NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Don't do it

Keesokan harinya ....

Hari ini, adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga besar Gara dan Bianca. Mereka akan bertunangan sebelum acara peresmian jabatan. Semua persiapan telah digelar dengan sempurna, mereka melangsungkan pertunangan di rumah keluarga besar Rangga dan Davian. Yaitu rumah peninggalan Kakek Surya.

Acara hanya dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat dekat saja. Karena nanti pengumuman pertunangan akan dibicarakan saat Gara naik jabatan perusahaan. Gara sendiri pasrah, karena ia bingung harus bagaimana. Kedua orang tuanya tak memberi Gara kesempatan untuk bicara. Gara pasrah menerima pertunangan ini.

Mungkin, aku harus menerima pertunangan ini dulu. Aku tak punya alasan untuk menolaknya, karena ini sangat mendadak. Keluarga besarku ternyata telah menyiapkan ini semua, dan aku hanya bisa terdiam dalam kesedihan. Setelah pertunangan ini, aku harus mencari cara bagaimana agar aku dan Hila bisa bersatu. Aku tak bisa menolak pertunangan ini, tapi kuharap, setelah aku melaksanakan peresmian jabatanku, hubunganku dan Bianca akan segera berakhir. Batin Gara.

"Kamu kenapa?" Keyza tiba-tiba masuk kamar Gara dan mengagetkan lamunannya,

Gara menghela napas, "Enggak, Kak. Gak apa-apa,"

"Jangan bohong. Dua jam lagi acara pertunangan kamu, Gar. Kamu terlihat lesu sekali. Kenapa?" Keyza tahu, adiknya itu terlihat banyak pikiran.

"Aku hanya tak yakin akan pertunangan ini. Aku jadi ragu, tapi aku bingung bagaimana aku mengatakannya. Semua telah terlambat," Gara mencoba terbuka.

"Apa yang membuatmu ragu?"

"Awalnya aku tertarik pada Bianca, tapi akhir-akhir ini aku jadi merasa tak nyaman bersamanya. Aku bingung,"

"Apa semua ini gara-gara wanita itu?" Keyza mencoba menebak.

"Wanita itu? Si-siapa maksud Kakak?"

"Wanita yang kini tengah hamil besar, kamu juga membelikan perlengkapan bayi untuknya. Jangan bilang kamu tak tahu. Bukankah kamu mengenalnya?" tanya Keyza.

Deg. Gara tak menyangka, ternyata Keyza tahu semua itu. Gara berpikir, pasti semua ini Bagas yang memberi tahu, karena Bagas adalah orang kepercayaan Keyza. Gara melupakan satu hal, bahwa setiap apapun yang ia perintahkan pada Bagas, tentu saja akan sampai di telinga Keyza, mengingat bahwa Bagas adalah sekretaris pribadinya.

"Bagas memberi tahu Kakak?"

"Ya, dan perlu kamu tahu, yang memilihkan perlengkapan bayi untuk wanita yang bernama Hila itu juga, Kakak. Kakak juga yang mengantarkannya ke rumah gadis itu." Tegas Keyza.

"Apa? Kakak yang mengantarkannya? Apa yang Kakak bilang padanya? Apa Kakak mengancamnya? Iya?" Gara terlihat tak suka.

Pantas saja, Hila tahu hari ini aku akan bertunangan, ternyata Kakak telah menemui Hila. Sepertinya, Kakak tahu semuanya. Pantas saja dia terlihat tak suka melihatku. Batin Gara.

"Mengancamnya? Untuk apa Kakak mengancamnya? Kenapa kamu berpikiran Kakak akan mengancam Hila? Apa maksudmu?" Keyza semakin bingung.

"Apa yang Kakak tahu tentang Hila?"

"Justru Kakak yang harus bertanya padamu, Gara. Apa hubunganmu dengan Hila? Kenapa kamu begitu perhatian padanya?" tanya Keyza dengan sangat hati-hati.

