Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggil Suami Dengan Sayang
" yudha..yudhaaa.. astaga YUDHAAA....!!!! plak ".
ingrid memukul bahu yudha keras,kesal dengan sang anak yang saat ini masih tertidur diatas ranjang hotel meski dirinya sudah rapih.
" eenghhh...ma? mama??? ishh... ". dengusnya ikut kesal saat mengetahui bahwa yang membangunkannya adalah mamah,beberapa menit lalu dirinya sudah diganggu oleh Bagus yang menyebalkan dan sekarang mamah mengganggu tidurnya yang baru masuk kealam mimpi hanya beberapa menit.
" astaga yudha cepat bersiap....!!! kamu tuh ya ampun deh mama,,ini 20 menit lagi acara dimulai bagaimana sih malah tidur disini..!!! ".
yudha mendudukan dirinya diranjang berusaha mengumpulkan kesadarannya semula,dirinya baru kembali dari perjalanan Malaysia - jakarta,mengejar waktu hingga dirinya baru sampai dihotel pulul 07.40 dan acara akan dimulai pagi ini pukul 09.00.sangat melelahkan.
" mama kan udah bilang jangan ngayap kemana mana,jadi gini kan? ". omelan mamah masih belum berhenti,dilihatnya mama yang kesana kemari mempersiapkan jas dan dasi miliknya begitu sibuk,sampai kesadarannya kembali normal dan baru disadari saat mama meletakan sebuah dasi disamping jas miliknya bahwa ini adalah hari pernikahannya,astaga bagaimana dirinya bisa abai seperti ini?
" ini baca ya,kamu pasti lupa ". mama menyodorkan secarik kertas untuknya,dengan kening berkerut yudha menerimanya namun keningnya semakin berkerut saat yudha mulai membaca kata demi kata yang tertulis dikertas tersebut.
" mah...ini apa? ". tanyanya masih bingung.
" loh ayah gak ngasih tau kamu?sebelum ijab,kamu harus lamar anknya pak setyo dulu,jadi kita lakukan acara lamaran baru kita ijab " jelas mama yang mampu membuat yudha masih terheran heran karena dirinya tak tahu akan hal ini,yudha hanya menghafalkan nominal mahar yang dia persiapkan dan nama dari calonnya saja bukan hal seperti ini,apalagi harus membaca didepan keluarga,tidak.
" ini penting sayang,ini kesepakatan ayah mutiara dan ayahmu,dimana kita sebagai keluarga besar tak ingin menimbulkan banyak pertanyaan nanti,kamu tau usia mutiara dan statusnya yang masih pelajar,begitu pula dengan setatus dan usia kamu,jadi ayah ingin kamu mrlamar dan mendengar langsung jawaban dari gadisnya,agar tak ada yang berfikir jika ini pernikahan paksa atau hal hal menyimpang lainnya seperti kita dugaan hamil diluar nikah,kamu mengerti kan? ".
jelas mama,namun yudha hanya menghela nafas panjang dari penjelasan yang mama berikan,
" udah tau pasti bakal kayak gitu,kenapa juga masih harus tetap dijalankan ". dengusnya kesal.
" yudha...!!! kita sudah bicarakan semua ini,dan kamu sendiri yang menyetujuinya,mama gak mau dengar kamu mikir macam macam lagi,jangan buat malu mama dan ayah..!! ". tegas mama menatap wajah sang anak yang masih terduduk diranjang.
" kamu sudah hafal ijabnya kan? " . tanya mama kembali kepadanya,yudha mengagguk pelan.
" udah ma... Mutiara kasih Bin Setyo Sukoco,mahar 50grm Logam mulia dan satu set Berlian beserta seperangkat alat shalat... ". ucapnya malas dan bisa yudha lihat mamah tersenyum puas.
" bagusss...sekarang tinggal hafalkan ucapan lamarannya,atau kamu bisa baca saja nanti,mama mau cek niko dikamar sebelah dan awas kalau kamu tidur lagi,mama nanti balik lagi kesini ".
sepeninggalan mama dari kamarnya yudha hanya bisa terdiam,tak berniat untuk membaca secarik kertas yang mamah berikan padanya,menguatkan hatinya yang memang sudah menjadi pilihannya,semoga ini memang yang terbaik bagiku dan anakku..ucapnya lirih
............................................................................
sedangkan dikamar lain,tiara didandani sangat anggun.
atas intruksi ibu ingrid yang menginginkan calon menantunya tampil natural tidak berlebihan dan makup tiara sangat membuatnya semakin cantik,dirinya terlihat makin dewasa dengan sanggul kecil beserta kebaya hitam yang kini dia kenakan membuat kulit putihnya terlihat semakin indah,tiara sampai pangling menatap wajahnya dicermin,tiara sempat membayangkan dirinya akan mengenakan gaun mewah atau apalah itu seperti acara pernikahan yang selalu dia datangi ketika menemani ayah atau ibu.
cklek...ibu ingrid masuk kedalam kamar dan menghampirinya.
" astaga...kamu sangat cantik ara sayang..gak salah mama pilihkan istri untuk anak mamah ". ucapnya dengan senyum merekah diwajahnya.
sebelumnya ibu sempat mengunjungi tiara dan berucap hal yang sama,entah hati tiara merasa sangat senang.meski jantungnya gelisah namun sebisa mungkin dia menutupinya karena tak ingin membuat senyuman setiap orang yang memujinya menjadi ikut sedih.
" makasih ibu.. " .ucapnya kaku yang masih malu jika bertatap dengan ibu ingrid.
" loh kok panggilnya ibu sih?? panggil mamah donk,biar samaan sama yudha anak mamah ya? kalau manggilnya ibu nanti ibu kamu juga noleh he ".
ucap mama ingrid,tapi satu kalimat mampu membuatnya bertanya tanpa rasa kaku, " yudha? ". ucapnya masih merasa aneh.
" ohh kamu gak tau? anak mama namanya Yudha Putra Baskoro,ibu sama ayah kamu dari kecil manggilnya Putra,kalau mamah sama ayah panggilnya yudha,nah nanti kalau kamu panggilnya sayang ya? ". jantung tiara sempat berdegub saat mama ingrid menyebut kan nama yudha,namun rasa itu berubah menjadi tawa saat mama memintanya memanggil dengan sebutan sayang.
" ayo bersiap,,diluar sudah kumpul semua..gak usah deg degan,relaks aja ya sayang ". mama ingrid menuntunya berjalan,dirinya memang sempat kesulitan karena mengenakan kebaya yang sempit dan ketat ini,tangan keriput ini dengan lembut menuntunnya perlahan berjalan menyusuri koridor hotel menuju ruang yang sudah dipersiapkan oleh calon mertuanya ini,terbesit rasa syukur mendapatkan cinta yang berlimpah dari calon mertuanya ini,berharap calon suaminya juga akan memberikan cinta yang berlimpah untuknya nanti.
sampai didepan pintu ruangan,jantungnya kian berdegub tak karuan,meski tangan lembut itu masih setia menuntunya namun tetap tak menghilangkan debaran ini,berharap dirinya tak pingsan dan tak melakukan kesalahan saat prosesi berlangsung,menguatkan hati dan mulai melangkah dengan pasti,memanjatkan doa berharap keputusan yang dia ucapkan untuk menerima pinangan ini adalah jalan yang terbaik,untuknya dan untuk orang orang terkasihnya.