SEBELUM MEMBACA NOVEL INI, ADA BAIK NYA MEMBACA KISAH ORANG TUA MEREKA DULU BIAR PAHAM. KARENA KISAH INI SALING BERKAITAN DENGAN KISAH SEBELUMNYA 🙆🏻♀️
👉🏻 LOVE MY BIG BOSS ❤️
TENTANG NOVEL INI :
Mengisahkan tentang Avkha, Seorang pewaris tunggal dari keluarga Elzel Putra Pratama yang menikahi Aryn--Seorang gadis yang sudah di kenal Avkha sejak lama, tapi gadis itu sama sekali tak tau tentang dirinya dan bahkan tak menginginkan pernikahan di antara keduanya terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 YANG BUSUK AKAN TERCIUM
Aryn berjalan pelan mendekati pintu rumah. Ada sedikit keraguan, tapi tetap berusaha meyakinkan hati.
Perlahan pintu itu di ketuk, dengan lirihan suara yang memanggil Bibinya.
"Bi, Aryn pulang." Satu kali
"Bibi..." Dua kali
Hingga panggilan ke-3, barulah pintu terbuka.
Tampak Riany awut-awutan karena baru bangun dari tidur nyenyak dan mimpi indahnya tadi malam.
Wajah yang sebelumnya terlihat masih mengantuk seketika menjadi cerah kala melihat Aryn.
Riany menyeret Aryn dengan kasar masuk ke dalam rumah.
"Mana tips yang di berikan Julian?" Riany mulai memeriksa tubuh Aryn kalau-kalau keponakannya itu mendapatkan uang lebih dari Julian karena sudah melakukan pelayanan yang bagus.
"Tips apa, Bi? Gak ada!"
"Jangan bohong, kamu! Sudah berani ya, main umpet-umpetin duitnya."
"Aku gak bohong, Bi. karena aku tidak melayani Julian sedetik pun."
"Apa?!" Mata Riany membulat sempurna, dia menatap Aryn seolah-olah ingin menelan gadis itu sekarang juga.
"Apa kamu bilang, hah?!"
"Aku tidak mau menuruti semua keinginan Bibi lagi!" Aryn mencoba melawan, dia berbalik menatap Riany tajam.
"Berani kamu, ya!" Tangan Riany sudah bersiap akan menampar pipi Aryn.
Tapi ada hal mengejutkan, tangan itu segera di tangkap seseorang.
Seseorang yang Aryn kenal, dan tentu saja Riany juga mengenalnya. Avkha.
"Hentikan semua ini." Ucap Avkha yang begitu dingin tanpa ekspresi menatap Riany.
"B--Bos?" Seketika Riany melemah.
Segera Avkha menarik tangan Aryn, membiarkan gadis itu berdiri di sampingnya.
"Dasar wanita j4la4n9!"
"Bos, apa maksud Bos?" Riany berusaha tenang.
"Kau pikir aku tidak tau dengan kelakuanmu itu?!" Avkha mulai murka.
"Bos, aku tidak mengerti." Riany memasang wajah tanpa dosa.
Sementara Aryn menggenggam semakin erat tangan Avkha.
"Aku sudah mempercayakan semua padamu. Uang sudah aku berikan sebegitu banyak. Kenapa kau mengulangi semua ini? Kau menjual Aryn yang jelas-jelas Aryn masih sah istriku!"
"Ta--tapi aku bersumpah, Bos. Aku tidak melakukan itu." Riany masih setia dengan kebohongannya.
"Demi Tuhan, Bos. Aku tidak melakukan yang Bos sebutkan. Malah, Aryn sendiri yang mau menjual dirinya pada Julian."
Avkha semakin membara melihat wanita yang tidak tau malu di depannya ini. Wanita yang sudah putus urat malunya dan tak tau diri. Dan bisa di pastikan wanita yang berada di hadapannya ini adalah wanita munafik, yang sudah buta mata hati.
"Dengan bukti yang jelas kau bahkan tetap tidak mau mengakui kesalahan?" Avkha menggelengkan kepala.
"Tapi aku memang tidak bersalah, Bos!" Riany tetap teguh pada pendirian.
Lalu masuklah dua polisi yang juga membawa Julian bersama mereka. Julian yang sudah tak berdaya.
"Itu pelanggan mu sudah kami amankan!" Ucap Avkha.
Riany terbelalak, berusaha menyembunyikan wajah malunya.
"Kau masih ingin berkilah? Sedangkan kami sudah mempunyai bukti, saksi, dan bahkan korban?" Lanjut Avkha, dia merasa begitu muak dengan wanita ular di hadapannya itu.
"Ta--tapi, Bos..." Suara Riany semakin bergetar dengan wajah yang memucat.
"Tidak usah banyak omong! Simpan saja omongan mu itu untuk dirimu sendiri! Aku pastikan kau akan lama mendekam di penjara." Avkha yang masih berusaha menahan emosi.
"Kau sendiri yang membuka kandang singa!" Lanjutnya.
Andai saja Avkha tidak memikirkan permintaan Aryn, pasti Riany sudah lenyap dari muka bumi ini.
Lalu dengan sigap Polisi yang lain menangkap Riany. Riany meronta-ronta ingin di bebaskan dan tetap menyebut dirinya tidak bersalah. Memang orang yang tidak tau malu.
"Aryn! Aku Bibi mu! Aku yang merawat mu! Tidak tau terimakasih kamu!" Teriak Riany.
Segera Avkha memeluk Aryn, tangis Aryn tumpah di pelukan suaminya.
"Apa aku bersalah? Apa aku berdosa melakukan ini pada Bibi?" Isak Aryn
"Tidak. Kau hanya salah menempatkan rasa terimakasih mu." Avkha menenangkan Aryn.
"Dan orang itu, dia memanfaatkan mu atas dasar balas budi."
"Orang yang baik, tulus dan ikhlas, tidak akan mengharapkan balasan dari orang lain."
Aryn semakin memeluk erat.
"Aku rasa selama ini kau sudah cukup berbakti padanya."
"Jangan halangi orang jahat yang akan mendapat hukuman atas perbuatannya sendiri."
"Biarkan saja. Mungkin ini bomerang untuk dirinya sendiri."
Aryn mengangguk. Paham.
Lalu mereka semua meninggalkan rumah Riany, dan tentunya kembali ke rumah utama keluarga Avkha.
Aryn menurut tanpa ada beban di hati. Karena memang, itu adalah tempat dia untuk kembali.
*****
Setelah ini, apakah Aryn akan mencintai Avkha?
Cusss... simak terus!
Yang mau masuk Gc yuk! Silahkan 🙏🏻