NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31 Pasangan Pura-Pura

"Kania..."

Gumam Firman tertahan. Pria itu berdiri kaku di atas pelaminan, matanya tak berkedip menatap sosok wanita yang baru saja melangkah masuk ke dalam ballroom hotel mewah itu. Jantungnya berdegup kencang bak ditabuh genderang perang. Ia terkejut bukan main mendapati mantan istrinya ada di sini.

Bukan hanya kehadirannya yang mengejutkan, tapi penampilan Kania malam ini sungguh di luar nalar Firman. Gaun malam indah membalut tubuhnya dengan sempurna, mengekspos lekuk tubuh dan kulit bahunya yang putih mulus. Rambutnya disanggul elegan, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya.

Kania terlihat begitu bercahaya, sangat berbeda dengan sosok wanita berdaster kusam yang sering ia hina di rumah dulu.

"Mas! Kamu liatin apaan sih?!" tegur Mawar dengan nada kesal tingkat dewa. Ia menarik lengan Firman dengan kasar, lalu mengikuti arah pandang pria itu.

Mata Mawar seketika membulat sempurna. Mas Abim? Dan... Kania?!" batinnya menjerit tak percaya.

Langkah Abimanyu dan Kania kini telah mencapai depan pelaminan. Aura dominan Abimanyu langsung mendominasi suasana. Pria itu tersenyum, namun matanya menyorotkan tatapan sedingin es batu.

"Selamat atas pernikahan kalian," ucap Abimanyu memecah keheningan yang canggung itu. Ia lalu menarik pinggang Kania agar lebih merapat padanya. "Kenalkan, ini kekasihku. Kania."

Deg! Kania membeku di tempatnya berdiri. Tubuhnya menegang. Ia melirik atasannya itu dari sudut mata dengan panik.

Kekasih?! Bos gila, tadi di mobil persekongkolannya tidak bilang begini! Bukannya cuma pura-pura jadi pasangan kondangan?! batin Kania histeris.

Menyadari Kania yang mendadak kaku bak patung, Abimanyu diam-diam mencolek pinggang wanita itu dari belakang, memberikan kode keras.

Kania tersentak pelan, segera menguasai keterkejutannya. Ia memaksakan senyum termanis yang ia miliki, menatap tepat ke arah Firman dan Mawar bergantian.

"Eh, iya, selamat untuk kalian berdua," ucap Kania dengan nada suara yang sangat tenang dan berkelas. "Aku dan mas Abi cuma bisa mendoakan yang terbaik. Ini ada sedikit hadiah untuk kalian. Semoga kalian langgeng, ya."

Kania menyodorkan sebuah paper bag kecil berlogo merek mewah. Mawar merampasnya dengan kasar, wajahnya merah padam menahan amarah dan gengsi.

"Makasih," ketus Mawar tanpa menatap mata Kania.

Melihat Kania yang bersikap begitu acuh dan tampak jauh lebih bahagia tanpanya, ego Firman meronta hebat. Rasa penyesalan sekaligus amarah tiba-tiba membakar dadanya. Tanpa sadar, Firman melangkah maju dan langsung mencengkeram pergelangan tangan Kania dengan kuat.

"Kita harus bicara, Kania! Sekarang!" desis Firman tajam.

"Akh! Sakit, Mas!" rintih Kania kaget.

Belum sempat Firman menarik Kania turun dari pelaminan, Abimanyu dengan kasar menepis tangan pria itu hingga pegangannya terlepas. Tatapan Abimanyu menyala buas, seolah siap membunuh Firman detik itu juga.

"Jaga tangan kotormu, Firman!" seru Abimanyu dengan suara bariton yang menggema, mengundang perhatian beberapa tamu undangan di sekitar pelaminan. "Dia kekasihku! Kamu tidak punya hak sedikit pun menyentuh atau membawanya pergi tanpa izinku!"

"Dia mantan istriku Mas. Nggak usah ikut campur urusan kami!" balas Firman tak kalah nyalang.

Melihat suaminya malah berdebat demi membela mantan istrinya di hari pernikahan mereka, kesabaran Mawar habis tak bersisa.

"Mas Firman!!" jerit Mawar histeris, wajah cantiknya kini berubah mengerikan. "Kamu pilih masuk ke ruangan dan bicara sama perempuan gembel itu, atau aku panggil papa sekarang juga buat cabut semua investasi di perusahaanmu yang mau bangkrut itu?!"

Ancaman itu bagaikan sihir yang langsung membungkam mulut Firman. Pria itu menelan ludah dengan susah payah, wajahnya memucat. Ia menatap Kania dengan penuh penyesalan, lalu perlahan mundur, melepaskan egonya demi menyelamatkan perusahaannya.

Abimanyu mendengus remeh melihat kepengecutan Firman. Ia kembali merangkul pinggang Kania dengan posesif.

"Ayo, Sayang. Kita nikmati jamuannya. Udara di sini tiba-tiba terasa kotor," ajak Abimanyu lembut pada Kania, namun matanya menatap sinis pada pengantin di depannya.

"Iya, Mas," balas Kania dengan senyum anggun.

Keduanya berjalan turun dari pelaminan. Kania melangkah dengan sedikit terpincang karena kondisi kaki kirinya, namun anehnya, hal itu tak sedikit pun mengurangi keanggunannya malam ini. Ia justru terlihat seperti angsa yang berjalan dengan kepala tegak.

