Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semua Telah Berakhir
Hallo kinan" Ucap Ayu pada adik semata wayangnya yang telah lama tidak dia lihat, adik satu satunya yang sekarang sedang merawat kedua orangtuaku sendiri. Selama inipun
Ayu hanya bisa melihat dia di media sosial..
"Hallo sinten nggeh? " Tanya kinan..
"Ini mbak Ayu"
"Ya Allah mbk Ayu.. " Lalu terdengar tangisnya pecah begitupun juga Ayu, seketika airmata Ayu menetes deras mendengar namanya di sebut oleh kinan..
"Mbak.. Kinan kangen" Ucap kinan kembali diiringi suara tangisanya.
"Mbk juga dhek..Bagaimana kabar ayah sama ibuk? "
"Ayah masih sama mbk, masih suka marah marah, ibu sedang sakit"
"Sakit! Sakit apa? "
"Sakit karena ingin ketemu mbak Ayu tapi takut dengan ayah"
Seketika Ayu menangis sejadi jadinya..
"Maaf dhek.. Maaf kan mbk... Tolong bilang maaf juga sama ibuk, maaf mbk belum bisa pulang.. "
"Sudah lah mbk, jangan hiraukan perkataan ayah, pulanglah"
"Enggak dhek.. Kalau mbk belum bisa menunjukkan kalau mbk bisa sukses mbk tidak akan pulang"
"Lalu yang meneruskan bisnis ayah siapa, aku gak mau.. Aku pengen jadi penata rias artis.. "
"Dhek.. Ngalah sedikit to dhek, demi ayah ibuk.. "
"Dah lah mbk, egois mbk di turunkan, pulanglah"
Seketika Ayu teringat dengan kehidupannya sekarang, bagaimana dia bisa sukses jika hidupnya saja tergantung dengan uang 15rb..
"Mbk sedang berusaha dhek, doakan mbk biar cepet sukses, biar kita cepat kumpul lagi"
"Ya mbk.. Kinan boleh main ke rumah mbk? Kinan kangen"
"Jangan.. Dhak boleh..!!!"
"Mbk.. "
"Sudah jangan bantah mbak.. Jangan bilang sama ayah dan ibu kalau mbk telfon. Jaga ayah dan ibu ya dhek.. Mbk percaya padamu"
"Mbak" Tangisan Kinan kembali terdengar...
"Mbk sayang sama Kinan, jadi anak yang baik ya jangan kayak mbk.. Jangan ngecewain ayah dan ibu.. Cukup mbk saja"
"Iya mbak.."
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ayu putuskan sambungan telfonnya.
Di sisi lain..
Kinan yang barusan mendapat telfon dari ayu mendekati ibunya yang sedang terbaring di tempat tidur karena sakitnya..
Di kamar yang sangat besar dan mewah ibunya terlihat terlelap setelah meminum obat yang dokter berikan padanya.
Dia mendekati ibunya secara perlahan..
"Bu.. Mbk Ayu tadi telfon, katanya mbk Ayu minta maaf karena belum bisa saja anak yang baik" Gerutu Kinan dalam hati sambil membelai wajah ibunya secara perlahan..
"Kinan" Suara panggilan memanggil Kinan..
"Iya yah" Kinan pun berjalan menuju ruang tamu.
Dia menuruni anak tangga karena rumah dua lantai yang sangat megah dan mewah. Pak Broto ayah dari Ayu dan Kinan adalah salah satu orang terkaya di jogja yang berbisnis di bidang batik dan juga pariwisata..
"Ada apa yah? "
"Kamu dah ayah daftarkan kuliah di jurusan manajemen bisnis"
"Ayah...! " Teriak Kinan..
"Sudah jangan membantah, siapa lagi yang akan meneruskan bisnis ayah kalau bukan kamu. "
"Mbk Ayu" Jawabnya singkat..
" Ayah bilang jangan bahas bahas kakakmu lagi! "
"Yah.. "
"Sudah jangan bantah..! "
Kinan pun pergi dari ruang tamu berlari ke kamar dan menangis..
Sedangkan pak Broto meneteskan air matanya mengenang Ayu anak kesayangannya yang telah mengecewakan dia terlalu dalam...
"Selamat pagi mbk Ayu. " Sapa Ibu ibu yang belanja yang rutin belanja di depan rumah Ayu..
"Selamat pagi juga ibuk ibuk" Sapa Ayu kembali pada mereka namun wajahku agak aku tundukkan agar mereka tidak melihat luka di bibirku dan bengkak di pipiku..
"Mau beli sop lagi mbk? " Kata abang sayur..
"Enggak mas.. Mas Bayu pengen di masakin ayam" Ucapku lirih sambil terus menunduk.