Hati dirundung pilu. Ingin sekali Gara jujur pada Keyza. Tapi, Gara tak ingin Kakaknya jadi ikut pusing memikirkan masalah ini. Gara hanya ingin, menyelesaikan masalahnya sendiri. Jika membatalkan pertunangan sekaligus, akan sangat memalukan, dan Gara tak mau kedua orang tuanya malu.

Hanya bertunangan, suatu saat aku bisa membatalkannya. Maafkan aku, Hil. Aku akan berjuang setelah ini. Batin Gara.

"Aku hanya kasihan padanya. Wanita hamil yang berjuang sendiri. Jadi, aku membelikannya perlengkapan bayi, karena kurasa sebentar lagi ia akan melahirkan." Ujar Gara.

"Sejak kapan kamu bisa perhatian pada orang asing?" selidik Keyza.

"Sejak aku melihatnya. Sudah, Kak. Jangan membicarakannya lagi."

"Dia akan datang ke acara pertunangan mu," ujar Keyza.

"Apa?"

"Dia akan datang bersama Bagas. Dan kurasa, Bagas menyukainya." Ucap Keyza lagi.

"Kenapa? Kenapa dia harus datang ke acara ini? Untuk apa dia datang? Aku tak mengundangnya, Kak!" Gara kesal.

"Kamu memang tak mengundangnya. Tapi Kakak yang mengundangnya. Dia akan pergi kesini bersama Bagas. Selama ini, Bagas yang selalu menjaganya." Ujar Keyza.

"Gak mungkin! Hila tak boleh datang ke acara ini. Aku tak ingin dia ada. Aku akan segera menelepon Bagas, agar Hila tak datang." Gara kesal.

"Kenapa kamu? Kenapa kamu kesal? Kenapa kamu emosi? Ada apa kamu dengan Hila? Jujurlah, maka aku akan mengerti!" Bentak Keyza.

"Tak ada apa-apa. Aku hanya tak ingin dia datang ke acara ini."

"Jangan bilang, kalau Hila mengandung anak kamu!" Selidik Keyza.

DEG.

Aku sudah menduganya. Dan aku ingin tahu, sampai kapan kau akan berkilah, Sagara. Kalian memang keras kepala. Aku akan menunggu saat yang tepat agar kamu mau jujur padaku. Untuk kali ini, sungguh aku kecewa padamu, Sagara .... Batin Keyza.

...❤❤❤❤❤❤❤❤*...

...ENGAGEMENT DAY Sagara-Bianca...

...(Hari pertunangan Sagara-Bianca)...

...🌷🌷🌷...

Bagas mengajak Hila ke acara pertunangan Gara dan Bianca. Dari Bogor, Hila dan Bagas berangkat ke Jakarta. Bagas sendirian, karena itu ia mengajak Hila, untuk sekedar menemaninya. Karena Keyza juga mengundangnya. Sebenarnya, Hila tak ingin datang, tapi karena ia tak enak pada Keyza, Hila jadi memutuskan untuk datang.

"Kamu gak nyaman ya? Kenapa?" tanya Bagas.

"Gak apa-apa, Pak. Aku hanya tak biasa datang ke acara mewah seperti ini." Jawab Hila.

"Aku juga. Setelah bekerja disini, aku baru sadar, bahwa orang-orang kaya seperti mereka kehidupannya memang seperti ini."

Beberapa saat kemudian, acara pun dimulai. Hila tak menyadari, bahwa dirinya ke tempat ini, tentu saja akan bertemu dengan keluarga Raharsya yang lainnnya. Hila melihat acara demi acara, mulai berlangsung dengan romantis. Hila melihat, Gara memakaikan cincin ke jari manis Bianca, dan diikuti oleh seruan tepuk tangan seluruh tamu undangan.

