NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17 – SERANGAN ZOMBIE

Setelah makan dan membereskan segala perlengkapan, rombongan keluarga Lily kembali melanjutkan perjalanan menggunakan campervan mereka.

Di dalam mobil, suasana terasa cukup damai.

Mbok Surti dan Sarah sedang mengajari si kembar, Kenzo dan Luna, berhitung. Sementara itu, Mommy Grace, Daddy Mike, Paman Damar, dan Tante Mauren asyik mengobrol.

Di sisi lain, Lea terlihat bosan.

"Gue bosen banget, gilak. Udah berapa hari ini kerjaan gue cuma tidur, makan, tidur, makan. Lama-lama gue bisa gendut."

Lea mendengus kesal.

"Ini semua gara-gara lo. Kalau lo ngajak gue tiap keluar, kan gue ada kerjaan."

Jarinya langsung menunjuk Lily.

Lily yang sedang bersandar di sofa langsung mengernyit.

"Hah? Kok gue yang salah? Salah gue apa, anjir?"

"Ya iyalah. Lo cuma nyuruh gue jaga di mobil. Padahal di mobil udah ada Athar sama Om Damar. Sekali-kali ajak gue keluar kek."

Lily memutar bola matanya.

"Oke, fine. Kalau nanti kita berhenti lagi, gue ajak lo keluar. Kalau nggak ada kesempatan, ya jangan nyalahin gue."

"Ihhh! Dasar adek nyebelin! Adek jelek! Nggak pengertian! Wleee!"

Lea menjulurkan lidah.

Semua orang yang melihat pertengkaran kakak-adik itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Sudah menjadi pemandangan biasa bagi mereka.

Setelah suasana kembali tenang, Lily berbaring di sofa ditemani Tiger yang tidur di sampingnya.

Karena bosan, ia menyebarkan penglihatan mentalnya untuk mengawasi area sekitar.

Dalam penglihatannya, banyak titik cahaya muncul.

Titik hijau melambangkan manusia biasa.

Titik kuning melambangkan manusia yang mulai mengalami perubahan.

Sedangkan titik merah melambangkan zombie.

Sayangnya, jumlah titik merah jauh lebih banyak daripada titik lainnya.

Lily menghela napas panjang.

"Haaa... benar-benar kota mati."

Matanya terus mengamati area sekitar.

"Sudah sangat sedikit cahaya kehidupan di kota ini."

Ia kembali menghela napas.

"Aku harap Pangkalan B nanti lebih aman."

Matahari terus bergerak ke arah barat.

Tanpa terasa, mereka telah berkendara hampir seharian.

Akhirnya campervan berhenti di sebuah area kosong untuk makan siang.

"Ayo semuanya makan. Maaf ya kalau menunya mi instan lagi. Nanti kalau sudah sampai pangkalan kita masak yang lain."

Mommy Grace membagikan mangkuk berisi mi instan hangat.

"Ini aja udah cukup kok, Mom."

Lily menerima mangkuk dan sumpitnya.

Yang lain pun mulai makan.

Suasana terasa tenang.

Bahkan si kembar sudah terbiasa untuk tidak berbicara saat makan.

Setelah selesai makan, mereka tidak langsung melanjutkan perjalanan.

Semua memilih duduk santai terlebih dahulu untuk beristirahat.

Luna yang sedang memeluk boneka hadiah dari Lily mendekat.

"Kak Lily, apa kita masih lama sampainya?"

Lily tersenyum.

"Hemm... kayaknya nanti malam kita sudah sampai."

Ia lalu mengusap kepala Luna.

"Memangnya Luna sama Kenzo sudah bosan di mobil?"

Luna menggeleng.

"Nggak juga."

"Eh?"

"Soalnya ada Mbok sama Kak Sarah. Jadi Luna nggak bosan."

Lily tertawa kecil.

"Ooo begitu."

Kemudian ia mencubit pelan pipi Luna.

"Kalau gitu nanti Kakak kasih permen karena Luna sudah jadi anak baik."

Mata Luna langsung berbinar.

"Yeay!"

Namun saat suasana hangat itu berlangsung, wajah Lily tiba-tiba berubah serius.

Penglihatan mentalnya menangkap sesuatu yang bergerak cepat ke arah mereka.

Lily langsung memejamkan mata.

Beberapa detik kemudian, ekspresinya menjadi dingin.

Yang datang adalah segerombolan zombie.

Dan jumlahnya tidak sedikit.

Lily langsung berdiri.

"Semuanya masuk ke mobil! Sekarang juga!"

Suaranya terdengar tegas.

"Ada gerombolan zombie datang ke sini! Jangan bereskan apa pun! Tinggalkan semuanya!"

Semua orang langsung panik.

Si kembar yang ketakutan berlari mendekati Lily.

Lily segera berjongkok.

"Kenzo, Luna."

Kedua anak itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Jangan takut. Masuk ke mobil dan sembunyi."

Mereka mengangguk gugup.

Namun...

GROARRRR!

Raungan zombie terdengar semakin dekat.

Tanah bahkan mulai bergetar karena jumlah mereka yang sangat banyak.

Semua orang membeku.

Mereka sudah terlambat.

Zombie-zombie itu telah sampai.

Beberapa anggota keluarga bahkan belum sempat masuk ke dalam campervan.

Lea, Alex, Athar, Mbok Surti, Mang Ujang, dan Tante Mauren yang sebelumnya beristirahat di dalam mobil langsung keluar saat mendengar keributan.

GROARRR!

Raungan lain kembali terdengar.

