NovelToon NovelToon
Ada System Di Smartphone

Ada System Di Smartphone

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Contest / System / Sistem / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.4
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Sinopsis:

Aku Rendy Purnomo, seorang pria biasa yang mendapatkan aplikasi yang tidak diduga yaitu Aplikasi Oracle. Aplikasi ini adalah aplikasi chat yang bisa menjawab pertanyaan apapun yang kita ajukan.

Selain itu, aku juga terpilih menjadi Agen Oracle yang dimana aku akan mendapatkan hadiah poin yang bisa ditukarkan dengan aplikasi-aplikasi yang tidak masuk akal lainnya seperti Camera Indigo, sebuah aplikasi yang mampu melihat makhluk tak kasat mata dan masih banyak lainnya.

Aplikasi Oracle itu didapatkan olehku disaat aku dan sekeluarga mengalami kecelakaan namun dalam kecelakaan itu hanya aku yang selamat. Saat pemakaman, aku bertemu dengan paman Andika yang tinggal di Fukuoka, Jepang dan mengajak diriku untuk tinggal bersama di sana.

Aku pun menyetujuinya dan kembali ke rumah. Saat itulah, tiba-tiba ponsel pintar milik ibuku menyala sendiri dan muncul aplikasi Oracle. Setelah mempelajari aplikasi tersebut. Aku barulah tahu bahwa diriku telah mendapatkan System di dunia nyata seperti didalam novel atau Anime.

Dan inilah kehidupanku dengan adanya System di Smartphone milik Ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keyakinanku

Chapter 23. Keyakinanku.

Aku Rendy Purnomo dan saat ini aku sedang berada di rumah sakit karena aku memaksakan diri untuk tetap berlari dan jatuh pingsan setelah itu, beberapa orang yang berada disana membawaku ke rumah sakit.

Saat aku sadar terlihat Tante Kouri dan Ryutaro yang menjenguk. Aku pun menjadi merasa tidak enak kepada mereka karena telah membuang waktu untuk ku. Maka dari itu, Aku harus mengatur tubuh dan tidak memaksakan diri dalam menjalani misi agar aku tidak merepotkan orang-orang terutama keluargaku.

Aku yang sedang menyandarkan diri di ujung kasur memikirkan tentang kondisi diri Adine karena dia menyembunyikan penyakit Leukimia nya dan dari sebelum aku mengetahui penyakitnya sampai aku yang sudah mengetahuinya. Dia tampak biasa saja dan aku melihat perkembangan kesehatannya pun terlihat baik atau mungkin, keadaannya semakin memburuk.

Kring! Kring!

Aku mendengar suara panggilan masuk dari ponsel pintarku dan aku melihat layar bahwa panggilan itu berasal dari Adine. Maka dari itu, aku pun mengangkatnya.

“Hei!”

“Hei, Rendy! sekarang saat ini aku akan kabur dari rumah sakit! Dan maukah kita berjalan-jalan kembali karena masih ada 25 tempat lagi yang belum aku kunjungi!” ucap Adine dari balik ponsel.

Saat aku mendengar ucapan Adine itu, aku merasa dia sedang berputus asa maka dari itu aku mencoba untuk menghiburnya.

“Aku tidak mau menjadi kasus pembunuhan.”

“Tenang saja! Kamu bisa bilang aku adalah wanita sekarat yang kabur dari rumah sakit dan meninggal dunia di perjalanan,” jawab pelan Adine.

Aku yang mendengar ucapan itu membuatku menghela nafas karena aku menduga, kondisi dirinya memburuk namun aku tidak ingin membahas hal tersebut.

“Apapun itu, aku tidak mau.”

“Aku ingin pergi ke Nokonoshima Islandpark dan melihat sakura disana,” ucap Adine di telepon.

“Bunga Sakura? Memang di musim gugur ini bunga Sakura bisa mekar?”

“Kamu tahu, Rendy! Bunga sakura itu berpura-pura menguncup walau sebenarnya terus bermekaran bahkan bunganya tidak berguguran. Mereka hanya menyembunyikan diri dan memilih untuk terus tidur untuk mengejutkan semua orang disaat dia bangun di musim semi maka mereka akan bermekaran lagi lalu, berkata ‘Kejutan’.”

Aku yang mendengar ucapannya itu membuatku terdiam dan entah kenapa? Aku merasa, dia sedang menahan rasa sakit yang di deritanya dan hal itu membuatku khawatir.

“Adine, ada apa?”

Adine pun terdiam lalu, menutup telepon. Hal itu menambah ke khawatiranku.

Tidak lama kemudian, seorang suster masuk ke kamar untuk memeriksa keadaanku.

“Maaf, suster. Ini rumah sakit apa?”

