Rara wijaya wanita yang cerdas, baik hati dan termaksud gadis pemberani. Dia harus menikah dengan Rendy Handoko seorang CEO muda. Pria yang memiliki penampilan yang tampan dan kepribadian yang sombong.
Dari awal pertemuan mereka sudah mengibarkan bendera perang.
Rendy merasa Rara menikahinya karena harta. Oleh karena itu Rendy selalu berkata kasar kepadanya.
Sementara itu Rara yang memiliki kepribadian ceria harus berubah seratus delapan puluh derajat untuk meruntuhkan kesombongan suaminya.
Tidak ada hari tanpa keributan dan kecemburuan di antara pasangan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ylfrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 25
Dan kini satu bulan telah berlalu sehabis kecelakaan itu. Dan satu bulan itu juga Rendy mencoba bangkit dari kesedihannya. Dan hari ini ia sudah kembali bekerja seperti biasa, ia tidak bisa meninggalkan perusahaannya terlalu lama, ia juga harus menghidupi seluruh karyawannya.
Dan pagi ini untuk pertama kalinya setelah beberapa hari ia tidak keluar dari rumah. Dan pagi ini juga ia menyempatkan untuk mengunjungi rumah mertuanya, ia tahu kedatangannya pasti tidak di harapkan tetapi bagaimana pun juga ia harus melihat kondisi keluarga istrinya.
Dan ketika sampai di depan gerbang rumah itu, Rendy mengumpulkan keberaniannya, ia menarik nafas lalu membuangnya kembali, ia melakukan berulang kali. Namun saat ia masih di dalam mobilnya ia melihat kejanggalan dari Ibu Mertuanya, Bu Shireen terlihat membawa koper kecil dan beberapa buah yang di masukkan oleh asisten rumah tangga mereka ke dalam mobil.
Tidak berapa lama Bu Shireen dan sopir pribadinya meninggalkan rumah itu. Rendy langsung mengikuti mobil Bu Shireen sampai mereka tiba di rumah sakit.
Rendy tahu tidak ada keluarga mereka yang sakit.
Ya satu hari yang lalu dengan penuh rasa syukur, Rara sudah sadar dari tidur panjangnya. Tetapi Rara tidak mengingat apa-apa termasuk keluarganya sendiri.
Kata Dokter ia mengalami gegar otak sementara.
Yang disebut sebagai Anterograde amnesia. Rara kehilangan ingatan pasca kejadian yang menimpanya, walaupun setelah kecelakaan ia dalam keadaan sadar tetapi itu tidak menjamin Rara bisa mengingat semuanya.
Kata dokter lagi Amnesia ini juga dapat dikarenakan kurangnya nutrisi dalam tubuh atau adanya kerusakan pada otak Rara.
Tetapi Bu Shireen tidak terlalu khawatir, karena ingatan anaknya akan segera kembali walaupun tidak tahu kapan.
Rendy mengikuti Bu Shireen dari belakang, ia berjalan di lorong rumah sakit sampai tiba di ruangan dimana Rara sedang di rawat.
Saat itu Rara sedang duduk di ranjang tidurnya, Rara melepaskan pandangannya dari celah jendela kaca. Di luar sana taman rumah sakit menjadi pemandangan yang ia lihat setelah dari tidur panjangnya.
Bu Shireen mengetuk pintu sebelum masuk. Dan ia juga membiarkan pintu itu terbuka lebar.
Itulah kebiasaan mamanya, katanya biar Rara bisa melihat orang yang berlalu-lalang
Rara tersenyum melihat kedatangan wanita yang tidak ia ingat itu, katanya dia mamaku kalau tidak percaya mari kita lihat tanda lahir yang sama di bahu kanan, dan saat melihatnya aku percaya dia adalah orang terdekatku.
Sedangkan Rendy yang melihat pemandangan itu langsung tersandar di tembok rumah sakit. Ia tidak salah dalam penglihatannya , yang ia lihat benar adalah istrinya, istri yang kata orang-orang sudah meninggal. Dan Rendy baru juga sadar bahwa ia di permainan kan oleh keluarganya. Ia baru menyadari juga beberapa hari ini, hanya ia yang menderita sedangkan kedua keluarganya hanya biasa-biasa saja menghadapi ini semua.
Rendy tidak perlu menunggu persetujuan siapa-siapa lagi. Ia menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Bu Shireen kaget luar biasa melihat kedatangan Rendy. Begitu juga Rara langsung kebingungan ketika menyadari Rendy memeluknya cukup erat, Rara menatap mata mamanya untuk mencari jawaban dari sana, dan di saat itu ia melihat mamanya sedang ketakutan.
Mungkin Rendy sudah cukup menderita karena rasa bersalahnya. Rendy tidak dapat lagi menahan kerinduannya. Ia menepikan kegengsiannya demi mengucapkan terimakasih karena Rara masih hidup.
"Terimakasih kau masih hidup!" Rara mendengar itu berulang kali
"Terimakasih!"
"Terimakasih" Ucap Rendy mengulanginya.
Bu Shireen langsung menarik tangan Rendy untuk keluar. Ia menutup pintu ruangan itu dan membawa Rendy untuk menjauh dari kamar inap anaknya, Rara sangat penasaran apa yang mereka bahas, dan kenapa juga mamanya terlihat sangat membencinya.
Bu Shireen menampar Rendy karena telah berani memeluk anaknya.
Bu Shireen juga sudah tahu bahwa Rendy memperlakukan Rara cukup buruk setelah hari pernikahan mereka
Dulu memang Bu Shireen diam ketika anaknya di remehkan, karena saat itu ia tidak berpikir panjang dan ia mungkin tidak ingin miskin. Tetapi setelah melihat anaknya berjuang dari rasa sakit. Bu Shireen tidak tinggal diam. Ia juga akan menghancurkan setiap orang yang menyakiti anaknya.
"Kalian membohongi aku dengan cara yang sangat mengerikan ? Bagaimana pun juga Rara itu masih istri aku Ma!" ucap Rendy hilang kendali
"Dan dengan teganya kalian menyatakan bahwa Rara sudah meninggal!" Rendy menertawakan kebodohannya
"Ya saya melakukan itu demi anak saya agar tidak bertemu lagi dengan kau" Ucap bu Shireen penuh emosi
"Tetapi kalian yang menjodohkan kami..."
"Dan kami juga yang akan membuat kalian bercerai..." Seru Bu Shireen memotong pembicaraan Rendy. Dan ia meninggalkan Rendy dengan amarah yang telah menguasai dirinya
Sedangkan di sudut rumah sakit Rendy tersenyum. Entah kecewa atau bahagia hanya ia yang mengerti.
Tak berselang lama Rendy memilih duduk di bangku rumah sakit. Tanpa sadar ia mengingat kejahatannya selama ini kepada istrinya.