Halo guys👋
Novel ini adalah karya pertama aku jadi maap ya,kalo banyak yg typo .
Truss alur ceritanya masih berantakan🙏
Regan Hartawan ,anak di luar nikah Rayn Hartawan yang sejak kecil sudah di asingkan oleh papanya sendiri dan di asuh oleh ibu asuhnya sedangkan ibu kandungnya meninggal saat dia baru berusia 5 tahun . Tidak pernah ada kehangatan atau pun kasih sayang dalam hidupnya hanya kehampaan serta kebencian dari mama tirinya dan kakaknya .
Tapi ,hidupnya berubah sejak mulai dari hari pernikahan.
Elsa Keana anak angkat keluarga Keanan ,ayahnya menjodohkan dirinya dengan keluarga konglomerat demi membalas budi kedua orangtuanya Elsa menerima permintaan ayahnya.
siapa sangka ketika Regan dan Elsa menjalani sebuah pernikahan Karna paksaan malah menjadi sebuah kebahagiaan yang tidak pernah mereka rasakan dalam hidupnya.
Next,langsung baca aja......
Jangan lupa Like,Vote&komen🙏🥺👉👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HamidahAjj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Elsa yang sedang berdiri balkon kamar untuk menikmati angin malam yang menyejukkan sambil menunggu Regan bersiap siap berangkat ke acara makan malam.
Sedangkan Regan yang baru saja keluar dari walk in Closet di sungguhkan pemandangan bidadari di balkon.
"Cantik sekali " gumam Regan yang tak terlepas memandang Elsa.
Rambut yang tersisir rapi dengan gelungan kecil yang di beri hiasan jepit serta wajah cantik tersorot oleh cahaya bulan ,menambah aura kecantikan sang istri yang begitu sempurna. Regan langsung menghampiri dan memeluk Elsa dari belakang .
"Ah Kak Regan!!!" Pekik Elsa terkejut kala tangan hangat Regan melingkar di pinggang rampingnya.
"Shuttt...." Regan menutup mulut Elsa dengan satu jari.
"Jangan panggil aku kak , aku kan suamimu . Panggil aku mas saja . Oke" Ucap Regan menatap lekat mata jernih Elsa.
"Iy iya Kak eh Mas" . Ucap Elsa gugup karena tatapan mata Regan yang begitu aduhai .
Saat ini wajah mereka begitu dekat hingga nafas masing masing bisa terdengar . Elsa dengan jantung yang mulai tidak normal menikmati pelukan hangat dari Regan ,begitu juga Regan yang begitu nyaman memeluk Elsa . Tiba tiba Regan membalikkan badan Elsa hingga keduanya bertatap muka . Tidak ada jarak di antara keduanya .
Regan perlahan mencium bibir Elsa . Awalnya Elsa terkejut namun ciuman lembut yang di berikan sang suami begitu sensual membuatnya begitu menikmati. Regan yang merasa Elsa membalas ciuman nya yang kaku itu langsung memasukkan lidahnya . Disana Regan mengulak alik lidah Elsa sampai nafas nya mulai tak teratur .
"Huftt.....huftt" deru nafas Elsa dengan benang Saliva di bibirnya.
Elsa langsung menunduk malu sambil menelungsupkan kepala di dada Regan . Sedangkan Regan tersenyum puas dengan ulahnya tadi.
"masih malu ya hmm? Ngk papa nanti juga terbiasa " . Ucap Regan gemas dengan istrinya yang pemalu itu.
"Sudah ayo kita berangkat "
Sesampainya di Massion keluarga Hartawan terlihat beberapa mobil mewah terparkir rapi di halaman depan. Regan menggandeng Elsa masuk dengan wajah sumringah, baru kali ini dia di undang Papanya untuk makan malam bersama keluarga . Apakah itu artinya mereka mulai menerima kehadirannya.
" Silahkan masuk Tuan , Nyonya . Biar saya antar ke ruang belakang". Sambut wanita berseragam itu lalu menunjukkan jalan.
Regan yang menggandeng tangan Elsa mengikuti langkah kaki wanita yang yang menyambut nya tadi . Tak lama mereka pun sampai . Terlihat meja panjang dengan segala bentuk hidangan telah tersaji rapi . Beberapa orang sudah duduk rapi menunggu yang lain datang untuk makan bersama.
