Nuna, gadis cantik berhidung mancung dengan kulitnya yang putih bersih, diam diam menyukai seorang laki laki yang biasa ditemuinya di cafe langganannya, dalam diam nuna hanya bisa memperhatikan pujaan hatinya tersebut,
Tanpa berusaha untuk mengenalnya lebih dalam, tak jarang Nuna mencuri curi foto dengan kamera ponselnya...
Dimas, laki laki yang dcintai nuna dalam diam, seorang pengusaha di bidang properti, tampan, kaya dan arogan dan dia tak mudah jatuh cinta.
Akankah mereka bisa slaing mengenal dan jatuh cinta satu sama lain????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag.25
Sinar matahari menyeruak dari arah balkon hotel tempat kami menginap, membuatku terpaksa membuka mata, karena silau tertimpa cahaya matahari pagi, kurasakan sesuatu yang berat menimpa perutku, kulihat tangan kekar disana dengan cincin melingkar dijari manisnya.
Aku membalikkan badan dan menghadap padanya,
"ahh... ini bukan mimpi, ternyata aku benar benar menikahimu, laki laki yang membuatku terpana sejak pandangan pertama" gumamku sambil menyentuh wajahnya.
"terimakasih ya Allah, ini seperti mimpi yang menjadi nyata" gumamku lagi.
"bahkan ini lebih indah dari mimpi" ucap Dimas dengan mata terpejam, ternyata dia sudah bangun dan mendengar semua perkataanku barusan.
Dimas memelukku kembali, sensasinya luar biasa berpelukan dengan keadaan tubuh telanjang dibawah selimut tebal.
Aku menciumi ceruk lehernya berkali kali,
"apa kau mau melakukannya lagi?" tanya Dimas dengan mesumnya.
"lagi?? apa kau tau, badanku rasanya remuk dan selakanganku perih sekali" kataku.
"apakah sekarang masih sakit?" jawab Dimas dengan khawatir.
"sangaat..." jawabku sambil berusaha bangun dari tempat tidur.
"auwww...." keluhku.
Dimas menyibak selimut kami dan dia membantuku untuk duduk di pinggiran kasur.
"Terimakasih, telah menyerahkannya padaku" kata Dimas sambil melirik sprei yang ada bercak darah tanda habisnya keperawananku.
"itu sudah menjadi hakmu..." jawabku sambil memegang perut bawahku, masih nyeri.
"kau mau kemana? aku akan mengantarmu"
"aku mau mandi...." jawabku mencoba berdiri.
"auw...." lagi lagi aku merasa kesakitan.
Dimas langsung menggendongku menuju kamar mandi, dia mengisi bathup dengan air hangat, lalu aku disuruhnya berendam agar perihnya berkurang.
Setengah jam aku berendam, badan rasanya lebih segar dan rileks, begitupun dengan selangkanganku, sudah tidak sesakit tadi.
"sudah selesai?" tanya Dimas yang muncul dari balik tirai.
"iyaa... by, tolong donk bathrobeku" jawabku.
"ini sudah kubawakan sayang.." katanya sambil berjalan kearahku dengan membawa bathrobe ditangannya.
"kau sudah mandi by?" tanyaku pada Dimas yang telah memakai bathrobenya.
"sudah.. aku mandi di shower, menunggumu lama sekali" jawabnya sambil terkekeh.
"ya sudah ayo keluar..."lanjutnya menghampiriku dan akan menggendongku.
"ga usah by, aku sudah baik baik saja kok, aku bisa jalan sendiri" kataku.
Selesai mandi, Aku dan Dimas sarapan di restaurant hotel.
"sayang... aku ingin kita pergi honyemoon" kata Dimas sambil menyeruput capucinno hangatnya.
"honeymoon? bukankah kau sibuk by?"
"aku bisa mengambil cuti untuk seminggu, apa kau punya tujuan untuk kita honeymoon?"
"aku terserah padamu by.. aku akan ikut kemanapun kau mengajakku" jawabku.
"sungguh?"
"iyaaa...."
Setelah check out dari hotel, kami pulang kerumah, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
"kalian sudah pulang?" tanya mama.
"iya maaa.. Dimas ingin mengajakku honeymoon jadi aku harus menyiapkan segalanya"
"benarkah? kalian akan honeymoon kemana?" tanya mama yang terdengar antusias.