"Wah... Tumben mbk. "
"Iya bang. " Kataku lirih sambil segera mengambil ayam dan beberapa bumbu dapur..
"Ini bang" Ucap Ayu sambil memberikan uangnya padanya..
"Lo mbk.. Muka mbk kenapa? " Tanya abang sayur mungkin gak Sengaja lihat wajahku..
"Gak papa bang"
"Ayu.. " Panggil suara wanita memanggilku dan aku tahu itu budhenya mas bayu aku pun menoleh ke arahnya...
"Mukamu kenapa! ? "
Aku pejamkan kedua mataku karena aku ingin meneteskan airmata ku..
Karena di keluarga mas bayu, cuma budhe Lastri yang selalu mengerti penderitaanku..
"Gak kenapa napa budhe" Kataku karena gak mungkin aku buka aib keluarga mas Bayu di depan ibu ibu itu..
"Pasti Bayu mukulin kamu lagi?" Tanya budhe Lastri sambil memegang wajahku dan melihatnya...
"Ya ampun, anak itu gak berubah berubah! " Umpat budhe Lastri..
"Sudah budhe.. Ayu gak kenapa napa kok"
"Keterlaluan Bayu! " Geram budhe ku..
"Iya tu, Bayu ama adikmu yang gatel tega amat ama menantunya sendiri"
"Ah... Anak sama mamanya tu emank susah di kasih tahu.. "
"Kasian mbk ayu.. Sebenarnya aku tadi sudah lihat, tapi aku gak tega tanya" Kata salah satu ibu disana..
Akhirnya airmata ku menetes... Aku sudah tidak tahan lagi..
Aku segera membawa barang belanjaanku masuk dan menutup pintu...
Aku masuk ke kamar dan menangis..
"Aku benci di kasihani.. Aku benci!! " Teriakku dalam hati...
"Ya Allah kuatkan aku.. Kesabaranku sudah hampir habis Ya Allah... Kalau bukan karena Angel aku tidak mungkin bertahan sampai sekarang. "
Sore hari menjelang magrib mas Bayu pulang kerja dan aku Lihat dia membawa sesuatu di tangannya...
Segera aku mencium punggung tanganya ketika dia masuk ke dalam rumah.
"Mas.. Makan dulu, aku masakin ayam "
"Hmmm... " Jawabnya singkat...
Namun dia langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam..
Dan beberapa saat kemudian dia keluar kamar dan dia memakai baju baru..
"Bagus gak? " Tanya dia padaku..
"Bagus mas, mas kapan beli bajunya? "
"Tadi di kasih sekar"
DEG...
"Bukan ..maksud mas, mas tadi beli sendiri" Katanya sambil terlihat gugup...
"Em... Ya sudah mandi dulu sana mas" Ucapku sambil pura pura tidak mengindahkan ucapanya tadi..
Dadaku seketika terasa sesak.. Aku hanya takut yang aku khawatirkan akan menjadi kenyataan..
Aku takut apa yang aku perjuangkan selama ini akan menjadi sia sia..
Pukul 20.00 mas Bayu terlihat menonton TV di ruang TV.. Sedangkan mamaku mertuaku tertidur dari sore tadi belum bangun..
Mas Bayu terlihat tersenyum senyum melihat televisi sambil berbalas pesan yang aku tidak tahu dari siapa..
"Bunda" Rengek Angel memanggilku..
"Iya sayang, bunda di sini lekas bobo ya sayang.." Kataku sambil membelai rambutnya agar segera tertidur karena dari tadi siang dia agak panas badannya...
"Ayah mana bunda? "
"Itu di depan. "
"Mas... Angel nyari mas" Kataku sama mas Bayu yang masih asik dengan handphone nya...
"Bobok sayang, ayah sedang sibuk" Ucap mas Bayu tanpa mendekat...
"Tu.. Angel dengar kan.. Ayah lagi sibuk.. Angel bobok dulu ya, sama bunda aja."
"Iya bunda.. "
Beberapa saat kemudian Angel tertidur..
Setelah tertidur aku segera keluar kamar, namun mas Bayu sudah tidak terlihat di ruang TV..
"Mas" Panggil ku mencari mas Bayu.. Aku mencarinya di setiap sudut rumah namun dia tidak terlihat...
Namun kali ini entah kenapa aku ingin mencari dia tidak seperti biasanya..
Aku segera keluar rumah dan dari jauh aku mendapati mas Bayu berjalan sendiri...
Dari jauh aku mengikutinya diam diam.. Namun perjalan mas Bayu terhenti, dan yang lebih membuatku terkejut dia berhenti di depan rumah Sekar..
"Ya Allah mas" Kataku dalam hati seketika dadaku sesak...
Namun aku masih diam di tempat belum berani mendekat. Aku harus pastikan semua kecurigaan ku terbukti.