"Regan , duduklah " . Ucap Rayn pada putra nya.
Regan pun duduk ,begitu juga Elsa. Dengan tatapan mata orang di sekitar nya Elsa merasa tidak nyaman meski mereka adalah keluarga suaminya.
Tadinya Regan ingin mencium tangan papanya , mama tiri, Kakek ,Nenek dan juga Revan tapi ada hal yang membuatnya ragu yaitu ketika mereka menatap dengan tatapan sinis . Apa itu cuman perasaan nya saja?. Yah mungkin begitu .
"Bagaimana hubungan pernikahan kalian ,apakah kau sudah mulai terbiasa" Ucap Rayn basa basi pada putra nya yang tidak ada yang mengajak bicara .
"Ya kami mulai terbiasa " jawab Regan sambil tersenyum pada Elsa.
"Kalau pernikahanmu gimana Revan??" tanya Rayn pada Revan yang sibuk dengan ponselnya .
"Baik kok Pa". Jawab Rosie singkat .
Bukannya Revan menjawab pertanyaan papanya, dia malah sibuk dengan ponselnya .
"Revan Papamu tanya . Di jawab dong" . Ucap Lena
"Iya pah Baik ". Singkat Revan.
"Lalu bagaimana dengan malam pertama mu ? kau tidak kasar kan dengan istrimu yang cantik ini". Ucap Nenek
"Tidak Nek".
"Nak kalau Revan kasar padamu apa lagi sampai menyakitimu laporkan saja pada kakek ya". Ucap Kakek pada Rosie yang sedari tadi berdiam diri.
"Iya kek" . Jawab Rosie dengan senyum palsunya.
Cucumu bukan hanya sekedar kasar atau menyakitiku tapi dia menikahiku mungkin hanya untuk menyiksa bantiku. Batin Rosie menahan senyum palsunya ia tidak ingin orang lain tau pernikahan nya saat ini bukan sebuah kebahagiaan tapi sebuah penderitaan .
Sedangkan Elsa yang melihat semua orang berbincang sambil menunggu seseorang entah siapa . Merasa asing apalagi suaminya sedari tadi tidak ada yang mengajak berbincang kecuali papanya tadi.
"Hai sa . Apa kabar". Ucap Rosie.
"Eh baik" jawab Elsa
Tak lama kemudian orang yang di tunggu tunggu telah tiba . Ternyata dia adalah Kakak Rosie ,Dean . Dean yang baru tiba langsung di sambut semua orang di ruangan itu.
"Tuan Dean , silahkan duduk". Ucap Rayn mewakili semuanya.
"Hmm" Dean yang tak mau basa basi langsung duduk .
Orang yang di tunggu tunggu sudah tiba para pelayan pun langsung melayani mereka makan . Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka kecuali suara kunyahan mereka.
Tak lama makan malam pun selesai.
"Tidak perlu basa basi . Tujuanku mengumpulkan kalian di sini adalah ingin memberi tau kalian bahwa saham ku di Gruop Hartawan akan aku serahkan pada Regan sebagai permintaan maaf ".
Tidak ada satu orang pun yang tidak terkejut kecuali Rosie yang sudah tahu dari awal rencana kakaknya . Mereka semua masih terdiam dalam keterkejutan nya.
"Maksud anda bagaimana Tuan??" tanya Lena yang masih tidak percaya dengan yang di dengarnya tadi .
"sebagai permintaan maaf bagaimana maksud anda??"tanya Revan langsung
Regan masih terdiam mencerna kata kata Dean. Bagaimana permintaan maaf sampai memberi saham berharga miliyaran seperti itu sungguh tidak masuk akal batin Regan . Sedangkan Elsa tidak mengerti maksud Dean , dan menatap mata Regan meminta penjelasan.
"Aku juga tidak tau". Ucap Regan seolah tau arti tatapan mata Elsa.
"Jadi begini......." Dean dengan wajah dinginnya itu mulai menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.
