Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa Jadi Begini?
Moetia masih menemani Malika bersama mama nya di depan ruang observasi Manda.
Sementara Aries sedang mencari penginapan di dekat rumah sakit untuk mereka menginap.
Soraya masih duduk bersama Malika, sedangkan Moetia meminta ijin untuk pergi ke toilet.
Moetia diam-diam menangis di toilet rumah sakit.
' Manda mencintai Bagas, bahkan sejak tujuh tahun yang lalu, apa yang harus aku lakukan, akulah yang hadir ditengah mereka ' batin Moetia sambil terisak-isak
Lalu masuklah seorang wanita dan memberikan Moetia tissue.
" Nak, hapus lah air mata mu. Ada apa? Siapa yang kamu tangisi? " tanya Belinda
Moetia menerima tissue dari Belinda lalu menghapus air matanya.
" Maaf Tante, dan terimakasih " ucap Moetia
" Siapa yang sakit? " tanya Belinda
" Sahabat ku Tante, dia kecelakaan dan sekarang dia koma " jawab Moetia dan kembali menangis
' Ya Tuhan, ternyata masih ada anak semanis ini, saat sahabatnya terluka dia sangat sedih dan khawatir ' batin Belinda sambil mengusap lembut kepala Moetia
" Siapa namamu? " tanya Belinda
" Moetia, Tante! Saya permisi dulu Tante " ucap Moetia lalu keluar dari toilet dan berjalan menuju ruangan Manda lagi.
Moetia berjalan perlahan dan menghapus air matanya, Moetia menarik nafas nya dalam-dalam dan menemui mama serta ibu nya Manda.
" Ma, sekarang sudah malam! mama dan Tante Malika sebaiknya makan malam dulu " bujuk Moetia lembut
Malika menggeleng
" Tante tidak lapar sayang, kamu dan mama mu saja ya " sahut Malika
Moetia lagi-lagi berkaca-kaca dan memeluk Malika lagi
" Tante, percayalah Manda pasti segera sembuh, saat kita bisa menemuinya nanti kita akan membuatnya sadar dari tidur nya Tante " ucap Moetia terbata-bata karena menangis
Soraya juga menjadi sedih, dan ikut memeluk Malika
" Benar kata Moetia, Manda pasti akan segera sadar, dia tidak akan membiarkan Moetia menikah lebih dulu darinya, iya kan? " ucap Soraya mengingatkan Malika pada ucapan Manda
Manda dulu selalu bilang bahwa Moetia tidak boleh menikah lebih dahulu sebelum Manda.
Flashback On
Moetia dan Manda sedang menghadiri undangan pernikahan saudara Manda bersama Malika dan Ahmad.
" Wah, pengantin itu cantik sekali? " puji Moetia
" Tentu saja, dia kan model " jawab Manda
" Benarkah? tapi suaminya terlihat sangat dewasa ya " celetuk Moetia
Malika terkekeh
" Sayang, bilang saja dia tua " kekeh Malika
" Iya kan Tante, berapa usia saudara mu itu Manda? " tanya Moetia
" Usianya 30 tahun " jawab Manda santai
" Dia cantik, kenapa baru menikah saat usianya segitu ? " tanya Moetia
" Dia itu model sayang, bagi kami banyak pertimbangan jika harus menikah apalagi saat karir kami sedang cemerlang " terang Manda
Moetia tertawa
" Ha ha ha, jangan-jangan kamu juga akan menikah saat kamu sudah tidak bisa berkarir jadi model lagi! saat itu kira-kira berapa usia mu ya? " ejek Moetia
Ahmad dan Malika malah ikut tertawa bersama Moetia, Manda menarik tangan Moetia dan bersalaman dengan nya
" Ingat ini ya, ayah dan ibu jadi saksinya bahwa aku Mutia Amanda akan menikah lebih dulu dari Moetia Tamara jika tidak maka Moetia tidak boleh menikah " seru Manda
Moetia segera menarik tangan nya
" Apa-apaan itu? jika aku sudah menemukan jodoh ku bagaimana? " tanya Moetia polos
Malika tertawa dan merangkul Moetia
" Jika kamu sudah menemukan jodohmu, kamu harus carikan juga untuk Manda, akan sangat menyenangkan jika kalian akan menikah di hari yang sama juga kan! " seru Malika
Ahmad ikut tersenyum
" Bagus juga seperti itu, kalian lahir di hari dan tanggal yang sama, akan sangat istimewa jika menikah di hari dan tanggal yang sama juga " ucap Ahmad
Manda menyenggol bahu Moetia
" Asal jangan dengan pria yang sama " seru Manda
Moetia tersenyum
" Tidak akan, selera kita kan berbeda! " tegas Moetia
" Iya, selera mu pria berkaca mata tebal dengan rambut belah tengah dan pakaian garis-garis " ejek Manda balik sambil tertawa senang
Flashback Off
Malika menepuk tangan Moetia
" Terima kasih sayang, kamu selalu ada disaat Manda membutuhkan mu " ucap Malika tulus
Soraya kembali mengelus lengan Malika
" Kita sudah seperti keluarga Malika, jangan bicara begitu " sahut Soraya
Tiba-tiba datanglah Belinda membawakan banyak makanan dan minuman.