Lily segera menarik si kembar ke belakang tubuhnya.

"Sudah nggak sempat."

Tatapannya menjadi tajam.

"Daddy, kita maju."

Daddy Mike langsung mengangguk.

"Mommy, lindungi Kenzo dan Luna dari belakang. Paman Damar bantu Mommy."

"Baik!"

Semua orang segera mengambil posisi.

Daddy Mike dan Lily berdiri paling depan.

Gerombolan zombie semakin dekat.

Lily menoleh ke arah ayahnya.

"Hitungan ketiga."

Daddy Mike mengangguk.

"Semburkan api sebesar yang pernah Bang Alex lakukan."

"Oke."

GROARRRRRRR!

Zombie-zombie itu kini hanya berjarak puluhan meter.

Lily mengangkat pedangnya.

"Satu..."

"Dua..."

"Tiga!"

"SEKARANG!"

BOOOM!

Api raksasa langsung keluar dari kedua tangan Daddy Mike.

Gelombang panas menyapu ke depan.

Puluhan zombie langsung terbakar hidup-hidup.

Di saat yang sama, Lily melesat seperti kilat.

SLASH!

BUKK!

BRAKK!

Satu demi satu zombie tumbang.

Namun jumlah mereka terlalu banyak.

Meski terus dibantai, zombie-zombie baru terus berdatangan.

Lea yang melihat keluarganya mulai kewalahan langsung ikut bertarung.

DUARRR!

Petir besar menyambar dari langit.

BRAKKK!

Beberapa zombie langsung hangus tersambar listrik.

Pertempuran berlangsung semakin sengit.

Zombie terus berdatangan tanpa henti.

Namun di tengah kekacauan itu...

Tanpa disadari siapa pun, seekor zombie berhasil lolos dari garis pertahanan.

Targetnya adalah Luna.

Lily yang sedang bertarung langsung membelalak.

"LUNAAA! AWASSS!"

Luna yang mendengar teriakan itu refleks menggeser tubuhnya ke samping.

Namun semuanya sudah terlambat.

SREKKK!

Zombie itu berhasil mencakar pergelangan tangan Luna.

"Akhhhh!"

Luna terjatuh.

Air mata langsung mengalir dari matanya.

Tangannya berdarah.

Zombie yang menyerangnya segera dibunuh oleh Paman Damar.

Namun bagi Lily, semuanya terasa terlambat.

Saat melihat darah di tangan Luna...

Sesuatu di dalam dirinya pecah.

Aura hitam pekat mulai keluar dari tubuhnya.

Matanya perlahan berubah menjadi merah darah.

Udara di sekitar mendadak menjadi dingin.

"Monster bajingan..."

Suaranya terdengar menggelegar.

"Akan aku bunuh kalian semua tanpa sisa!"

SRING!

Tubuh Lily menghilang.

SLASH!

BRAKK!

BUKK!

GROARRR!

SLASH!

Dalam beberapa menit saja, zombie-zombie yang tersisa dibantai tanpa ampun.

Tidak ada satu pun yang berhasil bertahan hidup.

Saat zombie terakhir tumbang, Lily langsung melesat menuju Luna.

Aura hitam masih menyelimuti tubuhnya.

Mommy Grace yang melihat perubahan putrinya ingin bertanya.

Namun Daddy Mike segera menggeleng pelan.

Sekarang bukan waktu yang tepat.

Lily berlutut di samping Luna.

Air mata mulai mengalir dari matanya.

"Luna..."

Tangannya gemetar.

"Luna, bangun. Ini Kakak."

Ia menepuk pelan pipi Luna.

"Luna..."

Di dalam benaknya, Lily langsung memanggil sistem.

"Sistem! Bagaimana ini?! Aku takut terjadi sesuatu sama Luna!"

DING!

Suara sistem terdengar.

(Tuan rumah, tenang. Luna baru terkena cakaran beberapa menit yang lalu. Selama belum melewati satu jam, kondisinya masih aman.)

Lily langsung menahan napas.

(Berikan air spiritual untuk menetralisir virus yang masuk ke tubuhnya.)

Mata Lily langsung berbinar.

Tanpa membuang waktu, ia berpura-pura merogoh saku jaketnya.

Diam-diam ia mengambil air spiritual dari ruang dimensinya.

Dengan hati-hati ia membersihkan luka Luna.

Terdengar ringisan pelan dari bibir gadis kecil itu.

"Luna..."

Lily lalu membantu Luna meminum air spiritual tersebut.

"Minumlah."

Air mata kembali jatuh dari matanya.

"Lawan virus itu."

Lily menggenggam tangan kecil Luna erat-erat.

"Kakak yakin kamu bisa."

"Kami semua menunggumu di sini."

"Kembalilah, Luna."

Di sisi lain, Kenzo yang sejak tadi melihat adiknya terluka akhirnya menangis.

"Hiks... Luna..."

Mommy Grace segera memeluk putranya angkat nya

"Sudah, Sayang."

Meski berusaha tenang, matanya sendiri juga mulai memerah.

Semua orang terdiam.

Mereka hanya bisa berharap air spiritual milik Lily mampu menyelamatkan Luna.

Setelah memastikan area sekitar aman, mereka memutuskan untuk kembali ke campervan.

Perjalanan menuju Pangkalan B harus tetap dilanjutkan.

Kini mereka hanya bisa menunggu...

Menunggu sampai Luna membuka matanya kembali.

Segini dulu yaa soalnya besok kamis lagi

See you next chapter guysss ☺️☺️☺️

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!