Mereka bilang hal yang paling membahagiakan adalah ketika bertemu dengan takdir yang dinamakan 'Mate'. Tapi bagiku satu kata itu adalah sebuah kesialan yang tiada akhir.
Dua pengkhianatan sudah cukup untuk membakar sesuatu di relung hatiku yang dinamakan Cinta dan ku pastikan pada takdir bahwa tidak akan ada lagi Mate ketiga, keempat ataupun seterusnya.
Namun Moon Goddess memberikan lelucon lain dalam hidupku. Dia mempertemukan ku dengan seseorang yang mana hanya dengan tatapan matanya mampu membuatku diam tak berkutik, meski otakku berkata tidak namun hati ku tak bisa menyangkalnya.
Dia adalah tadir ku. Dan ku pastikan ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Takkan ada lagi takdir yang lain.
"I AM A WOLF. AND SHE IS MY MOON."
_____________
jangan lupa klik like dan vote ya ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon masayupuspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 24 - Another Soul.
"Kau yakin? Bagaimana dengan kawanan mu? Apa… mereka tidak masalah karena aku pasanganmu? Mereka mungkin akan menolak ku.” Alona berulang kali merasa gugup dan bertanya dengan resah pada Ethan karena hari ini Ethan mengajaknya untuk mengunjungi kawanannya untuk pertama kalinya.
"Jangan khawatirkan apapun mate, mereka semua pasti akan menerimamu.” Ethan menjawab Alona dengan penuh keyakinan bagaimana mungkin mereka takkan menerima Alona? Jika dia adalah pasangan Alpha mereka jelas sekali takkan ada yang berani menentang. Membayangkan akan bertemu dengan anggota keluarga Ethan semakin membuat Alona tegang ia berulang kali mencoba merapihkan dirinya takut untuk memberikan kesan buruk pada kawanan Ethan pada pertemuan pertamanya.
“Kau sempurna… sudah kukatakan jangan khawatirkan apapun.” Ethan terkekeh melihat Alona yang merasa gugup dan berulang kali merapihkan penampilan dirinya itu.
“Tapi…” Alona seakan masih merasa penampilannya kurang baik namun Ethan segera menggenggam tangan Alona menatap matanya dalam sehingga gadis itu seketika menjadi diam tak berkutik.
“Kita pergi sekarang?” tanya Ethan yang kemudian di jawab gadisnya dengan anggun kan pelan. Baru saja Ethan hendak berganti wujud dengan Aro tiba-tiba saja genggamannya pada Alona mengerat, suara geraman kasar keluar dari kerongkongan pria itu nanar mata itu berubah wana menjadi warna emas milik Aro. Alona bertanya tanya apa yang terjadi sesaat sebelum ia terperanjak kaget melihat kembalinya Lucy. Bersama seseorang laki laki di sampingnya. Mereka tak mengenali sosok pria itu dan jelas ia bukan Vampire. Manusia kah?
"Rogue." Mindlink Aro pada Ethan, ‘kenapa dia membawa seorang rogue kemari?’ batin Ethan. Aro menatap nyalang kearah pria asing tersebut menarik Alona ke belakang punggungnya menutupi jarak pandang werewolf asing itu dari Alona.
"Wow! tenang Alpha, dia pasanganku. Jangan coba coba untuk menyakitinya." Lucy segera berdiri di depan pria asing yang ia sebut sebagai pasangannya seolah hendak menengahi diantara keduanya. Namun Ethan tak perduli dengan ucapan Lucy ia menatap Charlos tajam penuh selidik. Charlos hanya berusaha tersenyum getir, tak pernah Charlos duga sebelumnya bahwa pasangannya merupakan anggota keluarga Klan Walcott terutama ia tak pernah menduga untuk bertemu dengan sosok itu di sini secara tiba-tiba. Ethan.
“Senang bertemu denganmu… aku Charlos.” Sapa nya mencoba untuk berusaha terlihat akrab pada Ethan, Charlos mungkin mengenali siapa Ethan namun Ethan tidak mengenalinya. Ethan yang saat ini tubuhnya di kendalikan oleh Aro masih tidak bergeming ia seakan enggan untuk bertukar salam dengan pria asing di depannya.
