Sebuah kisah cinta yang rumit antara kakak beradik elvino dan anson dari keluarga addison.
ghania seorang gadis cantik yang di besarkan oleh keluarga brugman, harus rela di nikahkan dengan seorang laki2 yang cacat karena luka bakar di sekujur tubuh nya untuk membalas budi keluarga brugman karena sudah membesarkan nya.
kepada siapakah hati ghania berlabuh.
elvino seorang pria yang cacat akibat luka bakar di tubuh nya, atau anson adik dari elvino suami sah ghania yang ghania sendiri tidak tau jika anson adalah suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kakashi lupher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGHILANG NYA DALE
"Ghe, tolong maaf kan ibu ku sudah menyakiti mu," seru alex.
"Aku tidak apa-apa tuan,"
"m_ maksudku alex."
"Lagi pula sebenar nya bukankah yang ibu mu ucapkan benar."
"Ada banyak wanita yang lebih dari pada aku, kenapa kau harus memilih ku?!" ucap ghania.
"Aku mohon hentikan ghe, aku memilihmu karena aku mencintai mu?!" seru nya.
"Mulai malam ini kita akan satu kamar, bagaimana pun kita sudah bertunangan," seru alex.
"A_apa...?!"
"Sa_satu kamar?!" ucap ghania gugup, namun alex menjawab nya dengan sebuah anggukan lembut.
"Aku hanya tidak ingin ada yang berani menyakitimu, selagi kau berada di samping ku," ucap alex dengan membelai rambut ghania dengan lembut.
*
*
*
Di sisi lain anson menerima sebuah foto yang memperlihatkan kemesraan antara alex dan ghania.
"Sial!!" seru anson sambil meremas foto-foto tersebut lalu di lemparkan nya di tempat sampah.
ia pun langsung mengambil ponsel nya.
"Van, temui aku di sekolah anak , 30 menit dari sekarang," ucap nya lalu mematikan ponsel nya.
"Azka temui aku di sekolah anak, ada misi yang harus kita selesaikan," ucap anson.
"Ayolah kakak kedua, aku sangat ngantuk sekali. bahkan kau membiarkanku tidur hanya dalam waktu satu jam?!" ucap nya dengan memohon.
"Baiklah, lanjutkan tidur mu karena aku khawatir setelah bangun kau tidak bisa kembali ke kota xx," ucap anson dengan santai, yang berhasil membuat kedua mata azka membelalak.
Setelah azka dan evan telah sampai di sekolah tempat dale belajar.
"Van, aku ingin kau mengalihkan perhatian para bodyguard yang mengawal dale.
"Azka jemput aku tepat di gerbang sekolah nya.
"Oke?!" ucap mereka bersamaan.
Setelah perintah anson, mereka pun menjalan kan misi yang mereka sudah rancang.
Evan yang berusaha mengalihkan para bodyguard yang mengawal dale, sedangkan anson berhasil masuk dan meminta izin kepada guru didik nya sebagai orang tua dale. untuk membawa nya pergi.
sementara itu para para bodyguard kembali berjaga di depan kelas dale tidak menyadari jika dale sudah tidak ada di kelas nya.
Anson dan azka yang sudah berada di dalam mobil melajukan mobil nya dengan cepat.
Tiba-tiba di dalam mobil dale berkata.
"Paman-paman... apa yang kalian lakukan??"
"Apa kalian sedang menculik ku?!" seru dale.
"Tenanglah nak, kami bukan orang jahat," ucap anson.
"lalu untuk apa kalian membawaku bersama kalian."
"Kalian tau, jika dalam waktu satu kali dua puluh empat jam daddy ku tak melihat ku, maka kalian bersiaplah jika ia menemukan kalian, aku tidak bisa jamin ia akan memaafkan mu?!" ucap dale dengan santai.
"Hey nak, berhentilah memanggil nya daddy?!"
"Setidak nya sampai aku memastikan jika kau memang sungguh anak biologis ku," ucap anson sambil menatap jalanan di balik spion, karena waspada anak buah alex mengejar nya.
Begitupun dengan azka yang begitu waspada menatap jalanan dan spion, waspada jika tiba-tiba musuh datang untuk menyergap nya.
Sedangkan dale hanya menatap tak mengerti apa yang anson katakan.
"Seperti nya dia tidak mengerti apa yang kau ucapkan?!" ucap azka dengan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Oh shitt?!"
"Bagaimana cara ku menjelaskan nya, agar dale mengerti ?!" gumam nya dari dalam hati.
"Aku bukan orang jahat,"
"Kelak hanya aku yang akan kau panggil daddy," ucap anson dengan mata sesekali waspada mengarah kejalanan.
