NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Setelah bayangan jubah sutra putih Lin Mei perlahan lenyap dan menyatu dengan kegelapan koridor istana yang sunyi, Lin Chen tidak membuang-buang waktu lagi. Dengan gerakan yang lebih senyap daripada jatuhnya selembar daun, ia melangkah cepat menuju ke area tersembunyi yang terletak di balik barisan pepohonan bambu spiritual yang tumbuh lebat di pinggiran Taman Kekaisaran. Begitu indra batinnya mendeteksi situasi sekitar benar-benar aman dan terbebas dari jangkauan mata-mata luar, ia langsung mengaktifkan Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris yang baru saja ia peroleh sebagai hadiah check-in.

Dalam sekejap mata, fluktuasi energi bayangan murni mulai menyelimuti seluruh tubuhnya, membiaskan cahaya bulan malam itu. Struktur fisiknya berubah dengan sangat cepat. Tinggi badannya bertambah beberapa inci, membuat postur tubuhnya tampak jauh lebih tinggi, tegap, dan berwibawa. Garis-garis wajah mudanya yang halus secara perlahan bergeser, bertransformasi menjadi rupa seorang pria paruh baya berjanggut tipis yang memiliki tatapan mata sedalam lautan.

Rambut hitamnya yang tadi terurai kini terikat dengan sangat rapi ke atas, sementara jubah abu-abu pelayan sekte yang ia kenakan berubah wujud menjadi sebuah jubah abu-abu panjang sederhana namun memancarkan aura seorang immortal pengembara tingkat tinggi yang samar. Kini, tidak akan ada satu pun orang di Kekaisaran Shenghuang yang mampu mengenali bahwa sosok misterius berwibawa ini adalah sang Pangeran Kesembilan yang cacat.

Tanpa keraguan sedikit pun, Lin Chen langsung melesat maju, mengejar jejak sisa-sisa Qi tipis yang ditinggalkan oleh sosok misterius berbaju hitam yang sempat mengintipnya tadi. Gerakannya luar biasa cepat, melompati benteng belakang istana tanpa memicu formasi pelindung sedikit pun. Jejak energi itu menuntunnya keluar jauh dari batas wilayah ibu kota, membelah keheningan malam hingga tiba di sebuah kawasan hutan lebat yang terletak sekitar tiga puluh li ke arah utara dari pusat kota.

Di dasar sebuah lembah tersembunyi yang dikelilingi oleh dinding-dinding tebing batu hitam yang menjulang tinggi, Lin Chen akhirnya berhasil menemukan target buruannya.

Di bawah siraman cahaya bulan yang keperakan, empat orang berpakaian hitam pekat tampak sedang berkumpul dalam formasi melingkar. Berdasarkan pemindaian Mata Dewa Kekacauan, Lin Chen dapat mengetahui dengan instan bahwa tiga di antara mereka memiliki basis kultivasi di ranah Nascent Soul Tingkat 8, sedangkan satu orang yang berdiri paling depan—seorang pria yang mengenakan topeng besi hitam—berada di puncak ranah Nascent Soul. Aura spiritual yang mereka pancarkan sangat ditekan dan teratur, sebuah bukti nyata bahwa mereka adalah unit mata-mata elit yang terlatih untuk misi infiltrasi tingkat tinggi.

Lin Chen melangkah keluar dari balik bayangan pohon besar dengan perlahan, membiarkan sepasang matanya yang tajam mengunci posisi keempat orang tersebut. Suaranya terdengar berat, dingin, dan bergaung penuh tekanan absolut ke seluruh penjuru lembah:

“Empat ekor tikus dari Kekaisaran Timur berani berkumpul secara rahasia di dalam wilayah hukum Shenghuang. Nyali kalian benar-benar tidak kecil.”

Mendengar suara asing yang tiba-tiba bergaung, keempat mata-mata itu langsung memasuki mode siaga penuh. Tubuh mereka berputar dengan kecepatan kilat, di mana gelombang Qi hitam yang pekat langsung meledak keluar dari tubuh mereka secara bersamaan, menghancurkan keheningan malam di lembah tersebut. Pria bertopeng besi yang menjadi pemimpin kelompok itu menyipitkan matanya dengan tajam dari balik celah topeng, mencoba menembus kabut energi yang menyelimuti wujud baru Lin Chen.

“Siapa kau?! Bagaimana mungkin seorang kultivator pengembara sepertimu bisa melacak dan mengetahui titik berkumpulnya kami di tempat terpencil ini?!” bentak pemimpin bertopeng besi itu dengan suara kasar yang parau, sembari menarik sebilah pedang hitam panjang yang memancarkan aura kematian.