“Dia mencurigakan, aku sempat tak menyadari ini sebelumnya dia memiliki aura yang berbeda.” Mindlink Aro pada Ethan. Dan Ethan setuju dengan hal itu.
“Aro?” panggil Alona cemas ia menyadari perubahan sikap yang berbeda dari pasangannya ketika pria bernama Charlos itu datang kemari. Suasana mereka kini begitu canggung satu sama lain Lucy bersiap di posisinya kapanpun Ethan akan melakukan tindakan yang mungkin akan melukai pasangannya ia akan siap menghadang serangan Ethan untuk yang pertama, namun suasana Canggung itu tiba-tiba saja pecah ketika dari arah kejauhan terdengar suara lolongan dan juga dentuman keras seakan ada pertarungan terjadi di sana.
“Jack? Rose?! Rose!” Lucy segera melesat pergi dengan cepat. Ia seakan bisa mendengar apa yang terjadi jauh di sana. Charlos segera berganti Shift atau wujud nya membuat Aro sedikit terkejut dengan pergantian wujud mereka seketika mengambil jarak. Namun Charlos bukan ingin menyerang Aro tapi mengejar matenya.
“Alpha! Beberapa musuh menyerang anggota keluarga Walcott!” Mindlink Mike. Seorang yang diutus Ethan sebelumnya untuk mengamankan wilayah Klan Walcott.
“Berapa banyak? Dan siapa mereka?” tanya Aro.
“10 orang. Seseorang keluarga Walcott lainya baru saja tiba tapi aku tak yakin kami bisa menahan mereka. Dua anggota keluarga Walcott yang sedang di serang bersamaku kelihatan sedang tidak baik-baik saja.” Jelas Mike cepat, tanpa berbasa-basi lagi Aro segera bertransformasi ke wujud serigala sepenuhnya. Ia menggigit pelan lengan Alona menariknya seakan meminta Alona untuk naik ke punggungnya dengan cepat Aro memacu larinya dan Alona menggenggam erat bulu-bulu leher nya untuk menyeimbangkan diri agar tidak terjatuh.
Dari kejauhan terdengar suara lolongan dari wolf milik Mike yang tengah di terkam oleh tiga orang wolf sekaligus. Di sisi lain Jack dan Rose bersusah payah mengimbangi serangan para musuh yang tidak mereka kenali identitasnya, sudah jelas mereka pasti merupakan kawanan asing yang bertarung dengan mereka di padang rumput tempo hari. Aro memperlambat larinya kemudian berhenti di sebuah pohon besar tak jauh dari pertarungan di depannya. Mendorong tubuh Alona untuk berdiri di belakang pohon besar tersebut dengan moncongnya dan Alona sekali lagi mengerti akan perintah Aro. Yakin matenya akan aman Aro segera berlari dengan cepat menerjang kearah musuh yang membabi buta menyerang Mike secara bersamaan. Wolf Aro dengan ganas menggigit leher salah satu Werewolf asing itu dan melemparkannya dengan keras. Sosok serigala asing yang dilempar tersebut tampa sengaja menabrak tubuh serigala milik Charlos hingga keduanya mengeluarkan suara ringisan pelan ‘kaing!’ Charlos sejenak terperangah melihat sosok wolf Aro yang tengah bertarung.
Dibandingkan itu Charlos sedikit merasa canggung dalam pertarungannya bagaimana tidak ia mengenal para serigala ini. Mereka mengikuti Charlos selama ini. ‘Sialan Kyle!' batinnya.
Mereka semua terlihat begitu fokus dengan pertarungan masing-masing hingga melupakan Alona di belakang sana.
“Akh!” Alona yang berusaha untuk menyelamatkan diri dengan bodohnya tersandung akar pohon yang mencuat dari tanah. Aro yang mendengar suara tak asing itu cepat memutar kepalanya mencoba mencari keberadaan Alona di tempat dimana ia meninggalkannya sebelumnya namun tempat itu kosong. Tapi mata Aro yang tajam tak bisa di kelabui dengan mudah cukup jauh dari posisi pertarungan mereka Aro menangkap sosok gadis yang ia kenali di depannya juga terlihat dua sosok serigala besar hendak menerkam matenya. Aro menggeram marah ia berlari secepat mungkin menuju gadisnya namun tiba-tiba saja adegan tak terduga terjadi di depan matanya.
