Pembalasan atas cinta Citra Novichandra Dinata yang merupakan aktris dan model.seorang putri dari pengusaha kaya tapi memilih meninggalkan keluarganya demi menikah dengan kekasih yang ditentang keluarga,
Di hari sebelum pernikahaannya ia di selingkuhi oleh kekasihnya yang merupakan CEO di agensinya dengan rival sesama model di agensinya
Namun datanglah seorang pemuda tampan yang akan membantu dan mendukung ia membalas dendam.
Siapakan pemuda tampan itu?
Bagaimana cara citra membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viona 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Malam ini kami akan kembali ke kota New York
karena bisa istirahat sebentar dari pada pergi besok pagi yang dikejar-kejar waktu dan tidak bisa istirahat.
Kami telah berada di depan pintu rumah setelah makan malam bersama tadi.
kami bertiga pamit untuk kembali ke kota new York.
"Mami,Papi,dan Angel. aku pamit kembali ke kota New York dan mungkin setelah acara itu kami bertiga akan kembali ke Singapura." ucapku.
"Sayang sekali, padahal mami ingin kamu tinggal lama di sini sayang." ucap mami.
"Iya kakak ipar, aku masih ingin main dan bersenang-senang dengan kakak ipar dan juga Ella." ucap Angel.
"Lain kali, kamu harus ke Singapur untuk main bersama lagi." balas Gabriella.
"Pasti, aku akan pergi ke Singapore nanti." kata Angel.
"Iya kamu harus dan wajib untuk berkunjung ke Singapore ." balasku
"Secepatnya aku akan kembali ke sini lagi mami." sambung ku lagi.
"Iya, hati-hati di jalan ya dan hati-hati saat mengemudi ya Al." ucap papi.
"Iya sering-seringlah ke sini lagi dan juga bawa kabar baik ya sayang. " ucap mami padaku yang aku balas dengan angukan kepala.
"Iya papi aku akan mengemudi dengan hati-hati, kami akan berangkat dulu ,sebelum hari terlalu larut." ucap Aldrich sambil memeluk papi ,mami dan juga Angel.
Akupun melakukan hal yang sama sebelum memasuki mobil yang akan melaju.
.
.
.
.
.
.
.
Di perjalan seperti biasa aku duduk di depan dengan Aldrich yang menyetir, sedangkan Gabriella duduk di bangku belakang.
"Hmmmm, suamiku apa aku boleh bertanya sesuatu." ucapku sambil melirik ke arahnya.
"Tentu tanyakan saja apa itu." balas Aldrich.
"Itu......" ucapku terhenti untuk melihat ke arah Gabriella yang duduk di belakang yang telah menggunakan headset di telinganya. " Apa kemarin malam aku melakukan hal aneh?" kata ku lagi melanjutkan perkataanku yang terhenti .
"Memangnya ada apa istriku?" jawab Aldrich yang balik nanya kepadaku.
"I-itu aku bertanya karena tidak dapat mengingat apa yang terjadi kemarin malam.
dan juga aku mendapatkan tanda merah di leherku ini." kataku sambil melihatkan bekas kemerahan yang masih ada itu ke Aldrich.
Aldrich melihat ke arah leherku dan seketika dia merem mendadak mobil itu yang membuat aku dan Gabriella terkejut.
"Aakkhh" teriakku.
"Apa yang terjadi tuan Aldrich?" tanya Gabriella.
"Apa kamu baik-baik saja istriku?" tanyanya padaku ." Tidak apa-apa, aku hanya terkejut saja tadi." ucap Aldrich menjawab pertanyaan dari Gabriella.
"Kalian berdua bisa duduk dengan nyaman kembali " ucap Aldrich dan kembali melajukan mobilnya.
Sesaat kami terdiam......
.
.
.
"Jadi?, apa yang terjadi saat aku mabuk kemarin?" tanyaku lagi.
"Tidak ada yang istimewa, hanya kamu yang meracau dengan tidak jelas." balas Aldrich sambil tersenyum-senyum.
"Ihs, pasti terjadi sesuatu. karena mami dan Gaby bertanya hal yang aneh padaku, benarkan Gaby?" ucap ku dengan melihat ke arah Gabriella yang telah tertidur lelap kembali.
'Dasar Gaby, baru aja eh dianya udah tidur. dasar putri tidur' ucapku pelan dengan kesal ke arah Gabriella.
"Apa yang di tanyakan oleh mami kepada mu istriku?" ucapnya.
"Mami dan gaby bertanya, apa kemarin malam terjadi hal yang panas? kata mereka berdua dan aku tidak mengerti akan pertanyaannya itu. " ucapku.
"Mungkin maksud mereka bertanya seperti itu karena mukamu yang memerah karena terlalu mabuk." ucap Aldrich berbohong karena ia ngak mau aku salah paham karena melakukan hal itu saat aku dalam keadaan tidak sadar.
Aku hanya mengangguk dan memikirkan perkataan Aldrich yang ada benarnya tapi terkesan mengada-ada menurutku..
...........
........
....
..
.
4 jam terlah berlalu kami memesan hotel untuk beristirahat sebelum hari pagi karena sekarang telah jam 12.26 malam.
hotel kami menginap berbeda dengan hotel yang kemarin.
Seperti biasa aku akan sekamar dengan Aldrich dan Gabriella akan tidur sendiri lagi dengan kamar suite room yang telah di pesan oleh Aldrich.
Karena kami lelah dalam perjalanan tadi, kami hanya lansung tertidur pulas.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya
seperti biasa aku akan memulai hari dengan olahraga dan sarapan setelah membersihkan diriku.
"Istriku kau bisa pergi ke acara itu dengan menggunakan mobilku." ucap Aldrich.
"Tidak usah suamiku, aku akan menaiki taxi saja berdua denga Gaby." balasku.
"Kenapa istriku?, mobilku juga merupakan mobilmu istriku." katanya lagi.
"Bukan seperti itu, aku hanya ingin melancarkan rencanaku saja suamiku." jelasku.
"Apa rencanamu itu istriku?" tanya Aldrich penasaran.
"Biarlah ini jadi kejutan saat kamu mengetahuinya dan membuatmu bangga akan rencanaku ini." kataku.
"Baiklah,aku tunggu pertujukanmu itu." ucapnya.
"Aku akan pergi dulu suamiku, karena Gaby telah menungguku di lobi." ucapku.
"Tunggu istriku." ucapnya yang membuatku berhenti dan melihat ke arahnya
Aldrich mendekat ke arahku dan mengecup kening ku dengan lembut, dengan perbuatannya itu membuat pipiku merona.
"Hati-hati di jalan istriku." ucapnya lagi.
"Iya, aku akan berhati-hati." ucapku dan berlalu keluar kamar menuju ke dalam lift ke lantai satu tempat Gabriella menungguku di lobi hotel......
.....
.....
Bersambung........
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, comen dan vote ya teman-teman☺️
salam sayang dari author 😍
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