Aku, *Aira Putri*, dipaksa nikah sama *Arka Mahendra* demi bayar utang rumah sakit mamaku.
Dia CEO dingin, tajir, dan paling benci sama wanita matre. Aku? Cuma karyawan biasa yg apes.
Aturannya jelas:
1. Gak boleh saling cinta
2. Gak boleh pegang tangan
3. Cerai setelah 1 tahun
Masalahnya...
Kenapa dia yg paling pertama nolongin pas aku diganggu?
Kenapa dia yg marah pas aku deket sama cowok lain?
Kenapa tatapan dinginnya bikin jantungku anget?
*Arka Mahendra* bersumpah gak akan jatuh cinta.
Tapi takdir bilang: *"Jodoh gak akan kemana"*
Akankah pernikahan kontrak ini berakhir di meja hijau... atau di pelaminan beneran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nabila claraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 - FOTO DARI LUAR JENDELA
HARI 610 - JAM 8.15 MALAM - RUMAH ARKA - 2 MINGGU SEBELUM NIKAH_
Aira: _masih pake gaun pengantin putih_ _badan gemeter_ _HP Arka masih di tangan_ "Mas... itu foto dari mana? Jendela kita kan di lantai 2... tirai juga ketutup... CCTV kita 16 titik..."
Arka: _wajah langsung berubah_ _dari hangat jadi dingin_ _urat di pelipis nongol_ _langsung tarik Aira ke belakang badan dia_
"Tutup tirai semua. Sekarang. Den masuk kamar."
Arka: _telpon bodyguard_ _nada komando_ "Tim A ke lantai 2. Tim B keliling luar. Cek atap. Cari orang bawa kamera, drone, atau HP. 5 menit harus ada laporan. Kunci semua pintu + jendela + alarm nyalain."
Bodyguard: "Siap Pak!" _suara lari2 di intercom_
Arka: _peluk Aira dari belakang_ _dagunya di bahu Aira_ _bisik_ "Ra, dengerin aku. Tarik nafas. Kamu gak salah. Ini salah aku. Ada orang yang masih ngincer kita. Tapi dia gak akan bisa masuk."
Aira: _nangis_ _tangan megang gaun_ "Baru 1 tahun tenang Mas... Den juga udah mulai sekolah... aku takut Mas... trauma aku balik lagi..."
Arka: _usap punggung_ _cium ubun2_ "Shhh... Ada aku. Gak akan kejadian lagi kayak dulu. Aku janji. Yang nyentuh kamu dan Den harus lewatin mayat aku dulu. Aku udah belajar dari kesalahan."
Den: _lari dari kamar_ _bawa mainan mobil_ "Papa Mama kenapa?? Kok lampunya mati?"
Arka: _langsung gendong_ _senyum dipaksa_ "Gak apa2 Nak. Papa sama Mama lagi main petak umpet gelap2an. Seru kan?"
Den: "Oh... Den ikut ya! Den jago sembunyi!"
_JAM 9.00 MALAM - HARI 610 - RUANG KERJA ARKA - LAMPU MERAH_
Laptop kebuka 16 layar CCTV. Arka zoom in zoom out. Keringat dingin.
Arka: _nunjuk layar pojok kanan_ "Di sini. Jam 7.52. Atap rumah tetangga kosong. Ada siluet orang jongkok 3 menit. Pake topi."
Bodyguard A: "Pak, kita cek rumah tetangga. Kosong. Tapi ada bekas kaki di genteng + puntung rokok + lensa kamera jatuh."
Arka: _banting pulpen_ "Lacak nomor WA ini. Sekarang juga. Hubungi tim IT + cyber. Saya mau tau siapa dia 1x24 jam. Kasih 500 juta buat yang bisa nemuin alamatnya. Hidup atau mati."
HP Arka bunyi lagi. Notifikasi WA. Nomor anonim +62**_
WA: "Wah ketauan ya Pak 😊 Cepet banget. Awas ya. Saya suka liat keluarga bahagia. Apalagi anak kecil. Gemes. Pipinya chubby. Mirip papanya."
Lampiran: Foto kedua. Den lagi main sepeda di halaman. Siang tadi. Jelas banget muka Den ketawa. Angle dari atas pagar.
Arka: _urat leher keluar_ _lempar HP ke sofa_ "KAMU MAU APA ANJING!! KELUAR KALAU JANTAN!!"