“Iya, ini rumah sakit …”

Suster itu menjawab rumah sakit tempatku berada sama dengan rumah sakit tempat Adine dirawat. Maka dari itu, Aku sontak berdiri dari kasur dan meninggalkan kamar rawatku.

“Terima kasih, suster.”

“Tunggu, Dek. Anda ingin kemana?!” seru suster yang ingin menghentikanku namun aku tidak mendengarkannya.

Aku terus berlari di koridor rumah sakit dan tidak lama, tibalah aku di kamar rawatnya tapi setibanya disana, Adine sudah tidak ada dan kasur sudah dirapihkan.

“Uso?!” gumamku.

Aku pun menjadi lebih panik tapi aku berusaha untuk menenangkan diriku dan memutuskan untuk bertanya ke meja informasi.

“Suster, Maaf. Saya ingin bertanya. Dimana pasien Adine yang berada kamar 420?”

“Tunggu, sebentar!” ucap suster sambil memeriksa data di komputernya. Lalu, tidak lama suster menjawabku, “Nona Adine sudah di pindahkan ke kamar 830.”

“Terima kasih, suster.”

Setelah mendapatkan informasi itu bergegas lah aku ke kamar yang dikatakan oleh suster tersebut. Setibanya dikamar 830 terlihat papan nama yang tertuliskan nama Adine. Maka dari itu, aku membuka pintu dan masuk ke kamar rawatnya.

Krekkk!

Setibanya didalam, aku melihat Adine yang sedang menyandarkan badannya serta mengenakan earphone di kedua telinganya. Tidak lama kemudian, Adine menoleh kearahku dan terkejut. Lalu, dia melepaskan earphonenya.

“Eh, bagaimana bisa cepat datang menemuiku? Aku pikir kamu di rumah,” ucap Adine.

Aku menghela nafasku dan menghampiri Adine.

“Aku datang karena aku merasa ada yang aneh.”

“Ketahuan, ya! Sebenarnya, rawat inapku diperpanjang,” ucap Adine sambil tersenyum kecil.

Aku yang itu mencoba untuk menyembunyikan perasaan dan rasa khawatirku.

“Oh, begitu.”

“Rendy?” tanya Adine.

“Iya.”

“Aku ingin kamu berjanji!” seru Adine.

“Berjanji, apa?”

“Kalau aku meninggal nanti, aku ingin kamu membaca buku harianku ini hanya kamu seorang yang aku berikan hak untuk membacanya. Kamu bisa berjanji?”

Ucapan Adine itu diakhiri dengan menunjukan jari kelingkingnya kepadaku.

Aku pun menghela nafas dan duduk dikasur sampingnya dirinya setelah itu aku memegang tangan Adine dan menutup jari kelingkingnya.

“Itu tidak akan terjadi dan aku bisa yakin bahwa kamu akan sembuh, Adine! Jadi, simpanlah buku harianmu dan tulislah kenangan indah saat kamu sembuh nanti.”

Aku berani mengatakan itu karena tinggal sedikit lagi aku akan mendapatkan aplikasi universal dan aku yakin system yang aku terima ditakdirkan untuk menyelamatkannya.

“Rendy?!” ucap pelan Adine.

Aku yang mendengar itu hanya memberikan senyuman kepadanya dan aku melihat balasan senyuman darinya serta matanya yang berkaca-kaca.

Aku harap aku benar-benar bisa menyembuhkannya.

1
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
MC lemah 🙄🙄
fendy haodi
Luar biasa
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★
bagusnya kalo pake foto Al atau anime
siKocak
semoga kisah petualangan dan perjuangan Rendy masih berlanjut
siKocak
semoga ada kelanjutan ceritanya
FD21
sepuluh rekening g tuh😹😹😹
FD21
mang eak😂😂😂
uwa_botak
Luar biasa
ester agustina
Wah kita sama golongan/Smile/
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★: kenapa pake kata aku gak enak dibaca pake aku
total 1 replies
Kaira
Luar biasa
Gede Renbounty
thor gmn kabar utk saham online nya... apa rendy sdh bermain saham apa belum thor
biar mcnya dpt kekayaan juga
Irfan Saputra
y

wiklworpp
Irfan Saputra
ii
Sang M
memalukan host payah. gak punya nyali dan dominasi. close aja. bosan
Sang M
lama2 membosankan.kurang menarik
Sang M
jelas system.....goblok lu....
Munif Mutawakil
Luar biasa
Fabrigio
menyebalkan
Fabrigio
ups, sudah jelas aku mah sohi suka dengan rend
Fabrigio
Rendy kan udah menangis seluruh levelnya, berarti anator supermarket semuanya ada berhak dengan dia gitu koma, garis baru bagi yang tahu tolong kasih tahu ya guys, thank you so much, selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!