NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Napas Alceena tercekat di tenggorokan saat kecupan hangat Xander mendarat di bibirnya. Ciuman itu begitu singkat, namun getaran yang ditinggalkannya sanggup membuat seluruh permukaan kulit Alceena meremang.

Kesadaran sang diva mendadak ditarik kembali ke permukaan.

Dia tersadar dari kegilaan batinnya yang baru saja meracau tentang 'memberikan tanda kemerahan' di leher pria ini.

Dengan sentakan yang diusahakan sekuat mungkin, Alceena mendorong dada bidang Xander.

Dia mundur satu langkah, melepaskan diri dari dekapan lengan kekar kemeja hitam itu. Alceena membenarkan posisi kerah gaun satin hitamnya yang sedikit bergeser, lalu menatap Xander dengan kilatan mata yang tajam, mencoba mengembalikan wibawa seorang majikan yang sempat runtuh.

"Jangan bertingkah sembarangan, Xander!" bentak Alceena dengan suara yang ditekan serendah mungkin, tidak ingin kru di luar dinding kayu ini mendengar keributan mereka.

"Aku sedang kerja di sini! Ini area profesional, bukan tempat tidur pribadiku!"

Xander tidak merasa terintimidasi sama sekali oleh bentakan itu. Sebaliknya, senyuman tipis yang teramat seksi masih tertinggal di sudut bibirnya.

Dia menurunkan tangannya ke sisi tubuh, lalu memiringkan kepalanya sedikit. Sepasang mata heterochromia-nya berkilat jenaka, menatap Alceena dengan tatapan menggoda yang membuat pertahanan wanita itu semakin goyah.

"Kalau di rumah... berarti boleh, Sayang?" tanya Xander dengan nada suara bariton yang sengaja diperhalus, sarat akan sindiran manja yang mematikan.

Wajah Alceena seketika memanas mendengar pertanyaan frontal tersebut. Terlebih lagi, kata 'Sayang' kembali lolos dari bibir Xander dengan begitu alami, seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang sudah memadu kasih bertahun-tahun, bukan dua orang asing yang baru terlibat hubungan gila selama empat hari.

"Murahan sekali!" sentak Alceena, dia maju selangkah dan menunjuk wajah Xander dengan jari telunjuknya yang dihiasi cat kuku merah menyala.

"Kau memanggilku 'sayang' lagi, aku bersumpah akan menggigitmu sampai berdarah, Xander Hayes-Stone! Pahami batasan mulut bajinganmu itu!"

Bukannya takut atau mundur karena ancaman kekerasan fisik tersebut, Xander justru terkekeh rendah.

Suara kekehannya terdengar begitu berat dan seksi, menggema halus di dalam ruang rias yang sempit itu. Pria raksasa itu justru melangkah maju, memangkas kembali jarak di antara mereka hingga Alceena bisa merasakan embusan napas hangat Xander di keningnya.

Xander menundukkan kepalanya, mendekatkan lehernya yang kini tertutup rapat oleh kemeja hitam ke arah wajah Alceena.

"Gigit saja," jawab Xander dengan nada suara yang teramat pasrah namun menantang.

"Bagian mana yang kau inginkan, Hm? Leher? Bahu? Atau kau ingin mengulang gigitanmu di bibirku seperti semalam?"

Mendengar jawaban yang begitu blak-blakan dan submisif dari seorang pria yang bertubuh seperti prajurit kuno, Alceena merasa seluruh darahnya naik ke kepala.

Wajah cantiknya seketika meledak menjadi merah padam laksana kepiting rebus.

Dia tampak begitu malu hingga tidak tahu harus meletakkan tangannya di mana.

Bibirnya bergetar, mencoba menyusun kata makian yang pantas, namun otaknya mendadak macet total karena bayangan erotis tentang bagaimana dia menggigit bibir bawah Xander di bawah pengaruh gairah yang kembali berputar tanpa ampun.

Alceena membalikkan tubuhnya dengan cepat, membelakangi Xander agar pria itu tidak bisa menertawakan wajahnya yang kini sudah sewarna dengan lipstik merahnya.

"Keluar dari ruang riasku sekarang, Simpanan sialan! Aku harus kembali ke set!" serunya dengan nada frustrasi yang kental.

Xander tersenyum puas melihat reaksi menggemaskan dari sang diva. Tanpa ingin membuat Alceena semakin meledak, dia mengangguk patuh.

"Baiklah, Majikanku. Selamat bekerja. Aku akan menunggumu di luar."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sepanjang sisa jam kerjanya siang itu, fokus Alceena benar-benar diuji habis-habisan. Meskipun dia mencoba profesional di depan kamera dan mengulang beberapa adegan aksi dengan sempurna, sepasang mata indahnya tidak bisa berhenti melirik ke arah luar set setiap kali sutradara meneriakkan kata "Cut!".

Dari kejauhan, di bawah naungan tenda kru yang agak teduh, Xander duduk diam di atas kursi lipat besi.

Pria itu tampak begitu menonjol di antara para pekerja seni yang sibuk berlalu-lalang.

Kemeja hitamnya yang dikancingkan rapat hingga ke leher justru membuat penampilannya terlihat teramat misterius, mahal, dan berbahaya.

Namun, yang membuat darah Alceena kembali mendidih dan dadanya terasa terbakar adalah tingkah laku pria Chicago itu.

