Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Saya tidak tahu, dimana nyonya!" kata Lulu dengan gugup.
Dia baru saja kembali dari memeriksa laporan dari divisi pengadaan, laporan yang memang dia periksa setiap tiga hari sekali. Dia di kejutkan dengan keberadaan Brandon dan Siska yang ada di ruangannya.
Lalu bertanya padanya, dimana tempat tinggal Tatiana sekarang. Dia sudah tiga kali mengatakan dia tidak tahu. Tapi, tetap saja Brandon terus bertanya, seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lulu.
"Kamu bersekongkol dengan nyonya kan? kamu itu sekertaris nya. Mustahil, kamu tidak tahu dimana nyonya!" Siska semakin membuat Lulu panik.
"Sungguh, saya tidak tahu nyonya sekarang tinggal di mana?"
'Dua orang ini stress atau bagaimana sih? aku mana tahu nyonya dimana! lagipula dia sudah resign. Yang seharusnya tahu keberadaan nyonya kan suaminya? kenapa malah paksa terus tanya aku disini?' gerutu Lulu dalam hatinya.
Dia saja sudah berniat untuk mengundurkan diri. Di tambah kali ini dia dibentak, rasanya tekadnya makin bulat untuk resign.
"Tuan, dia tidak akan mengaku kalau tidak diancam. Pecat saja kalau dia tidak mau mengaku dan memberitahu dimana tempat tinggal nyonya!" kata Siska.
Lulu mengepalkan tangannya. Dia akhirnya kehabisan kesabaran.
"Heh, pelakorr!" bentak Lulu pada Siska, "gak usah kalian ancam mau pecat. Aku memang sudah buat surat pengunduran diri! Pantas saja nyonya resign, tuan memang tidak pintar, tidak bisa membedakan mana perempuan baik-baik dan mana ular!"
"Hehh..."
Lulu sudah tak perduli lagi, dia berjalan ke arah ruangan HRD dan menandatangani surat pengunduran diri yang memang sudah dia bicarakan sebelumnya dengan pihak HRD.
"Tuan, dia berani sekali bicara seperti itu! jangan kasih dia pesangon tuan!" ujar Siska yang kesal pada ucapan Lulu.
Dion dan beberapa orang yang melihat itu menghela nafas lega panjang.
"Lihat itu! bahkan Lulu saja sampai resign. Aku tidak perduli jika tidak mendapatkan pesangon. Aku juga mau resign!" kata Dendi.
"Aku juga!" Fitri juga sependapat dengan Dendi.
Dion meletakkan catatannya di atas meja.
"Nyonya sudah pasti tidak akan kembali. Aku juga akan resign!"
Tanpa banyak bicara, 6 orang dari depertemen keuangan pergi bersama-sama ke arah HRD. Kepala HRD merasa sangat terkejut, dia merasa harus melaporkan semua ini pada Brandon.
Mega, kenapa HRD berjalan ke ruangan Brandon. Saat dia akan mengetuk pintu, dia mendengar suara keras dari dalam ruangan direktur utama itu.
Brakk
"Kemana aku harus cari Tatiana!"
Suara Brandon terdengar sangat keras. Membuat Mega urung mengetuk pintu.
"Atau kita tunggu saja di depan kantor Yuli, tuan. Siapa tahu setelah pulang kerja. Yuli pergi menemui nyonya Tatiana!"
"Kamu benar, juga harus temukan Tatiana. Kalau tidak, bagaimana membayar kerugian 4 milyar itu!"
Mega terdiam di depan pintu. Rupanya perusahaan ini memang sedang dalam masalah. Dia bukan tidak tahu masalah jabatan Tatiana yang di berikan pada Siska. Tapi Mega tidak menyangka semua akan seperti ini.
Mega menghela nafas panjang. Sepertinya dia tidak perlu lagi bicara dengan Brandon. Mungkin, perusahaan memang tidak akan bertahan lama. Dulu, perusahaan memang pernah mengalami masalah lebih besar daripada saat ini. Tapi dulu ada Tatiana, bahkan Mega tidak perlu khawatir sama sekali. Namun sekarang, Tatiana sudah resign. Mega juga bisa mengerti keputusan Tatiana.
Siapa wanita yang akan tahan, kalau suaminya bahkan memberikan jabatan dan ruangannya pada wanita lain. Kalau wanita itu berkemampuan sih itu tidak masalah. Tapi jelas-jelas wanita itu tidak tahu apa-apa.
Mega berbalik, dan berjalan kembali ke ruangannya. Dia rasa dia akan menyetujui semuanya. Lalu tinggal minta tanda tangan Brandon saja.
Tapi saat Mega akan ke ruangannya, seorang pria bertanya padanya.
"Permisi, ruangan tuan Brandon Wirawan dimana ya? saya dari pengadilan!"
"Itu, disana!" jawab Mega singkat.
Pria itu mengangguk dan segera mengetuk pintu ruangan Brandon.
Tok tok tok
"Kamu siapa?" tanya Siska pada petugas itu.
"Saya dari pengadilan, Nyonya Tatiana telah mendaftarkan gugatan cerai pada tuan Brandon Wirawan. Besok sidang akan di laksanakan pukul 9 pagi. Jika tuan Brandon Wirawan tidak datang, maka putusan akan di bacakan sesuai dengan tuntutan nyonya Tatiana!" kata petugas itu.
"Mana bisa begitu?" tanya Brandon marah.
"Mohon maaf, tapi saya hanya melaksanakan tugas. Pengacara dari pihak penggugat berjumlah 40 orang!"
"Apaaaa?"
