Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34
Rean mendapatkan kabar jika kekasihnya baru saja pulang dari pemotretan di luar negri. Maka dari itu dia langsung pergi ke bandara untuk menjemputnya.
Jasmine sudah melihat kekasihnya di sana. Dia langsung berjalan menghampirinya.
Melihat Jasmine mendekat membuat senyum Rean menghangat seketika.
terlihat dari matanya, dia begitu merindukan laki-laki yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.
"I Miss you..." ucap Rean saat Jasmine datang mendekat, dan dia langsung memeluknya.
"Gimana keadaan Rean? Apa dia sudah lebih baik?" tanya Jasmine yang sedikit banyaknya tau tentang Sean yang berada di rumah sakit.
"Dia baik-baik saja. Tapi kenapa malah bertanya tentangnya sedangkan ada aku disini?" jawab Rean yang terlihat cemburu disana.
"Tingginya hanya 188, dan aku 190. Aku juga lebih tampan darinya, lalu kenapa harus bertanya tentang dirinya?" lanjut Rean yang membuat Jasmine hanya tersenyum saja.
Inilah sosok Rean yang sesungguhnya ketika mereka sudah pacaran. Lebih cerewet dan lebih ekspresif lagi.
"Iya, Kamboja lebih tinggi, dan lebih ganteng. Tapi kalau pesona, aku rasa Sean jauh ke ih mempesona di bandingkan kamu." jawab Jasmine yang sengaja menggoda kekasihnya.
Lalu dia masuk ke dalam mobil dan membiarkan Rean membawa kopernya. Pasangan ini benar-benar terlihat luar biasa. Bukan Rean sudah tidak canggung lagi untuk bergandengan tangan dengan Jasmine di depan umum.
Begitu juga dengan Jasmine yang sudah tidak takut lagi dengan media untuk menyorot dirinya dengan Rean. Lagi pula mereka saling menyukai dan Rean itu sangat tampan. Di ukur dari sudut manapun, dia tidak akan rugi.
"Besok weekend kemana?" tanya Jasmine pada kekasihnya.
"Weekend adalah waktunya kamu milikku, Jasmine. Jangan berani-beraninya menjawab panggilan telepon soal kerjaan. Jika sampai itu terjadi aku akan buat Ayuna membayar mahal untuk itu!" ucap Rean dengan penuh ancaman membuat sang gadis hanya tersenyum saja.
Dia bersandar manja di lengan Rean. Jasmine merasa hidupnya jauh lebih bahagia bersama dengan Rean yang memperlakukan dirinya dengan begitu luar biasa.
Like a princess, Rean membuat Jasmine merasa begitu di cintai dan itu sangat luar biasa menurutnya.
"Tapi teman SMA aku ada yang nikah, gimana dong?" Rean hanya bisa menghela nafasnya dengan berat saat itu juga.
"Aku akan datang dengan kamu. Hanya untuk mengucapkan selamat dan memberikan kado pernikahan, lalu pulang." lagi-lagi Jasmine hanya tersenyum saja untuk itu.
"Oke, dokter Rean Arya Pratama." ucap Jasmine dengan manja membuat Rean juga ikut tersenyum.
Sebuah kecupan manis mendarat di keningnya, membuat Jasmine semakin terlihat manja. Benar-benar sangat nyaman hidup bersama Rean.
Ketika mereka sampai di apartemen, Rean terkejut saat melihat ada orang lain di apartemennya kekasihnya itu.
"Ben?" gumam Jasmine melihat siapa yang ada disana.
Rean sudah mode siaga, siapa laki-laki ini? kenapa Jasmine terlihat begitu akrab dengannya?
"Kemana aja sih lama banget? Aku udah dari tadi disini tau gak! Mana hp gak aktif lagi. Capek tau!" gerutunya membuat Rean semakin menatap tidak suka padanya.
"Sayang..." panggilnya dengan lembut, menarik Jasmine dalam rangkulannya membuat laki-laki muda bernama Ben tadi menatap sengit ke arahnya.
Aura permusuhan di antara keduanya benar-benar sangat luar biasa. Bahkan tatapan Rean tidak mengalah sedikit pun. Dia menunjukkan jika dirinya jauh lebih unggul disini.
"Udah ayo, masuk." ajak Jasmine pada keduanya.
Namun saat di hendak membuka pintu apartemennya, Rean menghentikannya saat itu juga.
"Biar aku aja, sayang..." ucap Rean yang menekan pin apartemen Jasmine, menunjukkan jika dirinya mengetahui banyak hal tentang Jasmine yang membuat laki-laki itu semakin menatap tidak suka padanya.
"Ayo, sayang..." ajak Rean lagi sambil memberikan tatapan mengejek pada laki-laki itu, sementara Ben langsung mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang disana.
Entah siapa yang dia hubungi, tapi yang jelas ini akan menjadi bencana besar nantinya.
"Tamatlah riwayat mu!" gumam Ben tersenyum iblis setelah mengirimkan pesan tersebut.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh