hai,,,,hai,,,author datang lagi menyapa dengan karya yang kelima, maaf jika masih banyak terdapat typo-typo.
Gimana ceritanya jika gadis yang dijodohkan denganmu merupakan salah satu mahasiswi di kampusmu dan ternyata gadis yang selama ini menghuni hatimu??? apakah gadis tersebut juga akan mencintaimu???akankah berakhir bahagia ????
penasaran????yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi penulis, tidak mewakili MangaToon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
happy reading 💞💞💞
Selesai bersantap siang sebenarnya Gladis masih ingin melanjutkan jalan-jalan meskipun masih lelah akan tetapi suasana hatinya yang sudah hancur membuatnya ingin cepat-cepat kembali ke hotel.
Sementara itu Mina mengikuti mobil mereka tanpa.diketahui oleh Khalil.
"Sayang,,,tadi katanya masih ingin jala-jalan kok malah sekarang langsung ke hotel." tanya Khalil hati-hati karena melihat istrinya tak seceria ketika mereka tiba
"Aku capek mas,,,," jawab Gladis dengan ekspresi yang sulit ditebak
"Ya udah, besok aja kita jalan setelah mas kerja ". kata Khalil mengalah
"Gak usah dipaksakan mas, toh besok Serena juga udah disini " ujar Gladis dengan sedikit tersenyum.
Tak lama kemudian mereka tiba di hotel Four Seasons Istanbul tempat mereka menginap
Kemudian Gladis bergegas memasuki lift ingin segera membersihkan diri dan tidur untuk menghilangkan perasaan yang mengganggu pikirannya
'ada apa denganku???kenapa perasaanku jadi tidak tenang dengan kejadian di restoran tadi???apa aku sudah mulai ada rasa pada mas Khalil???tapi bukankah wajar jika seorang istri merasa terganggu jika melihat seorang wanita menatap suaminya dengan tatapan berbeda??? ' batin Gladis bermonolog
"Sayang,,,,ayo keluar, ada apa,,,dari tadi mas lihat kamu melamun,,,,,". tanya Khalil penasaran dengan perubahan istrinya
"Gak apa-apa mas, mungkin aku kelelahan aja"..jawab Gladis beralasan.
"Kamu duluan aja mandinya sayang,,,,mas akan mengecek email dulu ". kata Khalil mengeluarkan laptopnya dan duduk di sofa.
Tanpa berkata-kata, Gladis langsung mengambil handuk dan baju ganti kemudian masuk ke kamar mandi. Agak lama Gladis menata perasaannya yang tiba-tiba aneh menurutnya dan permintaan mama mertuanya yang juga terngiang-ngiang ditelinganya dalam waktu bersamaan membuatnya dilema.
"Sayang,,,,jangan lama-lama, mas juga gerah nih " teriak Khalil sambil mengetuk pintu.
"Iya,,,aku udah selesai kok,,,," ujar Gladis juga sedikit berteriak
"Kalo mau melamun jangan dikamar tapi di tempat tidur aja sambil peluk-pelukan bareng mas " kata Khalil sebelum menutup pintu kamar mandi.
'shit,,,wangi tubuh Gladis membuatku menegang ' batin Khalil yang tak dapat lagi menahan hasratnya.
Khalil menyelesaikan ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang tak tenang.
Gladis yang sejak tadi berusaha tidur jadi terganggu dengan Khalil yang naik ke tempat tidur dengan buru-buru.
"Ada apa mas???kenapa buru-buru kayak gitu". ujar Gladis membalikkan badannya ke arah Khalil
"Mas hanya tidak ingin kamu tidur lebih dulu sayang,,," kata Khalil sambil memeluk tubuh Gladis yang wanginya sangat disukai oleh Khalil
Entah siapa yang memulai mereka berpelukan dan perlahan saling menempelkan bibir kemudian saling memagut dan bertukar saliva, dan terjadilah sesuatu yang seharusnya mereka lakukan sejak malam pertama.
Karena terlalu lama menahan hasratnya, mereka melakukannya hingga berulang kali, hingga mereka kehabisan tenaga. Lalu tertidur tanpa sanggup lagi untuk sekedar membersihkan sisa-sia percintaan mereka.
Jam makan malam pun mereka hanya lewatkan dikamar saja, karena keadaan Gladis tak memungkinkan untuk keluar kamar.
Skip
Pagi hari setelah membersihkan diri dan sarapan, kemudian Khalil berangkat ke kantor untuk menyelesaikan masalah perusahaannya yang bergerak di bidang property.
Sedangkan Gladis melanjutkan tidurnya karena semalam tidurnya hanya beberapa jam saja.
