NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

BRAK!

Pintu gudang tua itu terbuka lebar diterjang tendangan keras Raven. Napasnya memburu, urat lehernya menegang kaku, manik matanya menyala merah siap mencabik siapa saja yang berani menyentuh istrinya, meskipun sampai saat ini ia masih gengsi mengakui perasaannya secara terang‑terangan. Namun langkahnya mendadak terpaku di tempat saat pemandangan di hadapan mata membalikkan seluruh dugaannya.

Di tengah ruangan berdebu itu, keadaan sungguh berbalik seratus delapan puluh derajat. Sara berdiri tegak bak ratu perang yang tak tertaklukkan, senyum miring yang tajam terukir di bibirnya, tatapannya tenang namun memancarkan aura mengintimidasi yang membuat siapa saja yang melihat akan ciut nyalinya.

Sedangkan Chelsea beserta gengnya yang tadi tampak angkuh dan penuh percaya diri, kini tergeletak tak berdaya di atas lantai yang penuh debu, dengan kondisi yang sangat memprihatikan. Ada yang memegangi perut, ada yang meringis sambil memegangi lengan yang terpelintir, wajah mereka penuh lebam keunguan dan keringat dingin karena ketakutan yang luar biasa.

Flashback On

Saat Chelsea mencaci, merendahkan, dan melemparkan ancaman untuknya, otomatis seluruh fokus orang yang ada di ruangan tertuju padanya dengan tatapan sinis. Sara justru memasang wajah tenang untuk mengelabui musuh. Di balik punggung yang terikat, tangannya bergerak perlahan memutar jam tangan canggih di pergelangan tangannya. Dalam sekejap, pinggiran jam itu berubah menjadi bilah pisau kecil yang tajam. Tanpa suara ia menggergaji tali yang mengikatnya hingga putus dalam hitungan detik. Dan saat Chelsea memerintahkan anak buahnya untuk menghajarnya, Sara bangkit secepat kilat.

Dengan keahlian bertarung yang sudah terlatih sejak lama sebagai Ratu Perang di dunia bawah, setiap serangan yang ia terima dari anak buah Chelsea bukanlah ancaman berarti bagi Sara.

Ia yang sudah mulai jengah dengan suasana yang menurutnya sangat membosankan itu, ia bergerak cepat bak bayangan dalam kegelapan. Setiap pukulan dan tendangannya tepat sasaran. Dan dalam hitungan detik, mereka semua sudah tak berkutik di hadapan Sara.

Chelsea yang sebelumnya merasa paling berkuasa kini hanya bisa merangkak mundur gemetar, ia bahkan tak berani menatap wajah Sara. Sungguh ia sama sekali tak menyangka jika gadis yang ia anggap remeh itu ternyata bisa membalikkan keadaan dalam hitungan detik saja. Egonya semakin terluka di hadapan para anak buahnya itu, tapi dia juga sadar melawan Sara saat ini sama aja menyetor nyawanya secara cuma-cuma.

Flashback Off

Begitu pintu terbuka lebar, Chelsea yang sempat terjungkal kaget kini kembali tersenyum penuh harapan saat melihat sosok Raven yang berdiri di ambang pintu, Chelsea segera mengerahkan sisa tenaganya bangkit dengan susah payah. Wajahnya yang semula sombong dan angkuh kini berubah memelas penuh air mata.

“Raven! Tolong aku! Gadis gila ini benar-benar bar-bar! Lihat kami, ia menyerang kami dengan brutal! Aku mau kamu membalasnya! Buat dia bertekuk lutut di hadapan aku!” adunya nyaring sambil mencoba meraih lengan Raven.

Sara membalikkan badannya perlahan menatap ke arah Raven dengan tatapan datarnya namun senyum tipis masih terukir di bibirnya. Ia ingin lihat pria yang kini menyandang status suaminya itu akan berpihak pada siapa?

Semua mata tertuju pada Raven dengan tatapan ingin tahu. Dan detik berikutnya Raven dengan dingin menepis tangan Chelsea dengan kasar menjauh dari tubuhnya seolah itu sesuatu yang menjijikkan. Tanpa menoleh sedikit pun pada gadis itu, ia melangkah lebar mendekati Sara yang masih berdiri tenang menatapnya dengan tatapan acuhnya.

Chelsea yang di acuhkan Raven semakin meradang tak terima. "Raven kamu tega lakukan ini padaku, hanya demi wanita kampungan ini! Sadar Raven wanita seperti dia hanya memanfaatkan kamu saja!" teriak Chelsea dengan suara bergetar.

"Kamu tak punya hak mengatur siapa yang pantas buat aku! Ingat baik-baik Chelsea, jika kamu masih mencari gara-gara sama Sara, maka jangan menyesal jika aku menghancurkan keluarga Wijaya!" tegas Raven.

"Oh! Satu hal lagi, Sara adalah kekasihku! Jadi jika ada yang menyinggungnya maka kalian semua harus berhadapan denganku!" lanjutnya.

"Mana mungkin! Kamu hanya milikku Raven! Keluarga kita sudah menjodohkan kita!" teriak Chelsea histeris.

Sara hanya tersenyum penuh kemenangan saat melihat kekesalan dan keputusan Chelsea.

Di belakangnya, Alden, Arga, dan Andra hanya bisa melongo tak percaya menatap pemandangan di hadapan mereka.

“Eh … ini benar apa mimpi sih?” bisik Arga sambil mengucek matanya berulang kali. “Bukannya tadi kita lari-larian mau nyelamatin si anak baru? Kok sekarang malah gang nenek lampir ini yang sepertinya sangat membutuhkan bantuan! Dan aku gak selah dengarkan, sibos sudah tak jomblo lagi! Tapi, kapan mereka jadiannya?"

