

Putri memeluk Arga begitu erat, kali ini, rasa rindunya tidak menjadi gengsi lagi "aku minta maaf Ar. aku sayang sama kamu dan jalan satu-satunya keluar dari masalah ini adalah terima Elsa" sambung Putri yang semakin menangis,

"gak Put, nggak ! Elsa bukan tujuan ku" bantah Arga yang mulai diam,

Putri tersadar akan Elsa sahabatnya, ia langsung melepas pelukannya dan melap air matanya, Arga langsung membantu melap pipinya yang masih basah,

"Elsa harus bahagia yah" mohon Putri meski masih terisak,

Arga merapikan rambut putri, dan langsung memakaikan kalung tadi untuk Putri,

Putri hanya diam dan tertunduk, ia tidak bisa menyembunyikan bahwa ia masih mengharapkan Arga,

"sangat cantik" ucap Arga setelah memakaikan kalung untuk Putri,

Putri masih terus tertunduk,

Arga mengangkat wajah Putri dan menatapnya sambil memegang kedua pipinya "sampai kapan pun, aku akan kembali untuk kamu" ucapnya tulus, ia langsung mencium kening Putri.

ini terasa sangat sakit bagi Putri, dirinya berada di posisi serba salah saat ini.

tiba-tiba handphone Arga berdering,

Arga langsung mengangkat nya dan ternyata itu telfon dari Bu Salsa,

"kemana saja sih, kami menunggu sudah satu jam ini" omel Bu salsa ketika telfonnya di terima,

Arga menarik napas agar tidak ketahuan suara baru selesai menangis "ia Mah, maaf aku nggak sengaja ketemu klien tadi masih cerita bentar. Aku kesitu skarang" sambung Arga yang langsung mematikan telfon. Ia lalu menyimpan handphonenya kedalam saku, Ia kembali menatap Putri dan mengelus kepala Putri "aku duluan yah" pamitnya,

Putri mengangguk pelan,

sekali lagi, Arga kembali mencium kening Putri dan lalu pergi meninggalkannya.

setelah Arga pergi, Putri menarik napas panjang. Tidak berpikir bahwa situasi tadi harus ia alami. ia melihat mata kalung pemberian Arga dan memang sangat cantik. namun kembali teringat akan Elsa, bagaimana perasaan Elsa ketika tau semua ini.

Putri berjalan menuju ujung balkon dan melihat kebawah dimana keadaan kota yang sangat ramai. Tiba-tiba handphonenya berdering, dah tak lain lagi itu adalah telfon dari Elsa,

"Put.. kamu gapapa? lama bangat ke toiletnya" kata Elsa setelah telfonnya di terima,

"sory ya El, lupa ngabarin aku dapat panggilan mendadak tadi jadi langsung ke rumah sakit karna ada pasien darurat yang butuh bangat pertolongan ku. aku buru-buru jadi gak sempet bilang ke kamu" jelas Putri berharap Elsa tidak curiga,

"oh yah? gapapa Put kalau gitu. tas kamu nanti aku antar yah" tawar Elsa memaklumi,

"emmm.. tasnya ditinggal di butik aja El, nanti selesai dari sini aku ambil daripada kamu repot kesini" tolak Putri,

"gapapa ditinggal disini? takutnya ada barang penting gitu" sambung Elsa,

"gapapa El. nanti titip ke ibu butiknya aja yah" pinta Putri,

"baiklah. maaf ya Put, lanjut deh sama pasiennya. by" pamit Elsa yang lalu mematikan telfonnya.

.

.

setelah menunggu lama, Arga akhirnya muncul

"klien apa penting sekali, kita nunggu lama nak" omel Bu salsa langsung,

"maaf yah.." sahut Arga datar,

Dikta langsung merasa aneh melihat kelopak mata Arga yang tidak seperti biasanya,

"gapapa Tan. mungkin memang penting sekali kan Ar" bela Elsa,

Arga mengangguk,

"tuh kan, dibelain calon istri" sambung Bu Salsa diikuti tawa,

Elsa pun tersenyum,

"Bu Dokter kemana nak?" tanya tanta Ghea,

"oh yah, Putri tadi dapat panggilan darurat ke rumah sakit jadi nggak sempet pamit" jawab Elsa,

Dikta akhirnya langsung tau,

"ya sudah berarti kita langsung pulang saja ya" ajak Bu Salsa langsung,

"mumpung ini hampir jam enam kan yah, gimana kalau kita sekalian makan dulu" ajak tanta Ghea,

"wah ide bagus" setuju Bu Salsa,

"gimana Ar? mau?" tanya Elsa ke Arga,

dan Arga kembali mengangguk,

mereka pun pamit dan menuju tempat makan.

1
it's me
bagus
sofiah sudjai
cerita nya bagus cuma masih setia tunggu up up berikut nya
it's me: Mimin lagi usaha banget ni nuangin ide yg bermunculan, tapi sedikit kehambat sama waktu 🥹🙏🏻 maaf yah dibuat nunggu terus
total 1 replies
sofiah sudjai
kenapa arga ga blg terus terang aja ke ortu nya, kasian banget putri. huh penasaran thor lanjut yah, cemunguut💪💪
it's me: Arga mode dilema Kak 😂😭🙏🏻

ditunggu yahh updatenya
total 1 replies
sofiah sudjai
semangat thooor d tggu upnya
it's me: tugas lagi numpuk banget😭🙏🏻
diusahakan selalu update tiap minggu
total 1 replies
sofiah sudjai
kenapa ngegantung thor ga ada kelanjutan nya 😭
it's me: trimakasih yaa udah nunggu 🙏🏻
maaf telat update nya
total 1 replies
sofiah sudjai
gaaaas thor, makin penasaran semangaaaattt💪💪💪💪🥰
sofiah sudjai
semangaaat thooorrrr
sofiah sudjai
gaaas thooorrr🥰🥰🥰
sofiah sudjai
hu hu... semoga putri sama arga yah thorrr... hayuk update thooorr.. ga sabaaar
sofiah sudjai
💪💪💪💪🥰🥰🥰
sofiah sudjai
d tggu update nya kaaaaa, semangaaat🥰🥰🥰🥰🥰
it's me: trimakasih yaaa😇
total 1 replies
sofiah sudjai
semangaaat ka🥰
sofiah sudjai
ka d tggu update nya yaah...seru dan nyesel banget cerita nya😭
sofiah sudjai
d tggu up nya thoor
it's me
mohon maaf atas keterlambatannya yah.. 🙏🙏
sofiah sudjai
dr sekian purnama ahir nya, d tggu up nya thor, nyesek banget putri sama arga😭
it's me: belum yahh.. masih banyak episode yang akan menemani perjuangan Putri demi kebahagiaan sahabatnya. dipantau terus !!!
tks
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!