NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Jiang Yuan vs Dai Tong II

Pandangan Dai Tong beralih ke samping, mencari ke mana Jiang Yuan menghilang. Saat ia menemukannya, pedangnya kembali teracung, siap menyerang lagi.

"Semua salahmu, salahmu!" teriak Dai Tong, suaranya pecah karena emosi. "Seandainya tidak ada kau, Adik Seperguruan pasti akan mencintaiku! Kami akan bahagia bersama! Kau perusak segalanya!"

Jiang Yuan mengangkat dagunya sedikit, mengusap ujung bilah pedangnya dengan ujung jari. Ekspresinya tetap tenang, tidak terpengaruh oleh luapan emosi Dai Tong.

"Jika tidak ada aku..." ucapnya perlahan, "kalian sudah lama mati di Lautan Abadi. Kalian berdua sudah kelelahan saat bertemu denganku. Hanya mengandalkan dirimu sendiri, kau pikir kau bisa melindungi Nona Yun? Kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri."

Cara Jiang Yuan memanggil Feng Yun dengan akrab benar-benar membuat Dai Tong marah. Urat di dahinya semakin menonjol, wajahnya memerah karena amarah yang memuncak.

Dou Qi keemasannya kembali meledak, kali ini dengan intensitas yang lebih tinggi dari sebelumnya.

"Haa!" serunya, suaranya memecah kesunyian hutan. "Kembalikan Adik Seperguruanku!"

Dai Tong melesat dengan kecepatan yang hampir gila, kali ini memberikan puluhan tebasan sekaligus. Bilah pedangnya bergerak begitu cepat hingga membentuk bayangan-bayangan berkilau di udara, menciptakan jaring serangan yang sulit dihindari.

Jiang Yuan bergerak dengan lincah di antara hujan tebasan itu. Ia memutar tubuhnya, menunduk, melompat, dan memiringkan badannya untuk menghindari setiap serangan yang datang.

Namun dengan serangan sebanyak itu, tidak mungkin untuk menghindari semuanya dengan sempurna.

Beberapa kali bahunya tergores, meninggalkan luka tipis yang mengeluarkan darah. Namun Jiang Yuan tidak mengeluh, tidak menunjukkan rasa sakit sedikit pun. Matanya tetap fokus pada gerakan Dai Tong, menganalisis pola serangannya.

Akhirnya, ia melompat mundur cukup jauh, memberi jeda di antara mereka. Dada Jiang Yuan naik turun sedikit lebih cepat dari biasanya, namun ekspresinya masih tenang.

Tangan Dai Tong mengepal erat di gagang pedangnya. Napasnya tersengal-sengal, kelelahan mulai terlihat di wajahnya.

"Hanya Ranah Dou Shi..." gumamnya dengan suara serak, matanya menyala karena kebencian dan ketidakpercayaan. "Kenapa begitu kuat... kau seharusnya sudah mati!"

Sementara itu di sisi lain, Jiang Yuan kembali menyimpan pedangnya ke dalam cincin penyimpanan. Gerakannya santai, seolah ia sudah memutuskan bahwa pedang tidak lagi diperlukan.

"Bertarung dengan teknik biasa cukup melelahkan," katanya, suaranya datar. Ia menatap Dai Tong dengan tatapan yang berubah menjadi sedikit lebih tajam. "Karena sudah seperti ini, seharusnya kau sudah bukan di pihak kami lagi, kan?"

Dai Tong mengangkat pedangnya, Dou Qi keemasan mulai berkumpul di bilahnya dengan intensitas yang luar biasa. Cahaya terang mulai menyelimuti seluruh pedang, berkilauan seperti matahari kecil di tengah hutan yang gelap.

"Kau akan mati mengenaskan!" serunya, suaranya penuh dengan tekad membunuh.

"Tebasan Langit Senja!"

Pedangnya ditarik turun dengan kecepatan yang luar biasa, menebas vertikal dengan kekuatan yang dahsyat.

Gelombang energi keemasan yang sangat besar melesat ke depan, membelah tanah di bawahnya dan menciptakan alur yang dalam.

Haa!

Namun di sisi lain, Jiang Yuan tidak bergerak. Ia tidak menghindar. Ia hanya berdiri dengan tenang, menatap serangan yang mendekat tanpa rasa takut.

Perlahan, sebuah simbol berbentuk kristal enam sisi muncul di dahinya, berkilauan dengan cahaya biru pucat yang dingin.

Hawa es mulai muncul kembali dari tubuhnya, membuat rerumputan di sekitarnya membeku dan berkilauan seperti permata. Embun beku menyebar dengan cepat, melapisi tanah dan pepohonan di sekitar mereka.

"Tapak Es Tak Terkalahkan."

Sebuah tapak tangan raksasa yang terbuat dari es murni muncul di hadapan Jiang Yuan, berkilauan dengan cahaya biru yang mematikan. Tapak itu melesat maju, beradu langsung dengan serangan Dai Tong.

Ledakan!

Ledakan besar mengguncang hutan. Gelombang energi yang dahsyat menyebar ke segala arah, menciptakan kawah besar di tanah di antara mereka.

Dai Tong yang tak kuasa menahan kekuatan serangan itu terpental jauh ke belakang, tubuhnya terhempas ke batang pohon besar dengan keras.

Darah segar menyembur dari mulutnya, menodai pakaiannya yang berwarna emas. Pedangnya terlepas dari genggamannya, terjatuh di tanah dengan bunyi berdering.

Ia menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh, namun lututnya gemetar hebat.

"Bajingan!" teriaknya, suaranya serak dan penuh amarah. Namun matanya mulai menunjukkan ketakutan yang tidak bisa ia sembunyikan.

Namun Jiang Yuan sudah tidak berada di tempatnya semula.

Tanpa disadari Dai Tong, Jiang Yuan telah muncul tepat di belakangnya. Pemuda itu berdiri dengan tenang, simbol kristal di dahinya masih berkilauan samar.

"Berakhir."

Krank.

Tubuh Dai Tong membeku seketika. Lapisan es tebal menutupi seluruh permukaan kulitnya, membekukan ekspresi terakhirnya, ketakutan dan penyesalan yang terlambat.

Dan kemudian, tubuhnya hancur berkeping-keping, menghilang menjadi serpihan es yang berkilauan di bawah cahaya rembulan, terbawa angin malam.

Simbol di dahi Jiang Yuan perlahan menghilang, dan aura esnya perlahan memudar. Namun begitu kekuatan itu lenyap, tubuhnya tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

Ia berlutut di tanah, kedua tangannya menahan tubuhnya agar tidak jatuh sepenuhnya. Napasnya yang tadinya terkendali kini menjadi pendek dan tersengal.

Keringat dingin membasahi dahinya, dan untuk pertama kalinya, ekspresi kelelahan terlihat di wajahnya yang biasanya tenang.

"Menggunakan kekuatan ini dalam waktu yang singkat ternyata lebih menyakitkan dari yang kukira," gumamnya dengan suara serak, dadanya naik turun dengan cepat.

Di dalam Lautan Kesadarannya, Bing Bi tertawa ringan. "Hanya Ranah Dou Shi, tapi memaksa menggunakannya dua kali berturut-turut. Kau benar-benar ceroboh, bocah. Tubuhmu belum siap untuk menahan tekanan dari kekuatan esku."

Jiang Yuan hanya menggerutu pelan, tidak punya energi untuk membalas.

'Dia benar,' pikirnya dalam hati. 'Aku masih terlalu lemah. Jika ini terus berlanjut, aku mungkin akan melukai diriku sendiri.'

Namun hanya dalam waktu singkat, Jiang Yuan sudah bisa mengumpulkan kembali kekuatannya. Perlahan ia berdiri, mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan. Matanya beralih ke tanah, di mana cincin penyimpanan Dai Tong masih tergeletak.

Ia membungkuk dan mengambil cincin itu, memasukkannya ke dalam sakunya.

"Sudah terlalu banyak membuang waktu," ucapnya, suaranya mulai kembali stabil. "Saatnya kembali."

Dengan satu lompatan ringan, ia melesat masuk lebih dalam ke dalam hutan, meninggalkan sisa-sisa pertarungan di belakangnya. Malam masih gelap, namun cahaya rembulan terus membimbing jalannya.

Di dalam hutan, hanya suara angin malam yang berdesir. Dan di kejauhan, dua sosok wanita menunggu dengan cemas, berharap pemuda yang mereka kenal akan segera kembali.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!