Salah satu mata-mata yang berdiri di barisan belakang tertawa dingin, meskipun tubuhnya tetap dalam posisi siap bertarung. “Heh, sepertinya pergerakan kita tidak sengaja terendus oleh seorang pengintai tersembunyi dari Shenghuang. Namun... lihatlah, aura spiritual dari pria paruh baya ini terasa sangat aneh dan asing. Eksistensinya jelas bukan berasal dari barisan pasukan resmi kekaisaran faksi tengah.”

Lin Chen tidak membuang energinya untuk membalas ucapan mereka dengan kata-kata. Ia hanya mengambil satu langkah maju ke depan. Pada momen ketika tapak kakinya menyentuh tanah, tekanan spiritual dari dalam inti jiwanya yang telah mencapai Nascent Soul Tingkat 3 langsung menyebar luas. Dikombinasikan dengan kekuatan pasif dari Tubuh Hegemoni Hongmeng serta ketajaman Tubuh Pedang Kekacauan miliknya, tekanan aura tersebut mendadak menjelma menjadi beban yang sangat berat, memaksa keempat mata-mata itu untuk mengerutkan kening dalam-dalam karena merasakan sirkulasi Qi mereka menjadi terhambat.

Pertarungan berdarah itu meledak tanpa perlu aba-aba tambahan lagi.

Pria bertopeng besi ranah Nascent Soul puncak bergerak sebagai ujung tombak serangan. Pedang hitam panjangnya meluncur membelah udara dengan kecepatan yang mengerikan, membawa manifestasi niat pedang (sword intent) yang sangat tajam seolah-olah sanggup memotong dimensi ruang di depannya. Di saat yang bersamaan, tiga rekan di belakangnya bergerak dengan sinkronisasi yang sempurna, melesat dari tiga arah berbeda untuk mengapit posisi Lin Chen dari samping kiri, kanan, dan belakang—sebuah kombinasi serangan terkoordinasi yang hanya bisa lahir dari ratusan misi hidup dan mati bersama.

Menghadapi kepungan mematikan itu, Lin Chen tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur satu inci pun. Ini adalah momen yang sangat tepat baginya untuk menguji kemampuan Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris untuk pertama kalinya dalam pertempuran nyata.

Swoosh!

Dua siluet klon bayangan yang identik mendadak muncul secara instan dari sisi kiri dan kanan tubuhnya tanpa memicu jeda waktu sedikit pun. Ketiga sosok tersebut—tubuh asli Lin Chen beserta dua klon bayangannya—bergerak secara serentak dengan presisi gerakan yang sangat identik namun membawa daya hancur yang mematikan. Tubuh asli Lin Chen maju ke depan dengan tangan kosong untuk menghadapi tebasan pedang dari pemimpin bertopeng besi, sementara dua klon bayangannya bergerak melesat untuk meredam gempuran dari tiga mata-mata lainnya.

BOOM!

Ledakan energi spiritual yang masif seketika mengguncang seluruh area lembah sunyi itu. Mata pedang hitam milik sang pemimpin bertabrakan langsung dengan telapak tangan telanjang Lin Chen yang telah dilapisi oleh lapisan tipis Qi Primordial. Getaran energi murni yang dihasilkan dari benturan keras tersebut merambat cepat ke bawah, menyebabkan permukaan tanah di bawah kaki mereka retak seribu dalam radius puluhan meter.

Pria bertopeng besi itu merasakan sebuah kekuatan penolak yang sangat besar menghantam senjatanya, memaksa tubuh kekarnya terdorong mundur hingga lima langkah ke belakang. Sepasang matanya dari balik topeng melebar, dipenuhi oleh rasa keterkejutan yang amat sangat.

“Siapa kau sebenarnya?! Aura murni dan kekuatan fisik ini... kau jelas bukan orang biasa dari ranah fana!”

Lin Chen tetap mengunci mulutnya rapat-rapat, memilih untuk terus memberikan tekanan ofensif tanpa henti. Setiap pukulan dan tebasan tangannya terlihat sangat sederhana di permukaan, namun setiap inci gerakannya mengandung esensi kekuatan primordial yang sangat padat. Di sisi lain, dua klon bayangannya juga menunjukkan koreografi pertarungan yang sangat epik dan dominan. Satu klon bergerak dengan lincah memanfaatkan ilusi bayangan untuk mengacaukan fokus musuh, sedangkan klon yang lain melepaskan tusukan-tusukan presisi yang sangat mematikan menggunakan pedang manifestasi bayangan.

“Argh! Sialan, dia bukan pengintai biasa! Struktur kekuatan dan teknik bayangannya terlalu aneh untuk dihadapi!” teriak salah satu mata-mata Nascent Soul Tingkat 8 saat bahu kanannya berhasil ditembus oleh pedang bayangan milik klon Lin Chen.

