NovelToon NovelToon
Obsesi Adik Ipar

Obsesi Adik Ipar

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Obsesi / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Kirana

Yolanda Liem baru 23 tahun ketika menjadi janda.

Suaminya—Kevin Liem, putra sulung keluarga konglomerat Liem—meninggal karena sakit setelah lima tahun pernikahan tanpa cinta (dan tanpa konsumasi). Yola memilih tetap tinggal di mansion keluarga, mengurus rumah tangga, dan menjalani masa berkabung dengan tenang.

Sampai Rayhan Liem kembali.

Adik iparnya. CEO Liem Group. Pria paling dingin dan berbahaya di Jakarta.

Rayhan menatapnya bukan seperti kakak ipar. Tatapannya gelap, posesif, dan penuh rahasia. "Sejak kapan kau melihatku seperti itu?" tanya Yola dengan suara gemetar. Rayhan tidak menjawab. Dia hanya tersenyum — senyum yang membuat Yola ingin berlari.

Dan Yola memang berlari. Dua kali.

Tapi Rayhan selalu menangkapnya kembali.

Di antara ciuman paksa dan pengorbanan diam-diam, di antara luka pisau yang ditanggung demi Yola dan rahasia yang tak pernah ia ucapkan — Yola mulai mempertanyakan segalanya.

Apakah ini obsesi? Atau cinta yang sudah terlalu lama ditahan?

Ketika akhirnya ia berdiri di depan nisan Kevin dan berkata, "Aku sudah jatuh cinta pada orang lain" — apakah dunia akan memaafkannya?

⚠️ Peringatan: Mengandung adegan dewasa (steamy), hubungan possessive, dan grey-area consent di beberapa chapter. HE guaranteed.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Bab 018

Kunci Atelier

Tiga hari kemudian, nama `Atelier Yola` tertulis di draf kontrak sewa.

Yola menatap dua kata itu lebih lama daripada angka biaya sewa di bawahnya. Angka bisa dihitung. Jatuh tempo bisa dicatat. Uang bisa dicari pelan-pelan. Tetapi nama itu membuat sesuatu di dalam dirinya berdiri tegak, kecil namun keras kepala.

Atelier Yola.

Bukan Liem.

Bukan Kevin.

Bukan ruang memorial.

Namanya sendiri.

"Kalau Kak Yola ingin mengganti nama, masih bisa," kata Daniel dari seberang meja.

Mereka duduk di lantai bawah shophouse Kemang. Meja lipat sementara dipasang di tengah ruangan. Dewi membawa daftar kebutuhan yang sudah lebih rapi, Sari memegang buku catatan, dan Budi menyiapkan salinan dokumen.

Yola menggeleng. "Tidak. Nama ini... baik."

Dewi tersenyum. "Sederhana dan mudah diingat."

"Terlalu personal," kata Yola.

"Parfum memang personal," jawab Daniel.

Yola menatapnya, lalu menandatangani halaman terakhir.

Tanda tangannya tidak besar. Tidak dramatis. Hanya goresan tinta hitam di atas kertas legal. Namun saat pena diangkat, Yola merasakan telapak tangannya dingin seperti setelah membuka pintu ke udara pagi.

"Selamat," kata Daniel pelan. "Atelier Yola resmi dimulai."

Sari menepuk tangan kecil, lalu langsung malu sendiri. "Maaf, Nona. Saya terlalu senang."

Yola tertawa pelan. "Aku juga."

Dewi membuka daftar. "Kalau begitu, minggu ini kita fokus bersih-bersih, ventilasi, rak bahan, dan izin usaha mikro. Untuk display, bisa menyusul. Produk pertama tidak perlu banyak. Tiga aroma cukup untuk awal."

"Pear Blossom," kata Yola.

"Satu."

"Tea Linen," tambah Yola setelah berpikir. "Aroma teh putih dan kain bersih."

Dewi mencatat. "Dua."

Yola menatap ruangan kosong. Di sudut dekat jendela, cahaya jatuh di lantai seperti potongan kertas putih.

"Dan satu lagi..." Ia berhenti. "Nanti saya pikirkan."

Daniel tidak memaksa.

Budi menyerahkan map salinan kepada Sari. "Semua sudah difotokopi. Pembayaran deposit masuk dari rekening pribadi Nona Yola, sesuai permintaan."

Yola menatap Daniel. "Terima kasih karena tidak membuatnya rumit."

"Kak Yola sudah jelas sejak awal. Saya hanya mengikuti."

"Tidak semua orang melakukan itu."

Daniel tersenyum kecil. "Saya belajar dari Kevin. Kalau seseorang sudah mengumpulkan keberanian, jangan tambah beban dengan memutuskan untuknya."

Nama Kevin hadir lagi, tetapi kali ini tidak membuat ruangan berat. Mungkin karena tempat ini belum mengenal sakit Kevin. Belum mengenal Celine. Belum mengenal tatapan orang-orang di ballroom. Tempat ini masih kosong, dan kekosongan itu terasa seperti kesempatan.

Sari memotret sudut ruangan dengan ponsel. "Nona, Mama pasti mau lihat."

Yola mengangguk. "Kirim ke Mama. Bilang aku sudah tanda tangan."