**
Di tempat berbeda, di kantor hukum Yuli. Tatiana dan kakaknya sudah mengambil surat perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Brandon.
Saat pertama kali Zack meraih kertas itu, tangannya terkepal kuat meremass surat itu.
"Kamu sia-siakan hidupmu yang berharga selama 10 tahun hanya untuk pria bodohh ini! aku akan buat dia merangkak di jalanan. Dan tidak diterima dimanapun!" geram Zack.
Yuli yang melihat betapa seramnya Zack, langsung bersembunyi di belakang punggung Tatiana.
"Tatiana, kakakmu seram sekali!" bisik Yuli.
Untung saja dia tidak menargetkan Zack menjadi suaminya. Dia sedang berusaha mendekati Erick. Padahal Yuli tidak tahu, kalau Erick bahkan bisa mencekikk orang tanpa berkedip.
"Dia hanya begitu saat sedang marah!" kata Tatiana mencoba menenangkan Yuli.
"Oh ya, jadi tidak sering-sering ya kan? berapa jam sekali kakakmu itu marah?" bisik Yuli lagi.
"Tidak sering, hanya setiap jam saja!"
Yuli menelan salivanya dengan susah payah. Bisa lemah jantung kalau berhadapan dengan orang yang emosian begitu.
"Sekarang aku akan ambil alih semua ini! Yuli, terima kasih selama ini sudah banyak membantu Tatiana. Aku sudah mendaftarkan gugatannya, aku yakin si bodohh itu juga sudah dapat surat dari pengadilan. Oh ya, kamu janda kan? sudah berapa lama jadi janda?" tanya Zack.
Mata Yuli melebar. Kakaknya Tatiana yang satu itu benar-benar blak-blakan sekali. Pertanyaan kalau dia seorang janda saja sudah menampar Yuli rasanya. Karena pertanyaan itu di ucapkan oleh seorang pria yang memang baru satu kali bertemu dengannya. Dan satu tamparan lagi, ketika Zack bertanya sudah berapa lama Yuli menjanda.
'Ya ampun, orang ini benar-benar ya...'
"Mau tidak dengan kakakku, dia agak tua memang. Sudah 35 tahun, tapi dia sehat. Tubuhnya lebih besar dariku, mungkin itunya juga lebih besar!"
Blush
Yuli tak sanggup mendengarnya lagi. Yuli sampai menutup wajahnya dan bersembunyi di belakang punggung Tatiana.
"Kakak, kenapa kakak suka sekali mempromosikan saudara-saudaramu?" protes Tatiana.
"Loh, kalau tidak saudara yang di promosikan. Masa aku harus promosikan tetangga? aneh kamu Tatiana!"
Tatiana tak bisa lagi membantah. Dia kehabisan kata-kata.
Setelah mendapatkan surat cerai itu Zack dan Tatiana keluar dari kantor hukum Yuli.
"Mau pulang bersama?" tanya Tatiana.
Yuli menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak, aku masih ada sedikit pekerjaan. Jangan khawatir, aku akan datang ke sidangmu besok. Jam 9 kan?" tanya Yuli.
Tatiana mengangguk.
"Iya, baiklah aku pulang dulu...!"
"Tatiana!" suara Brandon terdengar setelah dia keluar dari dalam mobilnya, setelah melihat Tatiana, Zack dan Yuli keluar dari kantor hukum Yuli itu.
***
Bersambung...
Asal jangan yg mokondo aja, rugi banget ya Yuli.. 🤭
Patut Erick yg konon manusia paling sibuk dengan bisnisnya nyempat²in buat repot² turun langsung membantu Yuli menangani kasus perceraian, ternyata Erick sejak awal sudah menyimpan rasa pada Yuli.. 🤭
Di tambah lagi adegan jatuh 2x, jatuh dalam pelukan, dan jatuh terduduk dalam pangkuan.. Membuat seorang Erick yakin dengan hatinya.. 🤭
Pesona janda emang terdepan ya Mas Erick.. 🤣🤣🤣
terima kasih sampai jumpa lagi
Kalau kau berani, ya hadapi saja sendiri..
Untuk apa kau berlindung di balik sangkar emas mu, jika kau punya kuasa di kota D ini..?!
Kau beraninya hanya mengintimidasi wanita, benar² banci..
Kau yg suka mempermainkan wanita, kau lampiaskan egomu pada istri..
Apa yg di harapkan dari lelaki seperti dirimu sebagai suami..?!
Jika kau merasa hebat, ya hadapi..
Bukan ujug² melampiaskan emosi mu pada anak buah mu, itu sih kau pengecut namanya kau sebagai lelaki..
Jatuh dalam pelukan, lalu jatuh terduduk di pangkuan.. Apakah ini ada unsur kesengajaan, atau emang kebetulan..?🤣🤣
mbaca dari awal sudah kerasa nyeseknya.tatiana bener2 kuat.disingkirkan gegara ada ulet buku nemplok si brandon.suami yang g bisa apa-apa tapi uda banyak tingkah.alurnya sat set.jadi sering nungguin up nya.
terimakasih atas bacaannya yg keren thor.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰 ❤️❤️
ad rasa juga niih ma Yuli ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂
pas tuh ,, 😁😁😁😁
entah mau dihabisin Tantowi
apa dihabisin Erick
itu terserah kak Thor 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
masih perawan ni
eh salah janda yaa..
tapi belum halal oi
begini ni,kalau kelamaan jomblo🤣🤣
btw
amanda mending keluar dr kota itu juga
takut jadi sasaran bales dendam suami nya
eh ralat,mantan
iy mantan yaa 🤣🤣