ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#25
sedangkan di sisi lain Rafa mengusap wajahnya kasar saat ini, karena sudah 1 bulan berlalu semenjak dia melakukan pencarian Lawra tetap tidak juga ditemukan, Lawra benar-benar hilang di Ditelan Bumi... membuat Rafa tidak tahu harus bagaimana lagi.
'' bodoh.. Bagaimana bisa kalian tak kunjung menemui satu orang saja, apa ini yang namanya detektif terbaik?. bullshit semua kata-kata itu.."
Brak!!..
Rafa menendang meja itu keras karena amarah membumbung tinggi mengguncah dijiwanya, seakan-akan meledak dan meminta pelampiasan kepada apapun itu.
'' kamu saja tidak bisa mencarinya, Apa kamu juga orang bodoh?..'' gumam keempat detektif itu dalam hati.
mereka mengusap dadanya karena kerasnya bentakan dari Rafa, untung jantung mereka masih sangat sehat.
Rafa memang kejam, tapi kenyataannya mereka tak berani menyuarakan hatinya.
'' jangan mengumpat ku, dalam hati!!.. kalian memang bodoh..!!" teriak Rafa keras
" Saya tidak mau tau, pokoknya jika satu bulan lagi kalian tidak bisa menemukan Lawra, maka keluarga kalian akan saya habisi!." teriak Rafa keras membuat mereka menahan nafas, bagaimana bisa keluarga mereka yang terkena getahnya.
'' Apa penyebab dia meninggalkan kota ini?.'' tanya Rafa di sela-sela marahnya..
'' ayahnya membentaknya dan mengusirnya karena tidak menerima perjodohan,tuan.
itu yang kami dapatkan dari rekaman CCTV rumah gadis itu tuan.." ucap salah satu detektif itu.
''Ayah macam apa itu.. itu sudah keterlaluan'' ucap Rafa tidak terima setelah mendengar kata perjodohan.
''tunggu apa lagi.. cari.. kalian tidak punya banyak waktu!." teriak Rafa yang membuat mereka mencicit berlari meninggalkan ruangan itu.
tidak lupa mereka membungkukkan badan sebagai tanda rasa hormat.
Rafa mengusap kepalanya merasakan pening di kepalanya " kamu di mana sih baby...'' lirih Rafa. lingkar hitam di matanya menandakan ia tidak tidur semalam.
Bagaimana bisa dia baru mengenal yang namanya cinta tapi harus dipatahkan oleh keadaan.
satu tahun berlalu...
hari kelulusan yang ditunggu-tunggu tiba, Lawra lulus dengan nilai terbaik... saat pulang dari sekolah... Lawra tersenyum gembira ingin memberitahu neneknya tentang prestasinya.
namun setelah sampai di kontrakan, Betapa terkejutnya Lawra saat melihat kontrakan itu banyak tamu.
Lawra terus melangkah mendekat memastikan Ada apa dalam kontrakannya itu.
deg...
sang nenek yang selama ini menjadi tempat keluh kesahnya sudah berbaring tak bernyawa di depannya.
Lawra hanya bisa menangisi kematian neneknya,
satu orang yang paling berharga di hidup Lawra kini pergi meninggalkannya.
setelah dua hari kepergian neneknya, Lawra hanya berdiam diri di kamar " Kenapa orang yang kusayangi harus pergi meninggalkanku sendiri.?'' ucap Laura dalam hatinya '' apa kesalahanku sehingga Tuhan memberiku hidup seperti ini'' ucapnya lagi dalam hati
sedangkan Rafa masih berusaha mencari Lawra.
Rafa selalu berusaha menyenangkan hatinya, dengan cara dia pergi kebar untuk bermain-main dengan ******. Rafa seperti orang tidak waras saat ini.
saat ini Rafa sedang berada di kantornya
"arrggghh."
Bruk
Rafa membanting berkas-berkas yang ada di genggamannya.
mulai dari pagi sampai sekarang, pikirannya selalu mengarah pada Lawra.
Rafa bingung bagaimana caranya menghapus Lawra dari pikirannya, Lawra seakan-akan seperti hantu yang selalu menghantui pikiran Rafa.
"Bre****k.. mulai dari tadi Lawra, Lawra dan Lawra lagi dalam pikiran gue." Rafa menjambak rambutnya sendiri.
memang siapa yang tidak sakit hati.
Rafa yang selama ini berusaha hangat demi melelehkan es dalam hati Lawra, setelah rasa cintanya semakin dalam, Lawra malah pergi meninggalkannya.
yuk semangt yuk up nya kak