Alceena yang sedang meneruskan pekerjaannya, melihat dari kejauhan bahwa Xander sesekali tampak memainkan bibir bawahnya menggunakan ibu jari kekarnya.

Tidak hanya itu, pria gila itu bahkan menjilat bibir bawahnya sendiri sesekali dengan gerakan yang sangat lambat, seakan-akan sedang mengetes sesuatu atau merasakan tekstur kulit bibirnya.

Di mata Alceena yang sedang dirundung rasa cemburu posesif, tindakan Xander itu terlihat sangat berbeda dari kenyataannya.

Alceena benar-benar merasa panas! Suasana hatinya memanas hebat karena dia mengira kalau Xander benar-benar sedang sengaja tebar pesona di depan para kru wanita yang sejak tadi siang tidak berhenti melirik ke arah tenda tersebut.

Di mata Alceena, gerakan menjilat bibir itu adalah sebuah trik seksi yang sengaja dipamerkan Xander untuk menggoda wanita-wanita Hollywood di sekitar mereka.

Bajingan itu! Dia pikir dia sedang berada di atas panggung peragaan busana?! Berani sekali dia bertingkah seksi seperti itu di lokasi syutingku! batin Alceena menjerit murka.

Setiap kali dia harus mengucapkan dialog filmnya, matanya tetap melirik tajam ke arah Xander, memberikan tatapan membunuh yang sayangnya sama sekali tidak disadari oleh pria itu.

Pertahanan Alceena benar-benar habis. Begitu sutradara meneriakkan, "Okay, wrap untuk hari ini! Good job, semua!", Alceena bahkan tidak menunggu asisten kostum untuk melepaskan mikrofon jepitnya.

Dia langsung melangkah lebar, menghentakkan sepatu hak tingginya dengan kasar di atas lantai studio, menuju ke arah Xander yang baru saja bangkit berdiri dari kursinya.

Shireen yang berjalan beberapa langkah di belakang Alceena sudah bisa mencium bau-bau keributan baru.

Dia mempercepat langkahnya, tidak ingin melewatkan tontonan gratis yang selalu menghibur batinnya ini.

Begitu Alceena sampai di depan Xander, dia langsung bersedekap, menatap pria raksasa itu dengan pandangan menuntut yang teramat sengit.

"Apa itu tadi?!" tanya Alceena langsung tanpa basa-basi, suaranya sarat akan ketegangan yang pekat.

Xander mengernyitkan dahinya yang tertutup rambut berantakan hasil karya Alceena tadi siang.

Dia menatap Alceena dengan tatapan bingung yang sangat polos. "Apa, Ceena?" tanya Xander, dia memang benar-benar tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya kali ini.

Dia merasa sejak tadi hanya duduk diam mematuhi perintah untuk tidak mengganggu.

"Jangan berlagak bodoh, Xander Hayes-Stone!" sentak Alceena, matanya melirik tajam ke arah bibir pria itu.

"Kenapa kamu memainkan bibirmu seperti itu di depan semua orang, hah?! Pakai menjilat-jilat segala! Kau pikir kau seksi?! Kau sengaja mau memikat wanita-wanita genit di luar sana agar mereka tahu bagaimana rasanya bibir seorang Stone, iya?!"

Mendengar tuduhan beruntun yang teramat cemburu dan salah alamat itu, Xander tertegun selama beberapa detik.

Dia menatap Alceena, lalu perlahan memegang bibir bawahnya sendiri dengan jari telunjuknya.

Sebuah pemahaman mendadak melintas di dalam kepalanya, disusul oleh binar geli di sepasang matanya.

Xander mengembus napas pendek, lalu menjawab dengan suara baritonnya yang teramat tenang namun terdengar begitu jujur,

"Oh, ini... maaf, Ceena. Tapi sepertinya bekas gigitanmu yang teramat kencang kemarin baru terasa perih siang ini karena udara studio yang kering. Kulit bibirku sedikit robek karena ulahmu, jadi aku hanya mencoba mengeceknya dengan lidahku."

DUARRRR!

Jawaban Xander yang teramat polos namun membongkar aktivitas ranjang mereka yang brutal laksana ledakan bom yang menghancurkan seluruh harga diri Alceena di tempat itu.

Wajah sang diva seketika berubah menjadi merah padam yang teramat kontras, matanya membelalak horor, dan dia mendadak kehilangan kemampuan untuk berbicara.

Dia telah menuduh pria itu tebar pesona, padahal pria itu hanya sedang menahan perih akibat perbuatannya sendiri!

Di belakang mereka, Shireen yang sejak tadi mendengarkan percakapan itu mendadak tidak bisa lagi menahan diri. Tawa perempuan berambut bob itu seketika pecah dengan sangat keras.

"Bwahaha!! Hahaha!!" Shireen tertawa puas hingga membungkuk, memegangi perutnya yang terasa kram.

Dia memukul bahu Alceena berulang kali dengan papan berkas di tangannya.

"Oh Tuhan! Alceena! Jadi luka perih itu karena gigitanmu?! Hahaha! Kau menuduhnya tebar pesona padahal kau sendiri yang sudah merusak bibir simpananmu semalam! Ini benar-benar lelucon Hollywood terbaik tahun ini! Hahaha!"

Alceena rasanya ingin melemparkan dirinya ke dalam mesin efek badai studio saat itu juga demi menyembunyikan rasa malunya yang sudah berada di tingkat maksimal, sementara Xander hanya bisa tersenyum senang melihat bagaimana sang diva tak berkutik di hadapannya.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!