Ratting 18+.
Harap bijak dalam membaca.
Menceritakan tentang Aisyah, gadis cantik yatim piatu berusia 22 tahun yang dijual oleh pamannya pada seorang mucikari disebuah club malam.
Menjadi simpanan pria hidung belang terpaksa harus ia jalani, demi terlepas dari jeratan sang mucikari.
Dari situlah kehidupan Aisyah bermula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode. 24
Tiga minggu kemudian keadaan masih berjalan normal. Maria tidak melakukan tindakan apapun yang dapat merugikan Alex ,meskipun pada hari itu ia sangat marah kerena pembatalan kontrak kerjasama antara perusahaan yang dipimpin oleh putranya dengan Bima Anggara.
Malahan sikapnya kini berubah melembut. ia membujuk Alex untuk kembali kerumah.
Tanpa berburuk sangka Alexpun mengikuti permintaan ibunya. Lagi pula jika tidak segera dituruti bisa-bisa Maria menyelediki sendiri dimana Alex tinggal saat itu.
Dan itu semua bisa berakibat buruk juga bagi Aisyah nantinya.
Kini Alex sudah tinggal lagi dirumah Maria. hanya sesekali ia mengunjungi Aisyah ke Vila, itu pun tidak bisa menginap.
Aisyah tidak keberatan tinggal sendiri lagi disana. Yang terpenting baginya, Alex bisa menjalani hari-harinya dengan tenang tanpa ada yang membebani pikirannya. Aisyah tidak ingin menyulitkan suami tercintanya itu.
"Kau sedang apa.? " sapa Alex pada Aisyah dari sambungan telfon.
"Sedang menyiapkan makan siang Tuan. " jawab Aisyah dari seberang.
Alex selalu berusaha menyempatkan diri untuk menghubungi Aisyah di sela jam istirahat kantornya. Karena terlalu sibuk, sudah satu minggu lamanya ia tidak mengunjungi Aisyah ke Vila.
"Tuan sudah makan siang.? "sambung Aisyah .
"Sebentar lagi, aku belum lapar." balas Alex.
Sejenak mereka terdiam.
"Aisyah, aku merindukanmu..
ternyata sudah satu minggu juga ya kita tidak bertemu. " jelas Alex .
Aisyah tersenyum mendengar pengakuannya.
"iya Tuan, Saya juga merindukan Tuan. " balas Aisyah malu-malu.
Alex pun ikut tersenyum mendengarnya.
"Ya sudah, nanti sore aku akan mengunjungimu setelah pekerjaanku selesai. " ujar Alex.
"baik Tuan. " balas Aisyah.
Dalam hatinya sangat senang sang suami tercinta akan datang. baru satu seminggu saja tidak bertemu, rasanya sudah satu bulan. Aisyah benar-benar rindu berat.
Tanpa terasa waktu berputar begitu cepat. Hingga tibalah waktunya Alex pulang dari kantor.
Alex langsung malajukan mobilnya menuju Vila.
Ternyata di Vila Aisyah sudah menunggunya dengan senang hati.
Seketika terdengar Bel berbunyi. ia langsung bergegas membukakan pintu.
Begitu pintu dibuka, Alex langsung mengomelinya.
"Kenapa kau langsung membukakan pintu tampa mengecek siapa yang datang terlebih dahulu.?" ujarnya.
Biasanya setiap kali mendengar bel berbunyi ,sebelum membuka pintu Aisyah pasti tidak lupa mengecek dulu siapa yang datang dari balik jendela. tapi kali ini ia langsung bergegas membukanya. jelas saja hal itu membuat Alex marah.
"Tadi saya sudah yakin pasti Tuan yang datang. makanya saya tidak mengecek dulu. " balas Aisyah dengan menunduk.
" dari mana kau bisa yakin.? Bagaimana kalau tadi bukan aku .?
kau mau kejadian seperti waktu itu terulang lagi. ?"
Alex mengomeli Aisyah sambil berjalan masuk ke dalam. ia takut Aisyah ceroboh lagi dengan langsung membuka pintu begitu mendengar suara bel ,tanpa mengeceknya terlebih dahulu .bagaimana kalau yang datang bukan dirinya melainkan pria b*jat seperti Riki.
