NovelToon NovelToon
BADA SARIAK LAYUNG SAREUPNA

BADA SARIAK LAYUNG SAREUPNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ridwan jujun

"Apa! Masuk pesantren?"
tanya seorang gadis yang bernama Senja itu pada ayah nya.

"iyah nak,kamu mau kan?"memangnya ayah yakin mau memasukan senja ke pesantren?"katanya seraya mengerutkan keningnya.

betapa bahagia nya sang ayah melihat putri kesayangan nya itu setuju untuk masuk ke pesantran, padahal jika di perhatikan tingkahnya hampir menyerupai anak laki-laki, keras dan sangat nakal. bahkan di sekolah dia dikenal sebagai Queen bar-bar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 25

_________________

Plak!

"Aws ... kok, aku ditampar, sih? Emang aku salah apa?" tanya Senja, karena Fajar tiba-tiba melayangkan satu tamparan di pipinya.

"Salah kamu banyak. Kamu dulu selalu ngajak aku ribut, selalu membuat aku dihukum sama guru dan kamu selalu saja cuek sama aku. Hahaha ... akhirnya aku bisa membalas perbuatan jahat kamu." Tawa jahat Fajar terdengar menggelegar. Dengan pandangan tajamnya, Fajar mendekatkan wajahnya pada Senja dengan nafas yang berburu bercapur kemarahan.

Senja menggigit bibirnya saat mendengar penuturan Fajar. Sejahat inikah suaminya? Ternyata benar, Fajar menikahinya hanya untuk balas dendam.

"Aaa, nggak, nggak mungkin Fajar sejahat itu." Senja berteriak tidak jelas.

Fajar menggoyang-goyangkan bahu Senja.

"Hey ... kamu kenapa? Senja!" Panggilan Fajar sukses membuat Senja sadar dari lamunannya.

"Huuuh ... ternyata cuma hayalan aku saja." Senja mengehela nafas.

"Kamu mikir apa, sih? Kenapa tadi bilang Fajar jahat?" tanya Fajar sambil menertawakan tingkah Senja yang aneh.

"Aku tadi, ngebayangin kamu nampar aku. Terus karena kamu mau balas dendam, makanya kamu nikahin aku." Senja bercerita seperti anak kecil yang ketakutan.

"Hahaha ... kamu ngemeng apa, sih? Balas dendam? Siapa yang dendam sama perempuan secantik kamu?" Fajar mengacak kepala Senja yang dibaluti jilbab.

"Terus, alasan kamu nikahin aku apa?" tanya Senja polos.

"Karena cinta, Senja." Fajar menatap Senja begitu dalam.

"Boleh aku cium kening kamu?" sambung Fajar bertanya.

Senja hanya mengangguk. Lalu Fajar mencium keningnya lembut.

"Masih sama." ucap Fajar.

Senja mengerutkan kening.

"Masih sama apanya?"

"Maaf, ya." Fajar menarik kupingnya, meniru drama India saat meminta maaf.

"Maaf, buat? Eum ... kamu nyembunyiin sesuatu dari aku, ya?" Senja menyipitkan matanya.

"Jujur!" sambung Senja.

"Iya-iya, ok! Dulu waktu masih sekolah aku pernah nyium kamu."

Pernyataan Fajar membuat Senja kaget. "Hah? Cium? Maksud kamu apa?" Senja menarik rambut Fajar.

"Eh ... sakit, Senja." Fajar meringis.

"Kapan kamu nyium aku? Berdekatan sama kamu aja aku jarang baget?" Senja masih setia menjambak rambut Fajar.

"Lepas dulu, biar aku jelasin." Senja melepas jambakannya.

"Maaf, waktu itu aku hilaf. Hari itu pas Buk Vina masuk, kamu tidak ada di kelas. Buk Vina memintaku untuk mencari keberadaan kamu. Katanya biar kamu tidak bolos lagi. Terus, aku tanya sama Rya, biasanya kamu kemana? Rya bilang kamu tidur di base camp kamu di belakang sekolah. Sebagai ketua kelas yang baik, aku nyari kamu. Awalnya aku pengen bangunin, eh ... pas liat wajah kamu lagi tidur tuh, cantik banget. Nggak tega aku bangunin kamu. Ya udah, aku cium aja." Cerita Fajar bukan malah menenangkan Senja, malah membuat Senja semakin marah.

