Dia membagi kehangatan Ranjangnya bersamaku dengan Ranjang lainnya, tapi ia tak bisa membagi hatinya meski hanya sedikit untuk ku.
Aku adalah Istri sahnya menurut hukum agama dan negara, namun baginya, aku tidak lah lebih dari sekedar Istri Partner Ranjangnya.
Mana lagi yang lebih menyakitkan? Dari pada Hidup bersama dengan orang yang tidak mencintai kita, dan merelakan pergi orang yang kita cintai.
Bagaiman dengan kehidupan Ayla esok jika ia terus menjalani hidupnya dalam ikatan rumit seperti ini? Akankah Ayla mampu bertahan? Atau kah ia harus menyerah.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA CAMPING SEKOLAH
Hari Nesa di kebumikan.
..."Kami turut berduka Aryan, semoga kamu tabah dalam menjalani ini."...
Aaron dan istrinya datang mengucapkan bela sungkawa.
Seperti biasa, Aryan yang selalu enggan untuk berbicara pada Aaron, kali ini pun sama, ia hanya diam terpaku di depan gundukan tanah tempat terakhir Nesa di semayamkan.
..."Ehmm, kami permisi dulu tuan Aryan!"...
Istri Aaron berpamitan. Aryan membalas nya dengan anggukan kepala.
..."Aryan, ayo kita balik, hari sudah mulai petang!" ...
Jho menghampiri Aryan, menepuk pelan pundak kawannya itu.
..."Kamu percaya dengan karma Aryan? Aku percaya bahwa karma itu ada, dan kamu pasti akan menerimanya suatu saat nanti."...
Kembali Ter ingat kalimat Aaron yang dulu pernah di sampaikan padanya dulu.
..."Apa ini adalah karma yang harus ku terima Jho?"...
Aryan bertanya pada Jho yang masih setia menemani.
..."Lo ngomong apa sih bro, hidup yang kita jalani ini memang semua sudah takdir dari yang di atas,!. Sudah lah,,, ayo kita pulang. ada tanggung jawab yang menantimu di rumah."...
...****************...
Sesampainya di rumah, Aryan ingin segera melangkahkan kakinya ke kamar, ia merasa tubuhnya benar-benar lelah dan butuh istirahat, sampai ketika kakinya menapaki anak tangga, tiba-tiba ia mendengar tangisan bayi dari kamar bawah samping dapur, kamarnya Bu Mirna. Aryan kembali turun untuk menghampiri.
..."Kenapa bik? Kenapa dia menangis?"...
..."Bayi memang suka nangis tuan, tapi, ini lagi rewel, karna tidak mau minum susu formulanya tuan."...
Bu Nana mengayun bayi yang berada di gendongan nya dengan gerakan pelan.
Aryan mendekat, ia melihat bayi berwajah bule itu dengan tatapan datar, dan ekspresi wajah yang datar.
..."Jika Bik Mirna gak sanggup ngurusnya, Bik Mirna bisa cari baby sitter untuk mengurus dan merawatnya."...
Aryan pergi berlalu.
Hari-hari Aryan lewati hanya dengan sibuk bekerja, ia merasa tidak betah ketika sedang berada di rumah.
...'Inikah yang di rasakan olehmu dulu papah,,, ketika hati mu merasa sepi dan hampa, kehilangan mama, satu-satunya orang yang sangat kamu cintai? Dan kini aku merasakan kehampaan yang lebih parah dari mu pah.'...
...'Tidak, jika aku terus begini, maka aku akan melakukan hal yang sama seperti papah, menyendiri, dan, bayi itu? Ayla berpesan untuk aku bisa menjadi ayah yang hebat, dan menjaga anak ku dengan baik.'...
Seketika Aryan bangkit dari duduknya, ia melajukan mobilnya untuk segera bisa sampai di rumah.
Aryan bertekad akan berubah, melanjutkan hidup dengan lebih baik, bayang-bayang Ayla selalu menjadi sumber kekuatannya.
Bayi kecil yang dilahirkan Nesa tidak memiliki kesalahan apa pun, dia hanyalah bayi kecil yang mau tidak mau harus hadir ke dunia ini. Aryan tidak mau jika bayi kecil itu akan mengalami nasib yang sama seperti dirinya dulu, atau pun anak-anak panti.
Aryan berlari antusias ke kamar bayi itu, yang kini di asuh oleh seorang baby sitter.
Saat melihat bayi tampan itu, Aryan tersenyum, ia menggendong nya kedalam pelukan.
..."Aku tidak peduli siapa Ayah biologis mu boy,,, aku, Aryan, yang kini telah menjadi ayahmu. Dan kau adalah anakku."...
Lalu Aryan menciumi wajah bayi itu.
Seketika Bu Nana yang melihat itu merasa terharu. Selama hampir 4 bulan tuan nya tidak mempedulikan bayi itu, kini ia dengan antusias mengatakan bahwa dia adalah ayahnya.
...----------------...
Aryan mengadakan pesta mewah di rumahnya, pesta untuk pemberian nama pada sang anak tampan.
...*ZICO EL ARYAN*...
...----------------...
Waktu terus berlalu, semua menjadi lebih baik sekarang, pertumbuhan dua jagoan, Arendra dan Zico terasa begitu cepat.
Kini kedua jagoan kecil itu telah berusia 11 tahun. Sebentar lagi lulus SD.
Zico, anak yang cerdas, cekatan, dan Teguh pendirian, Aryan menyebutnya keras kepala.
Sedangkan Arend, anak yang genius, berani, kalem, cuek, dan suka petualang, Lingkungan yang membentuknya.
