Novel ini bercerita tetang Lian Herman yang mati karena serangan jantung dan bereinkarnasi kedunia Narian dan mendapatkan system,
Narian adalah dunia ajaib dengan sejarah ratusan ribu triliun tahun yang sangat besar beribu ribu kali bumi, disana terdapat prajurit sihir dari berbagai ras unik yang sangat banyak dan sulit dijelaskan yang masing masing memiliki domain atau wilayahnya tersendiri.
setelah mengetahui betapa besarnya dunia ini dan dia juga tahu bahwa dia mempunyai sistem, Lian Herman bertujuan untuk menjelajahi dunia ini dan juga menjadi yang terkuat tentunya.
apakah tujuannya akan berhasil atau tidak ? tidak ada yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhtaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch 24. menerobos pengerajin tingkat 6
Tidak ada masalah selama perjalanan hanya memakan waktu setengah jam lebih akantetapi saat memasuki ruangan kakek Ruyat dia tidak ada disana setelah itu Master Numir membawa Lian dan Gianna ke tempat pemurnian.
Tidak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai diluar tempat pemurnian terdengar suara palu memukul baja saat mereka sampai.
Master Numir menjelaskan sambil berjalan mendekat ke tempat pemurnian.
"Tuan muda dan nona Eurian sepertinya Temanku Ruyat dia sedang dalam proses memurnikan senjata saat ini..."
Mendengar ini Puttri Rurian berbicara dengan serius kepada Master Numir.
"Apakah kami tidak akan mengganggunya dengan kedatangan kita ? "
Mendengar puttri Master Numir menjawab dengan santai sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa puttri !, mungkin ini juga kesempatan bagi Tuan muda untuk melihat seorang ahli pengerajin tingkat lima memurnikan harta sebagai pengalaman"
Lian mendengar ini dia hanya mengangguk tidak menyela,
lagian itu juga benar karena selama ini dia juga belum tahu bagaimana seorang pengerajin yang sebenarnya memurnikan harta tanpa bantuan sistem.
Setelah itu mereka sampai di tempat pemurnian,
terlihat bahwa tempat pemurnian ini 10 kali lebih besar dari pada tempat pemurniannya sendiri yang dekat tempat tinggalnya, dan tungku api yang ada ditempat ini sangat besar 100 kali lipat yang dia memiliki.
Dan di tengah-tengah ruang pemurnian seorang lelaki tua yang berwajah sangar terlihat wajahnya sedang serius banyak keringat menetes di wajahnya dia kini terlihat penuh konsentrasi.
Master Numir melihat ini dan berhenti dia berkata kepada Lian dan Gianna dengan nada serius.
"Tuan muda Nona Eurian maaf !, sepertinya kita tidak bisa mendekat sekarang karena temanku Ruyat sedang dalam masa kritis dalam proses pemurnian harta sekarang"
Puttri juga serius melihat ini karena dia juga tahu tentang hal ini Karena saat ini kakek Ruyat sedang berkonsentrasi penuh mengendalikan fikiran, roh, run sihir, energy yang ada di tubuhnya dan energy alam yang ada disekitarnya ditambah kontrol api dan kalau sampai terganggu sedikit saja maka konsekuensinya akan buruk dan yang paling ringan mungkin kakek Ruyat akan menjadi orang idiot dan yang terburuk dia pasti mati.
Lian juga melihat ini dia sangat antusias sekarang karena cara pemurnian ini sangat berbeda dibandingkan dengan dirinya saat itu yang hanya melemparkan bahan bahan ke tungku pemurnian seperti membuang sampah.
Saat ini kakek Ruyat dengan teliti memeriksa harta yang dibuatnya dengan kesadaran rohnya agar tidak ada cacat dan disaat bersamaan dia juga mengendalikan fikirannya dan energy yang ada ditubuhnya untuk mengukir run-run sihir yang sangat banyak dan mengontrol api dengan energy alam untuk membentuk harta yang ingin dibuatnya.
