NovelToon NovelToon
ARSHEL (Arion & Sheril)

ARSHEL (Arion & Sheril)

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:455.4k
Nilai: 5
Nama Author: haniyahhputri

Entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Sheril dengan mudahnya jatuh ke dalam pesona seorang Arion yang ketus, galak dan cuek.

Arion si pemilik sejuta pesona, mampu memikat banyak hati orang, tapi nyatanya hati Arion lah yang paling sulit untuk dipikat.


Bagi Sheril, Arion adalah orbitnya. Dunia Sheril seakan hanya tertuju kepada Arion seorang.

Bagi Arion, Sheril adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengelilinginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 - Butuh Kepastian

Semenjak kejadian tisu toilet di tempat makan, Arion tidak pernah melihat batang hidung Sheril lagi. Sudah terhitung dua Minggu sejak kejadian itu. Arion kira mereka tidak bertemu di sekolah karena Sheril dan dirinya sama-sama sibuk. Ternyata, Arion memang tidak mendapatkan kabar sedikitpun tentang Sheril.

Awalnya Arion mengabaikan itu semua, menganggap bahwa ini semua hanyalah kebetulan semata, melupakan perasaan yang semakin hari semakin menggebu. Sebab Arion tidak ingin jatuh cinta dengan Sheril.

"Arion!"

Yang di panggil hanya menaikkan alisnya sebelah, kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana abu-abunya seraya berdiri bersandar di koridor sekolah.

"Semua orang tau lo deket sama Sheril. Lo tau gak dia kemana? Udah dua Minggu gue hubungin dia tapi gak bisa, gue udah tanya Rayhan juga tapi dia juga gak tau kemana Sheril. Dia di tunjuk ikut lomba Fisika se-jabodetabek. Kalau hari ini gue gak dapet kabar Sheril, dia bakal di gantiin. Please bantu gue cari Sheril. Gue yakin banget dia yang pas buat ikut lomba ini,"

Arion terdiam, tidak langsung merespon. Otaknya sedang menerjemahkan apa yang di katakan oleh gadis di hadapannya ini. Intonasi bicara yang terlalu cepat membuat Arion sedikit pening.

Ah, padahal Arion sudah terbiasa mendengar Sheril berbicara cepat dan panjang lebar. Mungkin ini efek sudah lama tidak mendengar suara Sheril.

Tak sabar menunggu jawaban, gadis itu mengacungkan jari telunjuk kepada Arion. "Jangan-jangan lo juga emang gak tau Sheril kemana?"

Arion menjawabnya dengan gelengan kepala.

Tidak berhasil mendapatkan jawaban yang di inginkannya, gadis itu menghela napas. Ia berkacak pinggang. "Mau ikut gue cari Sheril?"

Arion menganggukkan kepala.

Mendapatkan persetujuan, gadis itu langsung mengajak Arion ke kelas Sheril. Tetap di IPA-1, bedanya sudah kelas XI tidak lagi kelas X.

"Yun!" Gadis bernama Alena menghampiri sekretaris kelas XI IPA-1.

"Kasih tau gue dimana Sheril sekarang!" Tanpa basa-basi, Alena langsung mengutarakan maksud kedatangannya.

Sekretaris kelas, Yuna, mendadak gugup ketika di tanyakan keberadaan Sheril.

"Yuna, kasih tau gue atau rahasia lo sama kakak OSIS itu gue bocorin seantero sekolah," ancam Alena. Ia benar-benar bertekad dan menginginkan Sheril sebagai perwakilan murid yang mengikuti lomba Fisika se-jabodetabek. Alena sudah tidak bisa mewakili sekolah mengikuti lomba tersebut karena sudah menginjak kelas XII.

"Len," Yuna menatap Alena memelas.

"Yuna!" Desak Alena.

Yuna mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi nomor yang selama ini ia gunakan untuk menghubungi Sheril. Tentu saja selama Sheril tidak masuk sekolah, Sheril tetap bertukar pesan dengan Yuna untuk membahas tugas sekolah.

"Sheril, ada yang mau ngomong sama lo," ujar Yuna ketika panggilan sudah tersambung.

Yuna menyerahkan ponselnya kepada Alena.

"Sheril? Lo dimana? Gak tau apa lo gue nyariin elo kemana-mana kayak orang apaan tau!" Semprot Alena.

"Maaf, ini siapa ya?"

"Ini gue Alena, kakak kelas lo. Cepetan, kasih tau gue sekarang elo dimana,"

Belum Sheril memberikan jawaban, Arion merebut ponsel Yuna dari tangan Alena.

"Sheril, where are you now?" Tanya Arion tak sabar.

"Arion?"

"Tell me Sheril, what happened to you," desak Arion.

"Gue cuma ada urusan sebentar Yon, gue masih ada di bumi, masih di bawah langit di atas tanah. Oh ya, tentang lomba tolong sampaikan ke kak Alena, gue gak bisa ikut lomba itu. Gue buru-buru Yon, see you!"

Baru Arion membuka mulutnya hendak berbicara, namun Sheril langsung menutup panggilan secara sepihak tanpa repot-repot menunggu Arion berbicara.