Plak!

Satu tabokkan tegas mendarat mulus di pundak Arga!

"Aww! Shit! Sakit anjir! Kenapa kau memukulku!" Kesal Arga sambil melayangkan tatapan tajamnya pada sosok Angga di sebelahnya.

"Biar kau bangun dari mimpi! Dan ini nyata kau tak salah dengar! Kita sudah punya Nyonya bos sekarang!" bisiknya antusias sambil tersenyum tanpa dosa.

“Gila ... ternyata Nyonya bos kita tenaganya gak kaleng-kaleng?” timpal Alden masih tak habis pikir. “Sendrian bisa lawan delapan orang dan langsung kelar begini?” timpalnya tak kalah heboh.

Andra dan Arga mengangguk setuju, tatapannya masih tertuju pada anak buah Chelsea yang masih terkapar di lantai. “Salah pilih lawan ini mah … ha ha! Sudah terima kenyataan saja! Nyonya Bos kita emang keren!” lanjut Alden sambil mengangkat kedua jempolnya ke udara.

Sementara itu Dewi yang baru saja menyusul langsung menerobos masuk begitu saja tanpa melihat kiri kanan. Ia langsung memeluk Sara erat‑erat. “Sara! Astaga jantungku mau copot! Kamu nggak apa‑apa kan? Nggak ada yang terluka kan?” serunya heboh memeriksa seluruh tubuh Sara dari ujung rambut sampai kaki.

"Syukurlah kamu baik-baik saja!" lanjutnya lega. Namun saat mata menatap ke sekeliling seketika matanya terbelalak tak percaya pada pemandangan yang menyambutnya, antek‑antek Chelsea terkapar di lantai sambil meringis kesakitan.

“Ya ampun … siapa yang menghajar mereka sampai begini?” bingungnya mencari‑cari sosok pahlawan misterius yang mungkin sedang bersembunyi. Namun sejauh mata memandang ia tak menemukannya sosok yang ia bayangkan.

Sara hanya tersenyum tipis sambil menepuk punggung sahabatnya pelan, tak berniat menjelaskan. Matanya kembali terkunci pada sepasang mata tajam milik Raven yang kini berdiri tepat di hadapannya.

Ingin rasanya Raven merengkuh tubuh itu saat ini juga, namun akal sehatnya menahannya, menyadarkan dirinya jika mereka masih di tempat umum, dan rahasia pernikahan mereka belum boleh terkuak.

Di ambang pintu, Leon yang menyaksikan semuanya hanya tersenyum samar seolah sudah menduga dari awal. Dengan langkah tenang dan wajah yang kembali serius, ia melangkah masuk mengambil perannya sebagai guru.

“Hmm! Apa yang sedang kalian lakukan disini?” suaranya tenang namun tegas, seketika menyedot perhatian semua orang dan membuat suasana gaduh itu seketika hening.

Chelsea dan gengnya semakin gemetar ketakutan menyadari posisi mereka yang sudah terpojok di hadapan guru.

Bersambung ....

 

1
Munas Tuti
awas lhooo Chelsea klo jatuh sakit ..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Ayo Mark selidiki /Determined/

Ayo Sara, kumpulkan semua bukti-bukti itu/Determined/, Ku menunggu pembalasanmu pada mereka, orang yang telah membunuh keluargamu, dan juga mengambil semua hak-hak yang seharusnya menjadi milikmu/Determined//Determined/
Munas Tuti
euleuhhh meuni dikit bacanya...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya saling mengakui/Drool/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara takut Raven diambil Chelsea, dan Raven takut Sara dekat dengan Lucky🤭, sama-sama cemburu kalian🤭
Munas Tuti
nah looo ...sapa tuh Lucky, mau tau ajha apa mau tau banget he..he..
wo te
biasa nya up 2 sehari ko ini 1 doang udh 2 hri,,mna da libur lagi wkt tgl brpa yh lupa 🤣🤣🤣
Munas Tuti
ichh gumuz banget liat mereka berdua ....jangan pd gengsi laaah
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara cemburu nih, takut Raven diambil/Chuckle/
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
suka cerita nya thor, masalahnya satu demi satu di selesai kan jd nggak lama. nggak salah aq kasih bintang⭐⭐⭐⭐⭐
riniandara: Terima kasih banyak kak,
total 1 replies
Munas Tuti
weishh ketar ketir tu Sara...
Munas Tuti
lanjuuuut mbak'e...👍👍
Munas Tuti
kerennn... aku /Good/suka, banyak kejutan
Munas Tuti
ayoo siaps yaa rahasia besar akan terungkap hi..hi..
Munas Tuti
ok...cari teruss bukti2 yg nenguatkan siapa sebenarnya Sara....cmon Daven bantu Sara 💪💪
Munas Tuti
akhirnya jelas siapa Sara sebenarnya, beruntung yg merawatnya kakek kandungnya sendiri...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
😭😭 akhirnya, ayo Sara kasih tau Kakek Don yang sesungguhnya, sebelum ia menyayangi cucu palsunya/Determined//Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tapi semoga aja Tuan Don gak ngajak tuh si benalu itu 😌, ayo Mark, kamu cari taulah lebih dalam, jangan hanya di awalnya saja /Scream/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah Raven akan terkejut melihat identitas asli Sara? 🤭
Munas Tuti
gimana yaa pas makan malam nanti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!