Kakek ruyat sangat serius dengan hal ini sampai dia juga tidak menyadari kedatangan tamu yang saat ini dengan penuh perhatian menontonnya.
Proses itu lumayan lama memakan waktu 2 jam dan saat run-run sihir kecil dan inti run sihir besar sudah selesai kakek ruyat kemudian menyuntikkan energy yang ada diseluruh tubuhnya kedalam harta tersebut.
Seketika api merah panas yang terlihat oleh mata menyelimuti harta yang dibuat oleh Master Ruyat menjadi bola merah,
Master Ruyat tidak berhenti disini dia kemudian langsung memeriksa kedalam bola merah tersebut dengan kesadaran rohnya disaat bersamaan juga dia mengendalikan energy alam yang ada disekitarnya dan membimbing mereka kedalam bola merah tersebut,
energy tadi yang dimasukkan oleh Master Ruyat dikendalikan oleh roh dan fikirannya untuk membentuk harta.
Proses itu sangat kritis dan perlu kehati-hatian, lian yang melihat ini sangat terkejut dan mulutnya dari tadi sudah membentuk huruf o.
Ini ini sangat luar biasa !,
3 jam kemudian yang hening dan hanya suara seseorang yang memurnikan harta yang bisa terdengar akhirnya Master Ruyat menyelesaikan pemurniannya terlihat cahaya merah emas dan hitam perlahan menghilang setelah itu muncul harta pemurnian yang dibuat oleh kakek Ruyat.
Master Ruyat memegang harta tersebut yang kini terlihat bahwa bentuk hartanya adalah sebuah pedang panjang berwarna merah emas dan hitam yang terlihat sangat indah,
Master Ruyat melihat dengan kesadaran rohnya kedalam pedang tersebut dan saat ditemukan bahwa tidak ada masalah dan ini adalah harta yang sempurna dia tertawa seperti orang gila.
"Hahahaha....akhirnya...akhirnya aku aku Ruyat Ruban sang pengerajin kerajaan tingkat lima menerobos pengerajin tingkat 6 hahahaha...."
Kakek Ruyat berhenti disini sebaliknya dari ekspresi senang tadi dia langsung menangis terharu karena teringat perjuangannya selama 500 tahun yang menyakitkan hanya untuk menerobos pengerajin tingkat 6, dia berkata dengan ekspresi mengenang didalam hatinya.
"Ini adalah perjalanan yang panjang akhirnya dengan kerja keras dan kesabaranku aku !, Ruyat Ruban bisa mencapai apa yang kuinginkan "
Master Numir melihat ini dan dia juga sangat antusias dan tersentuh dengan kerja keras seorang temannya ini selama ratusan tahun hanya untuk menerobos setelah itu dia berjalan perlahan di ikuti oleh Lian dan Gianna.
Lian melihat bahwa tadi kakek Ruyat senang dan saat ini dia menangis dia sangat aneh, tapi dia tidak menunjukkannya dan dengan patuh mengikuti master Numir.
Mungkin karena Lian tidak mengerti apa arti kerja keras bahkan di dunia sebelumnya bumi selama 18 tahun hidupnya dia tidak pernah bekerja keras bahkan tujuan hidup pun dia masih menyontek dari temannya,
Dan saat ujian sekolah atau saat masuk perguruan tinggi dia tidak pernah serius ditambah sekarang dia sudah memiliki sistem dia sangat tidak tahu dengan arti dari kata ambisi mengejar tujuan atau perkataan yang sama lainnya dia selama ini hanya hidup mengalir bagai air,
Mungkin setelah bereainkarnasi dan mengetahui bahwa dunia ini sangat besar dan penuh dengan keajaiban di tambah tubuh tak tertandinginya yang tidak bisa dihancurkan dia mempunyai keinginan untuk menjadi kuat, tetapi itu hanya keinginan tidak sampai menjadi tujuan hidup dan selebihnya karena dia tahu dengan sistem ini dia akan ditakdirkan untuk menjadi kuat.