Alona menarik dan mengangkat tubuh besar wolf musuh tersebut dengan satu tangan dan membantingnya jatuh ke tanah, suara patahan tulang terdengar jelas di telinga Aro membuatnya tak percaya saat wolf tersebut menggelepar kesakitan karena kesulitan bernafas. Lalu dengan mudahnya Alona menghempaskan sosok wolf lainnya dengan satu tangannya yang lain. Gerakan yang dilakukan Alona cepat ia nyaris terlihat seperti sosok kaumnya. Belum sempat Aro mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Seorang serigala lainnya dari sisi tak terduga berlari cepat hendak menyerang Alona dari belakang. Aro melompat kedepannya menghadang serigala itu membuat sosok serigala musuh itu melonjak kaget. Aro melangkah pelan dengan sorot matanya yang membara, ia menggeram keras menunjukan dominasinya sebagai seorang Alpha.
"MATI KAU!" Maki Aro seraya menerkam wolf musuh tersebut, tak sampai 3 detik serigala berbulu coklat keemasan itu berhasil menggigit putus urat nadi dari serigala musuh. Diikuti lolongan parau menghantarkan musuh kepada kematiannya. Setelah yakin musuh telah tiada Aro berbalik mencari Alona.
Alona berdiri tak jauh dari jasad musuh yang telah terbaring lemas tak bernyawa. Di telapak tangannya Alona mengenggam sebongkah daging utuh yang berdenyut lemah sebelum kemudian lagi sebongkah daging itu berhenti bergeliat. Sebagian tubuh dan wajah Alona kotor oleh darah yang sudah pasti bukan miliknya. Ethan memutuskan untuk mengambil alih tubuhnya kembali dan berganti wujud dengan Aro yang terlihat begitu syok dengan penampilan Alona yang begitu berbeda dan… mengerikan.
"Mate." Panggil Ethan, dan sosok itu merespon panggilannya. Betapa tercekat nya Ethan saat melihat sosok Alona kini ia menyunggingkan senyumannya namun itu bukan senyuman yang berhasil memikat Ethan selama ini terlihat jelas di senyumnya dua buah gigi taring yang sedikit Panjang dan tajam khas Vampire pada umumnya dan Ethan yakin Alona tidak memiliki gigi taring seperti itu. Nanar matanya bukanlah nanar mata yang selama ini selalu berhasil membuat Ethan jatuh hati kala menatapnya, nanar mata bewarna merah semerah darah sekilas Ethan teringat akan penglihatan yang ditunjukkan Penyihir Enchatres itu. Jiwa kedua Alona.
"Aro… dia bukan Alona." Mindlink Ethan pada Aro namun Aro tak meresponya. Aro seperti mematung di dalam sana mencoba mencerna keadaan ini.
"Ethan." Sosok asing yang mirip Alona itu memanggil nama Ethan lembut namun ada kengerian tersendiri dari aura yang ia keluarkan saat memanggil nama Ethan. Sedetik kemudian Alona kehilangan kesadarannya dan nyaris jatuh ketanah dengan keras jika saja Ethan tidak dengan cepat menangkapnya. Jack dan Rose yang melihat kejadian tersebut tanpa sengaja segera melesat menghampiri Alona dan Ethan. Wajah panik dan cemas tercetak jelas di sana.
"Jack." Ucap Rose seraya memandang Jack dengan penuh arti mereka saling menatap satu sama lain seakan tengah berbicara melalui tatapan mata saja.
"Damn, sosok itu berhasil mengambil alih tubuhnya. Dia semakin kuat.” Ujar Jack.
“Dan jiwa Alona kian melemah.” Sambung Rose. Ethan menatap Jack dan Rose bergantian apa yang mereka maksud dengan sosok itu semakin menguat dan Alona melemah?
"Akan kami jelaskan Alpha. untuk sekarang.. Kita semua akan menuju wilayah kawanan mu. Rumah kami tidak lagi aman, mereka bisa saja kembali dengan membawa lebih banyak kawanan aku dan Jack tidak bisa melawan mereka untuk sekarang kami… haus. Kami harus berburu.” Itulah sebabnya mereka terlihat lemah dalam pertarungan kali ini.
