NovelToon NovelToon
Perjanjian Pranikah

Perjanjian Pranikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: AzieraHill

COVER FROM PINTEREST


"Perjanjian? Perjanjian apa?” tanya Jasmine tak menyangka kalau pernikahan yang sangat ingin dia lakukan seumur hidup sekali ini harus serumit ini.

“Aku sudah membuat semua keinginanku. Jadi, giliranmu untuk membuatnya. Kalau sudah selesai, segera berikan padaku. Kau boleh menulis apapun yang kau mau dalam 5 poin saja dan itu pun tidak boleh bertentangan dengan poin yang sudah aku buat untuk dirimu. Silakan pikirkan dulu baik-baik. Jika sudah, mari kita sepakati bersama dan tanda tangani. Jika salah satu dari kita melanggar, maka ada hukumannya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Hampir Saja

Jasmine tidak membeli bahan-bahan untuk memasak karena ibu mertuanya sudah menyiapkan semuanya dengan sangat lengkap. Begitu Jasmine pulang, dia disambut bau wangi dari dapur yang sudah pasti metuanya menyiapkan makan malam untuk mereka.

“Ma,” panggil Jasmine menaruh kue yang hari ini Mike buatkan spesial untuk Greta karena Jasmine bercerita hari ini ada ibu mertuanya di rumah.

“Sayang kamu sudah pulang? Coba ke sini cobain sushi buatan Mama. Mama juga buat kimchi dan juga topokki.”

Jasmine yang mendengarnya hanya tertawa ringan. “Mama benar-benar suka makanan Korea ya! Jasmine mau dong diajarin,” kata Jasmine seraya membuka kue yang dia bawa. Memotong beberapa bagian-secukupnya dan memasukkannya ke dalam kulkas.

“Mudah kok, Mama kasih catatannya aja ya. Soalnya besok pagi-pagi Mama udah harus jemput Papa di bandara.”

Jasmine menepuk jidatnya sendiri. “Oh ya, lupa! Besok Jasmine antar juga ya.”

“Iya, Sayang, makasih,” kata Greta mengelus pelan pipi anak menantunya.

Lalu Jasmine segera membantu Greta merapikan beberapa piring untuk makan malam. Tiba-tiba dia ingat kalau tupperwarenya ketinggalan di ruang kantor suaminya tadi siang. Semoga saja Jordan menyadarinya dan membawanya pulang. Karena orang bilang, tupperware itu sangat penting bagi mamak-mamak. Kalau hilang satu, pasti marahnya bisa sampai tiga hari.

“Tadi siang bagaimana?” tanya Greta.

Mendadak ibu mertuanya bertanya membuat Jasmine kebingungan harus bicara apa. Tidak mungkin dia mengatakan kalau tadi siang mereka…

Ting, ting, ting

“Mas Jordan pulang, Ma!” Jasmine segera menghindar dari pertanyaan ibu mertuanya dan segera berlari menuju pintu utama. Menyambut kedatangan suaminya serta mengambil alih tas yang Jordan bawa.

“Tupperwaremu ketinggalan. Aku kira kamu sengaja supaya bisa kembali lagi untuk melihatku!” ucap Jordan sungguh terlalu kepedean.

Namun Jasmine bisa menemukan nada kekecewaan di dalamnya. Suaminya pasti ingin sekali dia datang lagi kan? Jasmine hanya bisa menyembunyikan senyumannya.

[…]

Usai makan malam, Jasmine memeriksa HP-nya dan menemukan pesan dari Anthonio. Sepupu laki-lakinya itu mengundangnya datang ke party birthday-nya besok malam. Beberapa teman sekolah mereka akan Anthonio undang ke rumah besar Jasmine yang sudah Anthonio tempati sekarang. Anthonio juga bilang untuk mengajak Jordan datang karena dia belum pernah bertemu dengan Jordan. Well, ini sangat bagus karena Jasmine belum pernah pergi bersama Jordan keluar. Bukankah ini akan menjadi sesuatu yang seru?

