Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga kalian semua suka ya diepisode ini, selamat membaca semuanya. 🤓🤓
----------
“ Makanya mulai dari sekarang jangan jaga biacamu, jangan asal ceplas ceplos lagi. Kalau gak mau suaminya mbak Ara cemburu, lu tau kan orang kaya bisa melakukan apa saja dengan uangnya. ” Ucap Pak Reza.
“ Iya kalau gue gak lupa.” Jawab Pak Agus sambil cengegesan sedangkan Pak Reza hanya geleng geleng kepala mendengarnya.
“ Revan memegang ubun-ubun Ara sambil membacakan doa.
“ Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.” Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
“ Selamat ya bro, sudah nikah aja lu. Kagak nyangka gue padahal lu gak pernah dekat sama cewek taunya langsung dapat kabar besok nikah.” Ucap Billy tidak samaran.
“ Iya terima kasih makanya lu cepatan nikah Bill, jangan kelamaan keburu tua.” Ucap Revan.
“ Tua tua gini tapi masih tetap ganteng dan perkasa.” Jawab Billy tak mau kalah.
“ Iya benar tu.” Ucap Pak Agus.
“ Eh Pak Polisi kenapa jadi ikut ikutan, jangan bilang bapak juga jomblo Hahaha.... “ Ucap Billy sambil ketawa.
“ Wah parah sesama jomblo jangan saling menghina, kalau gue ada calonnya tapi keburu diambil orang.” Ucap Pak Agus dengan nada sedih.
“ Makanya jangan lambat diembat orang duluan kan, kalau diambil rebut baliklah.” Jawab Billy mendapatkan tatapan tajam dari Revan.
“ Kayaknya gak bisa, gue tungguin jandanya aja.” Ucap Pak Agus menimpali dan mendapatkan sengolan tangan dari Pak Reza yang melihat tatapan mata ingin membunuh dari Revan.
“ Asiiikkkk ..... janda memang menawan dan berpengalaman jadi gak perlu diajarin lagi.” Teriak Billy histeris sendiri dan mendapatkan gelengan dari semua orang kecuali Revan yang sudah menatap tajam ingin membunuh.
“ Bill.“ Panggil Revan dingin dengan wajah datar dan tatapan membunuhnya.
“ Hah? Lu kenapa Van lihatin gue kayak gitu?, “ Tanya Billy dengan wajah polosnya dan dia bergindik ngeri melihat tatapan dengan wajah datarnya.
“ Pak Agus jangan asal bicara, saya itu baru nikah anda sudah bicara soal perceraian. Saya tidak akan melepaskan istri saya untuk cowok manapun karena dia hanya milik saya seorang, milik seorang Revan Sanjaya sampai ajal memisahkan kami. Anda lebih baik move on dan cari cewek lain, jangan berharap kepada istri saya karena itu tidak mungkin terjadi selama saya masih hidup di dunia ini.” Ucap Revan tegas dengan nada dingin, wajah datar dan tatapan tajam serta nafas sudah naik turun menahan emosi agar tidak keluar di hari bahagianya.
“ Dan untuk lu Bill, jangan suka ngompor-ngomporin.” Ucap Revan dingin menatap Billy dan Pak Agus.
“ Ya saya tidak akan merebutnya tapi kalau kalian berpisah nantinya saya akan menerimanya apapun keadaannya, jadi saya harap anda tidak menyakiti hati dan fisiknya .” Ucap Pak Agus tegas, sebenarnya ada rasa sedih dan senang bersamaan. Sedih karena harus melepaskan orang yang dia sayang dan senang melihat orang yang dia sayangi bahagia dengan pilihannya sendiri.
“ Eh ini benaran kan? Pak Polisi ini suka sama istri lu Van?.” Tanya Billy dengan wajah tanpa dosa, Revan tidak menjawab dia kesel dan masih marah dengan temannya yang satu ini. Dia malah mendukung lawannya untuk merebut dan memperjuangkan untuk mendapatkan istrinya, bukannya sudah jelas apa yang dia katakan barusan.
“ Saya tidak akan membiarkan adanya kata perceraian keluar dari mulut kami berdua, insyaallah saya akan selalu menjaganya hati maupun fisiknya.” Ucap Revan berusaha untuk tenang dan mengatur batasnya, Ara yang mendengarnya tersenyum senang lalu mengelus punggung suaminya.