'Astagaaa,,,,,ternyata udah siang pantas aja, aku kelaparan.' kata Gladis pada dirinya sendiri sambil memegang perutnya yang terasa nyeri
Karena Khalil belum pulang, akhirnya Gladis memutuskan untuk keluar berjalan-jalan sekalian mencari makan, meskipun baru pertama kali berkunjung ke Turki akan tetapi Gladis bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkungannya meskipun dalam hal bahasa agak susah karena sejak kecil Gladis hanya diperkenalkan dengan bahas Inggris.
Ketika akan keluar dari lift Gladis dikejutkan dengan pemandangan yang membuat dadanya kembali sesak dan memutuskan untuk menguji kejujuran suaminya.
me
Assalamualaikum mas
^^^Annoying man^^^
^^^Waalaikumsalam,.sayang,,,,^^^
me
mas dimana, masih sibuk ya
^^^Annoying man^^^
^^^iya sayang, mas masih sibuk^^^
Gladis meringis membaca pesan Khalil, lalu melanjutkan langkahnya dengan berlindung disamping laki-laki yang kebetulan akan keluar hotel juga.
Dengan perasaan galau, Gladis tetap melangkah dengan anggun mencari makanan.
Tiba di sebuah restoran Gladis dengan kalap memesan beberapa makanan yang nampaknya enak dan menikmati makan siangnya dan melupakan sejenak kegundahannya
Rena
Dis,,,,aku udah dipesawat
^^^me^^^
^^^ok, hati-hati^^^
Gladis lalu menyelesaikan makan siangnya dan kembali menyewa taksi untuk membawanya ke Topkapi Palace
Topkapi Palace , Istana megah peninggalan Turki Ustmani adalah bangunan pusat pemerintahan Turki sekaligus istana yang merupakan salah satu peninggalan Turki Ustmani. Keindahan bangunan kesultanan zaman dahulu ini masih terasa lengkap dengan keramik aneka motif dan kaligrafi yang menempel didinding setiap ruangannya.
Gladis terus memandangi istana nan megah zaman dahulu dengan takjub meskipun hatinya merasakan nyeri namun Gladis berusaha menepisnya sampai kemudian ponselnya berbunyi, tertera Annoying man is calling.... tapi diabaikan entah mengapa hanya melihat ID pemanggil saja membuat butiran kristal diujung matanya bertumpuk ingin dikeluarkan.
Tak lama berselang sebuah pesan masuk lagi diponselnya dari orang yang sama namun tetap diabaikannya juga.
'maafkan aku mas, aku belum bisa menata hatiku, biarkan untuk beberapa jam kedepan aku menikmati dan menghirup udara Turki'. monolog Gladis dalam batinnya.
Waktu terus berlalu, karena merasa sudah cukup lama menghabiskan waktu mengelilingi Topkapi Palace akhirnya Gladis pulang ke hotel dengan menggunakan taksi.
"Sayang,,,seharian kemana aja, mas sangat khawatir " kata Khalil memeluk istri cantiknya
"Maaf mas, karena mas SIBUK jadinya aku cari makan siang dan sekalian jalan-jalan ". ujar Gladis melepas pelukan Khalil
"Mas takut kamu kenapa-kenapa, panggilanku tak dijawab dan pesanku pun tak dibaca." kata Khalil dengan wajah khawatir
"Mas gak usah khawatir, aku bukanlah wanita seperti itu.". ujar Gladis berjalan masuk ke kamar mandi tanpa melihat wajah Khalil.
'ada apa dengan Gladis, bisa kurasakan perubahan sikapnya' batin Khalik bermonolog
Didalam kamar mandi, Gladis berusaha menghilangkan prasangka buruknya pada suaminya dan berharap suaminya menceritakan kegiatannya hari ini seperti ayahnya yang selalu bercerita pada bundanya ketika pulang kerja.
"Aku istirahat dulu ya mas, rasanya sangat melelahkan seharian di luar ". kata Gladis seraya membaringkan dirinya.
"Istirahatlah sayang, kita makan malam diluar sekalian jalan-jalan ". ujar Khalil
"Aku capek mas, besok aja sekalian sama Serena ". kata Gladis seadanya
Tanpa berbicara lagi, keduanya mengambil posisi tidur masing-masing.
Khalil tak benar-benar tidur memikirkan Gladis yang hanya menjawabnya asal. Berharap dengan kedatangan Serena bisa merubah segalanya seperti pada awal mereka datang.
Entah sampai jam berapa Khalil terjaga sampai kemudian ikut mengarungi mimpi dengan harapan esok akan lebih cerah.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
selesai satu bab,,,semoga dapat menghibur readers yang masih setia menunggu update cerita.
maaf untuk saat ini author belum bisa crazy up 🙏🙏🙏🙏
author tak bisan-bosannya mengingatkan selalu untuk jaga kesehatan karena sangat penting bagi kita semua
jangan lupa pula vote dan komennya serta dukungan yang lainnya, ya
salam hangat dari author
^^^Makassar,.04 Januari 2021^^^