Arsella seorang gadis desa yang merantau ke kota untuk berkuliah. Dengan kepintarannya,ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di kampus ternama. Tapi dengan tipu muslihat sang ayah tiri ia dipaksa pulang lalu dipaksa menikah dengan juragan Kusno untuk membayar hutang judinya. Hingga akhirnya ia berhasil kabur. Tapi itu tak menjamin ia dapat hidup bebas dan bahagia. Jeratan hutang sang ayah tiri masih menjerat dirinya walau telah kabur ke kota belum lagi berbagai masalah seakan tiada lelah menguji hidupnya. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan Arrion yang mampu memberi warna dalam kehidupannya .
Arrion Hiddenbergh, seorang pria tampan dan mapan. Ia dituntut orang tuanya agar segera menikah. Karena sang kekasih sedang meniti karir di luar negeri dan tak bisa dihubungi, akhirnya ia meminta bantuan Arsella agar menikah dengannya.
"Bantuan apa sih yang abang minta? Buruan bang jangan buat Sella penasaran deh!" cecar Arsella
"Abang butuh bantuan kamu buat nikah sama abang." jawab Arrion singkat
"Hah!" ucap Arsella cengo
Maukah Arsella menikah dengan Arrion?
Yuk,baca kisah cinta Arsella dan Arrion dalam cerita "Bukan Nikah Kontrak" karyaku ini!
Yuk,mampir ke karyaku!
Semoga berkenan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.24
"Sore Sell." sapa Orlando saat melihat Arsella baru memasuki cafe
"Eh,kak Lando. Sore juga kak." jawab Arsella seraya tersenyum yang tampak dipaksakan
"Kok senyumnya kayaknya nggak ikhlas gitu sih!" protes Orlando
"Ah,...perasaan kak Lando aja. Sella ikhlas kok." jawab Arsella lagi
"Ahh,nggak. Kakak hafal banget sama senyum kamu itu. Ada masalah hmm?" selidik Orlando
"Nggak ada masalah kok. Sella ke belakang dulu ya kak." ujar Arsella mencoba menghindar
Tapi tiba-tiba Orlando meraih tangan kanan Arsella dan menariknya masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Eh kak,mau ngapain?" tanya Arsella panik melihat tangannya tiba-tiba ditarik Orlando
"Udah ikut aja."
Setibanya di ruang kerja,Orlando segera mendudukan Arsella di kursi yang berhadapan langsung dengan kursi kerjanya yang dibatasi oleh meja.
"Ayo,ceritain sama kakak,kamu ada masalah hmm?"
"Nggak ada kok kak,bener. " Arsella mencoba meyakinkan karena ia tak biasa menceritakan masalahnya pada orang lain kecuali orang terdekatnya. (Eh tapi kan Arrion bukan,eh lebih tepatnya belum jadi orang terdekat Arsella,tapi kok dia udah banyak cerita malah dia dapat banyak bantuan dari Arrion sampai-sampai dikasi numpang tinggal di apartemen Arrion yah?😁)
"Sell,please kalo ada masalah nggak usah nutup-nutupin dari kakak. Kamu bebas mau cerita apa aja. Kalau perlu luapkan semua masalah kamu,jangan kamu pendam-pendam. Kakak bersedia jadi pendengar yang baik. Kalau kakak bisa,kakak juga bersedia bantu kamu buat selesain masalah kamu. Kenapa sih kamu kayak susah banget nerima keberadaan kakak. Terlepas status kita di cafe ini sebagai atasan dan bawahan, kakak pingin bisa lebih dekat dan mengenal kamu. Kalau kamu emang belum bisa terbuka dengan kakak,oke. Tapi kakak harap suatu hari nanti kamu bisa lebih terbuka dengan kakak." ujar Orlando tulus
"Iya kak,maafin Sella. Sella emang nggak biasa bicarain masalah Sella dengan orang lain." ujar Arsella lirih
"Ya udah kalau gitu . Tapi yang pasti kalau kamu mau cerita,butuh sesuatu,atau butuh bantuan,ngomong aja ke kakak. Kakak akan selalu ada buat kamu." ucap Orlando yang dijawab dengan anggukan oleh Arsella
"Makasih ya kak atas perhatiannya. Kalau gitu,Sella pamit ke belakang. Nggak enak sama yang lain,udah mulai kerja dari tadi." pamit Arsella yang juga dijawab anggukan oleh Orlando
" Kakak harap suatu hari nanti kamu nggak anggap kakak sebagai orang lain lagi,Sell. " batin Orlando.
Tak terasa hari mulai larut. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Sudah waktunya Arsella pulang kerja karena cafe memang tutup jam 10 malam. Arsella memang tidak bekerja full time. Karena kesibukannya yang berkuliah,dia hanya bisa bekerja part time untuk memenuhi kebutuhan hariannya.
