sejatinya tidak ada wanita manapun yang mau dimadu,
Nadila Fitria seorang janda yang terpaksa harus menikahi sahabat mendiang suaminya untuk menutupi rasa malu keluarga,
Dan Galang Hendriansyah harus menutupi pernikahan sirinya dengan Nadila demi bisa melanjutkan rencana pernikahannya dengan Alika Pratiwi,
Rasa bersalah Galang atas kematian sahabatnya yang spontan menyelamatkan nyawanya membuatnya dilema,
sanggupkah Galang bersikap adil, karena sejatinya tidak ada yang dapat menimbang keadilan itu,
sanggupkah Dila merebut hati suami siri nya itu,dan bagaimana sikap alika jika tahu dirinya ternyata istri kedua meskipun hanya pernikahannya yang dilegalkan,,,,
akankah mereka mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya
***masih tahap revisi ya guys****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariska raza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesempatan
dilihatnya sang istri yang begitu dicintainya tengah tertidur pulas disisinya,dibelai lembut wajah cantik itu.
netra itu seakan tak ingin berhenti memandang wajah cantik istrinya.dicium bertubi-tubi seluruh wajah cantik itu hingga membuat empunya wajah terbangun...
"mas.... kamu belum tidur" lirih suara itu terdengar
"maaf membangunkan mu, tidurlah sayang ini sudah sangat larut...." dikecup kening istrinya agak lama ia tahan bibir itu di kening Alika
"bagaimana mau tidur kalo kamu mengganggu ku terus, lihat wajahku sampai lengket begini.... tidak cukupkah yang tadi" dikecupnya sekilas bibir suaminya
"kau membangunkan benda tak bertulang ini sayang" disibaknya selimut yang masih menutupi tubuh polos Alika lalu dirangkumnya wajah cantik itu. lalu disesapnya bibir mungil istrinya hingga tautan bibir itu saling berbalas.diremasnya dua gunung kembar yang sudah menegang... dilepaskannya tautan bibir itu lalu di susuru leher jenjang nan putih itu hingga meninggalkan tanda kepemilikannya disana... bibir itu terus menjelajahi setiap inci dada lalu beralih ke pucuk gunung kembar itu disesapnya pucuk itu hingga membuat alika menggelinjang merasakan nikmat yang teramat.kini diletakkannya kedua paha Alika diatas kedua bahunya lalu ia gunakan lidah dan bibirnya untuk bermain di inti kewanitaan istrinya membuat Alika semakin menggelinjang
"aaaaahhhh...mas aku..." dikeluarkannya cairan yang sudah ia tahan dari tadi
tak menunggu lama dimasukkan benda tak bertulang yang sudah menegang itu ke sarangnya beberapa kali dihentakkan hingga pelepasan itu terjadi, lalu diciumnya perut sang istri
"aku berharap secepatnya akan ada kehidupan di sini"
Alika tersenyum mendengar ucapan Galang ia pun mengharapkan itu,
diselimuti tubuh polos istrinya itu lalu dipeluknya tubuh sang istri hingga didengarnya dengkuran halus dari Alika.
Galang sudah mencoba memejamkan matanya tapi tak bisa,ia masih teringat keputusannya sore tadi dihadapan pak adji dan Dila
flashback sore tadi
"jangan membuat pilihan untukku pak!!!" raga itu terkesiap mendengar ucapan pak adji
"lalu maumu apa..." serunya lantang "kamu hanya menikahi dila secara siri kami terima, dan kamu menikah lagi pun kami masih menerimanya.salahkah jika aku meminta keadilan untuk anakku.selama ini anakku sudah cukup menderita, didepan kami dia selalu menutupi kondisi rumah tangganya yang tidak beres ini.sekarang putuskan melanjutkan atau mengakhiri pernikahan ini"
Dila yang sedari tadi hanya diam akhirnya ikut bicara
" mas Galang tidak bisa menceraikan ku pak..." dua lelaki beda usia itu menoleh kearah Dila
"kenapa tidak bisa nak, bapak tidak bisa melihat mu ditelantarkan suamimu seperti ini nak,,,"
"dila hamil pak....!!!" menetes sudah bulir bening yang ia tahan dari tadi
Galang yang mendengar ucapan dila langsung lemas seketika disandarkan tubuhnya disandaran sofa lalu dihembuskan nafasnya yang terasa sesak itu seolah tidak ada udara disana
pak adji tersenyum tipis seolah kehamilan anaknya bukanlah jawaban yang berakibat baik untuk hubungan anak dan menantunya itu
"meskipun kamu hamil tak mengapa Dila, suamimu itu tak akan mau tau... sudah cukup berpikirnya Galang, sekarang apa keputusanmu..."tegas tanya itu lagi. "Galang cepat beri keputusanmu......
dila menggelengkan kepalanya meminta bapaknya berhenti berucap
"aku tidak bisa membiarkan anakku lahir tanpa ayahnya pak......" pelan suara itu berucap
"lalu apa bedanya jika kamu masih menjadi suaminya tapi kamu tidak menganggap ibunya ada, dan aku tidak akan membuat kesalahan yang sama.ada syarat yang harus kamu penuhi jika masih ingin mempertahankan pernikahan ini"
"apa itu pak...?"
"perlakukan Dila sebagai seorang istri, berikan dia nafkah lahir batin, apakah kamu sanggup Galang jika tidak sanggup tak apa tapi cukup ini terakhir kita bertemu dan jangan pernah menemui kami lagi,anggap dila tidak pernah mengandung anakmu.soal penyesalan mu kepada Gerry itu urusan mu !!!" lugas kata itu terlontar lalu pak adji bangkit dan meraih tangan dila dan menarik nya paksa belum sempat ia melangkah tangan Dila yang lain digenggam pula oleh Galang
"mas...."
"baik pak saya akan berusaha menjadi suami yang sesungguhnya untuk dila, tolong berikan saya waktu dan kesempatan untuk itu......"
Dila tersenyum penuh kebahagiaan mendengar ucapan Galang
#####
please like and coment donk
ni sedang rilis baru "BUKAN SEKEDAR WANITA SIMPANAN" lanjut baca ya kak