NovelToon NovelToon
Addicted

Addicted

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arzeerawrites

Raihan, mahasiswa yang sempurna harus berurusan dengan seorang gadis yang memiliki kasta jauh lebih rendah darinya namun berprinsip kuat.

Rena sudah terbiasa disakiti oleh Raihan yang tak lain adalah suaminya. Namun bukan berarti Ia menjadi lemah dan tenggelam dalam kesedihan terus menerus. Ia bisa bangkit dan menjalani kehidupan seperti biasanya.

Saat Rena sibuk dengan dirinya sendiri, Raihan mulai menyadari seberapa penting kehadiran Rena dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Addicted 24

"Nyonya mau kemana? ini semua belum dinikmati,"

"Aku tidak mau menikmati makanan dan minuman ini karena aku sudah muak melihat wajahmu,"

Rena tersentak begitu Baretta berdesis dengan tajamnya. BIa menatap Baratte yang pergi kenudian matanya beralih ke atas meja dimana cake mozarella dan jus strawberry milik Baretta berada.

"Rena, dia siapa?"

Nathalie datang menghampiri Rena kemudian menepuk bahu Rena. Sedari tadi Ia memperhatikan interaksi Rena dengan Baretta.

"Dia saudara jauhku,"

Rena tidak ingin Nathalie bertanya lebih jauh sehingga Ia memilih untuk berbohong. Kalau nanti Ia mengatakan bahwa Baretta adalah mantan boss nya di rumah bordil, Nathalie pasti akan bertanya apa maksud kedatangan Baretta, apa yang dibicarakan, dan masih banyak pertanyaan lain yang akan keluar dari mulut Nathalie.

*****

"Ayah perhatikan selama ini Rena sudah melakukan kewajibannya sebagai istri. Dia merawat kamu penuh perhatian. Lalu bagaimana dengan kamu? sudahkah kamu melakukan kewajibanmu sebagai suami?"

"Untuk apa? aku tidak menginginkan dia, jadi aku tidak perlu melakukan apapun untuk orang yang tidak aku inginkan kehadirannya,"

"Kamu semakin brengsek, Rai."

"Itu memang aku, Ayah." seringai terlihat menghiasi wajah Raihan yang tampan namun kaku itu. Ia brengsek, memang begitulah kenyataannya.

"Paling tidak, uang bulanan untuk dia tetap kamu berikan. Ayah harap masih ada rasa tanggung jawab sedikit dalam dirimu,"

"Sampai saat ini, aku tidak pernah memberikan itu. Dia pun tidak meminta. Jadi untuk apa aku berikan? dia masih bisa mencari ua---"

BRAKK

"TAPI ITU KEWAJIBAN MU, RAIHAN!"

Raihan dan Christ dipertemukan di meja makan, dan itu sangat jarang terjadi. Karena apa? kejadian seperti ini selalu terulang. Selalu ada saja masalah yang membuat mereka adu mulut.

"Kewajibanku, tapi kenapa Ayah yang ikut campur?"

Byur

Christ menyiram wajah anaknya dengan air minum yang ada di depannya. Rahang Raihan mengeras, gigi nya bergemelutuk. Kobaran api dari matanya terlihat ingin membakar Christ.

Maid yang sedang bekerja sampai dibuat kaget dengan suara meja yang dipukul dan juga teriakan Raihan setelah sebelumnya Raihan menyahuti. Tapi mereka memilih untuk diam dan tidak ikut campur. Mereka tetap sibuk bekerja.

Rena baru pulang bekerja. Ia akan meletakkan botol minumnya. Ketika melewati meja makan, Ia terkejut melihat wajah dan rambut suaminya basah. Lalu Raihan dan Christ masih saling menatap tajam.

Christ bangkit dan ingin menghajar Raihan, namun Rena secepat kilat menghadang. Ia paling tidak bisa melihat pertengkaran. Apalagi yang akan disakiti ini adalah Raihan, lelaki yang sudah menjadi suaminya. Ia sepeduli itu pada Raihan.

"Tidak usah melindungi laki-laki seperti dia, Rena,"

"Ayah, bisa dibicarakan baik-baik? aku----"

Suara kursi yang terdorong membuat ucapan Rena terhenti. Suaminya pergi dari ruang makan. Rena menghembuskan napas pelan.

"Ayah, Raihan sedang sakit."

"Ayah tahu, dan seharusnya tidak usah kamu urus dia. Kamu lihat betapa jahatnya dia!"

"Aku sudah menjadi istrinya, Ayah. Jadi harus tanggung jawab dengan suami,"

Christ mengusap kasar wajahnya lalu beranjak meninggalkan ruang makan juga. Tapi sebelum benar-benar pergi, Ia sempat bergumam lirih seraya membelakagi Rena.

"Kalau mau berpisah dengan dia, lakukan saja Rena. Ayah saja lelah dengan dia, apalagi kamu,"

Rena tersentak mendengar itu. Seharusnya Ia senang karena artinya Ia diberikan pilihan dan Ia bebas memilih untuk meninggalkan Raihan, menyelesaikan pernikahan antara dirinya dengan Raihan. Tapi entah mengapa, ada rasa ingin mempertahankan. Karena Rena berharap pernikahannya bisa harmonis seperti pernikahan orang di luar sana. Sejak dulu hingga sekarang, itulah harapannya. Apakah bisa terwujud?

Rena menyusul suaminya ke kamar. Ia harus melihat Raihan. Apakah lelaki itu melakukan hal gila di kamar setelah bertengkar dengan ayahnya?

Cklek

"Keluar, Rena! aku ingin sendiri," Raihan tahu yang masuk ke dalam kamar adalah istrinya, dan belum sempat Rena melangkah masuk, Ia sudah mengusir gadis itu.