Arion meletakkan ponsel Yuna ke atas meja, lalu ia mengeluarkan ponselnya sendiri dan menghubungi salah satu orang suruhannya.

"Find where Sheril right now!"

🌞🌞🌞

Sheril menarik kopernya menuju pintu keluar, setelah dua Minggu berada di Jogjakarta, akhirnya Sheril kembali ke sini. Bandara Soekarno-Hatta. Tentu saja Sheril tidak sendirian, Sheril tidak akan pernah meninggalkan ibunya tersayang.

Setelah merundingkan banyak hal dan memohon kepada Dewi, akhirnya Sheril berhasil membujuk Dewi untuk pulang ke Jakarta. Sheril sangat merindukan rutinitas sehari-hari, terutama merindukans segala aktivitas yang di lakukan bersama lelaki bule tambatan hati Sheril.

Langkah Sheril berhenti ketika melihat sosok lelaki jangkung menggunakan kacamata hitam sedang berdiri di pintu keluar bandara.

"Kenapa Sher?" Dewi kebingungan kenapa putrinya tiba-tiba berhenti melangkah.

Sheril terdiam sesaat, memastikan bahwa matanya tidak salah melihat. "Itu Arion, kan, mah?"

Dewi mengikuti kemana arah pandangan Sheril. "Arion?"

Lelaki di ujung sana berbalik badan menghadap Sheril meski jarak mereka terpisah 20 meter. Tatapan mereka saling terkunci meski dengan jarak yang cukup jauh. Sorot mata mereka menunjukkan kerinduan yang terpendam.

Arion melangkah santai namun tegap menghampiri Sheril dan Dewi. Ia melepaskan kacamata hitamnya sebelum berbicara,

"Halo Tante, apa kabar? Tante kalau capek bisa ke mobil duluan, barang-barangnya biar di bawa supir. Saya mau bicara sebentar dengan Sheril kalau boleh," Arion meraih tangan Dewi untuk di salami, Sarah mengajarkan tata krama di Indonesia sejak tahun lalu.

Dewi menyembunyikan rasa terkejutnya melihat kedatangan Arion tanpa diminta dan tanpa kabar. "Gak usah Yon, saya gak mau ngerepotin," tolak Dewi.

Sheril merangkul ibunya kemudian membisikkan sesuatu. "Gak pa-pa mah, Arion kan baik, mamah juga udah kenal dari lama. Lumayan hemat ongkos, dari sini ke rumah kan mahal,"

"Ya udah deh terserah kamu aja." Pasrah Dewi, lagipula tubuhnya juga sudah lelah jadi ia sendiri ingin cepat-cepat beristirahat.

Sheril tersenyum senang menatap Arion. "Ayo!"

Setelah memastikan Dewi telah pergi bersama supir, Arion menarik Sheril ke dalam pelukan dengan sekali hentakan. Membuat wajah Sheril terbentur dengan dada bidang Arion. Dasar perawakan bule.

"Where have you been?" Arion mengusap rambut Sheril, ia tak ingin munafik menahan rasa rindunya lagi.

Sheril tidak menjawab, berada di posisi seperti ini akhirnya Sheril menumpahkan air matanya yang sudah selama lebih dari 2 Minggu ia tahan agar tidak menetes.

"Everything will be fine, trust me." Bisik Arion berusaha menenangkan.

"Yon," Sheril melepaskan diri dari pelukan Arion, lalu mengusap air matanya dengan kasar.

Setelah memastikan bahwa air matanya tidak akan turun lagi, Sheril tersenyum kepada Arion. "Cieee kangen ya udah lama gak liat gue?" Goda Sheril dengan senyuman lebarnya.

Arion mundur satu langkah lalu menggelengkan kepalanya, menyangkal tuduhan Sheril. Semakin Arion bergerak mundur, semakin Sheril semangat pula mengejar Arion. Melihat senyuman Sheril saat ini, seakan ia tidak habis menangis sama sekali tadi. Padahal tangisan Sheril barusan cukup kencang.

Melihat Sheril tetap bisa tersenyum dengan mata sembab membuat hati Arion ikut teriris, sebelumnya ia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Perasaan ingin selalu melindungi.

Tapi apa daya, Arion sudah memikirkan itu semua sampai akhir dan ia tidak bisa melindungi Sheril sampai akhir.

Ketika Arion berbalik badan hendak melarikan diri, tanpa Arion duga, Sheril loncat dan langsung mengalungkan tangannya di leher Arion dari belakang. Tingkah mereka mengundang perhatian sekitar, ada beberapa juga yang sedang merekam tingkah Sheril dan Arion. Sebagian lagi merasa iri dengan mereka.

"Sheril!" Arion cukup terkejut dengan tindakan Sheril yang tiba-tiba.

"Ayo Yon! Kaki Kendall Jenner gak boleh pegel, bahaya buat di catwalk nanti." Ujar Sheril ngaco.

Arion hanya bisa menghela napas panjang, pasrah dengan kemauan Sheril. Tidak ada pilihan lain, Arion menggendong Sheril di punggungnya keluar bandara. Lagipula tubuh Sheril begitu ringan sampai Arion tidak yakin jika ia sedang menggendong manusia atau bukan.