Master Numir sampai didekat kakek Ruyat, kakek Ruyat tetap tidak sadar dengan kehadiran mereka, sampai Master Numir menepuk pundak kakek ruyat, dan berkata sambil tersenyum cerah.
"Temanku selamat ini semua karena kerja kerasmu sekarang kamu sudah menjadi seorang pengerajin tingkat 6 dan di takdirkan bahwa temanku ini akan menjadi pengerajin tingkat 6 pertama di domain timur khusus manusia selamat temanku"
Mendengar suara temannya ini kakek Ruyat langsung berbalik dia sangat terkejut sekaligus bingung.
Kenapa temannya ini datang kesini apakah dia tahu tetang aku yang akan menerobos tetapi itu tidak mungkin seharusnya ini menjadi rahasia.
Setelah memikirkan ini Kakek Ruyat berkata dengan terkejut sekaligus heran.
"Numir !, kamu datang ketempat ini ada apa ?"
Master Numir melihat ini dia hanya tersenyum dan melihat kearah Lian dan Gianna, setelah itu melemparkan surat kepada Kakek Ruyat dia berkata sambil tersenyum.
"Periksalah sendiri !,"
Kakek Ruyat sangat bingung sekarang tetapi dia tidak memikirkannya dan langsung membaca surat tersebut.
Saat membacanya dia terkejut dan langsung melihat kearah Lian dengan antusias setelah itu dia berkata kepada Numir dengan wajah tidak percaya.
"Ini...ini...apakah ini benar ! Numir !?."
"Yah...sebenarnya aku tidak percaya tetapi Tuan muda berkata bahwa dia bisa membuktikannya dan juga raja juga sudah memerintahkan..."
Dia berhenti disini menghela nafas setelah itu dia melanjutkan
"Dalam surat tersebut disebutkan bahwa biarkan Master Ruyat yang memilihkan untuk lian secara langsung tehnik pengerajin tingkat 2, dan biarkan Lian membuktikannya"
Disaat bersamaan juga saat Master Numir berkata kakek Ruyat juga telah selesai membaca surat tersebut.
Saat Master Ruyat mengerti situasinya dia kembali melihat Lian dengan antusias dan berkata dengan nada seorang Master sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ha...ha...ha...aku tidak menyangka Tuan muda Lian yang paling muda akan menjadi seorang jenius pengerajin"
Lian mendengar ini dia hanya tersenyum lalu berkata dengan tenang.
"Apakah kamu kakek Ruyat yang di ceritakan oleh ayahku sebagai pengerajin kerajaan tingkat lima ?"
Lian berhenti disini dan melanjutkan dia berkata dengan antusias.
"Aku tadi melihatmu memurnikan harta !, itu sangat keren sekali dan luar biasa sungguh aku tidak bohong !"
Mendengar pujian langsung dari lian Master Ruyat menjadi semakin bangga dan percaya diri dia langsung berkata dengan santai sambil tertawa.
"Hahaha...tuan muda lian apakah aku tadi sangat luar biasa apakah kamu ingin belajar dariku dan memujaku sebagai Guru !, "
Master Ruyat mengatakan ini dengan santai tetapi dia juga penuh harap, karena siapa yang menyangka seorang pengerajin tingkat 2 berusia 15 tahun bahkan mungkin seorang pengerajin tingkat 1 berusia 15 itu sangat mustahil.
Dan Master Ruyat mempunyai kesempatan untuk menjadikannya seorang murid apakah dia akan membiarkannya.
Tidak mungkin !.
Tetapi apa yang dikatan Lian tidak sesuai apa yang diinginkannya,karena dia berkata dengan sungguh sungguh.
"Tidak perlu orang tu...maksudku Master Ruyat itu tidak perlu !,"
Mendengar ini wajah Master Ruyat muram.
Hei siapa yang bilang bahwa tehnik pemurnianku sangat luar biasa, bukankah itu kamu Tuan muda !,
Master Ruyat ingin marah tetapi tidak jadi dia kemudian menghela nafas dan berkata.