Dan benar Sekar terlihat ke luar rumah dan menyeret tangan mas Bayu ke dalam rumahnya yang notabenya dia memang tinggal sendiri setelah dia di tinggalkan oleh suaminya
"Ya Allah mas" Seketika tubuhku tersimpuh di tanah, Aku menangis sambil memegangi dadaku yang terasa sesak.. Laki laki yang aku perjuangkan hingga aku mengorbankan segalanya ternyata dia main di belakangku..
Dan sekarang sakit hatiku sudah memuncak.. Aku sudah tidak perduli lagi dengan semuanya. Harga diriku sudah di injak injak, aku sudah tidak bisa berdiri diri lagi, aku harus Bertindak. Luka di balas luka mas, Malu di balas Malu..
Aku lalu bangkit dari tubuhku yang lemas Dan berdiri tegar karena kesakitan yang menyakitkan harga diriku ini. Aku harus kuat.
Aku lalu berjalan di pos yang tidak jauh dari rumah Sekar yang ada banyak remaja yang sedang nongkrong disana..
"Mas mas semua bisa ikut denganku sebentar?" Tanyaku pada para pemuda yang sekarang sedang asik bercengkrama.
"Mau kemana mbak amAyu? " Tanya salah satu remaja itu..
"Nanti mas juga tahu.. Salah satu tolong ke rumah pak RT untuk pergi ke rumahku ya mas"
mereka semua seperti saling bertanya tanya dengan sikapku, mereka saling menatap.
"Bisa mas? " Tanyaku kembali...
"Iya mbk.. "
Akhirnya 4 pemuda ikut denganku sedangkan salah satunya ke rumah pak RT..
Setelah sampai di depan rumah sekar aku menyuruh 2orang berjaga di pintu belakang sedangkan aku menyuruh sisanya bedobrak pintu depan..
"Dobrak pintu ini!!" Suruh ku dengan wajah penuh kemarahan menyelimuti ku..
"Tapi mbak"
"Suamiku sedang berbuat mesum di dalam dengan Sekar "
Mereka sangat terkejut mendengar pernyataan ku itu.
"Baik mbak"
BRAKKKK... BBRAKKK... BRAKK..
pintu rumah Sekar di dobrak sampai terbuka..
Dan ketika aku buka pintu, mas Bayu yang telanjang dada keluar dari kamar Sekar..
Aku berjalan ke arahnya dengan penuh kemarahan ku
PLLAAKK
PLAKKKK
PLAKKKK
Aku menampar keras wajah mas bayu..
"Ayu.. " Ucap mas Bayu syok mendapat tamparan ku..
"APA MAS!!! " Ucapku sambil melotot ke arahnya..
Dan akupun segera masuk ke dalam kamar sekar dan mendapati dia cuma terbalut kan selimut..
"Cih... Ternyata wanita kotor sepertimu tetap saja kotor! " Katamu ketus..
Aku menarik selimut yang membungkus tubuhnya itu.
"Mbak.. Mbak...maaf mbak.. " Kata sekar sambil bersimpuh di kakiku dia menarik selimut yang aku tarik tadi untuk menutupi bagian tubuhnya yang terlihat..
melihat dia hatiku sangat sakit, ingin sekali aku menampar dia namun aku ingin dia di permalukan...
Lalu aku menyeret dia keluar kamar yang ternyata sudah ada banyak orang di luar..
"Ayu! " Teriak mas Bayu..
"Kurang ajar kamu, berani kamu mempermalukan aku seperti ini! " Kata mas Bayu yang terlihat sangat marah dengan apa yang telah aku lakukan ini..
Aku cuma menyeringai dan terus menyeret sekar...
"Mbak.." Rengek Sekar sambil mencoba melepas tanganku..
"Lepaskan sekar! Ayu lepaskan dia.." Teriak mas Bayu dan menarik Sekar dari tanganku..
Dan akupun melepaskan dia..
"Masih membelanya mas.. Biar semua orang tahu kelakuanmu dan wanita jalang penggoda suami orang ini.. Lihatlah ini.. Lihat.. " Ucapku sambil terus menyeret sekar keluar dan ku lihat di halaman rumah sekar sudah banyak orang berkumpul. Mereka melihat mas bayu dan Sekar dengan tatapan penuh kemarahan.
"Ayu lepaskan sekar!! "Bentak mas Bayu lagi padaku dan akhirnya ku lepas sekar setelah benar semua orang melihatnya..
Mas bayu lalu menarik sekar dalam dekapanya dan menyembunyikan dia di belakang tubuhnya..
" Kamu keterlaluan ayu..kamu keterlaluan !! Aku ceraikan kamu sekarang juga! " Teriak mas bayu yang membuatku seketika terdiam.