"Maka dari itu aku mengalihkan sahamku pada Regan sebagai permintaan maaf dan Regan tidak punya hak menolak karna saham sudah teralihkan!!!, Jadi di perusahaan Gruop Hartawan Regan pemegang saham terbesar saat ini . Dan Regan jugalah yang paling berhak menjadi pemimpin perusahaannya.
Ucap Dean dengan tatapan mengintimidasi pada Revan , Rayn dan juga Lena.
Jadi ini lah alasan sebenarnya Papa mengundangku makan malam . Aku pikir karna mereka menerimaku . Hah Regan Regan kau terlalu menyedihkan hingga terlalu berharap . Batin Regan tersenyum miris .
"Cuman ini yang ingin aku katakan . Saya pamit". Ucap Dean berlalu pergi tanpa perduli dengan wajah tidak terima mereka.
"Rosie Mama mohon bujuk kakakmu agar tidak mengalihkan sahamnya ke Regan . Dia itu hanya anak haram keluarga Hartawan jadi sama sekali tidak berhak ". Ucap Lena memelas sedangkan Revan hanya diam menahan kesal .
Suara Lena begitu lantang mustahil Elsa tidak mendengarnya . Tidak ada yang peduli Lena mengatakan Regan sebagai anak haram bahkan papanya saja tidak bereaksi mendengar itu sementara Regan memasang wajah terbiasa yang membuat Elsa begitu tersayat sayat perasaan nya.
Apakah Mas selalu di perlakukan begini?.Batin Elsa nelangsa.
Sial kenapa sekarang posisi gw sebagai pemimpin perusahaan jadi terancam. Ini semua gara gara anak haram itu . Lo liat aja nanti Regan . Geram Revan dalam hati.
"Maaf Ma tapi itu keputusan kakakku . Dia melakukan itu karna permintaan maaf . Jadi seperti apa pun aku membujuk itu tidak akan mempan. Rosie pamit ". Ucap Rosie bangkit dari kursinya langsung berlalu pergi.
"Mama ngk mau tau bujuk istrimu itu Revan!!!" Ucap Lena ikut pergi menahan kesalnya yang tak kuat di pendam .
" Kenapa lo bahagia sekarang jadi kaya . Heh dasar ngk tau diri Lo tuh cuman anak haram numpang marga papa dan sekarang ini balasan Lo ngerebut posisi gw di perusahaan Papa !!!"
Maki Revan tidak terima Regan akan mempunyai posisi lebih tinggi di perusahaan.
Elsa yang melihat suaminya di maki menggenggam erat tangannya . Sedangkan Regan hanya diam menatap mereka yang menatapnya dengan tatapan sinis kecuali papanya yang bersikap cuek.
"Ini bukan salah Mas Regan . Ayo kita pergi Mas". Ucap Elsa pelan menenangkan suaminya yang menahan rasa sesak akibat perlakuan menyakitkan dari keluarganya.
"hmmm" jawab Regan perlahan mengikuti langkah kaki kecil istrinya.
Sedangkan Nenek, Kakek ,Rayn dan Revan masih tidak terima dengan keputusan Dean tadi ,mungkin jika ada paman dan Bibinya juga akan sama sama tidak terima sayangnya mereka ke luar negeri untuk liburan . Meski semuanya tidak terima tapi sudah pasti tidak bisa berbuat apa-apa karna Dean lebih berkuasa dari mereka.
🍀🍀🍀🍀
Sudah setengah bulan usia pernikahan Regan dan Elsa mereka berdua sama sama sudah terbiasa dengan kehidupan pernikahan nya sekarang . Meski Elsa yang sibuk dengan Skripsi nya sedangkan Regan sibuk dengan perusahaan yang baru dia ambil alih kepemimpinan nya seminggu yang lalu sebagai pemegang saham terbesar di Gruop Hartawan.
Keduanya sampai melupakan kewajiban masing masing . Elsa yang berkewajiban sebagai istri dan begitu juga Regan sebagai suami.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung
Jangan lupa untuk mendukung Author dengan cara Like komen Vote 🙏🥰
Vote
Vote
Vote
Thanks buat yang udh mampir 😘***
di adopsi adiknya lahir, itu artinya Elsa dan Mia selisih 7 tahun, berarti usia Elsa 24 tahun. apa iya usia 24 tahun masih sekolah???