Aku masuk ke dalam dunia novel dan menjadi tokoh antagonis yang memiliki kisah hidup yang tragis.
Bagaimanapun juga aku harus tetap hidup! Dan membuatmu jatuh cinta kepadaku...
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
100% hasil pemikiran Author. Bukan novel terjemahan.
Genre : fantasy, time travel, misteri, romance.
Time Travel, tapi tidak mengandung unsur reinkarnasi.
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThePalecat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 : A Little Nightmare 2
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Aku masih duduk di taman dengan mata yang tidak berhenti menatap cincin pernikahan dengan ruby yang indah di tengahnya, dan kini tersemat di jari manis ku.
Luciana menikah dengan joseph.
Bagaimana pun juga, di dalam novel mereka adalah pasangan yang ditakdirkan. Tapi aku takut hal itu terjadi, aku ingin joseph tetap bersamaku. Apa aku boleh egois untuk kali ini?.
" rebecca, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu".
Tiba-tiba sekelebat awan hitam datang dan mengubah segalanya menjadi hitam.
"ada apa?".
"bagaimana bisa, Epedhra tidak bersekutu dengan Pechr. Padahal di novel aslinya mereka bersekutu kan??". Tanya ku kepada rebecca.
"entahlah, aku juga tidak tahu kenapa. Terlalu banyak berubah dari novelnya kan?".
" ya. pertama, di dalam novel, tidak ada kekuatan seperti sihir itu. Kedua, Pechr yang berperang dengan Erneuth malah bersekutu. Ketiga, Epedhra bukan sekutu Pechr".
Rebecca hanya diam.
" kenapa diam saja? Bukankah kamu yang membawa ku kesini. Seharusnya kamu tahu!".
"aku hanya membawamu kesini! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya!". Ucap rebecca kesal karena ucapanku.
"eh? Selow mbak, ga usah ngegas!".
"kamu bilang apa? Bahasa apa itu?". Ucap rebecca heran. Hati kecilku tertawa mendengar nya.
"Lupakan!. Yang pent-".
"tunggu!". Ucap rebecca tiba-tiba memotong ucapanku.
" ada apa?". Ucap ku heran, melihat ekspresi rebecca yang terlihat cemas.
"aku merasa aura yang kuat semakin mendekat kepadamu". Jantungku berdegup kencang, bagaimana ini?.
" A-apa yang harus aku lakukan?". Ucapku pelan.
" Apa aku bisa menyerangnya sekarang?".
" jangan gila!! kamu tidak akan bisa menang, thania".
Rebecca lalu diam sambil memutar kepalanya ke segala arah. Itu malah membuatku semakin khawatir.
" Aura nya sudah menghilang". Mendengar perkataan rebecca akhirnya aku bisa bernapas lega.
" Aku pergi dulu" . Rebecca langsung pergi dan semuanya kembali seperti semula.
Eh? Kenapa tiba-tiba? Padahal aku belum selesai bicara. Sudahlah, sepertinya ada hal yang harus dia urus. Hm, apa hantu juga punya urusan? Untuk apa aku memikirkannya.
" tuan putri cantik". Ucap Lauryn tiba-tiba ada di belakang ku.
" ya?".
" ayo, bermain bersama!". Ucap lauryn riang sambil menarik-narik tanganku, aku tersenyum lalu mengenggam tangannya.
" ayo kita pergi kesana!". Gadis kecil itu menunjuk ke arah taman lavender ku, di berlari semangat, sampai akhirnya...
Brakk...
" lauryn, ada yang luka?". Tanya ku khawatir melihat lauryn yang bersiap untuk menangis. Sambil menunjuk lututnya yang terluka.
" s-sakittt".
" peri-peri kecil akan datang untuk menyembuhkan mu, kamu tutup mata ya?".
" wah,, benarkah? Baik, aku akan menutup mata". Dia langsung menutup matanya dengan kedua tangan kecilnya itu. Ini bisa menjadi kesempatan untuk membuktikan kekuatan ku benar-benar bisa menyembuhkan atau tidak.
Aku mengeluarkan cahaya dari tanganku dan mengarahkan nya ke arah luka di kaki lauryn.
Dan, hebatnya luka lauryn langsung hilang tak berbekas. Ini terasa tidak nyata, ini seperti film fantasi yang sering aku tonton. Benar-benar menakjubkan!.
" sekarang buka matamu... Bagaimana? Masih sakit?". Gadis kecil itu menggeleng cepat sambil tertawa ceria.
" dimana peri-peri itu? Aku ingin mengucapkan terima kasih". Ucap lauryn dan matanya masih mencari-cari keberadaan peri itu.
