NovelToon NovelToon
Villain & Villainess

Villain & Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hyacinthus Rainwood

Autumn Isabella, dua puluh dua tahun, memiliki profesi sebagai dokter hewan dan merupakan seorang ahli botani, dibunuh secara brutal oleh tunangannya yang berselingkuh.

Jasper Herasio, dua puluh enam tahun, seorang CEO yang tewas di tangan adik laki-lakinya karena masalah hak waris.

Keduanya, dalam takdir yang saling terikat, terlahir kembali di dalam sebuah novel yang berjudul "Enchanted Rose". Autumn, menjadi villainess utama dalam cerita: Amorette Ysandre Elowen. Jasper, menjadi villain utama dalam cerita: Algernon Leandor Remington.

Pertemuan dari takdir itu memaksa mereka untuk bertahan hidup bersama, sekaligus mengungkap kebusukan para tokoh utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyacinthus Rainwood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16: "Love Triangle"

Setelah urusan di ruang sidang selesai dan kemenangan berpihak padanya, Amorette segera kembali ke kamarnya. Ia tidak ingin membuang waktu. Ada banyak hal yang harus dilaporkan dan dibahas bersama Algernon, namun komunikasi lewat surat merpati terasa terlalu lambat dan terbatas. Ia pun segera menuliskan pesan singkat, mengikatkan ke kaki burung penghubung mereka, dan mengirimkannya: Temui aku di tempat biasa. Ada banyak hal yang perlu dibahas. Segera.

Tidak sampai dua puluh menit, balasan datang. Tulisan tangan Algernon yang santai tertulis di sana: Sedang berangkat sekarang juga. Jangan bosan menunggu.

Amorette tersenyum kecil, lalu bersiap-siap. Kali ini ia memutuskan datang tanpa pendamping. Ia memakai gaun sederhana namun tetap anggun berwarna krem, membawa kipas dan payung, lalu berjalan keluar istana dengan tenang menuju kedai kecil di perbatasan kota itu.

Sesampainya di sana, ia langsung menuju pojokan yang sama seperti dulu, tempat yang agak gelap dan terlindung dari pandangan tamu lain. Namun, saat ia hendak duduk, matanya sedikit terbelalak.

Algernon sudah duduk di sana, namun ia tidak sendirian. Di sebelahnya, duduk sosok pria muda dengan rambut keemasan dan wajah yang terlihat sedikit cemberut namun tetap tampan luar biasa—Theodore.

Amorette menghela napas panjang, lalu memukul pelan dahinya sendiri dengan punggung tangan. Rasa pusing tiba-tiba menyeruak.

Dasar sialan... kenapa dia harus ikut? batinnya kesal.

Algernon tersenyum miring melihat ekspresi Amorette yang berubah drastis.

"Jangan lihatku begitu," ucap Algernon santai sambil menunjuk adiknya. "Dia yang kekeuh ingin ikut. Dia sudah mendengar kabar kemana aku akan pergi, dan dia bilang ada hal penting yang harus ditanyakan padamu. Aku sudah menolak berkali-kali, tapi kau tahu sendiri bagaimana sifatnya jika sudah menginginkan sesuatu."

Theodore menegakkan punggungnya, menatap Amorette dengan pandangan intens yang membuat gadis itu merasa tidak nyaman.

"Memang benar. Aku harus datang," ucap Theodore tegas. "Ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada Putri Amorette. Hal yang membuatku sangat penasaran."

Amorette duduk di hadapan mereka berdua, melipat tangannya di atas meja dengan sikap elegan namun dingin.

"Baiklah, kalau begitu. Tanyakan saja. Tapi ingat, aku tidak bisa membahas urusan bisnis atau hal serius hari ini karena ada kamu di sini," ujar Amorette sambil melirik tajam ke arah Algernon, yang hanya tertawa kecil sambil mengangkat kedua tangannya seolah pasrah.

Pembicaraan pun dimulai, namun sepenuhnya berjalan di luar rencana Amorette. Theodore tidak berhenti bertanya, dan topiknya hanya berputar di satu hal: perubahan dirinya.

