Namanya Gajendra Galang Galaxy, umur dua puluh lima tahun, seorang anak yatim piatu Asalnya dari Bali, tapi dari kecil dia sudah berada di Jakarta bersama pamannya seorang Owner dari Lembaga King Cobra yang bergerak dibidang jasa.
Galang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dengan badan tinggi tegap. Dalam kehidupannya keberuntungan seolah selalu menemaninya. Dulu sewaktu orang tua dan adiknya dibantai oleh pembunub bsyaran dia malah selamat. Setelah dia yatim piatu dia diajak oleh pamannya seorang Owner Lembaga King Cobra.
Kehidupannya bergulir mulus sampai dia menjadi Agent Intelijent King Cobra. Disini mulai ada pergolakan perasaan yang menindih hidupnya setiap saat. Dendam dan cinta seolah mengoyak sanubarinya....
Bagaimanakah kisah Galang Agent Rahasia King Cobra selanjutnya??....
Ikuti terus petualangannya yang kadang membuat kita gemesss....
Happy Reading, I Love You!!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.24 CIUMAN PERTAMA
Setelah mereka semua keluar termasuk Bibik, Galang mulai turun dari atas Almari. Dia hampir ketahuan ketika seorang lelaki nyelonong ke kamar Bibik. Untunglah Galang cepat bergerak. Tangannya langsung memukul belakang kepala lawan, orang itu roboh tidak bergerak. Tidak ada ampun lagi!!. Galang mematikan lampu kamar, suasana seketika gelap.
Galang berpacu dengan waktu. Dia harus cepat keluar dari kamar Bibik, musik seketika mati dan suara ribut-ribut terdengar jelas. Kemudian Galang keluar dari kamar Bibik. Menyelinap kebelakang kamar mandi.
Tiba-tiba seekor Anjing Dobermen mengejarnya. Dia cepat lari dan naik ke pohon jeruk bali, dan melompat ke atas tembok. Suara teriakan dari para moge berada di belakang Anjing.
"Berhenti....siapa kamu!!".
"Berhenti...pembunuh!!"
Mereka memaki dan mengancam sambil melepaskan tembakan sekenanya. Galang meloncat turun dari tembok ke kebun orang. Kebun pisang ini ada di sebelah rumah Nyonya Grace. Dia lari di antara pohon pisang mengandalkan instingnya saja, karena keadaannya gelap gulita.
Hampir saja dia menjadi santapan Anjing ganas itu. Suara ribut dan tembakan masih terdengar. Galang terus berlari. Sampai di gang pertama baru dia berhenti, Galang celingukan sambil mengatur nafas.
Sebuah motor Trail mendekatinya, dia tahu itu Sexy. Galang merasa lega, cepat meraih Helm yang diberikan oleh Sexy. Galang langsung naik serta memeluk pinggang ramping itu ketika motor ngebut di jalanan.
Bau harum rambut Sexy membuat bulir-bulir asrat nya muncul secara tiba-tiba. Tanpa sadar Galang terbuai, dan tambah erat memeluk Sexy.
Tapi rasa itu cepat hilang karena sampai di Markas, dia harus melepas pelukannya. Galang turun dari motor, langsung masuk ke dalam office mengikuti Sexy.
"Trimakasih kamu menjemputku, hampir aku jadi santapan Dobermen." kata Galang tulus. Hatinya senang mendapatkan Sexy tidak marah lagi.
"Harusnya aku membiarkanmu digigit Anjing mumpung Anjingnya kelaparan." sahut Sexy dengan mulut manyun.
"Tega kamu membiarkan calon suamimu digigit Anjing." kata Galang seolah sedih.
Sexy tidak menyahut, mulutnya masih manyun, dia lalu masuk ke kamar, Galang ikut masuk.
"Woi, kamarmu di sebelah, jangan pura-pura bloon deh." kata Sexy membuka jaketnya.