...****************...
..."Arend, kamu sudah menyiapkan keperluan mu untuk camping besok sayang?"...
Arend hanya mengangguk sambil meneruskan kesibukannya membuat ketapel.
..."Sudah ay, tadi aku lihat sendiri Arend packing barang-barangnya."...
..."Anak mama ini memang paling best, ummuach ummuach ummuach."...
Ayla menghujani pipi Arend dengan ciuman berkali kali.
..."Ma"...
Sungut Arend buka suara sambil tangannya mengusap pipi nya bekas bibir sang mama, lalu Arend dengan cepat lari menghindar.
..."Ya Allah, lihat itu aunty, anak itu tidak pernah mau di cium, aku ini kan mamanya."...
Protes Ayla mengadu pada Ineke.
Terdengar Ineke tergelak karna tingkah mama dan anak itu.
..."Kamu juga sih, sudah tahu Arend paling tidak suka kalau di perlakukan seperti itu, masih juga di lakukan, dia itu kan menganggap dirinya bukan anak kecil lagi."...
..."Iya, seperti serial kartun nya apa itu, yang kalo dia ngomong, jangan panggil aku anak kecil Tante."...
Kembali Ayla dan Ineke terbahak bersama.
...****************...
^^^"I said No Zico, papah gak ngizinin kamu untuk ikut camp, apa'an itu,? bermalam di lereng gunung,? No, itu bahaya Zico." ^^^
Suara Aryan dari dalam ponsel Zico, mereka kini tengah melakukan panggilan video.
..."Sorry papah, tapi Zico sekarang sudah berada dalam bis, untuk melakukan perjalanan menuju desa tempat kami akan nge camp."...
Zico mengedarkan layar ponselnya ke sekitar untuk menunjuk kan pada Aryan posisi dirinya kini berada." Dan tanpa aba-aba Zico memutus panggilan dan langsung me non aktifkan ponselnya.
^^^"No, Zico....'^^^
^^^"^^^
Aryan yang tengah berada di luar negri dan dalam perjalanan pulang lagi ke Indonesia, segera menghubungi telpon rumah.
Bu nana yang mengangkat.
..."Bik, kenapa Zico bisa ikut pergi camping? Saya kan sudah melarangnya sejak awal."...
..."Maaf tuan, tapi den Zico bilang tuan sudah kasih izin, bahkan tuan memberikan libur untuk sila."...
Sila, nama baby sitter Zico sejak bayi.
..."Anak itu.!!!!!"...
..."Kirim ke saya segera alamat Zico akan camping bik."...
Dan telpon di akhiri.
...****************...
..."Arend, cepat habiskan sarapan mu, nanti kamu bisa telat Arend, tadi ibu lewat di sekolah mu anak-anak yang lain sudah ramai di halaman."...
Ayla tampak panik dengan mondar mandir mengambil apa saja yang mungkin nanti akan di butuhkan putra tercintanya itu saat camping.
..."Arend sudah menyelesaikan sarapannya ay, dia sedang memakai sepatu."...
..."Kau ini, selalu saja menjadi juru bicaranya."...
..."Lha, malah ngomel, kamu sendiri yang salah, dari tadi mondar mandir teriak teriak gak jelas. Tanpa melihat yang kamu ajak bicara."...
Ayla berhenti, terdengar deru nafasnya yang tersengal sengal.
..."Aku sebenarnya khawatir ke, dia akan berada di alam bebas untuk waktu dua hari. Aku merasa sedikit takut, apalagi mendengar cerita-cerita para pendaki yang setiap mampir ke kios. Rasanya alam itu sedikit menakutkan untuk ku."...
..."Alam itu, yang penting kita menjaganya, dia juga akan menjaga kita, yang penting kita tidak merusaknya, dia juga tidak akan menyakiti kita, sebelum di lakukan kegiatan kan juga sudah ada pelatihan sebelumnya ay, ada para ranger yang menjaga, dan itu hanya melewati 1 post, jadi sangat dekat, tempat camp nya kan ada di shelter utama, paling juga cuma butuh satu jam untuk bisa sampai sana. Dan ini kan kegiatan camp nasional ay, kasihan justru kalau Arend tidak ikut, akan ada siswa-siswa lain dari sekolah luar daerah, dan mereka hanyalah siswa-siswa pilihan, sudahlah, kita doakan saja semoga semuanya berjalan dengan lancar dan baik."...
..."Aamiin."...
..."Jika sudah dramanya, apa sekarang ada yang bersedia mengantarku?"...
..."Anak ini."...
INEKE harusnya bahagia
Walaupun kecewa dgn kelaukuan Rain yg selalu menyakiti
Beritahu Rain dia sdg mengandung anaknya, stlh Rain tahu barulah Ineke balas menyakiti Rain agar ga semena2 mentang2 Bos Mafia mau seenaknya.
Misalnya dgn tinggal serumah tp ga sekamar biar Rain merasa tersiksa berdekatan tp hanya bs memandang Calon Anak n Istrinya tp g bs menyentuh atau berbincang
Agar Rain berjuang menggapai cintanya
Walau sebenarnya Ineke hanya pura2 dingin acuh ga mudah disentuh saat berhadapan n berdekatan dgn Rain
Ternyata Ayla nyanyi Aryan n Nesa asyik mojok 2 an untung Ayla ga lihat tp walau gt kasihan Aylanya
Berkorban meninggalkan cintanya demi dijodohkan oleh Ayahnya kpd Aryan anak shbtnya
Tp Aryan mau menang sendiri enak sendiri