"Putri Amorette," Theodore mencondongkan badannya sedikit ke depan, matanya berbinar penuh kekaguman yang sulit disembunyikan. "Bagaimana kau melakukannya? Sungguh, aku tidak mengerti. Dulu, namamu selalu dikaitkan dengan hal buruk, dengan kecemburuan, dengan kejahatan kecil yang menyebalkan. Tapi kemarin... di seluruh ibu kota, bahkan sampai ke wilayah pinggiran, semua orang membicarakanmu. Mereka bilang kau cerdas, bijaksana, rendah hati, dan sangat berwawasan luas. Kau membuat semua wanita bangsawan tertinggi terpikat padamu. Kau... menjadi sangat keren. Bagaimana caramu mengubah asumsi publik secepat dan sedrastis itu?"

Amorette tertawa canggung, sedikit terkejut dengan kata "keren" yang keluar dari mulut seorang pangeran yang dingin seperti Theodore. Ia membuka kipasnya sedikit, menutupi separuh wajahnya.

"Ah, itu hanya hal sepele, Pangeran Theodore. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang putri kerajaan. Membangun citra yang baik bukan berarti berpura-pura menjadi orang lain. Kau hanya harus menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, tetap jujur dan autentik, serta berbicara dengan pengetahuan yang benar. Itu saja."

"Versi terbaik..." Theodore bergumam, menatap wajah Amorette lekat-lekat. "Tapi perbedaannya terlalu jauh. Kau terlihat begitu berkilau, begitu berharga. Semakin aku melihatmu, semakin aku merasa... kau adalah wanita yang paling pantas berdiri di posisi tertinggi. Wanita yang pantas menjadi istri dari seseorang yang memiliki kekuasaan besar, kekuatan yang kuat, dan pengaruh yang luas."

Nada bicaranya sangat jelas, penuh makna tersirat. Theodore sedang mengatakan bahwa Amorette pantas untuknya—karena dialah pemilik kekuasaan dan kekuatan terbesar di mata publik.

Di bawah meja, kaki Algernon menyenggol kaki Amorette pelan, seolah memberi kode untuk menjawab dengan cerdik.

Amorette kembali tertawa, kali ini lebih lepas dan elegan. Ia menatap Theodore tepat di mata, lalu melirik sekilas ke arah Algernon di sebelahnya.

"Kriteria yang sangat tinggi, Pangeran. Namun, jika kau bicara soal kekuasaan, kekuatan, dan pengaruh yang luas... bukankah kakakmu, Pangeran Algernon, sangat cocok dengan deskripsi itu? Beliau adalah pewaris utama Kerajaan Remington, dihormati oleh Ayahandanya, dan memiliki kecerdasan luar biasa. Menjadi pendamping seseorang seperti beliau tentu adalah kehormatan besar bagi siapa saja."

Hening sejenak.

Theodore tertegun, mulutnya sedikit terbuka karena tidak menyangka Amorette akan menjawab sejelas itu dan langsung mengarahkan pembicaraan pada kakaknya.

Di sebelah Amorette, Algernon berusaha menahan tawanya agar tidak terdengar terlalu keras. Ia diam-diam mengangkat tangan di bawah meja, memberikan tanda jempol ke arah Amorette sebagai tanda puas luar biasa atas jawaban jenaka namun cerdas itu.

"Kau... kau selalu saja begitu," gumam Theodore, wajahnya sedikit merona karena malu namun juga kesal. Ia merasa jawaban itu seperti tembok tinggi yang menghalangi pendekatannya.

Saat pelayan datang menghampiri, suasana menjadi sedikit lebih cair. Mereka memesan makanan. Theodore dengan gaya khasnya yang mewah langsung memesan hidangan termahal di menu, berupa daging panggang dengan saus istimewa dan minuman anggur langka. Amorette memilih hidangan yang paling sederhana namun menjadi favorit utama kedai itu: sup krim dan roti lembut yang terkenal lezat.

Algernon, tanpa ragu dan tanpa melihat daftar menu, langsung mengatakan, "Aku ikut apa yang dipesan Tuan Putri."