Aira: _dari pintu_ _denger_ _langsung lemes_ _pegang kusen_ "Mas..."
Arka: _langsung lari_ _peluk_ _elus kepala_ "Gak apa2. Tarik nafas. Dia cuma mau nakutin. Dia gak akan bisa masuk. Sistem kita level 3 sekarang."
_JAM 10.00 MALAM - HARI 610 - DEN NANYA2_
Den: _di kamar_ _gak bisa tidur_ "Pa, orang jahatnya udah pergi?"
Arka: _tidur di sebelah_ _peluk_ "Udah Nak. Papa udah usir. Papa kuat kan?"
Den: "Iya Pa paling kuat. Kayak superhero."
Arka: _cium kening_ "Tidur. Besok Papa anter sekolah."
_JAM 11.00 MALAM - HARI 610 - RUANG TAMU - RAPAT DARURAT KELUARGA_
Arka: _berdiri_ _jas dilepas_ _lengan digulung_ _wajah serius banget_
"Opa, Oma, Ra, Den. Dengerin aku. Mulai malam ini kita pindah ke apartemen kantor lantai 40. Di sana ada 20 bodyguard + akses sidik jari + scan wajah + 1 pintu masuk. Nikah kita majuin 1 minggu. Di hotel, tamu 50 orang aja. Private. Gak ada wartawan. Gak ada live."
Opa: _angguk_ "Aku setuju. Keamanan nomor 1. Aku sama Oma ikut. Biar jagain Den."
Oma: _peluk Aira_ "Nak, sabar ya... pasti ini cobaan terakhir. Allah lagi ngetes."
Aira: _angguk_ "Iya Pa. Aku nurut. Yang penting Den aman."
Den: _peluk kaki Arka_ "Pa, Den takut... nanti ada orang jahat lagi?"
Arka: _jongkok_ _level mata sama Den_ _cium kening_ "Gak usah takut Nak. Papa janji. Yang nyentuh keluarga kita, Papa habisin. Papa polisiin. Papa penjarain. Oke? Papa ada terus."
Den: _angguk_ _mata berkaca_ "Oke Pa... Den percaya Papa... Den mau jadi kuat kayak Papa..."
_JAM 1.00 PAGI - HARI 611 - PROSES PINDAH_
3 mobil hitam. 8 bodyguard depan belakang. Jalur ganti2.
Aira: _di mobil_ _peluk Den_ "Mas, barang2 kita gimana?"
Arka: "Udah ada tim yang beresin. Besok dikirim. Yang penting kalian aman."
_JAM 2.00 PAGI - HARI 611 - APARTEMEN KANTOR LANTAI 40_
Apartemen 400m2. Kaca anti peluru.
Aira: _duduk di sofa_ _gak bisa tidur_ _nyusuin boneka Den_ "Mas, kalau dia tau kita pindah gimana? Kalau dia ikutin? Kalau dia sewa orang?"
Arka: _duduk di lantai_ _sandaran di sofa_ _cek CCTV apartemen di tablet_ "Biarin. Kita umpan dia. Tim IT udah lacak. IP nya muter2 tapi terakhir aktif di daerah Jakarta Selatan. Dia gak tau kita udah pindah."
Arka: _genggam tangan Aira_ _kiss di punggung tangan_ "Ra, maaf ya. Seharusnya hari ini kita bahagia fitting baju. Milih menu. Malah begini... aku gagal jagain kamu..."
Aira: _geleng_ _usap pipi Arka_ "Jangan minta maaf Mas. Kita hadapi bareng. Kayak setahun lalu. Inget? Kita kuat. Kita udah lewatin Rani, kita pasti lewatin ini juga."
Arka: _peluk_ _nangis dipendam_ "Makasih udah gak ninggalin aku. Makasih udah pilih aku."
_JAM 10.00 PAGI - HARI 611 - KANTOR PUSAT - RUANG IT_
10 orang IT + 2 hacker yang Arka sewa 1M.
IT: "Pak, ketemu! Nomor itu pake VPN 3 lapis. Tapi dia ceroboh. Kemarin dia login tanpa VPN 2 menit buat upload foto. Ketrace. Lokasinya di Pondok Indah. Komplek B. Blok 14."
Layar: Muncul data. Foto KTP. Foto IG.
IT: "Ini Pak. Namanya Riska Oktaviani. Umur 22. Adik kandung Rani. Kerja freelance fotografer. IG nya isinya foto2 stalking artis + caption benci sama Pak Arka."
Arka: _diam_ _mata merah_ _nada rendah_ "Jadi dendam keluarga. Bagus. Siapin tim. 4 bodyguard. Bawa surat. Kita jemput baik2. Bawa polisi. Saya mau dia bicara di kantor polisi."
_JAM 3.00 SORE - HARI 611 - ARKA KE POLISI DULU_
Arka: _ke Polres_ "Pak, saya mau buat laporan. Ada peneroran. Ini buktinya." _kasih HP + foto_
Polisi: "Siap Pak. Kita ikut. Kita tangkap. Ini udah masuk UU ITE."
_JAM 7.00 MALAM - HARI 611 - RUMAH RISKA - PONDOK INDAH_
Rumah kontrakan kecil. Pagar. Lampu redup.
Arka: _ketok pintu_ _4 bodyguard di belakang_ _2 polisi_
Riska: _buka pintu_ _pake daster_ _kaget_ _jatuhin kamera Canon_ "K-kalian siapa?! Mau apa?! Saya lapor polisi!"
Arka: _masuk_ _dingin_ _lempar HP ke meja_ _ada foto Aira + Den_ "Kamu yang ngirim ini? Kamu yang foto anak saya?"
Riska: _mundur_ _nangis_ "Mbak Rani di penjara gara2 kalian! 5 tahun! Dia kakak aku satu2nya! Dia bunuh diri 2x di dalam! Aku cuma mau kalian ngerasain takut juga! Ngerasain kehilangan!"
Arka: _jongkok_ _ambil kamera_ _lihat isinya 200+ foto Aira + Den dari 3 bulan terakhir_ _nada rendah tapi nusuk_ "Takut? Kamu salah orang, Riska. Sentuh istri dan anakku 1 helai rambut aja, kamu akan tau neraka itu kayak apa. Penjara 5 tahun itu kurang buat kamu. Kamu nambah."
Polisi: "Baik Bu Riska, ikut kami ke kantor untuk pemeriksaan dan penyitaan barang bukti."
Riska: _teriak_ _ditarik_ "KAK RANI!! MAAFIN AKU!! AKU GAGAL!!"
_JAM 10.00 MALAM - HARI 611 - APARTEMEN_
Arka: _langsung mandi_ _ganti baju_ _lari ke kamar_
Aira: _duduk_ _peluk Den tidur_
Arka: _peluk Aira + Den_ _erat banget_ _dagunya di kepala Aira_
"Udah. Selesai. Dia udah ditangkap. HP + kamera + laptop udah disita polisi. Dia ngaku semua. Gak akan ada lagi. Aku udah perintahkan pengacara buat gugat perdata 2M."
Aira: _nangis di dada Arka_ _basah_ "Mas... aku capek... aku cuma mau hidup normal... mau nikah tenang..."
Arka: _usap punggung_ _cium kening_ "Aku tau sayang. 13 hari lagi kita nikah. Setelah itu kita liburan ke Jepang 1 bulan. Bener2 tenang. Cuma kita bertiga. Gak ada HP. Gak ada kerjaan. Janji."
Den: _setengah tidur_ "Pa... besok Den sekolah ya? Takut..."
Arka: "Iya Nak. Besok Papa anter. Ada 2 bodyguard ikut. Gak usah takut. Papa di kantor deket."
Arka: _buka kalender_ _tulis pake pulpen hitam_
"HARI 611: STALKER KEDUA DITANGKAP. ADIK RANI. RISKA. MOTIF DENDAM. KELUARGA AMAN. 13 HARI MENUJU NIKAH. GAK AKAN ADA YANG GANGGU LAGI. AKU JAGA."
Arka: _bisik ke Aira_ "Tidur ya. Aku jagain semaleman. Aku gak tidur."
---
*BERSAMBUNG KE BAB 36: HARI H PERNIKAHAN*
*CATATAN PENULIS*
*VOTE BAB 36:*
A. _"HARI H NIKAH LANCAR + ROMANTIS BANGET + MENANGIS"_
B. _"RISKA KABUR DARI POLISI PAS HARI H BIKIN RICUH"_
C. _"AIRA HAMIL LAGI PAS MALAM PERTAMA"*
Komen A/B/C + spam ⭐ biar cepet 1k views ya min!
Lanjut terus ceritanya 🔥