"Ukh capek banget. Mana cafe hari ini rame banget, 5 jam kerja nonstop ampe mau nelen air putih aja susah." gumam Arsella sambil meneguk air putih setibanya di kostan
Kini Arsella sedang membaringkan tubuhnya yang lelah di sebuah ranjang yang hanya muat untuk dirinya saja.
"Oh iya,dari sore tadi hp gue getar melulu,telfon dari siapa ya?" gumam Arsella sembari merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya
"Hmm...bang Arrion,ngapain yah telfon sampai 21 kali. Kayaknya ada hal penting tapi apa yah? Apa dia mau gue cepet lunasin hutang gue ya? Duh,gimana kalau iya dari mana gue duit sebanyak itu. Kalau pun dipotong gaji selama kerja sama dia,pasti nggak bakal nutupin. Atau dia mau nyuruh gue nggak usah kerja lagi? Itu masih mending dari pada disuruh segera lunasin hutang." desah Arsella,"Ah langsung telfon aja kali ya! Eh,tapi ini udah jam 11 malam,kalau dia udah tidur gimana ntar ganggu donk. Ah besok aja deh hubungin dia!"
Drrtttddd...
Tiba-tiba ponsel Arsella kembali bergetar saat ia hendak meletakkannya di samping bantalnya.
"Eh,bang Arrion! " ucapnya saat membaca nama kontak yang muncul di ponselnya. Ia pun segera menggeser tombol hijau di ponselnya
"Asalamualaikum,Sell." sapa Arrion di seberang telfon
"Wa'alaikum salam bang. Maaf bang,tadi masih kerja,mana cafe rame banget jadi nggak bisa angkat telfon abang. Ada apa ya bang,kayaknya ada hal penting banget sampai nelfon puluhan kali kayak gitu."
"Kenapa emangnya? Nggak boleh?" tanya Arrion
"Ah,nggak kok. Heran aja ,nggak kayak biasanya."
"Udah tidur?"
"Udah. Ini Sella jawab sambil ngigau." kekeh Arsella. Mendengar gurauan Arsella,Arrion menarik senyum. Sedikit menghilangkan resah yang sedang melandanya."Back to the topic, abang kenapa sampai nelfon Sella berkali-kali. Sampai udah semalam gini pun balik nelfon lagi. Ada hal penting ya bang? Abang bukan mau minta Sella segera lunasin hutang ,kan?" cerocos Arsella
Arrion terkekeh mendengar ucapan Arsella tersebut.
"Nggak kok. Kamu nggak usah khawatir. Abang bukan mau nagih hutang." ucap Arrion masih sambil terkekeh
"Alhamdulillah." ucap Arsella lega
"Kayaknya seneng banget nggak ditagih utang. Coba tadi abang bohong aja ya. Jangan-jangan kamu langsung pingsan dengernya." ejek Arrion
"Ish abang,dilarang bohong, bang. Dosa tau."sergah Arsella
"Iya ,iya,bu ustadzah. " kekeh Arrion lagi. "Besok ada waktu nggak? Abang ada yng mau diomongin. Penting." tanya Arrion
"Besok yah! Mmm... Besok Sabtu Sella kerja dari siang bang,sore udah pulang. Jadi malamnya kita bisa janjian di luar. "
"Ya udah,besok abang jemput aja ya, habis isya,sekalian makan malam di luar!"
"Terserah abang aja deh! Emang mau ngomongin apa sih?"
"Kalau bicara sekarang,buat apa ketemuan besok. Besok aja kita bicarain. Ya udah,abang tutup dulu ya! Udah malam,kamu buruan tidur. "
"Hmmm...oke deh! Selamat malam ,bang. Assalamualaikum."
"Malam juga. Walaikumsalam salam."
𝐃𝐚𝐧𝐢𝐞𝐥 𝐯𝐬 𝐝𝐚𝐦𝐢𝐫𝐚
𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐤𝐥𝐨 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐭𝐮 𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐚𝐤𝐭𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐢𝐬𝐥𝐚𝐤𝐧 𝐧𝐦 𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐫𝐧 𝐝𝐢𝐚 𝐠𝐢𝐧𝐢𝟐 𝐭𝐫𝐮𝐬 𝐥𝐚𝐭𝐚𝐫 𝐛𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐨𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐥𝐬, 𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐢𝐡 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐡𝐞𝐡𝐞𝐡𝐞𝐡𝐡𝐞
𝐚𝐥𝐮𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐦 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐛𝐠𝐬 𝐬𝐢𝐡 𝐭𝐡𝐨𝐫
𝐚𝐥𝐡𝐚𝐦𝐝𝐮𝐥𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐤𝐞 𝟐 𝐪𝐮 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐠𝐤 𝐤𝐲𝐤 𝐁𝐩𝐤 𝐭𝐢𝐫𝐢 𝐚𝐫𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚....
𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐣𝐝 𝐜𝐮𝐫𝐡𝐚𝐭 𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 😊😊😊