"Aku mendadak amnesia." tangannya cepat mendorong tubuh Sexy ketembok.
Wajah mereka berjarak beberapa inci, sehingga hembusan nafas Sexy menyapu ke Wajah Galang. Mata mereka saling menatap dan ..... semuanya terjadi begitu saja, sangat lembut dan menggairahkan.
Mereka saling berpelukan, bibir mereka saling berpagutan, ntah untuk berapa lama, sampai suara ketukan pintu membuyarkan permainan mereka. Galang melepaskan pelukannya ketika wajah Bibik muncul di pintu.
" he..ee..Non, makan dulu, sudah waktunya
makan malam." Suara Bibik terdengar terbata-bata.
"Duhh..Bibik mengganggu aja. kita lagi pacaran." sahut Galang tersenyum.
"Makan dulu, semua staf menunggu pacarannya nanti disambung lagi." sahut Bibik, kemudian menghilang dari balik pintu.
Setelah Bibik pergi Sexy lalu menatap Galang dengan wajah bersemu merah.
"Aku sudah lupa kejadian tadi, itu hanya sebuah keisengan dan spontanitas." ucap Sexy cepat keluar. Dadanya bergemuruh kencang. Kurang ajar, bisa-bisanya dia terbius dengan permainan Galang.
Kata-kata Sexy membuat dia terhenyak, ada nyeri tiba-tiba menyentuh hati. Galang diam kemudian ikut keluar menuju ruang makan. Dia berusaha tenang walaupun ada rasa luka. Ketika mereka datang semua mata memandang. Wulan seketika bangun dan menghampiri Galang, mengajaknya duduk di sampingnya
"Silahkan Boss." kata Wulan menarik kursi. Terlintas untuk membalas dendam atas perkataan Sexy yang menyakitkan hati. Galang kemudian duduk dikursi, berusaha kelihatan mesra.
"Trimakasih Wulan." sahutnya sambil menatap Wulan.
Kemesraan yang dipertontonkan Wulan membuat mata Sexy sepet. Sexy berusaha wajar, tapi tidak ulung selera makannya menjadi berkurang. Dia merasa gerah.
Wulan yang mendapat angin segar dari Galang, terus memakai kesempatan itu sebaik mungkin. Selesai makan staf lain satu persatu hilang dari meja makan dan pergi ke Asramanya. Beda dengan Wulan, dia terus mengekor Galang sampai ke ruang tamu. Galang yang membutuhkan informasi tidak menolak waktu Wulan mengajak ngobrol.
"Boss, datang darimana tadi, koq bisa berboncengan bersama number six." tanya Wulan membuka percakapan.
"Aku pulang kerumah, maunya Istirahat, tahu-tahu dijemput oleh number six." sahut Galang bohong.
"Mau dong ikut kerumahnya atau Boss yang ikut kerumahku." rayu Wulan lembut.
Galang tersenyum menatap Wulan, dia ingin Wulan mempercayainya dulu. Dia bukanlah laki-laki pemetik bunga, jadi Galang tidak terpengaruh dengan ajakan Wulan.
"Aku merasa pernah melihatmu, sepertinya kamu dulu di Darren Group atau ditempat lain." Galang mula melempar umpan.
"Benar, aku dulu di Darren Group aku adalah pacar dari Askhara anaknya Bapak Hambali." Galang langsung kaget. Dadanya bergemuruh, apalagi ketika mengingat photo di file Askhara. Cewek ini banyak muncul di file Askhara. walaupun sekarang cewek ini agak kurus, tapi senyumnya sama.
Galang tegang ketika memperhatikan bentuk tubuh dan rambut Wulan. Mirip pembunuh Bapak Adam Darren. Tidak salah lagi inilah dia orangnya. bhatin Galang.
"Kenapa pindah?" tanya Galang ingin tahu.