" mereka sudah pergi, mereka sangat pemalu. Tapi, jika kamu ingin mengucapkan terima kasih, mungkin mereka dapat mendengar nya". Ucapku kepada lauryn, ia terlihat senang dan berteriak mengucapkan terima kasih. Aku terkekeh melihatnya.
" lauryn, aku pergi dulu". Karena mendengar ucapku, gadis kecil yang awalnya berlari-lari mengejar kupu-kupu itu langsung berhenti.
" tapi aku masih ingin bermain dengan tuan putri cantik..."
" kita bisa bermain lagi esok. Jangan sedih". Lauryn hanya mengangguk dan melambaikan tangannya kepada ku, aku membalas lambaian tangannya itu dan langsung pergi meninggalkan taman.
Aku bosan, bagaimana jika aku pergi bertemu ratu, mana tau aku akan bertemu dengan joseph disana.
▫️▫️▫️▫️▫️
" salam ibu ratu".
" sudah lama tidak berjumpa ya, elisha". Ucap ratu setelah mempersilahkan ku untuk duduk.
" kecantikan anda terlihat serasi dengan cuaca cerah hari ini". Ucap ku sambil tersenyum.
" hohoho, kamu masih saja berlebihan elisha". Ucap ratu Margaretha sambil tersenyum senang.
Hehe, itu bukan pujian. Kecantikan mu memang serasi dengan cuaca yang cerah hari ini, panas dan gersang. Untuk apa aku bersikap tulus kepada orang licik ini.
Setelah berbincang-bincang dengan ratu aku pamit undur diri. Aku ingin menghabiskan waktu ku berkeliling istana yang sangat megah dan besar ini. Aku meminta pelayan dan pengawal untuk tidak ikut denganku, karena aku tidak suka di awasi.
" hah, benar-benar menyenangkan disini".
" salam tuan putri". Ucap para pelayan istana ketika melihatku. Aku tersenyum manis kepada mereka, aku ingin meninggalkan kesan yang baik bagi mereka.
" tegakkan tubuh kalian," ucapku sambil tersenyum dan melambaikan tanganku sebagai ucapan perpisahan.
" benar-benar putri yang sempurna".
" ya, dia juga cantik dan memiliki hati bagai malaikat".
" dia bahkan tersenyum kepada kita".
" benar, para bangsawan dan keluarga kerajaan menganggap itu adalah hal yang rendah, tapi tuan putri elisha tersenyum manis kepada kita".
" senyumanya bahkan lebih manis dari madu".
" dia adalah bidadari yang sesungguhnya".
Aku masih berjalan seolah-olah tidak mendengar apa-apa. Pelayan-pelayan disini bahkan lebih berlebih-lebihan daripada hana. Ingin aku lari dari kenyataan ini.
Jangan dengarkan, thania. Jangan dengarkan.
Aku mendengar suara 2 orang sedang berbincang. Dan suara mereka terdengar tidak asing. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat ku ingin menguping pembicaraan mereka.
Aku bersembunyi di balik semak yang ada tidak jauh dari mereka, setidaknya aku bisa mendengar apa yang mereka katakan.
" apa yang kamu lakukan pada mereka?".
" aku hanya mematahkan tangan dan kakinya saja". Suara dingin dan sadis itu terdengar seperti joseph, apa itu joseph. Aku sangat yakin itu joseph.
" pasti di hadapan raja tua itu lagi kan? Sudah kuduga". Ucap seseorang kepada joseph, mungkin morgan.
" Lagi-lagi dia memanggilku hanya untuk membicarakan putri erneuth itu! Membuang-buang waktuku saja". Ucap joseph emosi. Jadi, raja memanggil joseph untuk membicarakan tentang luciana. Bagaimana jika mereka benar-benar akan di jodoh kan?!!.
" kenapa tidak dua dijodohkan dengan ku saja? Aku rela jika harus memiliki banyak selir nantinya". Ucap morgan yang terdengar agak, mengerikan.
" dia tidak ingin putri dari kerajaan lain menjadi ratu di kerajaan ini".
" aku bisa menjadikan nya selir, tanpa harus menjadi ratu. Mudahkan?". Ucap morgan enteng.
" apa masih ada otak di kepalamu?! Bagaimana mungkin seorang putri mau menjadi selir di kerajaan lain!". Ucap joseph dengan nada yang naik beberapa oktaf.
Bagaimana ini? Sepertinya keputusan raja benar-benar tidak dapat di bantah!
Bersambung : A Little Nightmare 3
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Jangan lupa like, comment dan tambahkan ke favorit.
Salam hangat
_ThePaleCat
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️