raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
Tapi Arsen menahan nya dia memperdalam ciuman nya memanggut membelit lidah Rania mengabsen semua rongga mulut Rania, Rania pun membalas ciuman Arsen sama hal nya dengan Arsen Rania membelit lidah Arsen meskipun begitu Rania sudah berpengalaman.
Mereka melepaskan ciumannya dan berebut bernafas seperti pasokan oksigen disekitar mereka habis, Arsen menatap Rania dengan kabut gairah matanya sayu menuntut lebih
Mereka melakukan nya kembali ciuman sekarang begitu lembut tapi menuntut,dengan posisi Rania duduk di pangkuan Arsen tangan Arsen yang sudah membuka baju kancing Rania.
ciuman Arsen turun ke leher jenjang Rania benda pusaka yang ada dibawah Rania mengeras Rania pun merasakan nya,
Arsen memberikan tanda kepemilikan nya lagi di leher dan dada Rania desahan Rania terdengar merdu untung ruangan Arsen kedap suara.
Arsen melahap kembali puting bukit kembar Rania sekarang puting itu seperti candu untuk Arsen ,tangan yang satu nya memainkan puting Rania Rania terus mendesah kenikmatan dengan apa yang Arsen lakukan
tiba tiba dari arah pintu ada yang membuka nya Adi yang melihat itupun terkejut dan buru buru menutup pintu, si bos kaya gak ada tempat lain saja kenapa gak di kunci lagi pintu nya siap siap bonus bulanan gue bakal dipotong.
Rania buru buru menghentikan nya kan aku sudah bilang tadi ada yang kesini kan Rania langsung turun dari pangkuan Arsen dan membenarkan penampilan nya, Arsen yang di ganggu pun menggeram awas saja kamu Adi
Rania ke toilet diruangan Arsen dia harus menutupi stempel yang di buat Arsen, kenapa ini banyak sekali bagaimana ini menutupi nya
"Rania keluar dari toilet, ini gara gara kamu ya mas sambil memberengut"
"Sudah tidak papa tidak akan terlihat karna kamu membelakangi pintu"
"Ini bibir jangan di monyong monyong in lagi apa minta di sosor lagi"
"sudah ya mas sambil mendorong tubuh Arsen aku mau kerja aku gak mau memakan gajih buta"
Rania keluar dari ruangan Arsen, Rania malu kalau bertemu dengan Adi mau di taruh dimana muka nya. tapi Rania kembali memfokuskan pikiran nya ke pekerjaan
Tidak terasa waktunya makan siang pun datang, Rania menghubungi Mira untuk menunggu nya di depan Rania buru buru turun kebawah.
"Seger amat ran"
"seger apaan?"
"Itu muka udah kaya seperti tanaman yang sudah disirami"
"Apaan sih kamu mir gak jelas banget deh"
Mereka sampai ditempat makan sederhana yang ada di sebrang kantor,
"ran kamu sudah dengar belum gosip kamu yang dekat dengan pak Arsen"
"Ya.. aku sudah mendengarnya aku tidak peduli biarkan saja mereka membicarakan aku"
"aku denger denger kamu ada yang mengunci di toilet?"
"Iya aku gak tau siapa orang nya setelah aku lembur aku ke toilet tiba tiba toilet itu mati lampu dan ada yang mengunci aku dari dalam. Untung ada pak Arsen kalau enggak mungkin aku sudah kehabisan nafas disana"
"Ya ampun ran kok Akau baru tau, untung kamu gak papa"
"kemarin aku gak masuk juga karna Akau sakit aku trauma dengan gelap makannya aku demam"
Kamu dengar gak siapa yang mengunci aku, aku denger nya sih anak pemasaran dan langsung di pecat oleh pak Arsen tapi denger denger dia juga ada yang menyuruh nya untuk mencelakai mu Rania.