Pertarungan tingkat tinggi itu berlangsung dengan sangat sengit hingga melewati puluhan jurus yang menegangkan. Lembah kecil yang tadinya tersembunyi itu kini telah berubah wujud menjadi hancur berantakan—pohon-pohon spiritual bertumbangan menjadi serpihan, dinding tebing batu hitam retak parah, dan sisa-sisa energi spiritual yang tajam beterbangan liar ke segala arah. Meskipun Lin Chen sengaja tidak melepaskan seluruh kekuatan penuh dari basis kultivasinya demi menjaga kerahasiaan, efisiensi dari Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris sudah lebih dari cukup untuk membuatnya mampu mendominasi dan menekan pergerakan empat orang kultivator tingkat tinggi sekaligus secara absolut.

Melihat adanya celah fatal pada pertahanan lawan akibat kepanikan, Lin Chen melesat maju laksana kilat petir, lalu menghentakkan telapak tangan kanannya tepat di atas dada pemimpin bertopeng besi tersebut.

BANG!

Tubuh pria bertopeng besi itu seketika terbang melayang mundur ke belakang sejauh beberapa belas meter hingga menghantam dinding tebing, sebelum akhirnya jatuh bertumpu pada satu lututnya sembari memuntahkan seteguk darah segar yang kental.

“Siapa... siapa sebenarnya kau...?” tanya pemimpin itu dengan nada suara yang sangat parau dan bergetar penuh ketakutan, sebelum akhirnya ia memberikan isyarat tangan darurat kepada ketiga rekannya yang tersisa untuk segera melakukan langkah mundur paksa, melompat mundur dan menghilang dengan cepat ke dalam kepekatan kegelapan hutan utara.

Lin Chen berdiri tegak di tengah-tengah lembah yang telah hancur berantakan, menahan diri untuk tidak melakukan pengejaran lebih jauh. Ia menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan sirkulasi energi di dalam meridiannya, sementara wujud penyamarannya sebagai pria paruh baya immortal masih terjaga dengan sangat utuh tanpa cela sedikit pun.

Awalnya, bagian dari dirinya berniat untuk mengejar dan menghabisi keempat tikus tersebut hingga ke akarnya. Namun, langkah kakinya mendadak terhenti karena analisis taktisnya memperingatkan bahwa jika Kekaisaran Timur memiliki bala bantuan tingkat tinggi yang bersembunyi di dekat area hutan ini, maka kelalaiannya justru akan mendatangkan celah bahaya yang tidak perlu bagi rencana besarnya.

Ia membalikkan tubuhnya, lalu dalam satu kedipan mata, sosok pria paruh baya itu melebur dengan embusan angin malam, menghilang dari lembah dan bergerak kembali menuju ke arah kompleks Istana Kekaisaran dengan memulihkan wujud aslinya sebagai Lin Chen.

Begitu berhasil kembali dan duduk bersila di atas ranjang kamar kediaman sementaranya yang sunyi, Lin Chen memejamkan mata untuk merenungkan seluruh kejadian malam ini.

‘Para mata-mata elit dari Kekaisaran Timur... fakta bahwa mereka sudah menyusup sedalam ini menunjukkan bahwa mereka sedang merencanakan sebuah skema konspirasi besar yang berkaitan langsung dengan urusan perjodohan politik ini,’ batin Lin Chen sembari menyipitkan matanya yang tajam.

Seulas senyuman tipis yang sangat dingin dan sarat akan rencana tandingan perlahan kembali muncul di sudut bibirnya.

Permainan catur yang sesungguhnya di pusat kekuasaan ini baru saja dimulai.

1
Ilham Yono
terbaik
Hadi Hadi
semangat😍💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
Ilham Yono
beuh /Determined/
Zahira Valen
Alkemia
Ilham Yono
hihihi/Facepalm/
Ilham Yono
coool🆒
Ilham Yono
kereeen thor/Angry/
Ilham Yono
terbaik Thor...bantai bantai gambatheeeee
Ilham Yono
mulai curiga kayaknya sih sudah tau pangeran 9 bukan kaleng kaleng
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
beuh berat berat ini guys
Ilham Yono
misteri/Shy/
Ilham Yono
hihi mau maen maen ma kita /Facepalm/
Ilham Yono
beuh kaga nyadr
Hadi Hadi
bantai💪
Ihya Ilmi
Terus ditunggu lanjutannya thor
Ihya Ilmi
Kata-katanya mantap poooollll
Ilham Yono
hihihi /Facepalm/
zerotwo
Tanpa ampun MC nya 👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!