Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Surat dari Masa Lalu
2 Minggu Setelah launching Yayasan "Untuk Anggita", pukul 9 Pagi Kantor Yayasan masih sepi hanya ada Nabila dan 2 pekerjanya.
"Paket untuk Bapak Galen Teriaz” Ucap Kurir
Nabila tanda tangan, lalu menerima amplop coklat tebal tapi nggak ada alamat pengirim. Hanya ada tulisan tangan pake spidol hitam: "UNTUK GALEN, BACA SENDIRI DARI ORANG YANG TAU SEMUANYA"
Nabila ngerasa aneh, di sana ada foto di amplopnya, terus WA Galen:
"Kak, ada surat aneh. Nanti kita buka bareng di rumah ya" Ucap Nabila
*****
Jam 8 malam di rumah, mereka bertiga duduk di ruang tamu. Galen baru pulang lalu buka amplop itu pake cutter. Hatinya sudah merasa tidak enak, isinya terdapat 1 Lembar Foto Galen umur 20 tahun. Lalau ada yang sedang teriak di depan gerbang kantor Arvin 5 tahun lalu dengan wajahnya penuh marah. Di belakang foto ada tulisan: 28 Oktober 2021. Ada 1 surat yang isinya :
Kamu juga nyari kan ? Galen,Kamu pikir kamu satu-satunya yang kehilangan ? 5 tahun lalu aku juga nyari adikku di tempat yang sama. Namanya Dinda, umur 13 tahun, aku telat 2 hari. Pas aku sampe, gudangnya udah kosong. Dinda nggak pernah pulang, Polisi nggak peduli. Arvin punya "teman". Mereka pindah tempat, kamu beruntung karena Anggita pulang. Tapi permainan belum selesai, cek gudang lama di Pelabuhan Tanjung Blok C-12 tengah malam. Kamu akan tau siapa "teman Arvin” berhati-hatilah, mereka ngawasin kamu sejak yayasan dibuka dari Mr.S
Galen langsung berdiri, tangannya dingin.
"Sialan..." Umpat Galen merasa kesal
Nabila ngambil surat itu, dibaca 2x.
"Mr. S? Siapa S? Dinda?" Tanya Nabila merasa bingung
Galen gelengkan kepalanya
"Aku nggak kenal" Jawab Galen
Anggita dari tadi diem, pas denger "Gudang Pelabuhan" mukanya langsung pucat.
"Kak..." bisiknya.
Galen nengok.
"Kenapa dek?" Tanya Galen khawatir
Anggita nunjuk tulisan di surat.
"Itu... itu gudang tempat aku dulu, blok C-12. Ada ruang bawah tanah, aku pernah denger mereka nyebut 'Mr. S'" Jawab Anggita
Hening….
Nabila langsung nutup mulut.
"Mr. S ? Berarti ada otak lain selain Arvin?" Tanya Nabila merasa pusing memikirkannya
Mendengar itu Galen ngepal tangannya, rahangnya keras
"Berarti Arvin cuma anak buah" Ujar Galen
*****
Jam 10 Malam, Galen nelpon pengacara.
Galen [Pak, kami dapat info baru. Ada gudang di pelabuhan]
Pengacara [Lapor polisi aja, jangan main hakim sendiri]
Galen [Kalau lapor, mereka keburu kabur Pak. Kasih saya 1 malam] lalu mneutup telponnya
Nabila narik lengan Galen
"Kamu mau ke sana?" Tanya Nabila
"Harus, kalau bener ada korban lain di sana. Kita nggak bisa diem saja" Jawab Galen
"Aku ikut" Ujar Nabila
"Gak boleh, bahaya" Tolak Galen yang mengkhawatirkan keselamatan Nabila
"Justru karena bahaya aku harus ikut, kan kita tim" Jawab Nabila
Anggita tiba-tiba bangun, matanya merah.
"Jangan pergi, Bil" Ucapnya
Galen jongkok.
"Git, dengerin kakak. Ini terakhir kali, setelah ini kita bener-bener bebas. Nggak ada lagi yang dikejar" Kata Galen
Anggita nangis…
"Tapi kalau kakak kenapa-kenapa gimana?" Tanya Anggita mengkhawatirkan Galen
Galen peluk erat Anggita
"Kak janji pulang demi kamu, demi yayasan" Jawab Galen
*****
Jam 23.30 Perjalanan ke Pelabuhan, mobil Galen jalan pelan karena cuaca hujan gerimis.
Nabila genggam tangan Galen terus.
"Takut?" Tanya Galen
"Takut, tapi lebih takut kalau diem" Jawab Nabila
Di rumah, Anggita duduk di karpet, tidak tidur tapi tangannya memeluk Alkitab.
"Tuhan... tolong jaga kakakku, tolong jaga Bila. Aku nggak mau kehilangan lagi..." Ucap Anggita
Jam 00.15 - Pelabuhan Tanjung Blok C-12, Gudang tua berkarat itu sangat sepi hanya terdengar suara ombak. Lampu mobil dimatikan lalu Galen dan Nabila turun, membawa senter. Pintu gudang digembok, Galen mendogkrak pake linggis.
Prak…
Di dalam gelap, bau apek, seenter nyorot menyorot. Terdapat kasur tipis, botol, rantai,dan di pojok... ada tas sekolah anak berarna pink. Ada nama: Dinda, Nabila nutup mulut. Air matanya jatuh.
"Beneran ada..." Ucap Nabila
Tiba-tiba dari belakang ada suara langkah. Tok... tok...
Senter mati.
Suara laki-laki pelan
"Akhirnya kamu datang juga, Galen."
# Siapakah dia ? #