NovelToon NovelToon
CINTA HABIS DI MANTAN

CINTA HABIS DI MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: AssaZahara

Catalea Yoora merupakan salah satu dari pewaris perusahaan Rotasi Company. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, bakery, dan kuliner yang sudah membuka cabang lebih dari lima provinsi. Beberapa menit menjelang akad nikahnya Alea menghilang. Gosip yang beredar Alea pergi karena ia tidak mencintai calon suaminya karena perjodohan keluarga. Kecurigaan itu beralasan, karena tamu yang dimaksud ternyata mantan Alea, Zahran Adrian Adiguna. Mantan kekasih yang pernah menjalin hubungan dengan Alea. Namun hubungan itu berakhir karena hubungan keluarga. Akhir-akhir ini hubungan kedua keluarga itu membaik. Tapi kejadian hilang nya Alea berkaitan Erat dengan Zahran. Beberapa orang menduga Alea di culik oleh Zahran karena dendam. Namun sebagian orang merasa alasan hilangnya Alea sangat sederhana ia masih cinta dengan mantan kekasih nya. Motif yang hanya bisa di ketahui publik ketika Alea di temukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AssaZahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ballroom Bintang Lima

Gema denting sendok perak yang beradu dengan gelas kristal, tawa renyah para kolega bisnis, dan alunan musik klasik dari kelompok orchestra di sudut ruangan seketika senyap. Jam dinding besar di Grand Ballroom Hotel Grand Luminary telah menunjukkan pukul 09.15 WIB. Jadwal akad nikah yang seharusnya dimulai lima belas menit lalu kini melesat mundur, meninggalkan ketegangan yang merayap perlahan di antara seribu tamu undangan yang hadir.

Di barisan kursi paling depan, Baskoro Yoora, pemilik tunggal sekaligus pendiri Rotasi Company, duduk dengan wajah yang kian menegang. Guratan-guratan usia di wajahnya yang biasa memancarkan otoritas mutlak kini dipenuhi oleh rona merah menahan amarah. Tangannya yang menggenggam tongkat berkepala perak tampak bergetar halus. Di sampingnya, Reynald Pratama, sang calon pengantin pria, berdiri dengan setelan jas hitam formal yang amat rapi. Namun, rahang Reynald mengeras, dan tatapan matanya tajam menatap ke arah pintu masuk VIP yang masih tertutup rapat.

"Di mana Alea, Hardi?" suara Baskoro terdengar sangat rendah, namun sarat akan ancaman yang mematikan. Pertanyaan itu ditujukan kepada asisten pribadinya yang baru saja kembali dengan wajah pucat pasi.

Hardi membungkuk setengah badannya, berbisik tepat di telinga Baskoro dengan suara yang gemetar.

"Tuan Besar... Nona Alea... Nona Alea tidak ada di kamarnya."

Baskoro tersentak. Genggamannya pada tongkat perak mengencang hingga buku-buku jarinya memutih.

"Apa maksudmu tidak ada? Periksa seluruh sudut kamar! Dia mungkin sedang di kamar mandi atau menenangkan diri!"

"Sudah, Tuan," Hardi menelan ludah dengan susah payah, keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

"Kamar mandi kosong. Pintu darurat bagian belakang dalam kondisi tidak terkunci dari dalam. Dan... gaun kebaya pernikahan Nona Alea ditinggalkan di atas tempat tidur. Ronce melatinya berserakan di lantai."

Mendengar bisikan itu, Reynald Pratama yang berdiri cukup dekat tidak dapat lagi membendung amarahnya. "Apa kamu bilang? Alea kabur?!" suaranya naik satu oktav, memecah keheningan di area barisan VIP. beberapa pasang mata dari keluarga besar Pratama Logistics langsung menoleh ke arah mereka.

"Tenang, Reynald. Jaga suaramu," desis Baskoro, berusaha mempertahankan martabatnya di depan publik. Namun di dalam dadanya, jantung pria tua itu berdegup dengan ritme yang membahayakan kesehatannya.

"Hardi, kunci semua akses keluar hotel. Jangan biarkan satu pun wartawan mencium berita ini. Periksa rekaman CCTV koridor kamar Alea sekarang juga!"

"Baik, Tuan Besar." Hardi segera berbalik dan melangkah cepat dengan ponsel yang sudah menempel di telinganya, memberikan instruksi kepada tim keamanan hotel.

Namun, di era digital seperti sekarang, menyembunyikan sebuah skandal dari mata publik di tengah kerumunan seribu orang adalah hal yang mustahil. Desas-desus mulai menyebar seperti api yang menyiram bensin. Bisik-bisik tetangga di barisan kursi belakang mulai terdengar seperti dengungan lebah yang mengganggu.

"Ada apa ini? Kenapa pengantin wanitanya belum turun juga?"

"Kudengar acaranya ditunda. Apa ada masalah dengan mas kawinnya?"

"Jangan-jangan rumor itu benar... Catalea Yoora sebenarnya menolak perjodohan ini."

Ketegangan di dalam ballroom mencapai titik didih ketika sebuah akun gosip bisnis dan selebriti lokal di media sosial mengunggah sebuah cicitan berantai secara anonim: 'Pernikahan Megah Pewaris Raksasa Kuliner Rotasi Company Ditunda! Pengantin Wanita Dikabarkan Menghilang dari Kamar Suite Beberapa Menit Sebelum Akad!'