"entahlah maa... terserah Dimas saja"
🍑🍑🍑🍑🍑🍑
"sayang.. aku akan ke kantor sebentar, ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani dan aku juga akan menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum berangkat honeymoon" pamit Dimas.
"Aku ikut ke kantor ya by..." jawabku.
"aku bosan dirumah" lanjutlu sambil memohon.
"hemm baiklaah... ayo"
"aku mau ganti baju dulu"
"ga perlu... kamu sudah cantik kok"
"tapi..."
"ayoo....." kata Dimas sambil menarik tanganku menuju mobil.
Sesampainya di kantor, Dimas langsung keruangannya sedang aku menghampiri Cila di mejanya,
"cilaaaa...." panggilku.
"Nunaaa...." sahutku senang.
"apakah kau sedang sibuk?" tanyaku.
"ya sedikit...semenjak kau resign, pekerjaanku menjadi dua kali lipat lebih banyak" jawabnya.
"nanti akan ada penggantiku, kau tenang saja"
"wahhh... pak direktur yang guy itu ternyata ganas juga yaaa? lehermu sampai lebam begitu" kata Cila sambil menyibak rambutku yang menutupi leher.
"eh... cilaaa... apaaan sih!" kataku gelagapan karena cila melihat kissmark yang dberikan Dimas semalam.
"hahahaaa.... gimana rasanya malam pertama dengan seorang guy?" kata Cila sambil terbahak.
"ikh Cilaa... apaan siiih... dia bukan guy!" jawabku mencubit pipi Cila dengan gemas.
"kau sendiri yang mengatakan bahwa bos seorang guy" kata Cila masih saja terbahak.
🥬🥬🥬🥬🥬🥬
"ini gara gara kamu by!" kataku ketus sambil memasuki ruangan Dimas.
"gara gara aku? kamu kenapa sayang?" sahut Dimas dan menghampiriku yang duduk dengan kesalnya.
"iya... gara gara kamu ga ngijinin aku ganti baju tadi, Cila jadi melihat ini!" jawabku sambil menunjuk leherku yang penuh dengan kissmark.
"huuuh... aku kira ada apa" jawabnya lega.
"apaa???" seruku tak percaya dengan respon Dimas yang begitu biasa saja.
"kita sudah menikah, hal seperti itu sudah sangat wajar sayang, kenapa kau harus malu?" jawabnya dengan santai.
"tauk ah gelap!" jawabku kesal.
"gelap??? bahkan ruangan ini dilengkapi lampu yang sangat terang dengan kualitas dunia sayang" jawabnya hendak bercanda.
"heleeh.....!" dengusku semakin kesal dengan candaan Dimas.
🍛🍛🍛🍛🍛🍛
"apa kau sudah mengecek semuanya?? adakah yang terlupa?" tanya Dimas ketika aku selesai packing.
"insyaAllah sudah lengkap semua sayang..." jawabku dengan penuh keyakinan.
kalian tau? Dimas mengajakku honeymoon kemana?? Dimas membawaku ke baitullah... yaaa... kami menghabiskan masa pengantin baru kami dengan mengunjungi rumah Allah.
Sungguh aku sangat terkejut awalnya, tapi aku bahagia bisa berangkat umroh dengan suamiku. banyak doa kami panjatkan terutama untuk kesehatan dan umur yang panjang, pernikahan yang samawa dan segera diberikan momongan yang sholih dan sholihah, aamiin.
Bahkan tak tanggung tanggung, Dimas mengajukan cuti panjang selama sebulan lamanya, selesai dengan kegiatan umroh... Dimas mengajakku ke korea, Dimas sengaja mengajakku kesana karena kecintaanku dengan drama korea sejak pertama kenal dengannya.
"terimakasih by... kau mewujudkan semua mimpiku... benar katamu, bahwa ini lebih indah dari mimpi" kataku.
"aku akan melakukan apapun untukmu sayang..." jawab Dimas sambil mengecup keningku.
"kita akan kemana dulu?" tanyanya setelah kami sudah check in disebuah hotel dikorea.
"menara namsan...." jawabku dengan cepat saking semangatnya.
"hmmm.. ghureee Noona" jawab Dimas sok sok an pake bahasa korea.
Aku ngakak dibuatnya...senyum selalu nerkembang di wajahku, dia selalu sukses membuatku bahagia.
🍱🍱🍱🍱🍱🍱
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
terimakasih banyak Thor dah buat kami terhibur 🙏🙏🙏