“ Ya Allah hamba tau ini adalah takdir yang telah engkau gariskan kepada hamba dengan mengirimnya untuk menjaga dan melindungi hamba setelah kepergian kedua orang tua hamba, semoga pilihan hamba tidak salah untuk menjadinya imamku. Karena hamba tidak ingin adanya kata perpisahan ataupun perceraia yang akan menyakiti salah satu diantara kami nantinya, hamba ingin menikah hanya sekali seumur hidup. Semoga dia adalah memang orang yang engkau kirim untuk selalu bersama dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohma di dunia maupun diakhirat kelak persatukanlah hamba dengannya amin... amin yarobbal alamin.” Gumam Ara dalam hati berdoa dan tersenyum.
“ Sudah... sudah kenapa pada berantem sih, Van lebih baik sekarang pasang cincin kawin pada istri lu.” Ucap Dion meterai perdebatan diantara mereka dan memberikan cincin kepada Revan. Revan memasang cincin dijari manis tangan kiri Ara dan sebaliknya Ara melakukan hal yang sama, setelah itu Ara mencium tangan Revan dan Revan mencium kening, hidung, pipi kanan dan kiri dan terakhir bibir istrinya yang merah sedikit melumutnya karena tidak ada reaksi dari Ara Revan mengigit bibir bawah istrinya sehingga Ara membuka sedikit mulut dan Revan tidak membuang kesempatan untuk menelusuri deretan gigi istrinya mengunakan lidahnya. Lama kelamaan Ara membalas ciuman Revan dan semua orang yang ada di sana dibuat terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh pengantin baru itu dan mereka semua melototkan matanya dengan mulut menganga.
“ Ehem... ehem.... “ Deheman seseorang menyadarkan sepasang suami istri yang sedang asik dengan kegiatannya dan Revan menoleh ke asal suara sedangkan Ara menunduk wajahnya sudah memerah karena malu dengan apa yang dia lalukan.
“ Ada apa sih?.” Tanya Revan kesel kegiatannya harus di akhir.
“ Ingat kita masih ada disini, nanti malam aja kalau mau kayak gitu. Gak kasihan apa sama jomblo kayak gue.” Ucap Billy.
“ Eits... eits... gak ada ya yang namanya malam pertamaan ya, ingat luka dijahitan diperut belum kering dan harus saya ingatkan lagi nona masih sekolah jadi anda harus bersabar menunggu 2 tahun lagi sampai nona lulus.” Ucap Dokter Rio cekikikan diikuti yang lainnya.
“ Emang umur istri lu berapa Van?.” Tanya Billy penasaran.
“ 16 tahun.” Jawab Revan singkat.
“ Whatt?? 16 tahun.” Ucap Billy dan Dion berbarengan terkejut sedangkan yang lainnya hanya tersenyum.
“ Dapat daun muda dong lu Van masih frees.” Ucap Billy, Revan hanya menganggukkan dan tersenyum.
“ Ketemu dimana?.” Tanya Billy dengan rasa penasarannya.
“ Mall.” Jawab Revan singkat.
“ Oh di mall dicafe gitu ya, lu lagi enak-enak makan terus lu lihat ada cewek lalu kenalan gitu kan Van? Itu mah dah ketebak kayak di ftv-ftv itu.” Ucap Billy menebak-nebak pertemuan Ara dan Revan.
“ Lain.” Jawab Revan.
“ Terus dimana?.” Tanya Billy tambah penasaran.
“ Dimana ya.” Ucap Revan pura-pura lupa.
“ Van jangan buat gue penasaran, dimana kalian bertemu.” Ucap Billy yang merasa dipermainkan sedangkan yang lainnya sebenarnya penasaran tapi mereka tidak mau bertanya seperti yang dilakukan Billy.
“ Oh dimana dimana dimana, kita ketemu dimana dimana. Ku lupa dimana kita ketemu dimana, ku harus mengingat dimana kita bertemuuuu huh.. haus gue.“ Ucap Ara sambil menyanyikan dan disambut gelak tawa dari mereka semua kecuali 1 orang yang memasang wajah kesel plus bibir manyunnya.
---------
**Maaf lama up nya niatnya lebaran tidak menerima tamu dan menutup pintu rumah karena corona, malah banyak tamu yang datang ke rumah di waktu corona tidak seperti waktu lebaran tahan kemarin sedikit tamu yang datang. Mungkin kah dunia ini sudah terbalik saat adanya penyebaran penyakit yang berbaha sehingga dilarang untuk berkumpul malah banyak yang ngumpul dan saat tidak ada penyakit malah sepi bagai kuburan.
Semoga kita semua diberikan kesehatan dan diberikan perlindungan oleh Allah SWT agar dijauhkan dari segala penyakit dan mara bahaya, untuk yang sakit semoga cepat sembuh. SALAM INDONESIA KU. 😄😄💪💪
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, tekan gambar love, komentar dan yang pastinya vote ya teman-teman biar autor-nya tambah semangat Upnya... ** 😘😘