Ponsel para tamu undangan mulai bergetar serentak. Notifikasi demi notifikasi masuk, memicu gelombang kasak-kusuk yang tak terbendung lagi. Ruangan yang tadinya diatur dengan keanggunan berkelas kini berubah menjadi arena spekulasi yang liar. Reynald Pratama mengepalkan kedua tangannya hingga urat-urat di lengannya menonjol. Baginya, ini bukan sekadar masalah kehilangan calon istri, melainkan sebuah penghinaan terbesar terhadap harga diri dan nama baik keluarga Pratama.

"Pernikahan ini adalah kesepakatan besar antara kita, Om Baskoro," ucap Reynald dengan nada dingin yang menusuk.

"Jika Alea sengaja mempermalukan keluarga saya di depan seluruh relasi bisnis nasional seperti ini, saya tidak akan tinggal diam." ujar Reynald sambil menatap tajam.

"Saya tahu, Reynald! Saya akan menyeretnya kembali, bahkan jika saya harus membalikkan kota ini!" balas Baskoro dengan napas yang mulai memburu. Ia mencengkeram dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri dan sesak.

Tepat pada saat itu, Hardi berlari kembali ke dalam ballroom dengan langkah yang terburu-buru, wajahnya jauh lebih kelabu dari sebelumnya. Ia membawa sebuah tablet digital yang menampilkan potongan rekaman CCTV hotel.

"Tuan Besar, Tuan Reynald... silakan lihat ini," ujar Hardi dengan suara yang nyaris berbisik.

Baskoro dan Reynald langsung menyambar tablet tersebut. Di layar digital itu, terekam lorong sunyi di area basement sektor C area lift barang yang jarang dilalui oleh tamu biasa. Pada pukul 08.55 WIB, sebuah siluet wanita dengan pakaian kasual hitam dan topi rajut berjalan cepat keluar dari pintu akses staf. Meskipun wajahnya tertutup sebagian oleh topi, postur tubuh dan gelang perak berliontin gandum yang melingkar di pergelangan tangannya tidak salah lagi. Itu adalah Catalea Yoora.

Namun, yang membuat darah Baskoro dan Reynald mendidih adalah sosok pria yang membukakan pintu mobil SUV hitam untuk Alea. Pria dengan tubuh tegap, mengenakan kemeja gelap, yang sempat menatap langsung ke arah kamera CCTV selama satu detik sebelum masuk ke kursi kemudi. Tatapan mata pria itu dingin, tajam, dan penuh dengan nada menantang.

"Zahran..." desis Reynald, giginya menggertak keras hingga mengeluarkan bunyi klik yang mengerikan.

"Zahran Adrian Adiguna." Ujar Reynald kembali mengulang nama Zahran.

"Bajingan itu!" Baskoro Yoora meraung pelan, matanya membelalak penuh amarah yang meluap-luap.

"Keluarga Adiguna sengaja merencanakan ini untuk menghancurkan Rotasi Company! Mereka menculik putriku!" Ucap Baskoro lagi.

"Atau mungkin..." Reynald menyunggingkan senyum getir yang penuh dengan kebencian.

"Alea yang dengan sukarela menyerahkan dirinya pada mantan kekasihnya itu, Om. Dia lebih memilih kawin lari dengan pecundang dari Adiguna Group daripada menikah dengan saya."

"Tidak! Alea tidak akan seberani itu menghancurkan bisnis keluarga!" Ucap Baskoro nyalang.

Baskoro menolak mentah-mentah kemungkinan tersebut, meski di lubuk hatinya yang paling dalam, ia tahu betapa besarnya cinta Alea pada Zahran di masa lalu.

"Hardi! Hubungi kepala kepolisian daerah sekarang juga! Laporkan bahwa putriku, pewaris Rotasi Company, telah diculik oleh Zahran Adrian Adiguna! Sebarkan foto mobil bajingan itu ke seluruh pos pemeriksaan!"

Tiba-tiba, tubuh Baskoro limbung. Tongkat peraknya terlepas dari genggaman dan jatuh berdentang di atas lantai marmer. Pria tua itu memegangi dadanya dengan kedua tangan, wajahnya membiru saat pasokan oksigen ke jantungnya terputus akibat tekanan emosi yang teramat sangat.

"Tuan Besar!" pekik Hardi panik, langsung menahan tubuh Baskoro sebelum terjatuh ke lantai.

"Om Baskoro!" Reynald ikut berteriak, memanggil tim medis hotel yang berjaga di luar ruangan.

Ballroom bintang lima itu seketika pecah ke dalam kekacauan yang sempurna. Jeritan panik dari keluarga besar, kepanikan para staf hotel yang berlarian membawa tabung oksigen dan tandu, serta kilatan lampu kamera dari beberapa penyusup media yang berhasil masuk, menciptakan pemandangan yang mengerikan. Ambisi besar untuk menyatukan dua dinasti bisnis dalam hitungan menit runtuh total, digantikan oleh badai rumor penculikan dan pengkhianatan yang siap menenggelamkan saham Rotasi Company ke titik terendah sepanjang sejarah.

1
Ana Dww
elu nekattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!