NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Perkelahian pun tak terelakkan lagi. Dante menangkis setiap serangan yang datang dengan gerakan luwes dan mantap, namun hati Clark tetap berdegup kencang penuh cemas. Bagaimanapun juga, ini adalah pertarungan lima lawan satu.

Lima pria berbadan besar itu kini mengeroyok suaminya tanpa ampun. Napasnya tercekat, ia tak henti-hentinya berdoa dalam hati, memohon keselamatan bagi orang yang dicintainya.

"Suamimu lumayan tangguh juga. Tapi pada akhirnya dia takkan mampu mengalahkan anak buahku. Kemarilah! Lebih baik kau duduk dan nikmati pertunjukan ini bersamaku," ejek Andrew.

"Cih! Aku tak sudi!" bentak Clark penuh amarah.

Andrew malah tertawa renyah mendengar penolakan itu. "Jangan sering marah-marah begitu, nanti cepat tua lho..."

"Kakak!!" teriak Clark histeris saat salah satu lawan mengeluarkan belati tajam, ujungnya hampir menyayat lengan Dante.

Ini tak bisa dibiarkan begitu saja, batinnya menyayat hati. Pertarungan itu tak lagi seimbang. Dante mulai terlihat kelelahan, napasnya memburu. Ini bukan adegan di layar kaca di mana tokoh utama bisa melumpuhkan puluhan orang sendirian tanpa luka sedikit pun.

Clark menyalahkan dirinya sendiri. Semua ini terjadi karena dia. Seandainya dia tak mengajak Dante ke sini, seandainya dia tak memaksa makan di tempat itu, mereka takkan pernah bertemu pria menyebalkan ini.

"Kakak... Aaakhh!"

Sebuah kursi kayu menghantam keras punggung Clark saat ia nekat berlari ke belakang untuk melindungi suaminya dari serangan yang tak terduga.

Kejadian itu terjadi begitu cepat. Dante baru menyadari saat mendengar jeritan pilu itu dari belakang. Melihat tubuh istrinya terkulai tak sadarkan diri di lantai, dunia seakan berhenti berputar. Aura membunuh yang mengerikan seketika memancar dari dirinya, membuat siapa saja yang merasakannya merinding ketakutan.

Andrew pun terbelalak tak menyangka. Ia tak pernah menyangka gadis yang sering ia goda itu rela mengorbankan dirinya demi suaminya. Melihat Clark tergeletak lemah, amarahnya pun meledak.

Ia segera mencabut pistol dari pinggangnya, menembak kepala bawahannya yang menghantam Clark tanpa belas kasih. Tanpa peduli tubuh yang kini terkapar berdarah, Dante segera merengkuh tubuh istrinya, menggendongnya erat seolah takkan pernah melepaskannya lagi.

"Kau mau membawanya ke mana?" Andrew mengejar.

Dante tak menjawab, hanya menatapnya tajam, tatapan yang mengancam akan ada pembalasan yang takkan pernah dilupakan.

"Naik mobilku! Mobilku ada di sini!" tawar Andrew. Dante tak menolak, ia masuk ke dalam mobil tanpa menoleh lagi. Baginya, keselamatan Clark adalah segalanya, dan pria inilah sumber semua kejadian ini.

Mobil melesat membelah jalanan dengan kecepatan tinggi menuju resor. Pintu utama terbuka keras hingga menabrak dinding saat mereka Yuna. Hudson dan Josua tersentak kaget, sementara Yoora segera berlari keluar dari dapur.

"Ada apa... Clark?!" Yuna membelalak saat melihat wanita itu terbaring tak sadarkan diri. Hudson segera memeriksa kondisinya. Sementara itu, Dante menarik kerah baju Andrew dan menyeretnya keluar ruangan.

Di luar pintu, tinju Dante menghantam wajah Andrew berkali-kali tanpa ampun. Darah segar membasahi hidung dan pelipis pria itu.

"Dante! Hentikan!" Yuna mencoba melerai sambil menjauhkan Josua agar tak melihat kekejaman itu. "Kau bisa membunuhnya! Dia yang tadi menolongmu..."

"Dialah penyebabnya! Karena dia istriku terluka! Aku akan membunuhnya!" Dante tak terkendali. Andrew kini sudah babak belur, namun Dante seolah tak puas.

"Dante! Istrimu sudah sadar!" Hudson keluar menahan saudaranya.

"Kau akan kubuat membayar mahal setelah ini," ancam Dante sebelum kembali masuk ke kamar.

"Clark!" Ia segera mendekat dan hendak memeluknya, namun Clark meringis kesakitan. Dante segera melepaskan pelukannya, wajahnya penuh penyesalan. "Maafkan aku..."

"Ini bukan salah Kakak," bisik Clark lemah. Ia memeriksa tangan suaminya yang penuh luka. "Kakak terluka... biar aku bersihkan dulu.."

"Jangan bergerak! Aku tak apa-apa. Ini bukan darahku. Kau diam saja di sini," suaranya bergetar menahan tangis. "Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau berani melindungiku? Kenapa..."

"Maaf... tapi sama seperti Kakak yang selalu berusaha melindungiku, aku pun begitu. Aku takut sekali melihat Kakak terluka. Jangan menangis... aku benar-benar baik-baik saja, hanya memar biasa saja. Kakak jangan khawatir," bujuk Clark lembut meski rasa sakit di punggungnya terasa luar biasa. Ia ingin sekali menggoda suaminya yang kini tampak rapuh, namun ia tahu ini bukan saatnya.

"Aku ambilkan makanan dulu. Kau pasti lapar," Dante segera bangkit dan melangkah keluar.

Begitu pergi, Clark mengintip sedikit bajunya, punggungnya kini membiru keunguan, perih sekali rasanya, tapi ia tak ingin menambah beban pikiran suaminya.

Di ruang tamu, Hudson sedang merawat Andrew. Dante benar-benar keterlaluan, namun yang lebih aneh adalah Andrew yang tak sekalipun meringis kesakitan.

Andrew melirik ke arah pintu saat Dante keluar membawa nampan berisi makanan dan minuman dengan wajah yang begitu lembut dan hati-hati.

"Heh? Mana sosok mengerikan yang tadi? Kenapa sekarang berubah jadi pelayan?" batin Andrew tak percaya. Hudson pun sudah tak heran lagi melihat perubahan sikap saudaranya yang berbalik seratus delapan puluh derajat begitu berada di dekat istrinya.

Dante menoleh tajam ke arah mereka. "Kenapa menatap begitu?"

Keduanya serentak memalingkan wajah panik, tak berani menatap lagi.

"Dia memang seperti itu?" tanya Andrew berbisik.

"Ya. Begitulah sifatnya. Di depan orang lain ia tampak dingin dan mengerikan, tapi di depan istrinya... tak ada yang tahu betapa lembutnya hatinya," jawab Hudson pelan.

"Sungguh begitu?"

Hudson mengangguk mantap.

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!