NovelToon NovelToon
Titip Dia Yaa Allah

Titip Dia Yaa Allah

Status: tamat
Genre:Petualangan / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis desa yang sangat sederhana. Dia berjuang untuk bisa mengangkat derajat orang tuanya dengan bersekolah hingga lulus kuliah. Suatu ketika, dalam sebuah kegiatan bakti sosial Gadis ini dipertemukan dengan sosok ketua pemuda yang bijaksana. Karena pisau dapur ibu si gadis hilang saat bakti sosial, dari situlah awal mula kisah cinta mereka bermula.
Semoga kisah ini menginspirasi kita anak muda dalam menyikapi jaman yang semakin menggila.
baarokallahufik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikhwan Genit

Maryam dan Ugi pun melanjutkan kegiatan mereka menekuri buku yang mereka sukai. Tak lupa Maryam mencarikan Novel yang cocok untuk teman mengajarnya itu. Saat adzan ashar berkumandang,

"Maryam, udah adzan. sholat dulu yuk." Ajak Ugi yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat tempat Maryam membaca buku.

"Oh iya Gi. Ayuk." Maryampun berdiri dari duduknya, membawa dua buku novel yang akan dia pinjam menuju ruang resepsionis.

***

"Ugi, aku langsung pulang ya. Udah sore." kata Maryam menghampiri Ugi yang duduk di teras masjid menunggu Maryam.

"Aku anterin ya Ma." tawar Ugi.

"Ga usah, Gi. Rumah kita kan jelas beda jalur." kata Maryam menolak.

"Ehm, hehehe. Sebenernya aku masih kangen sama kamu. Tapi, ya udahlah. Besok pas Rihlah, pokoknya kamu harus ikut ya Ma. Harus." kata Ugi.

"Hem... Gimana ya???"

"Ayolah Ma, aku bakal galau berat ga ada kamu nantinya."

"Kenapa galau?" tanya Maryam. Maryam memang sama sekali tidak ada perasaan apapun dengam Ugi, sehingga Ugi bilang apapun yang mengarah pada perasaan, Maryam tetap berusaha cuek.

"Kan ga ada kamu. Ga ada yang dipandang. Hehehe." kata Ugi mulai menggombal.

"Dasar buaya! Ghodul bashor!" kata Maryam lagi sambil menipuk tubuh Ugi dengan tas slempangnya.

"Aduh! Hehehe, phis!" kata Ugi mengangkat kedua jarinya (telunjuk dan tengah) dengan meringis menampakkan giginya yang tertata rapi.

"Ya udah ah, aku mau langsung pulang. Assalamu'alaikum." pamit Maryam melangkah meninggalkan Ugi. Sedangkan Ugi juga segera berdiri, dan berlari menyusul Maryam, mensejajari Maryam.

"Hati-hati ya cantik." kata Ugi saat sudah berada disamping Maryam.

"Ih, dasar Ugi...!!!" lagi-lagi Maryam menipuk Ugi dengan tasnya.

***

Keesokan harinya, seperti biasa Maryam pulang mengajar langsung berangkat ke kampus, karena hari selasa adalah jadwal kuliah.

"Maryam. Aku denger kemarin kamu pas pulang dari kondangan boncengan sama Toni ya?" tanya Setya teman sekelasnya yang juga cukup akrab dengan dirinya.

"Ehm, iya Set."

"Bukannya pas berangkat itu kamu naik motor sendiri ya Ma?"

"Iya, tapi pas pulng, tiba-tiba Shodiq yang punya motor di telpon bosnya untuk masuk kerja. Dan kebetulan tempat kerjanya deket rumah Jatmiko."

"Emang, siapa yang kemarin minjemin motor Shodiq buat kamu Ma?" tanya Setya lagi.

"Mas Toni."

"Hem... aku tau sekarang, ini pasti akal-akalannya si Toni aja tuh, biar dia bisa boncengin kamu pulang." kata Setya dengan wajah yang tidak suka.

"Maksud kamu Set?" tanya Maryam belum paham.

"Iya, jadi si Toni tu pasti sengaja nyari pinjeman motor, yang kemungkinan pulangnya ga bisa kamu bawa lagi motornya, biar ada alasan dia buat boncengin kamu. Karena aku perhatiin, si Toni tuh naksir berat sama kamu Ma." kata Setya yang ternyata sudah membaca gelagat Toni.

"Masa' sih Set?"

"Iya. Oya, aku denger, kemarin juga suasana pulang pas berkabut ya, dan gerimis?" tanya Setya.

"Iya Set, kamu tau dari siapa sih? Kaya detektif aja deh kamu."

"Ih, Maryam. Asal kamu tau ya, aku tu cuma khawatir sama kamu. Kalau kamu diapa-apain sama si ikhwan Genit Toni itu." kata Setya dengan suara sengil.

