Mohon bijak dalam membaca, jangan lompat Bab dan blom like ya ...😘
Qyana Selyana Putri, gadis cantik yang mengalami transmigrasi kedalam tubuh seorang gadis yang bernama Astara Kalyana Rayder, gadis cantik yang menjadi kesayangan kelima kakak laki-lakinya.
Meski begitu, Astara tidak merasa bahagia, apalagi sejak dia kehilangan kedua orangtuanya saat dia masih berusia sepuluh tahun, Astara merasakan kehampaan di dalam hidupnya, hingga membuatnya tidak lagi memiliki semangat untuk hidup.
Namun hal itu tidak pernah dia perlihatkan di hadapan kelima kakaknya, hingga suatu malam, setelah pembicaraan dia dengan seorang wanita, kekasih dari Sang kakak pertama. Setelahnya, Astara memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Hilangnya jiwa Astara, rupanya membuat raga itu di isi oleh jiwa Qyana yang pada saat yang sama telah di bunuh oleh sahabatnya sendiri.
Tak rela dengan takdir hidupnya yang seperti itu, Qyana memutuskan untuk menerima hidupnya yang kedua menjadi Astara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Adiramanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
@@@@@@
Pagi ini Astara terlihat duduk termenung di balkon kamarnya, akibat perseteruan yang tidak terduga tadi malam. Astara memilih pulang diantar oleh Kenzo, sedangkan Ravandra terlihat masih bicara dengan Arsen.
Entah apa yang mereka bicarakan, namun ada satu hal yang menganggu pikiran Astara sampai sekarang, dan besar kemungkinan jika jiwa Astara yang aslipun tidak tahu perihal apa yang dia dengar tadi malam.
Tak ingin menerka-nerka apa maksud dari perkataan Arsen tadi malam, Astara memutuskan untuk mencari Ashlan yang sepertinya sedang berada di kamar Adrian, untuk melihat dokter Edward yang tengah memeriksa kondisi Adrian.
"Kak Ashlan, aku ingin bicara," ucap Astara setelah membuka pintu kamar Adrian.
Dokter Edward yang paham akan situasi, memilih langsung membereskan peralatannya dan langsung berpamitan pada Ashlan.
Setelah kepergian dokter Edward, barulah Astara melangkah masuk ke kamar Adrian, dimana ada Ashlan dan kakaknya yang lain, yang juga sedang berada di kamar Adrian.
"Ada apa sayang, apa kamu butuh sesuatu?," tanya penasaran Ashlan.
"Bisakah kakak jawab jujur dengan apa yang akan ku tanyakan sekarang," jawab Astara sambil menatap serius kearah Ashlan.
"Baiklah, memangnya apa yang ingin kamu tanyakan?,"
"Apa benar kakak membuat perjanjian dengan Arsen Mahendra?,"
"Dan hal itu melibatkan diriku," ucap Astara yang seketika membuat Ashlan terkejut.
Sedangkan keempat kakaknya yang lain merasa bingung dengan pertanyaan Astara barusan. Sebab, Ashlan tidak pernah mengatakan kepada mereka jika dia sedang menjalin kerja sama dengan Arsen.
Karena, mereka tahu jika Arsen itu tipe orang yang tak hanya licik, namun dia juga kasar, dan terkadang dia juga sering memukul seorang wanita tanpa alasan.
Oleh sebab itulah, saat Astara mengatakan hal itu, mereka merasa bingung, dan berpikir jika Ashlan pasti mengambil keputusan tanpa sepengetahuan mereka, hingga melibatkan adik kesayangan mereka.
"Kak Ashlan, apa maksud dari Astara barusan?," sahut bingung Tristan.
Namun sepertinya Ashlan masih diam, dan tidak ingin menjawab pertanyaan dari sang adik yang membuatnya bingung harus bercerita dari mana.
"Diamnya kak Ashlan, aku anggap apa yang kutanyakan tadi memang benar adanya," ucap Astara yang tampak sedih mengenai fakta itu.
Sebab, Astara tidak pernah menduga jika Ashlan akan tega menjadikan dirinya sebagai syarat dalam kerjasama yang Astara masih belum tahu karena apa.
Meski demikian, Astara tidak akan dengan mudah mengikuti keinginan Arsen untuk menjadi miliknya. Karena Astara merasa jika Arsen bukanlah tipe pria yang bisa memegang janjinya, sama halnya dengan mantan kekasihnya di kehidupannya yang dulu.
"Dan aku ingin mengatakan hal ini pada kalian," ucap Astara yang menjeda perkataannya.
"Hidupku, masa depanku, aku sendiri yang akan menentukannya, bukan atas keinginan kalian,"
"Karena itulah, apapun yang sudah kak Ashlan rencanakan dengan Arsen, hal itu tidak akan pernah terwujud,"
"Dan bila kakak tetap memaksakan keinginan kakak, maka sama halnya kakak memilih aku untuk menghilang dari kehidupan kalian,"
Ucap Astara panjang lebar, dan setelahnya dia pergi keluar kamar Adrian, mengabaikan kelima kakaknya yang nampak sedih saat Astara mengatakan hal itu pada mereka.