"Karena Bapak Adam Darren meninggal,
Perusahan menjadi goyang. Kemudian
diganti dengan Bapak Hambali, Perusahan tambah hancur. Sekarang aku tidak tahu lagi karena aku sudah pindah dari sana." tutur Wulan sambil merapatkan duduknya dengan Galang.
"Siapa yang membunuh Bapak Adam Darren, apa sudah ditangkap Polisi?" tanya Galang menyelidik.
"Pembunuh aslinya masih ada diluar, tapi tukar kepala. Itu banyak menghabiskan uang," sahut Wulan menunduk.
Galang juga tahu bahwa yang di penjara adalah orang lain. Dia bahkan sudah pernah bertemu di penjara dengan orang itu dan mendapat Informasi sedikit.
"Aku sarankan jangan mencari masalah dengan Pak Simon, akan fatal akibatnya." kata Wulan serius.
"Tapi kalau dia mencari masalah bagaimana, bukankah selama ini dia membuat onar dimana-mana." sanggah Galang.
"Aku pernah kerja disana, mereka sangat brutal dan selalu membunuh lawan. Simon itu adalah pacar Nyonya Grace, itu sudah rahasia umum." kata Wulan sambil berbisik.
"Kalau begitu, kenapa Askhúara bisa dihukum, kenapa tidak bisa ditolong. Aku tidak percaya dengan Kelompok Simon ini." dia mencoba membuat hati Wulan panas.
"Boss, Simon itu mempunyai banyak senjata lho, dia juga mafia narkotika. Tidak ada yang berani menangkap mereka."
"Bukan tidak berani, menunggu waktu yang tepat, untuk membasmi kelompok-kelompok narsis." sahut Galang.
"Tidak ada yang berani karena backingnya seorang Jenderal." kata Wulan rada kesal karena Galang meremehkan Simon.
"Mana ada jendral berteman dengan penjahat. Aku yakin itu jenderal busuk."
"Dia saudaranya Pak Simon bukan temannya. dan semua orang tunduk padanya."
"Aku tidak percaya dengan kehebatan Pak Simon atau saudaranya itu. Tidak ada yang kebal hukum, apalagi dengan penjahat." Galang kembali membuat Wulan kesal.
"Kalau tidak percaya cari dia di Club 312 setiap malam minggu. atau kerumahnya jalan Asmaranda 007. Disitu kamu baru percaya betapa kuasanya Pak Simon dan dia kebal hukum." sahut Wulan emosi dan beranjak dari ruang tamu.
Galang tersenyum tipis ketika Wulan begitu saja berlalu. Dengan santai Galang bangun menuju secret office. Tenyata Sexy sudah berada disana. Galang pura-pura tidak peduli akan sikap Sexy dan duduk di belakang laptop, lalu mulai mengirim data ke pusat. Tidak berapa lama wajah wulan sebagai pembunuh sudah muncul di layar Private GSM.
"Sexy, aku barusan mengirim sketsa photo penembak Bapak Darren," kata Galang mencairkan suasana kaku di antara mereka.
"Hemm......"
"Koq hem, kamu tidak ingin tahu ya. aku sudah lupa pristiwa tadi, tidak usah takut." sindir Galang menatap Sexy.
"Setelah tiga puluh menit duduk mesra dengan Wulan, baru otakmu terbuka dan bisa menganalisa." Sexy ikut menyindir.
"Jadi kamu menghitung berapa menit pertemuanku dengan wulan atau kamu
sebenarnya cemburu." ledek Galang.
"Amit-amit, siapa yang cemburu. Aku tidak peduli kamu bermesraan sama Wulan, Aku tidak mau tahu. Sepertinya kalian juga cocok karena sama-sama genit."
"Ya sudah, besok aku akan pergi sama Wulan kalau begitu. Tadi dia menawarkan kalau dia mempunyai Apartement di sekitar sini." sebuah botol air mineral terlempar cepat dari tangan Sexy mengenai tembok.
****
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