Pilihan itu membuat Theodore semakin mengerutkan keningnya. Ia menatap interaksi akrab di antara kakaknya dan Amorette dengan rasa tidak suka yang jelas terlihat di wajahnya. Kenapa mereka bisa begitu dekat? Kenapa mereka memiliki banyak hal untuk dibagikan, sementara dia selalu merasa seperti orang asing di antara keduanya? Padahal, belum lama ini, Amorette adalah wanita yang selalu mengejar-ngejarnya, wanita yang rela melakukan apa saja demi satu tatapan darinya. Kini, wanita itu ada di sana, duduk manis dan tertawa bersama kakaknya, sementara dia hanya menjadi pendamping yang kalah saing.

Algernon mendekatkan wajahnya ke arah Amorette, berbisik pelan tepat di samping telinga gadis itu, suaranya rendah agar hanya dia yang mendengar.

"Tenang saja soal rencana kita. Kita bahas nanti lewat surat burung. Aku sudah punya banyak kabar baru soal koneksi dan bahan makanan. Kita susun strategi di sana saja, aman dan cepat."

Amorette mengangguk pelan, memberikan kode mengerti dengan gerakan mata saja.

Pertemuan itu berakhir setelah mereka menghabiskan makanan dan berbasa-basi yang semakin kaku dari sisi Theodore. Saat berdiri untuk berpamitan, Theodore masih menatap Amorette dengan pandangan berat, seolah ingin mengatakan sesuatu lagi namun tertahan di tenggorokan. Algernon justru berjalan mengantar Amorette sampai ke depan pintu kedai, sementara Theodore berjalan beberapa langkah di belakang dengan wajah masam.

Sesampainya di luar, di mana udara sore mulai sejuk dan jalanan mulai sepi, Algernon berhenti. Ia menatap Amorette dengan senyum yang lebih lebar dari biasanya, tatapannya jenaka namun penuh pesona, persis seperti pria yang sedang menggoda kekasihnya di depan umum namun dengan cara yang sopan.

"Senang sekali bisa bertemu denganmu, Putri Amorette. Lain kali... mari kita berjalan-jalan santai hanya berdua saja. Tanpa pengawal, tanpa saudara yang ingin ikut campur. Aku tahu tempat yang sangat indah di pinggir sungai, tempat yang pas untuk menikmati sore hari. Bagaimana?"

Amorette terdiam sejenak, sedikit terkejut dengan ajakan terbuka itu. Namun ia hanya tersenyum miring dan mengangguk sedikit. "Kita lihat saja nanti, Pangeran."

Algernon tertawa renyah, lalu membungkuk sopan sebelum berbalik pergi menyusul Theodore yang sudah berjalan agak jauh di depan sana.

Amorette pun kembali ke istana dengan santai, namun begitu sampai di kamarnya, ia segera menulis surat panjang lebar. Sesuai arahan Algernon, ia menceritakan secara rinci apa yang terjadi di pesta teh, kemenangan kecilnya di ruang sidang, serta ide-ide baru yang muncul di kepalanya mengenai produk makanan dan minuman herbal yang bisa mereka jual. Serta ide baru: menjual obat herbal.

Ia mengirimnya lewat burung merpati, dan balasan pun datang tak lama kemudian, berisi persetujuan, tambahan ide, serta rencana konkret untuk langkah bisnis selanjutnya.

Keesokan paginya, seluruh ibu kota seolah bergemuruh oleh satu berita besar. Kabar itu menyebar begitu cepat, dari mulut ke mulut, dari kedai kopi hingga lorong-lorong istana: Kisah cinta segitiga antara Putri Amorette, Pangeran Algernon, dan Pangeran Theodore.

Cerita yang beredar sangat rinci dan berwarna. Konon, Pangeran Theodore masih sangat mencintai Amorette dan berusaha mendekatinya, namun Amorette kini hatinya sudah tertuju pada Pangeran Algernon yang lebih bijaksana dan matang. Dikatakan pula bahwa kakak-beradik itu kini bersaing mati-matian demi mendapatkan kasih sayang sang Putri, yang kini semakin bersinar dan menjadi wanita paling didambakan di seluruh kerajaan. Ada yang bilang melihat mereka bertiga makan bersama, ada yang bilang melihat Algernon mengantar Amorette dengan sangat lembut, dan banyak lagi cerita lain yang melebih-lebihkan kenyataan.

Berita itu tidak hanya sampai ke telinga rakyat biasa, tapi juga masuk ke dalam kamar tidur Elarise.