Sakit, sedih, terpukul, itulah yang Hila rasakan saat ini. Hila bisa melihat, betapa romantisnya Gara dan Bianca. Ia sengaja, ia sengaja datang ketempat ini, karena ia harus kuat, menerima kenyataan, dan ia akan mencoba, untuk menganggap Gara sebagai Direkturnya, bukan sebagai laki-laki yang telah menghamilinya.

Hila tak menyadari, ternyata ada sosok lelaki yang kaget karena melihat dirinya. Laki-laki itu adalah Elang, seseorang yang batal dijodohkan dengannya. Elang pun tak menyangka, jika Hila bisa berada disini. Tanpa basa-basi, Elang pun mendekati meja duduk Hila, dan membuat Hila terperanjat kaget.

"Hila! Kamu! Ikutlah denganku!" Perintah Elang mengagetkan Hila.

"E-Elang? Ka-kamu ...“ Hila terbata-bata.

"Hil, siapa dia?" Bagas tak mengenal Elang.

"Mmh, ma-maaf Pak Bagas, aku pergi dulu sebentar," Hila terpaksa mengikuti Elang.

Elang membawa Hila ke sebuah tempat sepi. Elang kaget melihat Hila di tempat ini. Gara menatap Hila dan Elang yang berlalu. Namun, Gara tak bisa mencegah mereka, karena Gara sedang merayakan acaranya.

"Kenapa kamu disini? Dengan perut besar seperti ini, Hila? Bagaimana kalau ada yang mengenalmu? Bagaimana kalau mereka tahu, bahwa kamu adalah orang yang batal menikah denganku. Aku sangat kaget melihatmu!" Elang sedikit emosi.

"Aku lupa, aku tak ingat, maafkan aku. Entah kenapa, dengan bodohnya, aku malah datang ke tempat ini. Aku diundang oleh Kakak Gara, ehm, maksudku Pak Gara." Hila menunduk.

"Harusnya kamu menghindar saja! Apa kamu tak malu, dengan perut besar mu ini datang kemari, ha? Kamu harus tahu, bahwa kamu dianggap tiada oleh semua orang. Kehadiranmu hanya akan membuat malu keluarga ku jika ketahuan berbohong!" Elang sedikit kesal.

"Aku tak mengira ke sana. Maafkan aku, entah kenapa, hatiku ingin sekali pergi ke acara pertunangan ini. Aku bodoh, aku tak tahu diri, maafkan aku, Elang." Hila menunduk.

"Aku malu melihatmu, Hila! Pulanglah, dan jangan biarkan dirimu ada disini. Jangan kau rusak lagi, reputasi keluargaku dan keluargamu!" Elang ketakutan.

"Aku tak punya keluarga, aku tak peduli lagi pada mereka. Aku hanya menghargai mu, maafkan aku. Baiklah, aku akan pulang sekarang, aku tak bermaksud seperti itu," Hila berkaca-kaca, ia merasa harga dirinya dicabik-cabik oleh Elang.

Tak lama, terdengar suara bariton dari belakang Elang dan Hila,

"Jangan pergi!" Gara kini sudah berada dibelakang mereka.

DEG. Hila tahu, itu suara siapa, Hila mulai takut, karena keadaan ini pasti akan tak nyaman baginya.

"Gara ..." Elang kaget.

"Elang, jangan buat Hila sakit hati. Jika kau menyakitinya, tentu saja aku yang sakit! Hila adalah bagian dari hidupku. Jangan sakiti hatinya, jika kau tak tahu apa-apa. Hila, maafkan aku atas pertunangan ini. Aku marah karena Elang benar-benar menganggap mu telah tiada. Haruskah aku batalkan pertunangan ini, dan mengenalkan mu pada semua keluargaku? Aku muak, mendengar kau selalu dikucilkan dan disakiti seperti ini. Haruskah kita masuk kedalam dan membatalkan semuanya?"

"Gara, jangan! Aku tak mau! Cukup, kau tak boleh mempermalukan dirimu!"

*Bersambung*

Maafkan aku gantung. Ini dikejar-kejar nulisnya. Malam aku lanjutkan ya...

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!