“Baiklah.” Tegas Ethan.
Disisi lain, Charlos dan Lucy masih bergumul dengan sisa musuh Lucy nyaris saja di terkam dari samping jika saja Charlos tidak maju dan menerjang musuh. Charlos menggeram keras begitu keras hingga membuat kawanan musuh yang tersisa dipaksa mundur. Charlos tidak ingin membunuh mereka.
“Kalian mengikuti ku?” Tanya Charlos melalui Mindlink pada kawanan musuh itu.
“Alpha Kyle memerintahkan mu untuk kembali Tuan Charlos.” Jawab mereka.
“Aku mengerti, kalian boleh pergi. Cukup sampai di sini pertarungan ini… aku tidak ingin membunuh kalian seperti mereka.” Tegas Charlos. Ketiga Serigala yang tersisa seakan menyadari bahwa mereka kini terpojok dan Charlos sepertinya tidak main-main untuk membunuh jika mereka bersikeras melawan. Mereka pun memilih untuk mundur dan segera pergi. Lucy menatap tak percaya bagaimana Charlos memukul mundur musuh dan mengintimidasi mereka seperti itu. Ada sesuatu yang aneh di sini batinnya, hanya ada satu alasan untuk kaum werewolf bersikap tunduk dan terintimidasi seperti tadi di hadapan seseorang, dia adalah Alpha atau memiliki kedudukan setara dengan Alpha. Bahkan Jared takkan bisa memukul mundur musuh semudah itu hanya dengan mengintimidasi mereka semata.
Charlos segera berganti wujud kembali dengan sosok wolfnya saat yakin bahwa kawanannya sudah pergi cukup jauh, ia membuang nafasnya berat. Ia melihat Lucy seakan sedikit kaget mendapati musuh mundur dengan tenang.
"Lucy." Charlos sedikit merasa tidak enak hati untuk mengatakan hal ini pada pasangannya terutama di saat mereka baru saja bertemu. Namun ini juga demi kebaikan Lucy kakaknya mungkin saja sudah tahu mengenai siapa Lucy dan itu akan membahayakan matenya dan juga Alona keluarganya.
"Ya?" Meski di kepala Lucy itu kini timbul banyak pertanyaan dan kecurigaan tentang matenya, namun suara lembut Charlos yang memanggil lembut namanya seakan menghapus semua keraguan itu.
"Aku harus pergi ke suatu tempat. Ini hal yang penting."
"Apakah kau memiliki kawanan?” Lucy sebenarnya belum sempat menanyakan tentang hal ini pada Charlos sebelumnya, ia bahkan hanya mengira bahwa Charlos adalah Rogue yang berkelana seorang diri tanpa kawanan ketika pertama kali bertemu dengannya. Dan Charlos tidak menjawab pertanyaan Lucy hanya melemparkan senyuman kosong.
"Boleh aku ikut bersamamu?" Pertanyaan Lucy kali ini sedikit membuat Charlos merasa kalut.
"Maaf, mungkin lain kali. Jangan salah paham aku tidak akan meninggalkanmu Lucy, aku akan segera kembali." Lucy menatap Charlos mencoba mencari kebohongan dari setiap kata-katanya namun nihil.
"Baiklah." Lucy tak bisa membantah niat Charlos lagi pula mereka adalah pasangan Charlos takkan membuang Lucy atau semacamnya ia takkan bisa. Charlos lalu mengecup dahi Lucy lama sebelum akhirnya ia berganti shift lalu pergi menjauh.
"Aku… akan mempercayaimu Charlos." Gumam Lucy seraya menatap sosok wolf Charlos yang kini telah jauh pergi.
...TBC...
mohon kelanjutan ceritanya
thank you 🥰
orang aja lagi perang gitu 😁🤣
ceritanya bagus thor.. plot nya jg menarik.. gak bertele2..
cm tanda sambung dalam kalimat aja thor yg perlu di perbaiki peletakan koma (,)dan typo sedikit.. msh wajar..
semangat terus berkarya thor..
thanks for your lovely novel..
alur crita tidak membosnkan.
aq maraton bacax..
#I'm A Special Girl