Orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja akan sering dibenci dan tidak disukai banyak orang. Hal ini harus Riki tanggung karena dia mengambil peran ini. Pasalnya, Riki akan disebut-sebut sebagai perusak keharmonisan hubungan asmara antara Sintya dan Adit
Hubungan pertemanan Adit yang sudah berjalan 5 tahun harus kandas, karena kehadiran Riki sebagai orang ketiga dari hubungan Adit dan Sintya .
Awalnya Riki hanya disuruh Mira untuk menjauhi Sintya dari Adit. Tetapi diluar rencananya, Riki pun akhirnya jatuh cinta dengan Sintya.
Bagaimana akhir dari kelanjutan cinta antara Adit , Sintya dan Riki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan Riki
" Sin, ada apa denganmu?" tanya Adit memastikan bahwa Sintya baik-baik saja.
" Enggak ada apa-apa, Dit..!! " jawab Sintya menghentikan kunyahan terakhirnya.
" Aku tahu dengan jelas, jika kamu punya masalah pasti kau alihkan dengan makan yang banyak." ungkap Adit yang curiga dengan gelagat Sintya.
" Aku, aku.." pembicaraan Sintya terhenti seketika melihat kedatangan Sisca.
" Hey, Sin..." sapa Sisca yang menghampiri Sintya dan Adit.
" Tumben Kak Sisca menyapaku, biasanya dia sangat membenciku kalau aku dekat-dekat dengan Adit." kata Sintya dalam hati seraya melirik ke arah Sisca.
Lalu Sisca duduk di sebelah Sintya.
" Maafkan aku Sin, aku sudah salah paham kepadamu. " ucap Sisca yang meminta maaf lalu memeluk Sintya.
" Eh, iya Kak." jawab Sintya yang terkejut karena dipeluk oleh Sisca.
" Aku sudah tahu semua soal kamu, Adit dan Riki. Seandainya dari awal aku menyetujui hubungan kalian. Pasti aku akan menikah dengan Riki. " kata Sisca dengan wajah yang memelas.
" Kak Sisca, kamu bicara apa sih!" bentak Adit.
Sisca pun menghentikan pembicaraan nya karena melihat wajah Adit yang terlihat marah. Lalu Sisca pergi meninggalkan mereka berdua.
" Maafkan Kak Sisca ya, Sin.. " pinta Adit.
" Ya, aku mengerti. Kak Sisca begitu mencintai Riki." balas Sintya dengan wajahnya yang sendu.
RUMAH SINTYA
" Tok..tok. tok ."
Terdengar ketukan pintu dari rumah Sintya.
" Siapa?" tanya Rasha dari dalam rumah.
" Riki." jawab Riki dari depan pintu rumah.
Lalu Rasha membukakan pintu untuk Riki, " Ceklek..."
" Ada apa Kak?" tanya Rasha yang bingung melihat kedatangan Riki dirumah.
" Ada Sintya?" tanya Riki sambil melihat-lihat ke arah dalam rumah.
" Kak Sintya, dia tidak ada disini Kak. Memangnya Kak Sintya mau ke rumah?" balik Rasha bertanya.
" Oh, tidak. Aku sedang mencari Sintya, aku menghubungi ponselnya tidak diangkat. Aku pikir Sintya kesini." kata Riki yang menjelaskan kepada Rasha.
" Kalau Sintya kesini langsung hubungi aku." pesan Riki kepada Rasha.
" Baik, Kak." balas Rasha.
Kemudian Riki melajukan mobilnya ke arah apartemen, dia berpikir mungkin Sintya sudah kembali.
Riki menyesal kenapa dia meninggalkan Sintya bersama Mommy nya. Sintya yang baru saja di luluhkan hatinya, ternyata di buat sia-sia karena kedatangan Mommynya yang di hasut oleh Mira.
" Apa yang sedang kamu rencanakan Mira ?" geram Riki dalam hati.
Riki melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai di apartemen miliknya.
Padahal saat Riki meninggalkan kantornya, terlihat Sintya yang turun dari bis menuju kafe milik Adit. Tetapi Riki tidak menyadari saat berpapasan di halte bus.
Sepanjang jalan dipikirannya hanya sebuah penyesalan. Dia tidak ingin kehilangan Sintya .
Sesampainya di apartemen, Riki segera memarkirkan mobilnya. Riki berharap Sintya sudah kembali ke apartemennya.
Saat membuka pintu, terlihat tidak terkunci. Riki mencari Sintya di setiap sudut ruangan. Tak nampak keberadaan Sintya. Seketika Riki melihat kartu ATM yang diberikan untuk Sintya dan masih tergeletak di atas meja.
Riki pun duduk bersimpuh lemas tak berdaya. Dia bingung, harus kemana lagi mencari keberadaan Sintya. Dipegangnya kartu ATM dan dimasukkan lagi kedalam dompetnya.
" Sintya, kenapa kamu tidak ingin menerima pemberianku. Aku sungguh sangat mencintaimu." sesal Riki.
KAFE
" Sin, maukah kamu ikut belanja denganku ke peternakan ayam?" tanya Adit yang melihat Sintya terus melamun.
" Sin, sin, Sintya. Kamu mendengarkan aku?" tanya Adit sambil memegang tangan Sintya.
Sontak Sintya pun terkejut, karena Adit memegang tangan nya.
" Eh, iya kenapa Dit?" tanya ulang Sintya yang tidak fokus mendengar perkataan Adit.
" Kamu mau ikut ke peternakan ayam?" balik Adit mengulang pertanyaannya.
" Oke, aku ikut." ucap Sintya semangat dan menurut ajakan Adit.
Lalu Sintya pun mengikuti Adit menuju mobilnya. Adit yang masih menyimpan perasaan kepada Sintya, kini menghargai dia yang sudah menikah. Walaupun Sintya bersamanya. Dia tidak ingin berbuat yang macam-macam. Adit akan selalu menjaga Sintya sebagai seorang sahabat.
-
-
Jangan lupa like dan komen ya! Aku tunggu votenya juga. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan silakan chat Author,👍