“Mas!” panggil Jasmine masuk ke dalam kamar dan menemukan suaminya yang sedang memakai baju setelah mandi. Tentu Jordan refleks berteriak, sementara Jasmine membalikkan tubuhnya karena masuk pada waktu yang tidak tepat. “Ketuk dulu sebelum masuk!” sergah Jordan.

Jasmine hanya mendengus pelan. “Maaf,” lirihnya. Lagi pula mereka kan suami istri. Memangnya kenapa kalau Jasmine melihat Jordan tidak berbusana?

“Ada apa?” tanya Jordan naik ke atas ranjang lalu sibuk membuka iPadnya serta beberapa berkas lainnya.

“Mmm Anthonio mengundang kita untuk datang ke acaranya nanti malam. Mas mau ikut?” tanya Jasmine pelan dengan menyengir kuda. Sementara Jordan mengangkat ke dua alisnya dengan bingung.

“Anthonio?” tanya Jordan. Dia baru mendengar nama itu, tapi juga merasa tidak asing.

“Sepupuku, Mas. Dia juag baru pulang dari luar negeri seperti Bella. Dia sekarang yang nempati rumahku karena Mas Endra sudah punya rumah baru.”

“Rumah baru?” tanya Jordan lagi, tapi kali ini membuat Jasmine gugup. Pasalnya dia keceplosan karena mengatakan Endra punya rumah baru.

“Oh itu aku dan Mas Endra tidak suka tinggal rumah itu lagi karena banyak sekali kenangan orang tuaku. Setiap mengingatnya aku…”

“Baiklah, besok aku pulang cepat.” Jordan memotong kalimat istrinya. Dia tahu kehilangan orang tua memang sangat tidak mudah. Baik Jasmine dan Endra benar-benar terpukul ketika kehilangan orang tua mereka.  “Jam berapa mulainya?” tanya Jordan kembali sibuk dengan pekerjaannya.

Jawaban itu jelas membuat Jasmine senang sekali. Mereka benar-benar akan keluar bersama sebagai pasangan suami-istri bukan?

“Jam 7 Mas.”

“Oke aku akan menjemputmu ke kafe,” singkat, padat, dan jelas, tapi Jasmine sungguh tidak bisa mengatakan apapun kecuali rasa senangnya yang tidak bisa dia ungkapkan. Akhirnya! Akhirnya mereka bisa pergi bersama berdua!

“Oh ya, besok pagi juga aku boleh ikut antar Mama ke bandara? Aku juga kan udah lama enggak ketemu Papa, Mas,” ucap Jasmine dibuat-buat mencemberutkan bibirnya.

Kalau setiap hari mereka bisa menghabiskan banyak waktu bersama. Bukankah akan lebih bagus? Selama ini  Jasmine sudah berusaha untuk menyentuh dan mengetuk hati suaminya perlahan. Hubungan mereka saat ini jelas sudah semakin dekat tinggal Jordan yang memahami isi hatinya.

“Iyah, boleh,” ucap Jordan lagi membuat Jasmine senang lalu mencium pipi suaminya.

“Makasih Mas!” kata Jasmine, tapi justru Jordan sangat terkejut dengan apa yang istrinya lakukan.

“K-kau apa yang kau lakukan?” tanya Jordan menyentuh pipinya sendiri merasa aneh dengan apa yang Jasmine lakukan padanya.

Sebuah kecupan ringan, tapi cukup menimbulkan percikan lain di dalam tubuhnya. “O-oh itu aku… aku minta maaf, Mas. Aku hanya sedikit senang,” kata Jasmine menggaruk tengkuknya.

Jordan pun menelan salivanya sendiri begitu melihat bibir Jasmine yang beberapa detik tadi baru saja mendaratkan ciumannya ke pipinya. Tadi siang, bibir itu juga mengecupnya. Apakah mereka bisa melakukannya lagi sekarang? Jordan bertanya-tanya di dalam hatinya.