"Apaan tuh Ikhwan Genit?" tanya Maryam mengernyitkan dahinya.

"Itu sebutan buat cowok yang berpenampilan ikhwan, tapi kelakuannya kaya buaya darat. Penampilannya aja yang 'Alim, kalem tapi matanya jelalatan, hati saama lisannya suka godain yang bukan mahromnya." kata Setya masih dengan suara ketidak sukaannya.

"Eh, tapi pasti nyaman ya Ma? Suasana berkabut, menuruni gunung di senja hari, semakin gelap, ditambah gerimis mengundang, membuat suasana semakin romantis kan ya...heheh." canda Setya mencairkan suasana.

"Ih, apaan sih Kamu Set. Kamu nyindir aku ya?" omel Maryam menipuk pundak Setya dengan telapak tangannya, wajahnya berubah merah menahan malu.

"Ati-ati aja lho Ma, jangan sampe deh kamu kejebak ikhwan genit itu. Aku takut kamu di PHPin sama dia." kata Setya mengingatkan.

"PHP? Sepertinya kamu udah berpengalaman ya?" kini Maryam yang mencoba menggoda Setya.

"Ih, apaan? Aku cuma pengalaman dari cerita temen aku, yang pernah menjadi korban PHPnya tu ikhwan genit." kata Setya.

"Hehehe, kirain kamu yang jadi korbannya." canda Maryam.

Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dosen masuk kelas. Jam kuliah sudah akan dimulai.

***

"Maryam. Kamu kemarin pulang sama Toni?" tanya Huda tiba-tiba duduk disamping Maryam. Kebiasaan si Huda, suka bicara-bicara sesuatu hal tanpa basa basi dan tanpa pengantar.

"Huda... kamu tu ya, kebiasaan!" omel Maryam.

"Jawab Maryam." kata Huda lagi dengan tatapan tajam.

"Ehm, iya..."

"Tapi terpaksa kok. Karena kan ga ada kendaraan buat pulang." Lanjut Maryam menjelaskan.

"Hem, gitu ya? Tau gitu aku ikut." Kata Huda yang kembali menatap ke depan, dengan pandangan kosong.

"Kok gitu?" tanya Maryam.

"Kan aku cemburu." gerutu Huda.

"Dasar Huda! Lagian kemarin kemana ga ikut?" tanya Maryam.

"Aku ada jadwal masuk kerja kemarin." kata Huda menatap Maryam lagi dengan tatapan memelas.

"Owh. Ya udahlah. Namanya juga menjalankan tugas. Itu kan lebih penting." komentar Maryam.

"Hem..."

Lagi-lagi disaat mereka sedang mengobrol, Dosen mata kuliah jam terkhir sudah masuk kelas. Membuat Huda dan Maryam membisu dan fokus mengikuti perkuliahan.

1
Amin Srgfoo
bagus ceritanya sederhana banget
Dede Dewi: terimakasih kak Amin....😍
total 1 replies
Shila Ibnuhasan
sangat menarik
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Dede Dewi
bagus
ari pudyastuti
cerita yg menarik dn penuh makna yg tersirat dr cerita inii
buat author semngt💪💪💪 teruslah berkarya
Dede Dewi: akhirnya mampir juga dan terimakasih atas dukungannya😍😘
total 2 replies
Hera sasuwe
nyimaak yuup
Dede Dewi: terimakasih atas boom like nya kak... semoga kakak senang dengan cerita ini
total 1 replies
Farida Azizah
So Sweet ka' ceritanya...semangattt buat karya baru lagi yaa...
Dede Dewi: kak,saya sudah buat novel baru lho...
total 2 replies
Farida Azizah
like ka'
Dede Dewi: terimakasih kak... simak novel dede yg lain ya
total 1 replies
ptr_25
up lagi kk.
semangattt berkarya 💪🥰🥰
ptr_25
Yuk semangattt 🥰
ptr_25
uuwww tambah seru thor😘😘

- My Teacher Is Mine-
ptr_25
tambah seru thor😍😍
next

- My Teacher Is Mine-
Dede Dewi
maasyaaAllah terimakasih kak
Dede Dewi
maasyaaAllah. terimakasih kak
ptr_25
triple like
ptr_25
My Teacher Is Mine mampir lagi disini bawa 👍merah thor😍😍
semangattt next 💪💪
ptr_25
semangattt up kk💪💪
My Teacher Is Mine selalu mendukungmu 🥰
Dede Dewi: terimakasih kak...
total 1 replies
ptr_25
hadir kk
next💪💪

- My Teacher Is Mine-
ptr_25
next kk
ptr_25
Ijin promo ya kak. 🥰

yuk mampir di karya aku yang berjudul " My Teacher Is Mine" menceritakan kisah cinta murid dan gurunya.

tinggalkan jejak ya kk🥰🥰💙💙💙
pasti aku feedback 😇😇😇
Dede Dewi: inshaaAllah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!