"Iih ... kenapa kamu jahat banget, sih? Gara-gara kamu keningku jadi nggak suci lagi." Senja menghapus keningnya asal.

"Aku 'kan udah minta maaf. Lagian, aku sudah menebus dosa aku dengan menikahi kamu." Fajar menenangkan Senja.

"Kalau kamu nggak nyium aku waktu itu, kamu nggak bakalan nikahin aku, gitu?" tanya Senja.

Fajar menggeleng, membuat Senja memanyunkan bibirnya.

"Nggak, kok. Aku akan tetap mengkhitbah kamu." Fajar mendekat dan memeluk Senja.

Nyaman, itulah yang kini Senja rasakan. Fajar melepas pelukannya.

"Aku panggil kamu sayang, boleh nggak?" tanya Fajar sambil memegang pipi Senja.

Senja hanya mengangguk dan tersenyum.

"Kerudungnya kenapa dipakai lagi?" Fajar mencoba melepas kerudung Senja.

"Eh ... jangan! Aku mau keluar, emangnya kamu nggak mau makan, yang." Senja berbicara sambil membelakangi Fajar.

"Apa? Coba diulang sekali lagi! Kamu panggil apa tadi?" Fajar tersenyum meminta Senja mengulangi perkataannya.

"Sayang." Senja mengulangi sambil menyunggingkan senyum.

Fajar begitu senang mendengarnya hingga dengan sigap memeluk Senja.

Setelah itu mereka bersiap-siap untuk keluar dari kamar, dan menemui Ayahnya yang mungkin sudah menunggu di meja makan.

***

Fajar dan Senja menghiasi rumah tangga mereka dengan begitu harmonis. Setiap harinya mereka selalu beradegan romantis. Mereka berdua tetap tinggal di rumah Senja, karena Senja tidak mau meninggalkan Ayahnya sendirian di sana.

Sebulan setelah menikah Fajar dan Senja mendaftarkan diri untuk masuk ke universitas negeri. Keduanya sama-sama mengambil jurusan yang sama, agar lebih mudah untuk saling menjaga.

Meski kemana-mana selalu bersama, pasangan muda ini tidaklah bucin, kecuali kalau sudah di rumah. Takutnya kalau bucin di luar, jiwa para jomblo tidak akan sanggup melihatnya.

***

Di kampus, Senja tidak bisa lagi bersama teman-temannya seperti dulu saat masih di pesantren, karena mereka sama-sama memilih jalan hidup masing-masing.

Amel mendapat biaya siswa sebagai hafizah ke Yaman. Saida tetap pada pendiriannya mengabdi di pesantren. Sedangkan Rya, awalnya sama-sama mendaftar di kampus yang sama dengan Fajar dan Senja. Namun, pada akhirnya Rya memutuskan masuk ke pesantren As-Sasunnajah, katanya ingin belajar ilmu agama lebih dalam. Secara tiba-tiba, cita-citanya yang dulu ingin menjadi seorang dokter, sekarang berubah ingin menjadi seorang Ustazah.

Jarak yang sedikit berjauhan, bukan berarti memutuskan persahabatan mereka berempat. Sampai kapanpun mereka akan tetap sama seperti dulu, hanya saja, mereka terpisah untuk sementara waktu. Dengan ini mereka bisa belajar agar menjadi lebih dewasa. Mungkin jika terus bersama, jiwa kekanak-kanakan karena tidak akan pernah hilang. Insyaa Allah, mereka akan kembali bersatu untuk sama-sama menyalurkan rasa rindu.

TAMAT

(Sekian dari aku, semoga kalian suka sama cerita abal-abal yang aku buat. Terima kasih buat kalian yang terus mensuport aku dan setia membaca cerita amburadul ini. Insyaa Allah, kita bertemu di lain cerita. Wassalam.)

1
Sitti Asyirah
aaku suka. ceritax
Sitti Asyirah
aduh ternyata salah...kirain si fajar 😅😅😅😅😅😅😅
Sitti Asyirah
pasti si king bar bar
HippySunshine
Aku pengen deh jadi pemeran utamanya, seru kali ya! Thor! Aku mau masuk ke ceritamu bisa enggak?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!