Bahkan tanpa sadar dia menggerakkan tangannya ke arah Jasmine lalu mengusap bibir istrinya lembut dan mendekatkan jarak mereka yang hanya beberapa senti ini. Wajah Jasmine memerah, dia tidak tahu harus melakukan apa ketika Jordan terlihat begitu serius menatapnya. Suasana pun semakin menegang. Tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara.

Jasmine memejamkan matanya waktu Jordan semakin mendekatkan wajahnya. Begitu pun Jordan tidak bisa menolak hatinya untuk tidak melakukan hal ini. Tubuh mereka merapat dan…

“Jordan! Jasmine!” teriak Greta dari luar kamar membuat mereka langsung berjauh-jauhan. Padahal Greta sama sekali tidak masuk ke dalam kamar. Hanya suara wanita itu yang terdengar keras seperti menarik tubuh mereka untuk berjauhan.

Jasmine pun mengibaskan tangannya di depan wajahnya. Dia merasakan hawa panas yang menusuk kulitnya karena Jordan baru saja hampir menciumnya. Seandainya Greta tidak memanggil mereka. Jasmine pastikan mereka sudah melakukannya lebih dari sebuah ciuman.

Ah sial! Apa yang dia pikirkan! “Mas dipanggil Mama. Aku mau mandi dulu. Kamu yang samperin Mama,” kata Jasmine langsung kabur ke dalam kamar mandi.

Sementara Jordan hanya bisa tertawa melihat Jasmine yang terlihat salah tingkah. Tentu dia juga merasakan canggung dan malu terhadap Jasmine, tapi Jordan melakukannya dengan sadar. Dia tidak mungkin melakukan hal itu dengan ceroboh. Jordan sadar bahwa hubungan mereka memang sudah seharusnya dibawa untuk lebih jauh dan lebih serius lagi. Kali ini Jordan tidak akan menghindari atau menolak Jasmine lagi. Hatinya sudah mengatakan kalau dia sungguh menyukai istrinya.

“Jordan! Jasmine! Temani Mama nonton film horror dong!”

“Iya, iya Ma!” tanggap Jordan langsung terpaksa menunda pekerjaannya lagi, tapi dia pikir tidak buruk juga menonton film horror malam ini. Setidaknya dia bisa menghilangkan rasa stresnya bekerja dengan berteriak.

[...]

Duhh repot emang kalau ada emak gaul wkwkw. Anaknya mau pupu malah emaknya ajakin nonton horor wkwkw

1
Luh Somenasih
di tunggu karya selanjutnya ya thor...keren ceritamu.... sukses selalu thor..👍👍🥰🥰
Luh Somenasih
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Luh Somenasih
mau thor ...tentang jasmin dan jordan aja
Luh Somenasih
dasar laki2 gk peka
Luh Somenasih
😘😘
Anisa
seru, semangat thor
Nurlela Nurlela
engsel????
Nurlela Nurlela
traktir makanan >>> traktir makan
Nurlela Nurlela
bercuat >>> mencuat
Nurlela Nurlela
bukan engsel tp handle pintu
beda banget arti engsel & handle🙏🙏
Nurlela Nurlela
pul >>> full
Nurlela Nurlela
koq tidak sengaja?
Kan endra mmg sengaja ngajak Laura utk dioerkenalkan ama Jordan spy dia bisa bebas Dari Laura 🤔
jinnie
itu kan klo pernikahan normal jasmin, diperjanjian nikah aja jelas tertulis tak ada sentuhan...pinter dikitlah jasmin
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
ouhya
buatin novel jelita dong thor... gk sabar nih
udh lama nunggu nya😭😭
gigietha
pengennya yg simple ceritanya tanpa orang ketiga keempat dst. tapi aku tertarik bgt sama tata bahasa otor satu ini. seolah2 sedang baca novel terjemahan. penulis sebagus ini harusnya view-nya lebih banyak dibanding yg lain.
Chia-Chia Ho
jasmine bego, ga da harga diri
Byla
Peyuukkk Jasmine..
Byla
Uwaaa lama beud ya Thor.. Dan aku baru membacanya di tahun 2022.. Baiklah aku lanjot baca ya Thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!