"Sekarang?"

"Sekarang."

Sari tersenyum, lalu mengetik pesan. Tidak sampai satu menit, balasan Mama Liem masuk.

`Bagus, Nak. Jangan lupa makan siang. Mama bangga.`

Yola membaca pesan itu pelan. Dua kata terakhir membuat matanya panas, tetapi ia menahannya dengan menatap daftar Dewi.

"Kita mulai bersih-bersih kapan?" tanya Yola.

Dewi langsung membuka kalender. "Besok bisa mulai. Tapi bahan utama jangan dibeli sebelum lemari penyimpanan datang. Kalau mau aman, minggu pertama fokus renovasi ringan dan izin."

"Saya bisa datang pagi."

Daniel menggeleng ringan. "Jangan setiap hari dulu. Bahu Kak Yola juga masih memar."

Yola menatapnya.

Daniel segera menambahkan, "Sari cerita. Bukan saya mengawasi."

Sari pura-pura sibuk dengan ponsel.

Yola menghela napas, tetapi kali ini tidak marah. "Saya akan datang sesuai jadwal."

Yola berdiri, berjalan ke pintu kaca, lalu membukanya.

Udara Kemang masuk bersama suara kendaraan dan aroma kopi dari sebelah. Tidak ada yang mewah. Tidak ada yang sempurna. Justru itu membuatnya lebih nyata.

Dewi mendekat. "Nona Yola ingin lihat kunci?"

Daniel mengambil gantungan kecil dari Budi. Ada dua kunci, satu untuk pintu depan, satu untuk lantai dua. Gantungan kuncinya masih polos, logam biasa tanpa hiasan.

Namun bagi Yola, benda itu tampak lebih berat daripada kotak perhiasan.

Daniel mengulurkannya dengan dua tangan, sopan, memberi ruang agar Yola mengambil sendiri.

"Ini kunci tempat Kak Yola," katanya.

Yola menatap kunci itu.

Tempat Kak Yola.

Ia mengulurkan tangan.

Jari-jarinya baru menyentuh logam dingin ketika sebuah mobil hitam melambat di jalan depan shophouse.

Sari melihat lebih dulu.

Wajahnya berubah.

Yola mengangkat kepala.

Kaca mobil itu gelap, tetapi ia mengenal bentuknya. Salah satu mobil Liem. Mobil yang biasa dipakai Rayhan ketika tidak ingin sopir keluarga terlalu menarik perhatian.

Mobil itu tidak berhenti.

Hanya melambat.

Tepat ketika Daniel masih memegang ujung gantungan kunci dan Yola baru mengambil sisi lainnya.

Untuk satu detik, kunci itu tergantung di antara tangan mereka.

Di dalam mobil, Rayhan duduk di kursi belakang.

Ardi berada di depan, menatap lurus, tetapi rahangnya tegang.

Rayhan melihat pintu kaca shophouse. Melihat nama yang belum terpasang tetapi sudah tertulis di map di meja. Melihat Daniel berdiri terlalu dekat. Melihat kunci berpindah dari tangan Daniel ke tangan Yola.

Bahu kanannya masih berdenyut di bawah kemeja.

Entah kenapa, rasa sakitnya terasa lebih tajam.

"Jalan," kata Rayhan.

Sopir menekan gas pelan.

Mobil hitam itu melewati shophouse tanpa suara.

Yola berdiri diam di depan pintu, kunci dingin dalam genggamannya.

Daniel mengikuti arah pandangnya. "Kak Yola?"

Yola menutup jari-jarinya lebih erat pada kunci.

"Tidak apa-apa," katanya.

Namun di jalan yang sudah kembali ramai, bayangan mobil hitam itu seperti masih tertinggal di kaca pintu Atelier Yola.

1
Nia Nara
Dalam budaya chindo, belum pernah nemu adik ipar menikahi cici ipar (soso)nya. Menikahi koko iparnya (cihu), di generasi mama saya masih ada. Generasi saya tidak pernah saya dengar lagi.
Nia Nara
Thor, bakcang gak afdol kalau gak pake daging babi, setidaknya itu di keluarga saya. Jarang yg suka ayam kecuali saya 🤣
Nia Nara
Pas baca festival makan bakcang, baru ngeh ini cerita keluarga chindo ya.. Liem.. Tan… baru ngeh 😄
Nia Nara
Apa Rayhan sudah ada rasa jauh sebelum Yola jadi istri Kevin ya?
👣Sandaria🦋
novel yg benar-benar tidak bisa membuatku berhenti👍
👣Sandaria🦋
tiga bab sehari, Author. pliss🤗😅
Lily
keknya seru nih
👣Sandaria🦋
Novel ter-epic yg kubaca di 2026 ini👍
up lagi, Author. banyak-banyak!😅
👣Sandaria🦋
seharusnya Adrian bilang "silahkan panik!" 🤣
👣Sandaria🦋
gaya tulisan authornya punya aura magis😅
👣Sandaria🦋
wow. sepertinya aku jatuh cinta dengan cerita ini, Kak😍
Fitri Yastuti
lanjutt kak, lg seru ini
Fitri Yastuti
bagus ceritanya, nm bahasanya jg bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!