Di dalam kamarnya yang mewah namun kini terasa seperti neraka baginya, Elarise berdiri gemetar di tengah ruangan. Di atas lantai, berserakan pecahan kaca berkilau dan cairan wangi yang menyebarkan aroma mahal namun bercampur dengan bau kemarahan. Botol-botol parfum impor yang harganya selangit, kotak-kotak riasan emas dan perak yang penuh dengan bedak dan lipstik berharga, semuanya berserakan hancur akibat lemparan tangannya.

Wajah Elarise merah padam, napasnya memburu, matanya menyala penuh api kebencian dan frustrasi. Ia menghentakkan kakinya ke lantai, berteriak tertahan agar suaranya tidak terdengar ke luar.

"Kenapa?! Kenapa dia lagi?! Kenapa semuanya selalu tentang dia sekarang?!" serunya histeris. "Dulu... dulu semua orang hanya melihatku! Theodore hanya melihatku! Algernon bahkan tidak peduli pada siapa pun! Tapi sekarang... sekarang Theodore mengejar-ngejar dia, Algernon selalu bersamanya, semua orang memujinya... apa istimewanya dia?! Apa yang dia punya yang tidak aku miliki?!"

Ia meremas sapu tangannya hingga kain itu hampir sobek. Rasa cemburu yang membakar dan rasa takut kehilangan segalanya membuatnya gila. Kabar tentang persaingan dua pangeran demi Amorette itu baginya adalah mimpi buruk terbesar. Itu berarti posisinya semakin terpinggirkan, itu berarti Amorette semakin kuat, semakin populer, dan semakin jauh di atasnya.

Di sudut ruangan, pelayan-pelayannya hanya berani diam dan menunduk takut, tidak berani mendekat atau menenangkan nyonya mereka yang sedang diserang amarah hebat itu.

Sementara itu, jauh di sayap lain istana, Amorette duduk tenang di kursi santainya sambil menikmati teh hangat. Ia sudah mendengar kabar itu, bahkan tahu persis siapa yang mungkin memulai penyebaran gosip itu—kemungkinan besar Algernon sendiri, yang dengan cerdik menggunakan berita itu untuk semakin mengikat posisi mereka berdua di mata publik.

Amorette tersenyum tipis sambil menyesap tehnya.

Biarkan saja gosip itu menyebar, batinnya tenang. Semakin mereka membicarakanku, semakin kuat posisiku. Dan semakin Elarise marah dan frustrasi, semakin dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Pertempuran ini baru saja memasuki babak yang lebih seru.

1
Agus Hidayat
rambutnya Amorette sebenarnya warna pirang apa hitam kok selalu berubah?
cynth: Kayaknya lupa kuubah deh. Seharusnya itu pirang (walau rencana awalnya hitam biar senada sama warna matanya). Terima kasih ralatnya ya, Kak (^-^)/
total 1 replies
kitty ❤
seru thor, lanjutkan 😍🔥
cynth: Thank you Kak (*^^*)
total 1 replies
MayAyunda
keren👍👍
cynth: Terima kasih udah mampir <3!
total 1 replies
cila_aa
baguss banget kak next nunggu chapter selanjutnyaa
cynth: Makasih udah mampir, Kak <3
total 1 replies
Sahabat Oleng
Keren 👍
cynth: Makasih Kak <3
total 1 replies
lidiaaa
semangat Kaa, ceritanya seru
cynth: Makasih Kak <3
total 1 replies
Davina Aurora
menarik ceritanya😍
cynth: Makasih Kak <3
total 1 replies
4revenge
hanssssss
4revenge
ini ni 😍
4revenge
seru padahal baru baca awal awal.
NonaMudaDesi
Kayaknya bagus nih cerita, konspenya kuereennn, tetep semangat kakk, aku mau nabung episode duku
cynth: Hai! Makasih banyak udah mampir <3
total 1 replies
Cattygril
semangat thor
Cattygril: sama-sama👌☺
total 2 replies
T28J
anggur sianida
T28J
kutu kupret juga si hans nih /Angry/
T28J
main catur saja biar akur kak 😂
MayAyunda
keren 👍👍
cynth: Terima kasih <3
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!