Banyak pasang mata tamu undangan yang memperhatikan mereka. Kasak-kusuk mulai terdengar dari berbagai sudut meja bundar.

"Astaga, itu pasangan Pak Abimanyu? Sang CEO yang terkenal dingin dan anti wanita itu?"

"Cantik luar biasa ya? Wajahnya mengalahkan pengantin wanitanya. Tapi, kenapa jalannya sedikit pincang begitu?"

"Biarpun pincang, auranya mahal banget, Jeng!"

Jelas saja penampilan mereka menjadi perbincangan hangat. Namun, baru saja Kania hendak mengambil segelas minuman, langkah mereka dicegat oleh sepasang suami istri paruh baya.

Mereka adalah Dahlia dan Dhani, kedua orang tua Abimanyu.

"Abi, siapa wanita yang kamu bawa ini?" tanya Dahlia, menatap Kania dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan kening berkerut.

Abimanyu sedikit menunduk dan berbisik tepat di telinga ibunya, "Dia Kania, Ma. Putri dari almarhum Maheswari."

Mata Dahlia seketika terbelalak lebar, mulutnya menganga tak percaya.

"Apa?! Putrinya? Dia putri tunggal Maheswari? Sahabat Mama yang hilang kontak itu?!" Abimanyu cepat-cepat memberi kode dengan telunjuk di bibirnya agar Dahlia tidak berteriak dan mengundang perhatian lebih banyak orang.

Sementara itu, Dhani selaku ayah Abimanyu menatap jengkel ke arah putranya. Matanya menatap sinis ke arah kaki Kania.

"Papa tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu, Abi," cibir Dhani tanpa basa-basi, suaranya sengaja ditekan agar terdengar tajam.

"Banyak wanita dari keluarga terpandang dan sempurna secara fisik yang sudah Papa jodohkan untukmu. Kenapa kamu malah memilih wanita cacat dan pincang seperti ini untuk dibawa ke acara keluarga?! Bikin malu saja!"

Kania seketika menunduk, hatinya kembali mencelos mendengar hinaan kasar itu.

Namun, sebelum Kania sempat merasa minder, Abimanyu langsung menggenggam tangannya erat, menyalurkan kehangatan. Pria itu menatap ayahnya dengan sorot mata yang tak kalah tajam dan dingin.

"Cacat fisik jauh lebih bermartabat daripada cacat moral, Pa," desis Abimanyu tajam, suaranya menyiratkan ancaman yang membuat bulu kuduk berdiri. "Setidaknya, wanita yang Papa bilang cacat ini memiliki hati yang tulus dan tidak pernah merusak rumah tangga orang lain."

Abimanyu melangkah maju, memangkas jarak dengan ayahnya, lalu tersenyum sangat sinis.

"Jadi, Papa jangan sok suci dan menceramahiku soal kesempurnaan. Ingat, Papa sendiri pernah bermain gila dan berselingkuh di belakang mama, sampai menghasilkan benih haram bernama Mawar, yang sekarang sedang merayakan pernikahannya hasil merebut suami orang itu."

Wajah Dhani seketika pucat pasi bak mayat, sementara Dahlia memalingkan wajahnya dengan raut terluka. Kania menatap Abimanyu dengan takjub, tak menyangka bosnya itu berani melawan ayahnya sendiri demi membela dirinya.

1
tinie
ternyata ditamatkan🤔🤔
Senja: Iya kak zonk ga dapat apa2
total 1 replies
Kukun Sabarno
hanya masalah waktu yang menunjukkan kebenaran💪
Kukun Sabarno
selama ada orang ketiga sekalipun itu mertua atau ipar rumah tangga gak akan aman
Kukun Sabarno
uang dari suami untuk isteri wajib diberikan langsung 👍
MamDeyh
Kakkkk yg ini kapan lagi up nyaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak
Senja: Blm mak gagal semua2 nya🤭
total 1 replies
tinie
gimana rasanya
baru seminggu jadi loo mantu
gimana rasanya s tahun
tinie
karma dibayar kontan🤣🤣
Nice1808
karma dibayar tunai tuti😂🤣🤣🤣
Nice1808
makan tuh karma tuti🤭🤣🤣
Dede Maesaroh
makan tut🤣
MamDeyh
Mau nyukurin takut dosa/Grin/
Senja: waktu dan tempat dipersilahkan mak wkwk
total 1 replies
tinie
wah waah
gimana kalau mawar tau dia hanya anak pelakor
hasil hubungan gelap gulita🤣🤣
tinie
jangan jangan kecelakaan itu sengaja di buat ibunya mawar
agar Dahlia meninggal
namun sayangnya malah bpknya Kania yg kena
truk blong itu
tinie
oh oh
jadi mawar hasil hubungan gelap tooh
dan sekarang hasilnya sama
dia merebut suami orang

hadeeuuh
jadi adik kandung beda ibu
hemm
Fia Ayu
Kenapa gk ngomong, klo si mawar berduri itu anak selengkihan bpk moyangnya, pengen liat komuknya klo dia dengar begitu
Itin
Belum lagi kalau Mawar tau kenyataan bahwa dia hanyalah anak hasil perselingkuhan.... malu gak tuh??
Nice1808
hahhaha mawar ciut klo gk dikasih harta jd mingkemkan🤣
Nice1808
wah pantas abimanyu mulai suka dgn kania🤣🤣trnyata ada unsur balas budi juga 🤭
MamDeyh
Wowwww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!