"Tapi-- kamu--"

"AKU BILANG KELUAR!"

Rena ingin sekali meneriaki balik lelaki itu, Lalu menyuruh Christ untuk datang dan melakukan niatnya tadi yang ingin menghajar Raihan.

"Ini kamarku juga. Jadi, biarkan aku di sini."

Raihan yang sedang berdiri dengan sedikit kesulitan, membalikkan badannya. Ia mengangkat sebelah alisnya. Ia memperhatikan gerak-gerik gadis itu yang sedang mengunci pintu kamar.

Raihan berjalan ke arah Rena. Kaki nya sudah membaik, hanya saja untuk dibawa berjalan dan berdiri dengan waktu yang cukup lama, Ia belum bisa melakukannya.

Ia menarik tangan Rena lalu mendorong Rena hingga terjerembab di ranjang. "Kamu menantang aku,"

"Aku tidak menantang. Aku tidak mau keluar dari sini! memangnya salah?! ini kamarku juga,"

Rena duduk dengan benar lalu membalas tatapan tajam Raihan yang berdiri di depannya dengan angkuh.

"Tolong perjelas sekali lagi! ini kamarmu?!"

"Iya, ini kamarku juga," jawab Rena seraya mengangkat dagu, seolah Ia menjelaskan lewat gestur tubuhnya bahwa Ia tidak takut dengan sikap Raihan saat ini.

"Hey sadar diri! kamu siapa memangnya?! berani sekali kamu mengakui yang bukan milikmu,"

Raihan mengangkat dagu Rena agar membalas tatapannya. Jeratan tangan Raihan di dagunya membuat Rena mengerinyit sakit, tapi Ia tidak mengeluh karena itu akan membuat Raihan semakin menyakitinya.

"Raihan, lepas!"

"Tidak akan!" Raihan menggertakkan giginya sembari mengencangkan cengkramannya di dagu Rena.

Rena mulai merasa nyali nya menciut karena tatapan Raihan saat ini seperti peluru yang siap untuk menembus kepalanya.

"Dia meminta aku untuk bertanggung jawab padamu. Memang kamu seberharga itu untukku? hm?"

Rena yakin dia yang dimaksud oleh Raihan adalah Christ karena Raihan baru saja berurusan dengan Christ tadi dan Raihan pasti masih kesal dengan ayahnya sehingga Ia begitu enggan untuk menyebut Christ dengan sebutan 'ayahku'

Rena memberanikan diri untuk menghempas tangan Raihan dari dagunya. Kemudian Ia berdiri, berhadapan dengan Raihan.

"Tidak usah kamu lakukan. Cukup katakan 'ya' pada ayah. Apa susahnya? tidak usah membantah ayah sampai membuat beliau marah seperti tadi,"

"DIAM KAMU JALANG!"

Hati Rena langsung berdenyut nyeri. Tapi Ia berusaha untuk tetap kokoh, tidak menangis ketika laki-laki yang seharusnya bertutur kata dan bersikap baik padanya malah mengecap dia sebagai jalang. Walaupun kenyataannya memang begitu, tapi apakah sulit menjaga perasaan nya? cukup simpan kata terkutuk itu di dalam hati tanpa diucapkan. Karena tanpa diucap pun, Rena tahu bahwa dia adalah jalang.

Rena memilih untuk keluar dari kamar. Pertahanan dirinya mulai goyah. Rasa sakit hati yang dengan kurang ajarnya hadir membuat dirinya ingin menangis sekarang juga.

Sebelum Rena sempat membuka kunci pintu, tangan Raihan berhasil menahannya. Ia membalik tubuh Rena lalu menggeram marah.

"Apa yang kamu butuhkan? uang?"

Rena yang sebelumnya menunduk langsung mengangkat kepalanya. Ia menatap Raihan tidak mengerti.

Raihan berkacak pinggang seraya memijat pelan kepalanya. Ia menghembuskan napas sebelum satu kalimat meluncur dengan bebas dari mulutnya yang kerap sekali mengeluarkan verba yang kasar untuk Rena.

"Aku akan memberikan apapun yang kamu butuhkan lalu setelahnya kamu harus pergi dari hidupku,"

-------

Tim ReRai tetep bersatu mana suaranya? tim ReRai pisah mana suaranya? komen yang buanyakkk, baru aku up ya😜

EX PART MCH YG TERAKHIR UDH AKU UP LHOO. MAMPIR KE SANA YUUKK. TINGGALKAN JEJAK KALIAN SEBELUM PISAH SAMA TRIPLE A. NILLAKU JUGA UDAH AKU UP. YUK YUK CEKI-CEKI KE SANA

1
pia septiana
bagus 😊😊
Subiyanti Rsn
bagus,cuma kosa katanya kadang ada yg gemana?
Pe_fina
addicted buat dibaca nih😄
Seriani Yap
Up dong
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Up
Up
Seriani Yap
Up
unun muslimah
lanjutkan kk 💪😍
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Lanjut
Seriani Yap
Up lagi thor
Seriani Yap
Semangat trus ya thor
Seriani Yap
Please Up thor
nyimas aisyah
baru Tau Ada orang yg otaknya rusak sprti denrio . Crist hancurkan motor qdenrio masukkan k penjara jangan ganggu dear kasian dear dia jg susah krn denrio
Seriani Yap
Up
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
Seriani Yap
Huh.. Denrio kok ga kapok ya..
Denrio ga seperti rayhan yg sudah bisa cari uang sendiri
Seriani Yap
Semangat
Ahmad Fauzi
kenapa jadi begini seh,ortu jadi ikut campur,Reihan juga mudah emosi seh,moga z opa Christ g ngelakuin hal buruk sama denrio
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!