"Jelaskan apa yang terjadi kak," ucap Vian dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf ..." jawab Ashlan yang masih bingung harus bercerita, dan hanya kata maaflah yang bisa dia ucapkan untuk saat ini.
"Kami tidak butuh maafmu kak, yang kami ingin, kau jelaskan pada kami apa maksud dari perkataan Astara barusan," ucap Tristan yang merasa frustasi saat melihat Ashlan yang diam sejak tadi.
Ashlan yang tidak bisa mengelak lagi, akhirnya menceritakan perihal kerjasama dirinya dengan Arsen tanpa sepengetahuan adik-adiknya.
Dan rupanya hal itu bermula dari usulan Olivia yang saat itu masih menjadi kekasih Ashlan, yang saat itu Olivia ingin bekerjasama dengan perusahaan Arsen yang kala itu tengah mengeluarkan produk baru di bidang kosmetik.
Ashlan yang saat itu masih mencintai Olivia, akhirnya menuruti apa yang Olivia inginkan, namun rupanya ada syarat yang harus Ashlan penuhi untuk menjalin kerjasama itu.
Dan hal itu harus melibatkan sang adik, yang entah darimana Arsen tahu jika dia memiliki seorang adik yang selalu mereka rahasiakan dari media.
Ashlan yang sempat menolak syarat itu tidak pernah tahu jika Olivia diam-diam menerima syarat itu atas nama Ashlan. Yang pada akhirnya membuat Ashlan marah besar pada Olivia, dan bermaksud untuk membatalkan kerjasama itu.
Namun Arsen rupanya tidak pernah menyetujui pembatalan kerjasama itu. Sebab, dia sudah terlanjur menyukai Astara sejak dia tidak sengaja bertemu Astara dipesta yang di selenggarakan di rumah Hanry, Paman Astara. Dan, sejak saat itulah Arsen sangat ingin mendapatkan Astara, meski hal itu harus dengan jalan kotor sekalipun.
\*\*\*
**Di kediaman Mahendra**.
Yudha Mahendra, Ayah dari Arsen, terlihat sedang berdiri di ruang tengah yang mengarah ke pintu masuk kediamannya.
Hal itu dia lakukan untuk menunggu Arsen yang sejak semalam tidak pulang kerumah, hingga membuatnya merasa cemas akan keberadaan putra semata wayangnya itu. Barulah, selang beberapa menit kemudian, pintu rumah itu terbuka dengan Arsen yang berjalan masuk kedalam rumah.
"Darimana saja kamu, kenapa baru pulang?," tanya Yudha yang menghentikan langkah Arsen yang akan menuju kamarnya.
"Ayah tidak perlu tahu, lagipula aku bukan anak kecil lagi, jadi jangan hiraukan apa yang kulakukan," jawab Arsen yang ingin melanjutkan langkahnya.
Namun urung dia lakukan saat dia mendengar perkataan Yudha yang membuatnya seketika emosi mendengar perkataan itu.
"Jangan pernah berurusan dengan keluarga Arsalan nak, apalagi sampai menyinggung calon menantu mereka," ucap Yudha yang mencoba menasihati Arsen.
Karena dia tidak ingin jika Arsen berurusan dengan keluarga yang sudah membuatnya kecewa. Dan sebisa mungkin, Yudha ingin jika Arsen tidak bersinggunggan dengan keluarga Arsalan.
"Siapa yang Ayah maksud sebagai calon menantu mereka, Astara?," ucap Arsen yang sebisa mungkin menahan emosinya.
"Kau yang lebih tahu apa maksud Ayah, karena itu Ayah harap kamu tidak berurusan dengan mereka,"
"Tidak!!" Teriak Arsen emosi.
"Astara hanya akan menjadi milikku, bukan dengan si Ravandra sialan itu," ucapnya lagi yang seketika hal itu membuat Yudha sedih karena sikap Arsen barusan.
"Kamu adalah satu-satunya yang Ayah miliki sekarang nak, dan Ayah tidak ingin jika nantinya Ayah kehilangan dirimu, karena itu Ayah mohon lebih baik kamu berhenti," ucap Yudha dengan gurat kesedihan yang masih terlihat di wajahnya.
Tak tahan melihat wajah sedih sang Ayah, Arsen memilih pergi menuju kamarnya, mengabaikan sang Ayah yang menatap sedih punggung sang putra yang menjauh dari dirinya, dan berharap jika Arsen akan merubah pikirannya.
Meski hal itu sangat mustahil untuk dia lakukan, karena perasaan yang di miliki Arsen sekarang sudah membuatnya rela melakukan apapun demi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk melukai orang-orang yang tidak bersalah.
**TBC**
alur ceritanya menarik
/Hey//Hey//Hey/