Malika berdiri dan menyambut Belinda
" Mbak Belinda " sapa Malika
Belinda meletakkan makanan nya di kursi
" Sebaiknya kita semua makan malam dulu " seru nya
Moetia menoleh
" Tante " sapa Moetia
Belinda tersenyum melihat Moetia
" Moetia, jadi teman mu itu Manda? " tanya Belinda
Moetia mengangguk lemah
" Iya Tante "
Belinda menghampiri Moetia dan mengelus lengannya
" Sayang sebaiknya kamu juga makan dulu, Manda pasti akan segera sadar. Tadi Tante sudah bertemu dokter, besok dia sudah akan dipindahkan ke kamar rawat " ucap Belinda
" Jadi Tante, ibu nya Bagas? " lirih Moetia
" Kamu kenal Bagas? " tanya Belinda
Malika berdiri dan mendekati mereka
" Aku yang menceritakannya pada Moetia mbak, Moetia ini sahabat Manda dari kecil " jelas Malika
Moetia terus memandang Belinda
' Bagas, aku sudah bertemu ibu mu. Dia sangat baik tapi situasi ini ! ' batin Moetia kembali terasa lara
Mereka pun akhirnya makan malam dengan makanan yang dibawakan oleh Belinda.
Tapi Belinda melihat Moetia sepertinya tidak berselera.
Belinda mendekati Moetia
" Kenapa nak? apa makanannya tidak enak? " tanya Belinda
Moetia menggeleng cepat
" Tidak Tante, makanan nya sangat enak " jawab Moetia sopan
" Lalu kenapa hanya dipandangi saja, makan lah Moetia, kita yang menjaga orang sakit tidak boleh ikut sakit kan " ucap Belinda sambil tersenyum
' Bagas, ibu mu ini sangat baik ' batin Moetia dan matanya sudah kembali berkaca-kaca
Moetia mengangguk paham
" Iya Tante " jawab Moetia lalu mulai menyantap makanannya.
Sementara itu di Bandung.
Setelah mengantar Moetia tadi siang, Bagas memutuskan untuk kembali ke kantor nya.
Tapi yang dia kerjakan hanya membuat Reno makin kebakaran jenggot.
" Bagas, jika kamu disini hanya membuat pekerjaan ku tambah berantakan lebih baik kamu pulang saja " protes Reno
Bagas melemparkan sebuah dokumen pada Reno
" Siapa bos nya, kenapa kamu mengusir ku dari kantorku sendiri " balas Bagas
" Dari tadi kamu hanya mengacak laporan ku, lalu membatalkan semua pertemuan yang sudah ku atur, kamu niat kerja gak sih ? " keluh Reno
Bagas makin kesal dibuatnya, lalu menarik dasi Reno dan mengajaknya duduk di sofa.
" Manda kecelakaan " ucap Bagas
Reno kaget
" Manda kecelakaan? bagaimana bisa? kapan? " tanya Reno
" Kemarin, dan Moetia sedang kesana " lanjut Bagas
Reno makin heran
" Apa hubungannya Manda kecelakaan lalu Moetia kesana? " tanya Reno
Bagas memijit-mijit pelipisnya sendiri
" Manda itu sahabat Moetia " seru Bagas
Reno mengangguk paham
" Lalu apa masalahnya? " tanya Reno belum menyadari
Bagas memukul lengan Reno hingga dia menyadari apa yang dilewatkan nya.
Reno menepuk jidat nya sendiri
" Bagas! situasi macam apa ini, Moetia dan Manda bersahabat, Moetia kekasih mu dan Manda sudah mengejar mu bertahun-tahun, kenapa jadi begini? " tanya Reno
Bagas terdiam, dia sangat takut memikirkan apa yang akan Moetia lakukan jika tahu Manda mengejar Bagas.
Melihat reaksi nya saat mengetahui Manda kecelakaan, Bagas merasa Moetia mungkin akan memilih untuk mengalah.
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