"Maaf Tuan, mungkin tadi karena saya terlalu bersemangat menunggu Tuan datang. " balas Aisyah memelas sambil berjalan di belakang Alex.
"ya sudah lain kali jangan ceroboh lagi. "sambungnya.
Alex menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Sementara Aisyah berdiri di depannya menunggu perintah kalau-kalau nanti disuruh membuatkan minuman.
Seketika pandangan Alex tertuju pada cara berpakaian Aisyah kali ini. ia tampak begitu seksi dengan memakai balutan lingerie dress bahan satin berwarna hitam.
Dress itu juga terlihat sedikit transparan. Hingga pakaian bagian ********** cukup terlihat oleh mata lelaki hidung belang seperti Alex.
Dan juga terdapat sedikit riasan diwajah Aisyah. biasanya gadis itu selalu terlihat naturat tanpa riasan.
Entah kenapa penampilannya kali ini cukup berbeda.
Tak bisa dipungkiri, lelaki manapun akan tergoda bila melihatnya.
"Tuan mau saya ambilkan minum.?" tanya Aisyah mulai grogi saat Alex mendanginya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Tidak usah.. kau duduk lah. " balas Alex sambil menepuk sisi sofa di sebelahnya.
Aisyah pun duduk di samping pria tampan yang selalu membuatnya jatuh cinta itu.
baru saja Aisyah terduduk, Alex langsung merangkul pundaknya, lalu menyibak rambut Aisyah yang tergerai kemudian menghidu bagian lehernya.
Aroma Vanila, bau parfum kesukaan Alex.
Karena saking sukanya, Alex sengaja membelikan untuk Aisyah.
Namun Aisyah jarang sekali memakainya, kalau pun ia pakai paling cuma sedikit hingga baunya tidak begitu terasa.
Kali ini berbeda, Aisyah seperti menyemprotkan parfum itu pada sekujur tubuhnya, membuat baunya cukup semerbak.
"kau mau menggodaku.?" tanya Alex dengan tersenyum nakal menatap Aisyah.
Wajah Aisyah langsung memerah seperti tomat karena malu mendengar pertanyaan Alex.
"ti.. tidak Tuan. " jawab Aisyah sedikit gugup.
"Lalu kenapa kau berpakaian seperti ini.? " tanya Alex seraya mengelus lembut lengan Aisyah.
"Bukankah Tuan yang menyuruh saya berpakaian seperti ini.?" balas Aisyah balik bertanya.
"iya ,tapi penampilanmu kali ini berbeda. kau terlihat begitu seksi apalagi dengan sedikit riasan di wajahmu dan aroma parfum ini. aku sangat suka. " ujar Alex seraya menyeringai nakal menatap Aisyah dengan tangan masih mengelus lengannya.
Aisyah makin salah tingkah karena malu setelah menyadari penampilannya seolah menggoda Alex.
"Sa.. saya buatkan Tuan kopi hangat ya." ujarnya sedikit gugup dan langsung berdiri hendak pergi.
Baru saja ia melangkahkan kaki, Alex langsung menangkap dan menarik tangannya.
Aisyah jatuh tepat di atas pangkuan Alex.
"Aku sedang tidak butuh kopi hangat, tapi butuh kehangatan. " goda Alex berbisik di telinga Aisyah.
Mata Aisyah membelalak begitu mendengarnya, jantungnya berdegup kencang tidak karuan.
"Kau tahu aku paling tidak tahan melihatmu kalau berpakaian seperti ini. jadi jangan coba-coba menggoda ku.
Sekarang kau harus terima hukumannya. " sambung Alex masih dengan tatapan intens dan seringai nakalnya.
Lalu tanpa mengulur waktu lagi Alex langsung menggendong istrinya cantiknya itu ala bridal style menuju kamar.
Kemudian dengan semangat berapi-api Alex membaringkan tubuh Aisyah diatas ranjang berukuran besar itu.
Kini Aisyah berada dalam kungkungan pria dingin yang sedang hangat-hangatnya itu ,dengan kedua siku menopang badannya. ditatapnya lagi Aisyah dalam.
"Aisyah mengapa kau begitu menggoda. ?" bisiknya lirih.
Lalu tanpa basa basi lagi Alex langsung beraksi.
Hingga terjadilah sesuatu yang mereka berdua inginkan.
*******