Hingga tibalah mereka kesebuah rumah sakit. Baik Azka atau pun Anson yang berlari menggendong dale menuju rumah sakit.
Sesampai nya di dalam ruangan. dokter mengambil sampel darah anson.
Dan saat pengambilan sampel darah dale, anson memeluk nya.
"Tidak akan sakit, tenanglah," ucap nya anson.
"Apa kau kira aku anak kecil?!"
"Bahkan kita tidak seakrab itu??" ucap dale dengan nada dingin lalu berjalan menghadap sang dokter lalu menyerahkan lengan nya untuk di ambil darah nya.
Sedangkan anson yang bertatap muka dengan azka hanya menaikkan kedua bahu nya.
"Aku ingin Hari ini juga melihat hasil nya?!" ucap anson menatap tajam sang dokter.
Sambil menunggu hasil anson dan azka menunggu tepat di depan ruangan.
"Lalu apa yang kau lakukan setelah ini?!" ucap azka.
"Jika dia memang benar anak mu, akankah kau membawa nya pulang ke kota xx
"Bukankah besok kita sudah harus kembali," celetuk azka.
"Kau benar?!
"Jika dia memang benar darah daging ku, aku akan membawa nya pulang," ungkap anson dengan tatapan lurus kedepan, seperti menyimpan maksud.
"Lalu bagaimana dengan kakak ipar??!" celetuk azka.
"Dia akan datang sendiri ke padaku setelah ini," ucap anson sambil tersenyum.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain.
Alex yang sedang menerima panggilan dari salah satu bodyguard yang mengawal dale.
"Apa!!!!"
"Dale menghilang?!"
"Bagaimana bisa?!" ucap alex dengan nada keras penuh emosi.
Dan tanpa alex sadari ternyata ghania mendengar apa yang terjadi dengan putra nya.
"Dale,' gumam ghe
"Tutup semua jalur di hotel tempat nya menginap?!"
"Dan jangan biarkan mereka lolos?!"
"Aku tidak mau tau, kalian jangan pernah berani menghadap ku jika belum menemukan di mana Dale !!" seru alex dengan nada penekanan.
Sesaat setelah mematikan ponsel nya ia tak sengaja menatap ghania.
Begitu pun dengan ghania, tak bisa di pungkiri, terlihat jelas raut wajah yang frustasi mendengar menghilang nya dale.
"Ma_maaf, aku.. tak sengaja mendengar?!" ucap ghania pelan, lalu menundukkan kepala nya.
Alex pun segera menghampiri tunangan nya tersebut, lalu memeluk nya erat.
"Jangan khawatir, aku akan menemukan nya?! ucap alex lalu mencium pucuk kepala ghania.
Namun ghania tak sama sekali menjawab nya.
Di tempat lain Evan menghubungi Anson.
"Kau di mana?!"
"Seperti nya kita tak bisa kembali ke hotel, karena mereka sudah memblokir akses keluar dari hotel tersebut?!" ucap evan.
"Oh shitt?!" gumam anson.
"Aku ingin kau kembali ke hotel tersebut, lalu ambil kotak persegi yang ada di dalam lemari ku?!" ucap anson.
"Apa kau gila?!!"
"Bagaimana bisa aku harus kembali ketempat laknat itu?!" seru Evan.
"Aku tidak mau tau?!" ucap anson.
"Tiga puluh menit aku tunggu di bandara?!" tambah nya.
"Whatttt?!" seru Evan, namun belum sempat ia melayang kan protes, Anson terlebih dulu mematikan panggilan nya.
Evan yang di dalam mobil pun berfikir dengan keras apa yang harus ia lakukan, dan akhir nya ia pun mempunyai ide yang sedikit konyol.
*
*
*
💌 hy guys... maaf ya, lama gk update, kepentok terus sama waktu , 🥺🥺🙏🙏🙏
soal nya kemarin lagi kejar target juga, di tambah revisi dari bab satu ampe terakhir.
sekali lagi maaf... bngt..
kira-kira kalian masih di sini gk 😔😔
oh ya just info ya, untuk Novel Pernikahan Luar Biasa ini kan kemarin baru aku revisi sesuai permintaan dari NT nya, jadi mungkin akan ada pergantian cover ya, soal nya cover kemarin kata nya terlalu vulgar, dan isi2 nya pun bnyk yang vulgar juga, maka nya aku revisi habis-habisan kemarin.
Sekali lagi mohon maaf ya, yang udah setia nunggu, terimakasih banyak... Ilove U 😘😘😘
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Gak umum.
Org lain lemah lembut..membuat hati Ghe hangat.
sukses
semangat
mksh