Selagi Arion berjalan dengan penuh pikiran di benaknya, sementara Sheril sedang senyam-senyum sendiri di gendongan Arion.

Kapan lagi coba di gendong doi? Masa iya nunggu sekarat dulu baru di sayang-sayang.

Sebagai warga jomblo yang baik, Sheril selalu mencari kesempatan dalam kesempitan. Mempraktekkan modus kepada Doi selalu Sheril lakukan sejak kenal dengan sosok Arion.

"Arion," panggil Sheril dengan nada riang. Sang pemilik nama hanya menggumam saja sebagai respon.

"Yon,"

"Iyon,"

"Arion ih!"

"Martinez Arion Williams calon pacarnya Sheril Patricia Eudora!"

"Arion ih, budek ya lo?" Sheril menjadi kesal sendiri karena Arion tidak memberikannya jawaban sepatah katapun.

"Apa?" Sahut Arion datar.

"Kampret," umpat Sheril.

"Gue mau tanya,"

Lagi dan lagi Arion tidak memberikan respon.

"Iyon ih jawab, mau tanya apa gitu. Kalau elo emang gak penasaran seenggaknya pura-pura penasaran biar Kendall Jenner seneng," protes Sheril, ia menjadi kesal sendiri.

"What?"

"Kapan lo jadi pacar gue?" Tanya Sheril tepat di samping telinga Arion.

Sontak, langkah Arion terhenti. Lidahnya terasa kelu, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Sheril.

"Arion, jawab dong. Jangan di diemin kelamaan, ntar gosong." Sheril mengguncangkan bahu Arion.

Sheril mengulang pertanyaanya. "Kapan lo jadi pacar gue? Lo gak ada niatan jadi pacar gue gitu?"

Arion melepaskan pegangan tangannya dari kaki Sheril yang melingkari pinggangnya.

"Turun." perintah Arion dengan nada dingin.

Meskipun kebingungan kenapa tiba-tiba Arion menjadi dingin seperti ini padahal satu menit yang lalu lelaki itu masih hangat bagai orang paling peduli di dunia, tapi Sheril tetap mengikuti apa kata Arion.

Sheril menganga melihat Arion yang meninggalkannya begitu saja tanpa menjawab apapun. Tapi Sheril juga harus menyembunyikan rasa kecewanya kesekian kali karena Arion.

Sheril menjadi menerka-nerka sendiri.

Apakah Sheril kurang cantik? Kurang baik? Kurang pintar? Terlalu banyak bicara? Atau apa?

Mereka sudah dekat sejak hari pertama sekolah, sudah beberapa kali juga mereka berpelukan bagai sepasang kekasih.

Lalu,

Apa lagi yang kurang dalam hubungannya dengan Arion?

Arion terlalu abu-abu bagi Sheril, sehingga Sheril hanya bisa menerka-nerka apakah Arion benar-benar mendekat atau menjauh darinya?

Sheril butuh kepastian.

1
Iceu Ktp
novel mu bagus aku suka cerita nya semangat untuk berkarya
Niyan Wahyuni
😭😭😭
Pipit Sopiah
dari season pertama sekarang season kedua serasa sheril ngejar-ngejar Arion 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
di season 2 lanjut lagi,,, tp tolak dong sheril jangan berharap terus. ubah sikap dan tingkah lakumu.
Pipit Sopiah
maaf Thor setiap bab aku ga kasih komen habisnya aku nangis terus bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu thor
haniyahhputri
Arion is such a lovely because he exists in Author's real life. Rayhan also exists in Author's real life.
Meidy Mangalengkang
visualnya dong
abel
kak season 3 kapan up?
udh nunggu lama bgt 😭
mrs.wang
ceritanya bagus, detil bgt, tiap bab nya gak ada yg aq skip, pernah nyoba skip biar langsung ke bab yg sheril sm arion lg mani2nya, eh malah gak nyambung, akhirnya baca lagi yg diskip td, overall ceritanya bgs bgt, cm part uwu sheril arionnya dikit bgt, dan endingnya kayak kurang greget gtu, krn yakin deh banyak yg pengen arion sm sheril resmi pacaran trs nikah. kli seandainya di season 3 sheril gak sm arion, atau arion dibuat meninggal fix aq gak lanjut baca cerita ini, krn aq pengen arion sheril segera happy ending, dan buat rayhan kasi cewek baru
mrs.wang
arion tinggal lamar sheril lalu nikah, gampang toh?
mrs.wang
sheril hrs sm arion, kasi cewek baru buat raihan
mrs.wang
gak rela klo sherli gak sama arion, sherli hrs sm ariob
mrs.wang
🥰🥰🥰🥰🥰
mrs.wang
love bgt sm cerita ini
mrs.wang
bagus bagus bagus ceritanya🥰
mrs.wang
bagussssss bgtttt ceritanya😭😭😭
mrs.wang
huhuhu manis bgt ceritanya🥰
Ayuu Puspiitaa
kapan nih season 3 dah lama banget nunggunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!